
Setelah Shen Long memberikan instruksi pada Xuan Yu dan Gu Yan untuk menjaga sekte Pedang Harapan. Shen Long lalu pergi menuju daerah barat misterius bersama Putri Shui.
Namun ditengah jalan dia di hadang oleh Dewi Suci yang hendak menuju ke Gunung Abadi.
“Kamu mau pergi kemana Shen?” tanya Dewi Suci melihatnya pergi bersama Putri Shui dengan wajah sedikit kesal.
“Aku akan pergi ke daerah barat misterius untuk mencari sesuatu” sahut Shen Long singkat.
“Aku ikut pergi bersamamu” kata Dewi Suci ketus memaksa untuk ikut.
Shen Long tidak tahu harus menjawab apa, dia menoleh pada Putri Shui yang tersenyum padanya.
“Tidak apa-apa, lebih banyak orang lebih ramai daripada kita berdua saja Shen” senyumnya.
“Baiklah, jika Putri berkata seperti itu” kata Shen Long
Akhirnya mereka bertiga segera berangkat terbang menuju daerah barat yang misterius. Putri Shui yang memimpin selama perjalanan ini, dia berkeliling di sekitar gurun pasir daerah barat untuk mencari gua bawah tanah tempat buah Dewa Bumi berada.
Hingga malam mereka belum juga menemukan keberadaan buah tersebut, mereka pun menghentikan pencarian karena kelelahan terbang dan berkeliling cukup jauh. Mereka mencari tempat beristirahat di sebuah penginapan di tengah gurun pasir daerah barat yang misterius.
Di tengah penginapan, terdapat kelompok orang-orang yang sedang makan di dalamnya. Shen Long pun segera mencari meja yang kosong untuk mereka makan bertiga.
Mata orang-orang sekitarnya melirik liar ke arah kedua wanita cantik yang menemani Shen Long. Namun mereka tidak mempedulikan kelompok orang-orang itu.
“Nona-nona cantik, maukah menemani kami minum malam ini?” tiba-tiba seseorang di antara mereka datang mendekati Dewi Suci dan Putri Shui.
Dewi Suci yang berwajah dingin tidak peduli dengan kedatangan orang itu, namun Putri Shui yang ramah membalasnya “Maaf, kami tidak terbiasa minum. Lagipula kami kelelahan dan ingin beristirahat” sahutnya
Orang itu tidak menerima penolakan tersebut, jadi masih berusaha untuk mengajak mereka “Ayo lah, temani kami minum sebentar. Kami akan mentraktir kalian makan dan minum sepuasnya”
“Tuan, jangan ganggu temanku. Kami benar-benar butuh istirahat karena perjalanan jauh” kata Shen Long sambil mengirimkan energi melalui kakinya ke arah orang tersebut.
Orang tersebut terkejut seketika, tubuhnya gemetar dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya, lalu dia terjatuh dan pingsan.
__ADS_1
“Hihi... sepertinya kamu terlalu keras padanya Shen” kata Putri Shui melihat hal itu.
“Hanya kelompok sampah, ketua sekte tidak perlu turun tangan sendiri” sahut Dewi Suci masih dengan wajah dinginnya.
Teman-teman dari orang itu segera berdiri melihat temannya terjatuh dan pingsan. Mereka segera mengeluarkan senjata mereka dan mengurung meja makan Shen Long.
“Apa yang telah kalian lakukan pada teman kami?” teriak seorang diantara mereka.
“Kami tidak melakukan apa-apa. Kami hanya duduk makan dari tadi disini” sahut Shen Long dengan santainya
Kemudian seorang berambut panjang dengan wajah berewok menghampiri kelompok yang mengurung meja Shen Long. Badannya besar seperti seorang pegulat profesional.
“Tuan Tuo” kata seorang diantara mereka dan memberikan jalan padanya.
“Aku melihat sendiri kamu menyerang orang ini dengan senjata rahasia” sahutnya berbohong sambil menunjuk pada Shen Long.
Wajah Shen Long menjadi masam melihat kebohongan orang itu.
“Kami tidak akan memukulmu jika kamu mau bersujud meminta maaf dan biarkan dua wanita ini menemani kami minum malam ini” kata orang brewok yang dipanggil tuan Tuo tersebut.
Saat situasi menegang, tiba-tiba pintu penginapan terbuka. Tampak dua orang wanita berjalan memasuki penginapan yang ramai orang-orang berdiri mengelilingi meja Shen Long. Kedua wanita yang baru datang ini menatap kelompok orang tersebut, lalu tetap berjalan mencari meja yang kosong.
“Orang dari sekte Tanah Barat” bisik mereka sambil bergerak mundur memberi jalan pada kedua wanita tersebut untuk melewati mereka.
Kedua wanita itu dengan santai melewati kelompok tersebut dan melirik ke arah Shen Long dan temannya namun tetap berjalan menuju sebuah meja makan di pojokan. Segera pelayan penginapan bergegas melayani mereka.
Hanya sesaat hening, setelah kedua wanita itu duduk, kembali kelompok itu mendekati Shen Long dan hendak menarik bajunya.
Kali ini Dewi Suci tidak tinggal diam. Dia menepis tangan orang itu dengan pedangnya yang masih tersarung hingga tangan tuan Tuo tersebut terpental dan kesemutan terkena kibasan sarung pedang Dewi Suci.
“Kalian enyahlah! kalian mengganggu selera makanku” teriak Dewi Suci dengan wajah nya yang marah.
Sekelompok orang itu terkejut melihat kemarahan Dewi Suci, dia juga tidak menyangka tuan Tuo dengan mudah tangannya dipentalkan dengan gerakan ringan Dewi Suci itu.
__ADS_1
Kedua wanita yang baru aja datang itu juga ikut terkejut mendengar teriakan galak dari Dewi Suci dengan wajahnya yang garang.
“Orang ini memiliki temperamen yang kuat. Layak untuk kita ajak bergabung di sekte Tanah Barat” bisik seorang diantara mereka
“Hei tuan Tuo, pergilah dari tempat ini. Kami sedang makan, jangan mengganggu pemandangan kami” teriak salah satu wanita yang baru datang tersebut
“Maaf Dewi, kami akan segera pergi” sahut tuan Tuo yang gugup ketakutan mendengar kata-kata wanita itu lalu segera pergi bersama rombongannya.
“Awas kami akan menunggu saat kalian keluar dari tempat ini” gumam tuan Tuo dalam hatinya melihat ke arah Dewi Suci.
“Akhirnya, keadaan menjadi tenang. Dewi Suci memang hebat” kata Putri Shui yang tidak bisa ikut campur urusan manusia.
Selama ini Putri Shui selalu berusaha untuk menghindari masalah, jadi temperamennya selalu ramah pada semua manusia.
“Huh, mereka berani menyentuh ketua sekte, harus melewatiku dulu. Aku akan memesan kamar untuk kita bertiga, kalian lanjutlah dulu makannya” sahut Dewi Suci dengan tetap berwajah dingin sambil menuju ke meja pemesanan kamar.
Seorang wanita di pojokan yang baru datang segera menghampiri Dewi Suci di meja pemesanan kamar.
“Nona, kami suka dengan sikapmu tadi. Maukah bergabung ke sekte Tanah Barat kami?” tanyanya pada Dewi Suci
“Maaf, aku tidak tertarik” sahut Dewi Suci tanpa menoleh ke arah wanita tersebut.
“Cih, sombong sekali. Tanpa kami, mungkin kamu sekarang sedang digerayangi oleh orang-orang itu.” katanya meremehkan Dewi Suci
Dewi Suci menoleh ke arah wanita itu dan melihatnya dari atas ke bawah dengan tatapan dingin, lalu menoleh kembali ke meja pemesanan dan melanjutkan pemesanan.
“Pelayan, siapkan tiga kamar untuk kami” pesannya mengabaikan wanita itu
Setelah pemesanan selesai, Dewi Suci segera pergi kembali ke meja makan nya dan duduk kembali.
Wanita yang mendekatinya tadi merasa kesal tidak terima dengan sikap Dewi Suci yang sombong.
“Hei kalian, jangan harap kalian bisa hidup tenang di daerah barat misterius ini dengan kesombongan kalian” teriak nya.
__ADS_1