
Malam itu festival di ibukota kerajaan Liam masih berlangsung, tetapi pertarungan antar kota sudah selesai. Esok adalah hari puncak festival dan final pertandingan antar sekte akan dilakukan besok paginya.
Dan malam ini adalah malam terakhir festival yang tentu saja dipenuhi dengan berbagai acara yang sangat meriah di alun-alun ibukota.
NingYue terlihat senang ketika berada di ibukota kerajaan Liam, dia membeli pakaian dan perhiasan dari Loka ini untuk dirinya. Shen Long juga meminta NingYue memilihkan pakaian untuk istrinya Yun Mei dan Putri Shui di loka asalnya sebagai oleh-oleh saat kembali nantinya.
Suasana ibukota kerajaan Liam sangat meriah bahkan hingga dini hari penduduk ibukota masih padat memenuhi festival yang tidak pernah tertidur.
“Ini adalah festival hari kemerdekaan kerajaan Liam yang berhasil mengalahkan monster di masa lalu,” kata Shen Long pada NingYue.
Setelah puas berkeliling ibukota kerajaan Liam, Shen Long pun mengajak NingYue untuk beristirahat di penginapan yang mewah di ibukota kerajaan Liam. Uang tidak masalah bagi mereka saat ini yang baru saja mendapatkan biaya pelajaran dari sekte Matahari Suci.
“Satu kamar?” Wajah NingYue terlihat berubah merah ketika mendengar Shen Long memesan satu kamar untuk mereka berdua.
“Kenapa? Apa kamu tidak ingin tidur sekamar denganku?” goda Shen Long dengan senyuman melihat wajah NingYue yang tersipu malu.
“Bu-bukan begitu. Aku takut tidak bisa tertidur malam ini,” sahut NingYue gugup.
Shen Long tertawa kecil lalu mendekatkan bibirnya ke telinga NingYue. “Malam ini kita lanjutkan kejadian di kota Longhan saat itu,” bisik Shen Long.
Sontak wajah NingYue bersemu merah kembali, tubuhnya gemetar dan jantungnya kembali berdegup kencang oleh kata-kata Shen Long. Dia menundukkan kepalanya mengingat kejadian di kota Longhan saat itu.
Di dalam kamar, NingYue duduk dengan hati tak menentu. Entah kenapa dia merasa gugup malam itu. “Aku sudah pernah melakukannya. Aku pasti bisa,” gumamnya dalam hati dengan wajah tertunduk.
“Air hangat telah siap. Mari kita mandi bersama,” ajak Shen Long kemudian.
“A-Apa? Ma-Mandi bersama?”
Jantung NingYue seperti mau melompat dari tubuhnya. Dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang bergetar hebat. Jantungnya berdetak hingga dia sendiri mendengarnya karena gugup.
“Kenapa? Apa kamu tidak ingin mendapatkan pijatan khusus dariku?” goda Shen Long kemudian.
“Ah, kenapa kamu berkali-kali menggodaku. Membuatku lemas dengan jantung ini,” batin NingYue.
NingYue berusaha menenangkan dirinya kemudian berdiri menuju ke ruang pemandian yang telah disiapkan oleh Shen Long.
Di dalam ruang pemandian yang merah, terdapat bak mandi yang cukup besar dengan air hangat yang telah disiapkan. NingYue berjalan perlahan sambil menenangkan dirinya menuju ke bak mandi itu.
Sementara Shen Long tersenyum melihat kegugupan NingYue. Semakin dia gugup membuat Shen Long semakin bersemangat menggodanya.
“Silahkan tuan putri, aku akan membantumu,” goda Shen Long kembali.
NingYue adalah anak dari dewa bangsa langit dan ibunya dari bangsa Hsien yang menguasai sihir kuno. Selama ini dia telah mempelajari ramalan dari Pendeta Agung, namun dia tidak pernah bisa meramal masa depannya sendiri.
Jadi apapun yang terjadi malam ini tidak pernah dia lihat sebelumnya dalam ramalannya. Hal itu membuat hatinya merasa tidak menentu.
“Biarkan aku membantu melepaskan pakaianmu,” kata Shen Long sambil tersenyum nakal.
“A-Aku bisa melepaskan sendiri,” sahut NingYue dengan malu
“Kamu masih merasa malu? Meskipun setelah kejadian di kota Longhan?”
NingYue menundukkan kepalanya lalu memandang ke arah Shen Long dengan wajah sedikit kesal. “Waktu itu cahayanya remang-remang, kali ini terang benderang,” sahutnya dengan senyuman kecut.
Kepala NingYue seperti mau meledak mendengar kata-kata Shen Long. Jantungnya yang sejak tadi masih berdegup dan sedang dia tenangkan kembali tetapi tetap tidak mampu reda karena selalu mendapatkan godaan dari Shen Long.
Melihat wajah NingYue yang merah dan detak jantungnya yang tinggi, Shen Long langsung meraih pinggangnya dan menarik tubuh NingYue ke dalam pelukannya.
NingYue terkejut dengan perlakukan Shen Long. Wajah NingYue berada sangat dekat dengan wajah Shen Long sehingga dia bisa merasakan nafas hangat dari Shen Long menerpa wajahnya yang cantik.
Kemudian Shen Long mencium bibir NingYue yang mungil sambil menutup mata. NingYue pun menutup matanya dan merasakan ciuman hangat Shen Long yang menenangkan dirinya.
Ketika merasa tenang dan nyaman, NingYue pun membalas ciuman Shen Long dengan lembut namun semakin lama semakin mengganas.
Tanpa disadarinya tangan Shen Long telah melepas seluruh pakaian NingYue dalam sekejap dan membuatnya terlihat polos di dalam pelukan Shen Long.
“Curang!,” kata NingYue
“Curang kenapa maksudmu?”
__ADS_1
“Kamu masih mengenakan pakaian, dan aku kedinginan sendiri,” sahut NingYue dengan wajah merah.
“Hahaha…,” Shen Long tertawa kecil mendengar kata-kata NingYue yang merengut padanya. Kemudian dia menjentikkan jarinya dan…
Bammm!
Pakaian di tubuhnya hancur lalu tubuh Shen Long pun tampak polos tanpa sehelai benang di depan NingYue.
“Pamer dan buang-buang pakaian,” sungut NingYue kemudian.
“Hahaha… kamu ini membuatku semakin bersemangat karena merengut seperti itu.”
Kemudian Shen Long meraih tubuh NingYue dan menggendongnya menuju ke bak mandi di ruangan itu.
Aroma terapi yang harum tercium di seluruh ruang pemandian itu. Shen Long memanggut bibir NingYue kembali di dalam bak mandi dengan lembut. Jemari Shen Long pun bermain ke bagian-bagian sensitif NingYue dan memberikan sensasi yang membuat wajah NingYue mengkerut menikmatinya.
“Ukh!” Lenguh NingYue sesekali saat jemari Shen Long yang nakal menyentuh tempat yang membuat tubuh NingYue bergetar.
NingYue yang semula mengalungkan kedua lengannya di leher Shen Long pun membalas dengan meraba sekujur tubuh Shen Long sambil terus mencium bibirnya.
Beberapa menit kemudian NingYue berubah menjadi ganas, tidak ada lagi kelembutan di wajahnya yang terlihat menatap tajam ke Shen Long. Namun nafasnya berhembus semakin cepat seirama dengan detak jantungnya.
“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Shen Long yang melihat perubahan wajah NingYue.
NingYue kemudian mendorong tubuh Shen Long dan meluncur turun membenamkan kepalanya ke dalam bak mandi.
Wajah Shen Long tampak merah menatap langit ruang pemandian dengan mata berkedut tidak menyangka kenikmatan yang dirasakannya. “I-Ini… luar biasa.”
Shen Long memejamkan matanya menikmati sensasi yang terjadi di dalam bak mandi. Dia hampir tidak bisa menahan dirinya, untunglah dia bisa mengalirkan energinya untuk menutup saluran kehidupannya yang mendesak ingin keluar.
NingYue kemudian muncul dari dalam bak mandi dengan seringainya dan menyerang Shen Long kembali dengan ganasnya. Kali ini dia memilih untuk mengendalikan permainan ini.
Gerakan NingYue perlahan dari lembut berubah menjadi kencang dan cepat. Beruntung Shen Long yang memiliki kecepatan kilat tidak digunakan saat itu, sehingga dia bisa mengikuti permainan tersebut.
Lima belas menit kemudian tubuh NingYue bergetar hebat, dia mencengkeram dada Shen Long sebelum akhirnya terkulai lemas.
Malam itu festival di ibukota kerajaan Liam masih berlangsung, tetapi pertarungan antar kota sudah selesai. Esok adalah hari puncak festival dan final pertandingan antar sekte akan dilakukan besok paginya.
Dan malam ini adalah malam terakhir festival yang tentu saja dipenuhi dengan berbagai acara yang sangat meriah di alun-alun ibukota.
NingYue terlihat senang ketika berada di ibukota kerajaan Liam, dia membeli pakaian dan perhiasan dari Loka ini untuk dirinya. Shen Long juga meminta NingYue memilihkan pakaian untuk istrinya Yun Mei dan Putri Shui di loka asalnya sebagai oleh-oleh saat kembali nantinya.
Suasana ibukota kerajaan Liam sangat meriah bahkan hingga dini hari penduduk ibukota masih padat memenuhi festival yang tidak pernah tertidur.
“Ini adalah festival hari kemerdekaan kerajaan Liam yang berhasil mengalahkan monster di masa lalu,” kata Shen Long pada NingYue.
Setelah puas berkeliling ibukota kerajaan Liam, Shen Long pun mengajak NingYue untuk beristirahat di penginapan yang mewah di ibukota kerajaan Liam. Uang tidak masalah bagi mereka saat ini yang baru saja mendapatkan biaya pelajaran dari sekte Matahari Suci.
“Satu kamar?” Wajah NingYue terlihat berubah merah ketika mendengar Shen Long memesan satu kamar untuk mereka berdua.
“Kenapa? Apa kamu tidak ingin tidur sekamar denganku?” goda Shen Long dengan senyuman melihat wajah NingYue yang tersipu malu.
“Bu-bukan begitu. Aku takut tidak bisa tertidur malam ini,” sahut NingYue gugup.
Shen Long tertawa kecil lalu mendekatkan bibirnya ke telinga NingYue. “Malam ini kita lanjutkan kejadian di kota Longhan saat itu,” bisik Shen Long.
Sontak wajah NingYue bersemu merah kembali, tubuhnya gemetar dan jantungnya kembali berdegup kencang oleh kata-kata Shen Long. Dia menundukkan kepalanya mengingat kejadian di kota Longhan saat itu.
Di dalam kamar, NingYue duduk dengan hati tak menentu. Entah kenapa dia merasa gugup malam itu. “Aku sudah pernah melakukannya. Aku pasti bisa,” gumamnya dalam hati dengan wajah tertunduk.
“Air hangat telah siap. Mari kita mandi bersama,” ajak Shen Long kemudian.
“A-Apa? Ma-Mandi bersama?”
Jantung NingYue seperti mau melompat dari tubuhnya. Dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang bergetar hebat. Jantungnya berdetak hingga dia sendiri mendengarnya karena gugup.
“Kenapa? Apa kamu tidak ingin mendapatkan pijatan khusus dariku?” goda Shen Long kemudian.
“Ah, kenapa kamu berkali-kali menggodaku. Membuatku lemas dengan jantung ini,” batin NingYue.
__ADS_1
NingYue berusaha menenangkan dirinya kemudian berdiri menuju ke ruang pemandian yang telah disiapkan oleh Shen Long.
Di dalam ruang pemandian yang merah, terdapat bak mandi yang cukup besar dengan air hangat yang telah disiapkan. NingYue berjalan perlahan sambil menenangkan dirinya menuju ke bak mandi itu.
Sementara Shen Long tersenyum melihat kegugupan NingYue. Semakin dia gugup membuat Shen Long semakin bersemangat menggodanya.
“Silahkan tuan putri, aku akan membantumu,” goda Shen Long kembali.
NingYue adalah anak dari dewa bangsa langit dan ibunya dari bangsa Hsien yang menguasai sihir kuno. Selama ini dia telah mempelajari ramalan dari Pendeta Agung, namun dia tidak pernah bisa meramal masa depannya sendiri.
Jadi apapun yang terjadi malam ini tidak pernah dia lihat sebelumnya dalam ramalannya. Hal itu membuat hatinya merasa tidak menentu.
“Biarkan aku membantu melepaskan pakaianmu,” kata Shen Long sambil tersenyum nakal.
“A-Aku bisa melepaskan sendiri,” sahut NingYue dengan malu
“Kamu masih merasa malu? Meskipun setelah kejadian di kota Longhan?”
NingYue menundukkan kepalanya lalu memandang ke arah Shen Long dengan wajah sedikit kesal. “Waktu itu cahayanya remang-remang, kali ini terang benderang,” sahutnya dengan senyuman kecut.
Kepala NingYue seperti mau meledak mendengar kata-kata Shen Long. Jantungnya yang sejak tadi masih berdegup dan sedang dia tenangkan kembali tetapi tetap tidak mampu reda karena selalu mendapatkan godaan dari Shen Long.
Melihat wajah NingYue yang merah dan detak jantungnya yang tinggi, Shen Long langsung meraih pinggangnya dan menarik tubuh NingYue ke dalam pelukannya.
NingYue terkejut dengan perlakukan Shen Long. Wajah NingYue berada sangat dekat dengan wajah Shen Long sehingga dia bisa merasakan nafas hangat dari Shen Long menerpa wajahnya yang cantik.
Kemudian Shen Long mencium bibir NingYue yang mungil sambil menutup mata. NingYue pun menutup matanya dan merasakan ciuman hangat Shen Long yang menenangkan dirinya.
Ketika merasa tenang dan nyaman, NingYue pun membalas ciuman Shen Long dengan lembut namun semakin lama semakin mengganas.
Tanpa disadarinya tangan Shen Long telah melepas seluruh pakaian NingYue dalam sekejap dan membuatnya terlihat polos di dalam pelukan Shen Long.
“Curang!,” kata NingYue
“Curang kenapa maksudmu?”
“Kamu masih mengenakan pakaian, dan aku kedinginan sendiri,” sahut NingYue dengan wajah merah.
“Hahaha…,” Shen Long tertawa kecil mendengar kata-kata NingYue yang merengut padanya. Kemudian dia menjentikkan jarinya dan…
Bammm!
Pakaian di tubuhnya hancur lalu tubuh Shen Long pun tampak polos tanpa sehelai benang di depan NingYue.
“Pamer dan buang-buang pakaian,” sungut NingYue kemudian.
“Hahaha… kamu ini membuatku semakin bersemangat karena merengut seperti itu.”
Kemudian Shen Long meraih tubuh NingYue dan menggendongnya menuju ke bak mandi di ruangan itu.
Aroma terapi yang harum tercium di seluruh ruang pemandian itu. Shen Long memanggut bibir NingYue kembali di dalam bak mandi dengan lembut. Jemari Shen Long pun bermain ke bagian-bagian sensitif NingYue dan memberikan sensasi yang membuat wajah NingYue mengkerut menikmatinya.
“Ukh!” Lenguh NingYue sesekali saat jemari Shen Long yang nakal menyentuh tempat yang membuat tubuh NingYue bergetar.
NingYue yang semula mengalungkan kedua lengannya di leher Shen Long pun membalas dengan meraba sekujur tubuh Shen Long sambil terus mencium bibirnya.
Beberapa menit kemudian NingYue berubah menjadi ganas, tidak ada lagi kelembutan di wajahnya yang terlihat menatap tajam ke Shen Long. Namun nafasnya berhembus semakin cepat seirama dengan detak jantungnya.
“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Shen Long yang melihat perubahan wajah NingYue.
NingYue kemudian mendorong tubuh Shen Long dan meluncur turun membenamkan kepalanya ke dalam bak mandi.
Wajah Shen Long tampak merah menatap langit ruang pemandian dengan mata berkedut tidak menyangka kenikmatan yang dirasakannya. “I-Ini… luar biasa.”
Shen Long memejamkan matanya menikmati sensasi yang terjadi di dalam bak mandi. Dia hampir tidak bisa menahan dirinya, untunglah dia bisa mengalirkan energinya untuk menutup saluran kehidupannya yang mendesak ingin keluar.
NingYue kemudian muncul dari dalam bak mandi dengan seringainya dan menyerang Shen Long kembali dengan ganasnya. Kali ini dia memilih untuk mengendalikan permainan ini.
Gerakan NingYue perlahan dari lembut berubah menjadi kencang dan cepat. Beruntung Shen Long yang memiliki kecepatan kilat tidak digunakan saat itu, sehingga dia bisa mengikuti permainan tersebut.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian tubuh NingYue bergetar hebat, dia mencengkeram dada Shen Long sebelum akhirnya terkulai lemas.