
Setelah kejadian di restoran itu, Shen Long memutuskan untuk kembali ke perguruan Wuming. Dia tidak ingin bertarung dengan orang-orang dari Lembah Suci sebelum pertandingan bela diri.
Ketika dia hendak kembali, di tengah jalan itu dia kembali bertemu dengan gerombolan pengacau yang tadi mengganggu di restoran sedang menggoda gadis-gadis di jalanan.
“Ah, ketemu mereka lagi” gumam Shen Long menghela nafasnya
“Hei, bukannya ini orang di restoran tadi?” teriak salah satu dari mereka menunjuk ke arah Shen Long.
Gerombolan pengacau itu lalu menoleh pada Shen Long, kemudian mendekati dan mengelilinginya.
“Hehehe... kita bertemu lagi anak muda” kata orang yang tadi hendak menyerangnya di restoran itu.
“Kamu beruntung diselamatkan oleh jendral Liu di restoran tadi, kini tidak ada yang akan menyelamatkanmu disini” lanjutnya
“Aku rasa kalianlah yang tadi beruntung” sahut Shen Long singkat.
“Hahaha... “ mereka serempak tertawa semua mendengar kata-kata Shen Long.
“Kamu ternyata seorang pelawak. Kamu juga pandai berpura-pura” kata orang itu kembali.
“Lalu apa mau kalian?” tanya Shen Long selanjutnya.
“Hahaha... apa mau kami? Jelas, kami ingin membuat perhitungan padamu karena mempermalukan kami di restoran tadi” kata orang itu mendekati Shen Long.
“Kalian sendiri yang mempermalukan diri kalian disana” sahut Shen Long dingin
“Sudah, tidak usah banyak omong. Kita hajar saja dia” kata seseorang lainnya lalu bersiap hendak menyerang Shen Long.
“Benar, aku juga kesal tidak jadi makan di tempat itu” teriak yang lainnya
“Tunggu dulu” kata orang yang tadi disebut ketua oleh mereka
“Anak muda, jika kamu mau berlutut dan merangkak di selangkanganku. Aku akan melepaskanmu” kata ketua gerombolan itu.
“Hahaha... benar apa yang dikatakan oleh ketua” kata orang yang berkepala botak diantara mereka
“Bagaimana jika aku menolak?” tanya Shen Long dengan santai
“Maka hanya nyawamu yang bisa melewati kami” sahut ketua gerombolan itu dengan tatapan meremehkan.
__ADS_1
“Hahahaha... “ bawahan mereka tertawa kembali
“Aku malas meladeni kalian, hanya membuang-buang waktuku saja” sahut Shen Long membalikkan badannya.
“Kamu pikir bisa pergi dariku?” teriak ketua gerombolan itu dengan marah lalu melompat mengarahkan tinjunya kepada Shen Long.
Shen Long tidak berkelit, dia membalikkan badannya lalu menyambut tinju orang itu dengan tinjunya.
Krakk!
Suara tulang tangan yang retak terdengar, ketua gerombolan itu memegang tangannya yang patah sambil meringis.
“Sialan, hajar orang ini” perintahnya pada semua bawahannya yang masih tercengang oleh kejadian barusan.
Kemudian gerombolan itu serempak menyerang ke arah Shen Long yang hanya berdiri menyambut serangan mereka satu-persatu dengan pukulan. Tidak membutuhkan waktu lama seluruh gerombolan itu berserakan di tanah meringis kesakitan.
Shen Long lalu mendekati ketua gerombolan itu yang kini menggigil ketakutan oleh kekuatan Shen Long.
“Jangan mendekat” teriaknya ketakutan.
“Dasar orang sombong yang tidak berguna” kata Shen Long yang kemudian menendang perut ketua gerombolan itu menghancurkan dantian nya hingga pingsan.
Keesokan harinya pengunjung telah ramai di pusat pertandingan bela diri ibukota kerajaan Liu. Pertandingan bela diri dilakukan di halaman depan Istana kerajaan yang sangat luas. Ada panggung di tengah lapangan itu untuk tempat berlangsungnya pertandingan.
Pagi itu penonton sudah mulai ramai memadati lapangan itu. Para wakil utusan, tetua dan ketua dari berbagai aliran yang ikut serta pertandingan sudah duduk di tribun bawah di depan panggung. Sementara di tribun atas masih kosong menunggu kedatangan Raja Liu yang akan membuka pertandingan ini beserta para pejabat istana.
Di sebelah kanan tribun adalah tempat para peseta mempersiapkan diri mereka sebelum pertandingan. Shen Long telah datang ke tempat peserta pertandingan itu. Matanya melihat ke arah penonton yang sudah penuh sesak menunggu jalannya pertandingan.
Sebuah niat membunuh terpancar dari belakang Shen Long yang membuatnya bergidik. Kemudian dia membalikkan badannya melihat Dewi Suci memandang tajam ke arahnya sedang duduk disana didampingi dua pengawal wanitanya.
“Aku akan membunuhmu hari ini” pikir Dewi Suci yang geram ke arah Shen Long.
Shen Long berpura-pura tidak melihatnya, dia membuang wajahnya melihat kesekeliling peserta pertandingan lainnya.
“Shen Long, kita bertemu lagi” tiba-tiba sebuah suara menyapanya.
Shen Long menoleh ke arah datangnya suara itu lalu melihat ketua Dong Fang Lei beserta anaknya Dong Fang Yin, Shi Lang dan Xu Meng mendekatinya.
“Ah, ketua sekte dan wakil sekte” sahut Shen Long sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Dong Fang Yin tersenyum melihat Shen Long dengan wajahnya yang cantik beserta wakil sekte Shi Lang.
“Saudara Shen juga ikut pertandingan ini?” tanya Dong Fang Yin yang tersenyum mendekatinya
“Benar, aku mewakili perguruan Wuming dalam pertandingan ini” sahut Shen Long
“Seharusnya Shen yang mewakili kami dalam pertandingan ini” bisik Shi Lang di dekatnya.
“Ah, nona Shi terlalu memuji” sahut Shen Long.
“Hahaha... muridku Xu Meng telah melakukan terobosan besar, tidak kalah dengan bakat Shen Long. Aku ingin melihat bakat anak-anak muda sekarang ini” kata ketua sekte Pedang Suci Dong Fang Lei sambil tertawa.
“Kami akan menyaksikan pertandingan kalian” lanjutnya sambil pergi meninggalkan tempat peserta pertandingan diikuti oleh Dong Fang Yin dan Shi Lang yang masih memandangnya lalu berbalik.
“Saudara Shen, aku tidak akan kalah darimu hari ini” kata Xu Meng dengan percaya diri lalu berbalik meninggalkannya.
“Aku percaya kamu sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya saudara Xu” sahut Shen Long tersenyum padanya.
“Kamu rupanya senang merayu para wanita. Aku lihat para wanita dari sekte Pedang Suci itu menyukaimu” sebuah suara sindiran terdengar di samping Shen Long.
Ketika Shen Long menoleh dia pun terkejut melihat Dewi Suci telah berdiri disampingnya dengan aura membunuhnya.
“Kami pernah berpetualang bersama sebelumnya” sahut Shen Long menundukkan kepalanya.
“Apakah petualangannya di dalam kamar atau di pemandian?” lanjut sindir Dewi Suci yang membuat mata Shen Long berkedut dan telinganya panas.
Shen Long tidak ingin melanjutkan pembicaraan dengan Dewi Suci yang dia tahu sedang marah padanya karena kejadian di Lembah Suci.
“Maafkan aku Dewi, aku harus bersiap untuk pertandingan” sahut Shen Long menghindar.
Dewi Suci membalik badannya menatap tajam ke arah Shen Long menahan amarahnya.
“Kembalikan barang yang telah kamu curi dariku” bisiknya di depan wajah Shen Long dengan matanya yang indah melotot padanya.
“Maaf Dewi, aku sungguh membutuhkan bahan obat tersebut untuk menyelamatkan nyawa seseorang” sahut Shen Long menundukkan kepalanya.
“Baiklah, tapi kamu harus memberiku suatu yang berharga sebagai gantinya” kata Dewi Suci selanjutnya
“Terima kasih atas kemurahan hati Dewi. Aku akan memenuhi permintaan Dewi Suci” sahut Shen Long
__ADS_1
“Setelah pertandingan aku akan menemuimu untuk menagihnya” kata Dewi Suci sambil berlalu pergi.