
Malam harinya suasana di perguruan Wuming sangat meriah menyambut kemenangan Shen Long.
“Shen Long juara kita! Mari kita minum sampai mabuk.” kata ketua Mu Kai.
“Ketua, aku belum memenangkan pertandingan ini. Masih selangkah lagi untuk itu” sahut Shen Long.
“Tidak apa. Ini berkat dirimu saudara Shen, bagi kami sudah merupakan prestasi besar bagi perguruan Wuming selama ini” kata ketua Mu Kai.
“Baiklah, tapi aku belum bisa ikut minum hari ini. Aku masih harus mempersiapkan diri untuk pertandingan esok” sahut Shen Long.
“Baik, silahkan saudara Shen, kami juga tidak akan sampai mabuk.”
“Simpan minuman untuk esok, kita harus membelinya lagi esok lebih banyak” kata ketua Mu Kai.
Shen Long tertawa geli melihat sikap ketua Mu Kai yang begitu apa adanya.
Tiba-tiba sebuah kereta kuda datang dan berhenti di depan gerbang perguruan Wuming, seorang wanita turun dari dalam kereta kuda lalu berjalan menuju halaman perguruan Wuming menyampaikan pesan.
“Ketua, tuan Shen, seseorang dari sekte Lembah Suci mengundang tuan Shen untuk menemui Dewi Suci.” teriak salah seorang murid perguruan Wuming berlari memasuki aula tempat perjamuan.
“Baiklah. Aku akan menemuinya” sahut Shen Long yang segera mengikuti murid tersebut.
“Saudara Shen, ingat pertandingan penting besok, jangan pulang terlalu pagi” teriak ketua Mu menggodanya.
Mata Shen Long sedikit berkedut mendengar teriakan dari ketua Mu.
“Ketua Mu ini suka sekali ceplas-ceplos jika sedang minum” gumam Shen Long dalam hatinya
Segera Shen Long mengikuti wanita pembawa pesan dari sekte Lembah Suci naik ke dalam kereta dan mengantarnya menuju ke penginapan yang cukup mewah di dekat pusat ibukota. Setibanya di penginapan itu, wanita tersebut langsung mengantar Shen Long menuju kamar Dewi Suci yang telah menunggunya.
Shen Long terkejut, di dalam kamar itu tampak Dewi Suci yang wajahnya pucat menunggu kedatangan Shen Long di dampingi oleh dua orang pengawalnya.
Ketika melihat Shen Long, Dewi Suci melambaikan tangannya dan kedua pengawal itu pergi meninggalkannya bersama Shen Long.
“Apa yang terjadi Dewi? Mengapa wajahmu menjadi pucat seperti itu?” tanya Shen Long padanya.
__ADS_1
“Aku terlalu memaksakan kekuatanku hari ini” sahut Dewi Suci yang berusaha untuk duduk di atas ranjangnya.
“Tidak perlu banyak gerak dahulu, biarkan aku memeriksamu” kata Shen Long yang kemudian mendekatinya lalu meraba nadi spirit di tangan Dewi Suci.
“Astaga, kenapa energi spiritnya menjadi kacau seperti ini?” Shen Long terkejut setelah mengecek kondisi Dewi Suci.
“Shen, sebenarnya jurus yang aku gunakan itu sangat berbahaya. Meskipun jurus itu kuat, namun memerlukan kekuatan kultivasi yang tinggi untuk melakukannya. Jika tidak energinya akan mengacaukan energi spiritku” kata Dewi Suci menjelaskan akibat kondisinya itu.
“Dewi tenanglah, aku akan berusaha untuk menyembuhkanmu” sahut Shen Long yang langsung mengeluarkan jarum perak pusaka miliknya.
“Maaf dewi, aku harus menggunakan akupuntur pada beberapa titik di punggungmu” lanjutnya.
“Bisakah aku membuka pakaianmu?” tanya Shen Long selanjutnya dengan wajah merah.
“Kamu sudah pernah membukanya, apa masih perlu bertanya lagi?” sahut Dewi Suci pelan dengan wajah tersipu.
Mata Shen Long dibuat berkedut oleh jawaban Dewi Suci, dia merasa tidak enak hati dan bersalah atas kejadian saat di Lembah Suci itu.
Saat ini demi menyelamatkan Dewi Suci, dia terpaksa harus melakukannya.
Setelah pakaian atas Dewi Suci dibuka, tampak punggungnya yang putih mulus di depan Shen Long membuat hatinya sedikit bergetar. Tanpa berpikir lain dia segera menusukkan jarum perak pusaka ke beberapa titik di punggung Dewi Suci.
Dalam beberapa menit perubahan terjadi, kulit Dewi Suci menjadi memerah kembali. Wajahnya yang pucat berangsur-angsur menjadi merah, namun terlalu merah untuk wajah biasanya.
“Astaga, maaf Dewi aku membuat wajahmu menjadi terlalu merah” sahut Shen Long yang kemudian menarik tangan dan melepaskan jarum-jarum di punggung Dewi Suci.
Dewi Suci mendengus, temperamennya telah kembali. Dia segera menutup tubuhnya kembali lalu berdiri di samping ranjangnya.
“Terima kasih Shen karena telah menyembuhkanku” katanya tanpa berani berpaling menoleh pada Shen Long.
“Tidak apa-apa Dewi. Aku akan selalu membantumu. Jika ada masalah di kemudian hari, janganlah sungkan untuk meminta bantuanku” sahut Shen Long menghormatinya
“Karena sudah larut, aku harus kembali untuk persiapan pertandingan besok” kata Shen Long kemudian pergi meninggalkan Dewi Suci di kamarnya.
Sebenarnya Dewi Suci hendak menghentikannya, namun dia mengurungkan niatnya.
__ADS_1
Setelah kepergian Shen Long, dua orang pengawalnya segera masuk ke dalam kamar Dewi Suci.
“Bagaimana keadaan Dewi Suci?” tanya mereka cemas
“Aku sudah membaik berkat pertolongannya. Ilmu pengobatannya cukup hebat juga” sahut Dewi Suci datar.
“Syukurlah, kami sempat takut karena Dewi memaksakan diri untuk menggunakan jurus tersebut” kata seorang pengawalnya.
“Bagaimana pun demi sekte Lembah Suci, aku harus memenangkan pertandingan, namun kini aku gagal kembali” sahutnya dengan hati sedih.
“Dewi, jangan terlalu dipikirkan. Suatu saat nanti pasti Dewi bisa memenangkannya dan membuat nama sekte kita berjaya kembali” kata pengawalnya menghibur Dewi Suci.
“Kita sekarang hanya bisa berharap Shen Long dapat memenangkan pertandingan besok melawan sekte Gunung Abadi” sahut Dewi Suci kembali.
“Benar, kini Shen Long harapan kita satu-satunya untuk mendapatkan benda itu.” kata seorang pengawal lainnya.
Ketika keluar dari penginapan itu, Shen Long yang hendak kembali ke perguruan Wuming tiba-tiba dicegat oleh dua orang.
“Ada apa?” tanya Shen Long.
“Tuan Shen, nyonya kami ingin menemui Anda” kata dua orang tersebut sambil memberi hormat pada Shen Long.
“Sikap kedua orang ini sopan padaku. Sepertinya tidak masalah untuk mengikutinya” pikir Shen Long
“Baiklah, antarkan aku menemuinya” sahut Shen Long yang kemudian mengikuti kedua orang tersebut.
Mereka bertiga lalu pergi terbang melayang di kegelapan malam untuk menemui “nyonya” yang disebutkannya.
“Kultivasi kedua orang ini berada di alam dewa. Siapa gerangan yang begitu kuat menjadikan mereka bawahannya?” gumam Shen Long dalam hatinya.
Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah kediaman yang cukup terpencil di daerah timur ibukota kerajaan.
Setelah memasuki kediaman itu, mereka pun turun di areal taman yang luas dan kedua orang itu mempersilahkan Shen Long untuk masuk ke ruang utama di dalam kediaman tersebut.
Ketika Shen Long memasuki ruang utama kediaman tersebut, tampak dekorasi yang cukup mewah di dalamnya. Shen Long melihat seorang wanita yang cantik dan anggun duduk di kursi utama dengan raut wajah yang angkuh dan tinggi memandang ke arah datangnya Shen Long.
__ADS_1
Tampak dua orang pelayan sedang mengipasi wanita itu dan seorang pelayan lainnya menyediakan teh untuknya. Wanita itu lalu melambaikan tangannya kemudian ketiga pelayan itu mundur dan pergi meninggalkan Shen Long berdua dengan wanita tersebut.
“Akhirnya aku bisa bertemu dengan Shen Long, seseorang yang telah membuat gempar pertandingan bela diri kerajaan tahun ini” kata wanita itu berjalan perlahan mendekati Shen Long.