
Tidak tahu kenapa, mendengar kata cantik dari Shen Long membuat mereka bertiga menjadi bertambah marah. Shen Long sungguh tidak mengerti hal itu.
Mereka bertiga menyerang ke arahnya namun Shen Long tidak memberikan perlawanan, dia hanya mendorong dan menolak serangan tanpa bermaksud melukai mereka.
Namun karena akhirnya terdesak, dia tanpa sengaja memukul agak keras dewi tersebut sehingga hendak terjatuh. Lalu dengan sigap dia membantunya dengan menarik dan merangkul pinggang dewi tersebut agar tidak terjatuh tetapi kemudian melepaskannya secara perlahan.
Hal tersebut justru membuat mereka semakin bertambah marah dan menyerang lebih ganas. Shen Long tidak ingin kesalahpahaman ini menyebabkan keadaan semakin parah. Dia tidak tahu kenapa semua perkataan dan tindakannya membuat mereka bertambah gila dan marah, jadi dia memutuskan untuk segera bergegas pergi melarikan diri dari pertempuran itu.
“Berhenti!” teriak dewi itu tanpa dihiraukan oleh Shen Long yang sudah terbang menghilang dari lembah itu.
Wajah Dewi itu menjadi kesal dan merah mengingat kejadian yang dianggap memalukan baginya.
“Aku akan membunuhmu jika bertemu lagi” pikirnya mengingat wajah Shen Long.
“Dewi, sekarang apa yang kita lakukan?” tanya salah satu dari mereka yang juga kesal karenanya.
“Orang itu telah kabur. Kita sebaiknya kembali ke kediaman sekte” sahut Dewi tersebut dengan wajah masam.
Mereka bertiga kemudian melompat dan terbang kembali ke kediaman sekte di lembah suci tersembunyi.
Sementara itu Shen Long yang berhasil kabur telah kembali ke pinggir sungai tempat dia bertemu dengan nenek yang mengajak Mu Rong pergi bersamanya.
“Aku harus kemana sekarang? Mencari Mu Rong atau kembali pada perguruan Wuming?” pikirnya menimang-nimang keadaan.
“Mu Rong mengatakan dia akan belajar pada nenek itu dan akan kembali nanti setelah menjadi kuat. Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk itu, sebaiknya aku kembali dulu ke kediaman perguruan Wuming”
__ADS_1
Setelah memutuskan untuk kembali, Shen Long kemudian pergi menuju ke kediaman perguruan Wuming untuk menceritakan pada Mu Kai tentang keputusan Mu Rong yang ingin belajar pada nenek yang mereka temui di sungai itu.
“Ah, adikku itu memang senang bersikap sesuka hatinya” sahut Mu Kai menghela nafasnya setelah mendengar penjelasan dari Shen Long.
“Baiklah, karena kamu sudah kembali dan aku juga telah pulih, mari kita lanjutkan rencana untuk membebaskan cucuku” sahut tetua Xie kemudian.
Kemudian tetua Xie menjelaskan tentang sekte pelepas arwah yang berada di daerah pinggiran sebelah barat ibukota kerajaan Liu serta bagaimana rencana untuk membebaskan Xie Lin, cucu tetua Xie.
Keesokan harinya tetua Xie mengajak Shen Long untuk berangkat berdua menuju sekte pelepas arwah. Mereka tidak mengajak ketua Mu Kai karena dia masih dibutuhkan untuk menjaga istri dan juga para tetua yang sementara berlindung di perguruan Wuming.
Menurut tetua Xie, mereka berdua sudah cukup untuk membebaskan cucunya dari tangan Xie Min, anak kedua tetua Xie yang kini menjadi pimpinan sekte setelah ayah Xie Lin meninggal.
Xie Min yang memiliki kultivasi pada level dewa manusia tahap menengah adalah satu-satunya orang yang memiliki kekuatan tertinggi di sekte pelepas arwah. Jadi bagi tetua Xie dia bisa melawan sendiri anaknya yang durhaka tersebut, sedangkan Shen Long ditugaskan untuk menyelinap ke dalam kediaman sekte untuk membebaskan Xie Lin.
“Xie Min, keluar lah!”
“Jangan menjadi pengecut! Sebagai orang tua, aku akan memberimu pelajaran” teriak tetua Xie disepanjang jalan masuk kediaman sekte untuk memancing keributan agar Shen Long bisa menyelinap dengan lancar.
Para penjaga sekte yang melihat kedatangan tetua sekte tidak berani mendekatinya, mereka hanya melihat dari kejauhan. Bagaimanapun juga tetua sekte adalah petarung di alam dewa yang telah membuat nama sekte pelepas arwah menjadi terkenal di masa lalu.
Di depan pintu kediaman tampak Xie Min anaknya berdiri bersama Xie Mo cucunya bersama beberapa tetua sekte lain yang berpihak pada Xie Min serta para penjaga yang berdiri disamping mereka. Sejak memimpin sekte, Xie Min telah menyingkirkan orang-orang yang dianggap menentang dirinya yang setia pada tetua Xie Tie.
Melihat kedatangan ayahnya, Xie Min hanya mencibir dengan tangan dilipat di dadanya sementara anaknya Xie Mo berdiri sombong dengan tangan dipinggang.
“Shen, sebaiknya kamu sudah masuk ke dalam kediaman sekte, aku akan menunda waktu terlebih dahulu agar kamu bisa menemukan Xie Lin” gumam tetua Xie dalam hatinya.
__ADS_1
“Hahaha... ayah, apa yang membuatmu datang lagi kemari bertemu denganku?” teriak Xie Min yang melihat kedatangan tetua Xie.
Tetua Xie menggertakkan giginya dan bersabar untuk tidak menyerang sebelum dia melihat Shen Long berhasil menyelamatkan Xie Lin.
Di tempat lain di dalam kediaman sekte, Shen Long sudah bergerak dengan cepat memeriksa setiap kamar dan ruangan yang ada setelah melumpuhkan setiap penjaga dan pelayan yang ditemuinya selama menyelinap.
Akhirnya dia menemukan Xie Lin di sebuah kamar, namun dia tidak terlihat seperti sedang disekap. Dia sedang duduk sambil merias wajahnya di depan cermin. Shen Long kemudian mendekatinya. “Xie Lin, ayo kita bergegas pergi dari sini”
Xie Lin terkejut melihat kedatangan Shen Long “Siapa kamu?” teriaknya.
“Bagaimana kamu bisa masuk ke kamarku? Aku akan berteriak jika kamu tidak pergi”
Shen Long segera menotok tubuh Xie Lin untuk menghalanginya berteriak lalu meringkus dan memasukkannya ke dalam ruang di cincin penyimpanannya. Kata-kata Xie Lin membuat Shen Long kebingungan, entah apa yang terjadi sehingga Xie Lin tidak mengenalnya.
Kemudian Shen Long segera kembali menuju ke depan halaman untuk memberikan kode kepada tetua Xie bahwa dia telah menemukan Xie Lin. Setelah melihat kode dari Shen Long, tetua Xie tidak berbasa basi lagi dengan Xie Min.
“Anak durhaka, jangan banyak omong kosong lagi. Hari ini aku datang kemari untuk memberimu pelajaran dan membersihkan sekteku dari pengkhianat sepertimu” teriak tetua Xie.
“Ayah pikir bisa mengalahkanku dengan mudah? Hahaha...” sahut Xie Min sambil tertawa
“Kalian semua, serang dia!” teriak Xie Min memerintahkan semua orang untuk menyerang tetua Xie. Tetua Xie mengeluarkan pedangnya lalu melawan mereka yang menyerangnya tanpa pilih kasih.
Shen Long dari tempatnya bersembunyi merasa tetua Xie bisa melawan mereka semua, jadi dia menunggu dengan waspada untuk berjaga-jaga jika ada yang menyerang tetua Xie dari belakang.
Namun tiba-tiba dia merasakan kehadiran seseorang yang berilmu tinggi, berdiri di atap kediaman sekte mengamati pertempuran tersebut. Shen Long menoleh ke atas atap dan terkejut “Tetua Yang Fei?”
__ADS_1