Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 443 | Segel warna yang kedua


__ADS_3

Kolam air yang terletak tidak jauh dari kota Qinji terlihat sepi kali ini. Hanya beberapa penduduk kota Qinji yang berada di tempat itu untuk menikmati pemandangan sekitarnya.


Kolam air merupakan bagian dari sebuah taman yang berada di luar tembok benteng kota, namun masih berada dalam wilayah kota Qinji. Terdapat juga hutan di sekitar taman yang membuatnya teduh dan menarik untuk menjadi tempat berlibur bagi orang-orang dari kota Qinji.


Di sekeliling taman terdapat beberapa bangku dan meja taman yang membuat tempat itu sangat nyaman untuk melakukan pertemuan santai serta tempat untuk bermain anak-anak bersama keluarganya.


Ketika Shen Long tiba di taman itu, dia langsung menuju ke area kolam air. Tempat itu tampak telah dibersihkan sebelumnya sejak Shen Long meledakkan monster ikan yang berada di dalam kolam tersebut.


“Aku merasakan aura segel di dasar kolam air ini.”


Setelah itu Shen Long segera menceburkan dirinya ke dalam kolam lalu menyelam menuju ke dasar kolam itu.


Air kolam bagian dasar terlihat keruh, namun dengan menggunakan auranya Shen Long dapat menemukan letak dari segel warna di dasar kolam. Di dasar kolam, Shen Long melihat sebuah batu yang sangat besar berwarna kuning. “Segel warna sepertinya terletak di dalam batu ini.”


Seperti halnya batu besar di atas gunung Taoshin, Shen Long kemudian meletakkan tangannya di atas batu besar dasar kolam air itu. Lalu dengan kekuatannya dia meledakkan batu tersebut hingga hancur berkeping-keping.


Bummm!


Air kolam menyembur kembali ke atas permukaan dan membasahi tanaman sekitarnya. Terlihat taman yang sudah dibersihkan sebelumnya kali ini menjadi kotor dan berantakan kembali.


Setelah ledakan itu, di dasar kolam muncul seekor ular raksasa yang menggeliat karena merasa terganggu oleh getaran yang diakibatkan ledakan kekuatan Shen Long. Ular itu pun langsung menyerang ke arah Shen Long dengan ganasnya. Mulut ular itu terbuka lebar memperlihatkan taringnya yang berbisa hendak menggigit Shen Long.


Shen Long tidak berkelit melihat serangan ular tersebut, namun menyambutnya dengan memukul kepala ular itu menggunakan tinjunya.


Bugh!

__ADS_1


Kepala ular itu hancur seketika akibat pukulan Shen Long. Tubuh ular yang telah mati itu mengambang ke permukaan air kolam dan membuat panik beberapa orang yang berkunjung di taman itu.


Setelah itu Shen Long melompat keluar dari dalam kolam dan mengeringkan pakaian dengan kekuatannya. Dia telah menyimpan segel warna kuning yang ditemukannya di dasar kolam air tersebut ke dalam cincin penyimpanan miliknya.


“Sepertinya kamu tidak pernah berhenti membuat keributan di tempat ini.”


Tiba-tiba terdengar suara Qin Yuan yang datang bersama San Yu dan kali ini mengajak dua orang tetua sekte Matahari Suci bersamanya.


“Oh, rupanya tuan muda Qin yang dermawan datang kembali. Aku harap untuk pelajaran kali ini tuan muda membawa lebih banyak uang untuk biaya pelajarannya.” Shen Long tersenyum ke arah Qin Yuan.


Wajah Qin Yuan tampak gelap mendengar perkataan Shen Long. Dan San Yu yang berada di sampingnya juga menjadi marah karena perkataan itu.


“Kali ini kamu yang akan menerima pelajaran dari kami,” teriak San Yu dengan sombong.


Qin Yuan pun tanpa sadar mundur akibat hawa membunuh yang dipancarkan oleh Shen Long ke sekitarnya. Dua orang tetua itu menyadari hawa membunuh yang dipancarkan Shen Long. Mereka segera maju selangkah ke depan Qin Yuan dan San Yu untuk menghalau hawa membunuh yang dipancarkan oleh Shen Long.


“Oh, rupanya kalian mengajak dua orang lagi untuk belajar. Aku harap kalian benar-benar membawa uang lebih banyak kali ini untuk biaya pelajaran,” kata Shen Long.


Alis kedua tetua sekte itu berkedut mendengar perkataan Shen Long. Baru kali ini mereka yang berada di alam keheningan semesta mendengarkan orang yang berani meremehkan diri mereka.


“Mulutmu memang tajam nak. Apakah kekuatanmu sekuat mulutmu itu?” salah satu tetua sekte itu merasa geram oleh kata-kata Shen Long.


“Kalian akan tahu setelah kalian mencobanya,” sahut Shen Long


Setelah kata-kata itu jatuh, salah satu tetua itu pun langsung melompat dan menyerang ke arah Shen Long dengan garang. Dia meraung mengeluarkan jurusnya yang mematikan. Tetua itu tidak tanggung-tanggung langsung mengerahkan kekuatan keheningan semestanya.

__ADS_1


Hal itu disebabkan karena Qin Yuan sudah menceritakan tentang kekuatan Shen Long yang telah dengan mudah mengalahkan dirinya yang berada di alam penebusan semesta.


Namun kedua tetua itu tampak tidak percaya mendengar penjelasan Qin Yuan sebelumnya. Mereka merasa Shen Long tentunya menggunakan trik atau tehnik diam-diam untuk mengalahkan Qin Yuan dengan curang.


Ketika serangan salah satu tetua itu hampir menyentuh tubuhnya, Shen Long berkelit ringan lalu bergerak mendekati tubuh tetua itu dan berdiri persis di depannya.


Wajah tetua itu terkejut melihat kecepatan Shen Long, namun dia telah bersiap untuk menghadapi serangan diam-diam yang akan dilakukan oleh Shen Long. Tetua itu menarik jurusnya untuk menahan serangan dari Shen Long.


Plak!


Tamparan punggung tangan kanan Shen Long mendarat mulus di pipi kanan tetua itu dan membuat kepalanya terasa dihantam oleh palu raksasa. Kesadarannya nyaris hilang, namun tetua itu langsung menampar pipi kirinya kembali untuk menyadarkan dirinya.


Kepala tetua sekte itu tampak masih merasakan getaran akibat tamparan ringan Shen Long. Wajah tetua sekte itu tampak merah dan setetes darah mengalir di sudut bibirnya, namun dia dengan cepat meneguk darahnya kembali.


“Kakak, mari kita serang dia bersama-sama,” ajak tetua sekte itu pada kakaknya yang masih berdiri tertegun melihat kejadian cepat yang terjadi di depannya.


Tanpa menunggu yang kedua kalinya, tetua yang tadinya berdiri langsung melompat ke samping adiknya yang masih mengatur nafas menetralkan kekuatan Shen Long yang menyerang kepalanya.


“Bagus! Aku lebih suka menjatuhkan kalian bersama-sama. Jadi aku bisa menghemat waktuku ini.” Shen Long tampak senang melihat kedua tetua itu akhirnya turun bersama-sama.


Tanpa menunggu komando, kedua tetua sekte itu pun menyerang bersama-sama ke arah Shen Long. Namun kecepatan Shen Long berada di atas kecepatan kedua tetua sekte itu. Sehingga dengan mudah Shen Long mengelak setiap serangan mereka.


Wajah Qin Yuan yang melihat hal itu menjadi semakin jelek, namun dia tidak berani untuk membantu kedua tetua itu dan San Yu pun demikian. Masih teringat ketika dirinya ditampar oleh Shen Long sebelumnya di tempat tersebut.


Kali ini mereka datang bersama dua orang tetua sekte sebagai bala bantuan, namun kelihatannya mereka berdua tidak berguna untuk melawan Shen Long.

__ADS_1


__ADS_2