Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 335 | Melawan dua petarung alam bintang tingkat 6


__ADS_3

Darshan memandang ke arah ShiMei sambil menggertakkan giginya. “Ayo kita bertaruh lagi. Aku akan mengeluarkan petarungku kembali,” teriaknya setelah menderita kekalahan dari ShiMei.


Loushan pun tak kalah panas karena turut merasakan kekalahan mereka. Dia berdiri dan berjalan mendekati ShiMei yang duduk disamping Wanshan. “Aku juga ingin mengajukan pertarungan dengan petarungmu,” kata Loushan kemudian.


Wanshan menyipitkan matanya melihat kedua mogull itu yang mulai panas setelah kekalahan mereka. Mereka tidak memperhatikan mogull yang kalah dan mati di arena. Wanshan segera memerintahkan anak buahnya untuk mengurus jasad mogull yang telah mati itu.


ShiMei yang mendengar perkataan Loushan menjadi tertegun. Dia tidak menyangka Loushan pun ingin turut serta dalam pertaruhan itu. ShiMei tidak bisa memberikan jawabannya, dia hanya menoleh ke arah Shen Long.


Shen Long yang mendengar pembicaraan mereka segera berjalan mendekati tribun tempat duduk khusus untuk para pemilik petarung itu. “Tidak apa, biarkan petarung mereka berdua turun melawanku. Aku bisa berhemat waktu untuk melawan para petarung mereka,” sahut Shen Long yang terkesan angkuh oleh semua yang ada disana.


Loushan dan Darshan menjadi semakin geram mendengar kata-kata Shen Long. Mereka tidak ingin segera memulai pertarungan itu dan membunuh Shen Long.


Darshan lalu memanggil petarung alam bintang tingkat 6 miliknya untuk melawan Shen Long. Demikian juga dengan Loushan yang sudah sejak tadi sibuk memanggil para petarung miliknya.


Kali ini di atas arena Shen Long masih berdiri tegak menunggu petarung yang akan muncul melawannya.


Kemudian muncul dua orang berbadan tegap dan kekar, berjalan dengan tenang menaiki arena. Mereka berdua adalah petarung alam bintang tingkat 6 yang dimiliki oleh Darshan dan Loushan.


Tiga orang petarung telah hadir di atas arena. Shen Long tersenyum melihat mereka berdua. “Hanya kalian berdua? Aku telah cukup pemanasan, aku tidak akan sungkan untuk menghabisi kalian.” kata Shen Long membuat kedua petarung itu geram sambil menggertakkan gigi mereka.


Taruhan kali ini adalah 20M untuk kedua petarung milik Darshan dan Loushan sedangkan Shen Long hanya mendapat 1M.


Bagi Shen Long, angka itu bukan jaminan untuk memenangkan pertandingan. Dia tidak peduli dengan taruhan yang dipasangkan untuk dirinya. Namun wajah ShiMei terlihat berbinar melihat angka pada taruhan Shen Long.

__ADS_1


“Aku kali ini bertaruh 5M batu spirit denganmu, apakah kamu berani?” tanya Darshan pada ShiMei dengan wajah kesal.


ShiMei terkejut mendengar taruhan yang cukup besar itu. “Aku hanya memiliki 5M saja. Aku tidak bisa lebih dari itu,” sahut ShiMei untuk mengantisipasi Loushan turut serta memasang taruhan melawannya.


“Aku akan memberimu 5M bonus jika petarungmu bisa mengalahkan petarung kami berdua,” kata Loushan dengan wajah yang juga kesal.


ShiMei bersorak dalam hatinya mendengar 10M untuk dirinya jika Shen Long bisa memenangkan pertarungan ini. Dia sudah membayangkan akan menggunakan uang itu untuk menikmati hidupnya dengan mewah.


“Baiklah. Jika kalah aku hanya menyerahkan 5M batu spirit, tapi jika menang aku mendapatkan 5M dari kalian masing-masing.” sahut ShiMei.


“Iya.” kata Darshan dan Loushan hampir bersamaan.


Wanshan yang menjadi saksi segera mencatat dan memberikan pada mereka bertiga kertas untuk mereka tandatangani sebelum pertandingan dimulai.


Setelah semua taruhan masuk, lonceng tanda pertandingan segera di mulai. Melihat kedua lawannya berada di alam bintang tingkat 6, Shen Long meningkatkan kekuatannya menjadi alam bintang tingkat 8.


Ketika kedua lawannya telah bersiap, Shen Long segera bergerak mendekati salah satu dari mereka. Kedua lawannya itu melompat mundur saat merasakan serangan Shen Long yang dahsyat mengarah pada tubuh mereka.


Kedua lawan itu saling menoleh tidak menyangka kekuatan Shen Long berada di atas mereka. Sebelumnya orang-orang mengatakan Shen Long berada di alam bintang tingkat 5 yang kemungkinan besar berada di tingkat 6. Namun tidak ada yang menyangka Shen Long akan mengeluarkan alam bintang tingkat 8 dalam pertarungan ini.


“Sialan. Seberapa tinggi kekuatan orang ini?” geram salah satu lawan Shen Long.


Dia berusaha menghindari dan menjaga jarak dengan Shen Long. Kali ini kedua lawannya berpencar di kiri dan kanan Shen Long. Mereka tidak berani langsung berhadapan mengadu kekuatan dengan Shen Long.

__ADS_1


Jadi kedua lawannya itu berusaha untuk menggunakan taktik menguras kekuatan Shen Long dengan menyerangnya secara bergantian. Shen Long bukanlah petarung kemarin sore, dia mengerti maksud dari kedua lawannya itu.


Mereka menyerang secara bergantian ke arah Shen Long, namun tidak benar-benar menyerang jika Shen Long berbalik menghadapinya. Salah satu yang berhadapan dengan Shen Long akan mundur dan membiarkan temannya yang satu lagi menyerang dari belakang Shen Long.


“Cih, kalian pikir taktik itu akan berguna?” kata Shen Long pada mereka.


Kemudian Shen Long tiba-tiba menghilang dari pandangan kedua lawannya itu. Mereka terkejut melihat hal itu. Mereka pun melihat sekeliling dengan waspada serta melihat ke atas untuk mengantisipasi serangan dari Shen Long.


Shen Long yang menghilang tiba-tiba muncul di belakang lawan yang sebelah kanan tanpa disadarinya. Mogull itu tiba-tiba merasakan angin dingin menerpa tengkuknya. Dia tanpa sadar menoleh ke belakang dan melihat Shen Long telah berada di depan matanya.


Dia melompat mundur menuju ke teman satunya, namun Shen Long tidak melepaskan mereka. Dia kembali menghilang dan tiba-tiba muncul di belakang lawan yang sebelah kiri.


Kedua mata lawannya itu seperti melompat keluar dari kelopaknya. Kedua alis mereka berkedut tak menentu melihat Shen Long yang telah terlebih dahulu di depan mereka. Mereka berdua mundur kembali dan menjaga jarak dengan Shen Long.


Namun Shen Long lagi-lagi tidak membiarkan mereka menjauh. Kedua lawannya itu terpaksa mengeluarkan jurus mereka meninju dan memukul dengan telapak tangannya menghadapi Shen Long.


Shen Long tersenyum melihat kepanikan mereka berdua. Dia kemudian mengerahkan kekuatan di telapak tangannya dan menahan tinju kedua lawannya itu.


KRAKK... KRAKK...


Kedua tangan lawannya itu retak patah akibat pukulan telapak Shen Long yang menahan serangan kedua mogull itu. Wajah kedua mogull itu meringis kesakitan setelah kedua telapak tangan Shen Long menghantam pukulan mereka berdua bersamaan.


Shen Long tidak melepas mereka begitu saja. Dia mengejar salah satu dari mereka lalu meninju dada mogull tersebut dengan keras. BUGH...

__ADS_1


Tubuh mogull tersebut terjungkal ke lantai arena dengan posisi berlutut. Dari mulutnya meneteskan darah segar dan salah satu lututnya terasa patah ketika jatuh terduduk dan mendarat dengan kedua lututnya.


Satu lawannya yang lain menggigil melihat hal itu, namun Shen Long tidak membiarkannya lari. Dalam beberapa detik Shen Long telah menghantam perut mogull itu dengan keras dan membuatnya terguling-guling di lantai arena karena meringi kesakitan.


__ADS_2