Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 53 | Ketua perwakilan perguruan Wuming, Mu Kai


__ADS_3

Keesokan paginya, Shen Long dan Wu Chen berpamitan pada keluarga Chen yang diantar oleh Chen Shen kembali ke warung makan. Sesampainya di warung makan, Shen Long memesan seekor kuda lagi untuk Wu Chen menemaninya dalam perjalanan menuju ibukota kerajaan Liu.


Pemilik warung dengan cepat menyiapkan keperluan Shen Long dan membuatkannya bekal untuk perjalanan ke ibukota.


“Paman, terima kasih atas semuanya selama ini” kata Shen Long pada pemilik warung.


“Tabib Shen tidak perlu sungkan. Kamu telah menyelamatkan nyawa anakku. Itu merupakan kebaikan yang sangat besar untuk diriku. Ini hanya hadiah kecil dari kami” sahutnya.


“Mampirlah suatu saat jika kembali ke kota ini tuan. Dengan senang hati kami menunggu tuan tabib” teriak pemilik warung tersebut.


Perjalanan Shen Long menuju ibukota yang tidak terlalu jauh dari kota Jishang sangat lancar tanpa gangguan.


“Dimana mereka akan menangkapku?” pikir Shen Long mengingat rencana dua orang di dalam gua tersebut.


Setelah memasuki gerbang ibukota yang ramai karena antri orang-orang yang datang, Shen Long pun tiba di ibukota kerajaan Liu yang padat oleh penduduk di sepanjang jalan. Mereka menuntun kuda di tengah kota agar tidak mengganggu penduduk lainnya yang melintas.


Tampak hiruk pikuk kota dengan banyak orang berlalu lalang dan pedagang di setiap sudut ibukota. Saat menyusuri jalan, Shen Long menghentikan langkahnya dan melihat papan nama di atas sebuah rumah di pinggir jalan menuju pusat ibukota. “Perwakilan Perguruan Wuming”


“Rupanya perguruan Wuming memiliki tempat perwakilan di ibukota kerajaan Liu. Sungguh perguruan yang besar. Bagaimana kira-kira kabar nona Mu Rong, kakak Xuan dan Shu?”  pikir Shen Long sambil melanjutkan langkahnya diikuti oleh Wu Chen dengan menuntun kuda mereka masing-masing.


“Awas Minggir..Minggir!” Teriak kusir kereta dari arah depan Shen Long terburu-buru menuju gerbang perguruan Wuming.


Shen Long dan Wu Chen memberikan jalan pada kereta kuda yang terburu-buru itu. Kemudian turun seorang gadis cantik dari kereta kuda hendak masuk ke dalam gerbang perguruan Wuming.


Shen Long dan Wu Chen menoleh ke arah gadis tersebut “Gadis itu cantik juga tuan” kata Wu Chen.


“Ah, Jangan...!” Shen Long menggigil terlambat menghentikan kata-kata Wu Chen lalu menutup matanya sendiri.


Gadis itu menoleh ke arah Wu Chen lalu melompat ke arahnya dengan pandangan galak dan berteriak “Kamu, apa yang kamu lihat. Kamu jangan berpikir macam-macam padaku ya?”


“A..Aku tidak bermaksud seperti itu” sahut Wu Chen gemetar oleh tatapan galak gadis itu.


“Awas kamu berani berpikir macam-macam” ancam gadis itu kembali


“Ah, nona Mu masih tetap seperti dulu ya” kata Shen Long perlahan.

__ADS_1


“Siapa... “ kata-kata gadis itu terpotong setelah menoleh ke arah Shen Long. Dia tertegun tidak percaya melihat pada Shen Long.


“Shen.. Long” matanya yang galak perlahan melembut oleh senyuman Shen Long padanya.


Gadis itu langsung menghambur, melompat ke arah Shen Long namun kali ini dia memeluknya.


Wu Chen kali ini terkejut, tidak menyangka perubahan drastis terjadi dari marah padanya menjadi pelukan pada Shen Long.


“Tuan Shen sungguh luar biasa, dalam dua hari sudah dua wanita cantik yang memeluknya. Aku harus belajar banyak pada tuan” pikirnya dengan wajah kagum pada Shen Long.


Berbeda dengan tatapan kagum dari Wu Chen, Shen Long justru merasa gelisah oleh pelukan Mu Rong itu di depan umum.


“Kamu kemana saja Shen? Kamu menghilang setelah pertandingan di kota Jialing” kata Mu Rong setelah melepas pelukannya.


Sebelum Shen Long sempat menjawab, seseorang datang tergopoh-gopoh mendekati mereka “Nona, anda sudah ditunggu lama oleh ketua perwakilan”


“Ah, biarkan kakakku menunggu sedikit lebih lama. Katakan aku sedang bertemu seseorang” sahut nya.


“Tapi nona..”


“Apa kamu berani mengaturku? Suruh kakakku tunggu sebentar saja” teriak Mu Rong galak


“Kamu tidak menghilangkan pemberianku kan Shen?” tanya Mu Rong.


“Tidak berani. Masih tetap aku simpan dengan baik” sahut Shen Long.


“Bagus. Awas kalau berani menghilangkan pemberianku” katanya dengan tatapan lebih galak.


Shen Long berkeringat dingin namun memaksakan diri tersenyum.


“Shen, ini lebih galak dari istrimu. Perlu jurus yang sama untuk melawannya. Dia pasti akan tunduk padamu” bisik Yan Luo menggodanya.


“Tidakkk..!” pekik Shen Long dalam pikirannya.


“Adikku tersayang, mengapa kamu tidak mengajak temanmu untuk masuk dan berbicara di dalam kediaman kita” tiba-tiba sebuah suara datang menghampiri mereka.

__ADS_1


Mu Kai, kakak tertua dari Mu Rong mendatangi mereka dan mengajak untuk berbicara di dalam kediaman perguruan Wuming.


“Ayo Shen kita berbicara di dalam.” ajak Mu Rong.


Melihat ketua perwakilan perguruan Wuming sendiri yang datang, Shen Long merasa tidak enak untuk menolak ajakan masuk ke kediaman mereka. Shen Long lalu menyerahkan kudanya pada Wu Chen untuk ditambatkan lalu masuk ke kediaman perguruan Wuming mengikuti Mu Rong.


Di ruang tamu perguruan, Mu Kai duduk di kursi utama sementara Mu Rong duduk di samping tempat duduk Shen Long dan Wu Chen.


“Teman, perkenalkan namaku Mu Kai, kakak dari Mu Rong. Maafkan sikap adikku apabila merepotkanmu” kata Mu Kai.


“Ketua terlalu sungkan, Mu Rong sama sekali tidak merepotkanku. Namaku Shen Long. Ini pertama kali aku datang ke ibukota kerajaan ini. Aku senang bertemu dengan perguruan Wuming di kota ini” sahut Shen Long.


“Shen Long, sepertinya kamu yang telah memenangkan pertandingan bela diri di kota Jialing kan?” tanya Mu Kai.


“Iya. Benar dia orang yang aku ceritakan pada kakak waktu itu” sahut Mu Rong dengan semangat.


“Bagaimana kabar kakak Xuan Yu dan Shu Yan?” tanya Shen Long.


“Mereka sedang menekuni pelatihan khusus meningkatkan basis kultivasi mereka untuk persiapan pertandingan kerajaan pada tiga bulan depan di ibukota ini” sahut Mu Rong.


“Teman, akhir-akhir ini aku mendengar seorang tabib yang bernama Shen muncul. Apakah itu dirimu?” tanya Mu Kai


“Tabib? Sejak kapan kamu menjadi seorang tabib, Shen?” tanya Mu Rong tak percaya


“Benar itu aku. Aku mengobati orang sejak di kota Jishang” sahut Shen Long.


“Hahaha.. benar-benar penuh bakat. Ahli bela diri dan juga seorang tabib yang hebat” kata Mu Kai sambil tertawa.


“Ketua terlalu memujiku” sahut Shen Long


“Shen Long, jika memang benar kamu seorang tabib. Bisakah kamu membantuku untuk mengobati istriku?” tanya Mu Kai.


“Oh Iya, benar. Kakak memanggilku buru-buru kesini untuk apa? Apakah ada hubungannya dengan kakak ipar?” tanya Mu Rong.


“Benar adikku. Kakak iparmu empat hari yang lalu jatuh sakit, hingga saat ini badannya lemas dan sulit bangun dari tempat tidurnya. Aku berencana mencari tabib untuk mengobatinya. Untuk itulah aku memintamu datang membantuku mengurus perguruan sementara aku harus mengurus istriku” sahut Mu Kai dengan wajah yang muram.

__ADS_1


“Kakak Shen, jika kamu memang bisa mengobati. Tolong periksa kakak iparku” pinta Mu Rong dengan wajah memelas.


“Aku akan melihatnya” sahut Shen Long.


__ADS_2