Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 104 | Kelahiran Pedang Surgawi Harapan


__ADS_3

Ketiga pedang dominator itu diletakkan di depan Shen Long, kemudian dia mengerahkan energi kultivasinya tingkat Raja Dewa alam Surgawi dan mengarahkan energinya ke ketiga pedang tersebut.


Tiba-tiba ketiga pedang itu terangkat berdiri di depan Shen Long, lalu energinya mulai mendekatkan ketiga pedang itu lalu meleburnya menjadi satu. Setelah menyatu, diperlukan beberapa menit untuk menyelaraskan energi dari ketiga pedang tersebut.


Dalam waktu setengah jam, Shen Long telah berhasil membentuk pedang Surgawi yang bersinar keemasan. Shen Long menghela nafas setelah kekuatannya cukup banyak terkuras untuk menyatukan pedang surgawi tersebut.


“Aku memberimu nama Pedang Harapan” sahut Shen Long membuat pedang itu bergetar dan mendengung lalu terbang ke angkasa.


Shen Long melihat pedangnya yang seakan-akan hidup dan senang atas kelahirannya, pedang tersebut meliuk-liuk di angkasa kemudian turun dan berdiri di depan Shen Long.


“Sungguh pedang yang luar biasa, energinya saja setara dengan energi kultivasi di alam pendeta.” gumam Shen Long yang terkagum-kagum dengan pedang pusakanya.


Kemudian dia menyimpannya kembali di cincin penyimpanannya yang sewaktu-waktu bisa dia panggil keluar kapan saja.


“Aku sudah siap menghadapimu sekte Gunung Abadi” gumamnya


Tak lama kemudian Shen Long yang sudah berhasil membentuk pedang Surgawi langsung bertemu dengan Jendral Liu dan permaisuri Qin.


“Apakah sudah berhasil Shen?” tanya permaisuri Qin.


“Iya. Aku sudah menyatukan dan membentuk pedang Surgawi” sahut Shen Long.


“Baguslah, kini kita telah siap untuk membalas kematian Raja Liu suamiku” kata permaisuri Qin.


“Bagaimana persiapanmu Jendral?” tanya Shen Long pada Jendral Liu.


“Pengintai kita mengatakan bahwa Liu Fan, raja baru tengah membentuk pada menteri dan jendral perangnya. Sebagian besar mereka berasal dari orang-orang sekte Gunung Abadi” sahut Jendral Liu


“Baik. Kumpulkan pasukan kita. Kita akan segera menyerang istana” kata Shen Long.


“Siap tuan” sahut Jendral Liu yang kemudian mengumpulkan seluruh pasukannya yang tersisa di depan Shen Long dan permaisuri Qin.

__ADS_1


“Raja boneka Liu Fan tidak menyadari ancaman sekte Gunung Abadi pada kerajaan Liu dan rakyatnya. Kita harus segera menggulingkannya. Lalu permaisuri Qin bisa mengisi tahta menjadi Ratu kerajaan Liu” kata Shen Long memulai pidatonya.


“Jangan, aku merasa tidak mampu menerima hal itu. Bisa membalas kematian suamiku sudah membuatku senang. Silahkan kalian menentukan siapa yang menjadi Raja” sahut permaisuri Qin


“Yang Mulia, mohon jangan menolak kami untuk menjadi Ratu kerajaan Liu” sahut Jendral Liu dan para pasukan yang sudah berbaris sambil berlutut.


“Baiklah, jika itu keinginan kalian semua” sahut permaisuri Qin sambil cemberut karena merasa kurang mampu.


“Aku percaya permaisuri Qin akan bisa memimpin kerajaan Liu.” kata Shen Long membesarkan hatinya.


“Baik, sebelum kita menyerang. Tolong kirimkan surat ini pada sekte Pelepas Arwah, perguruan Wuming, Kepala kota Jishang, sekte Pedang Suci dan sekte Lembah Suci. Kita akan meminta bantuan mereka untuk ikut menggulingkan raja saat ini dan menaklukkan sekte Gunung Abadi” kata Shen Long.


“Siap laksanakan” sahut pasukan Jendral Liu.


Kemudian mereka menyebarkan surat tersebut sesuai petunjuk dari Shen Long. Setelah membaca surat dari Shen Long, semua perguruan dan sekte yang berteman dengan Shen Long segera bergabung untuk bergerak bersama.


Sesuai petunjuk dalam surat, mereka berkumpul di dataran yang luas di selatan ibukota kerajaan untuk bergabung dengan pasukan dari kota Jishang.


Dari Sekte Pelepas Arwah, tetua Xie dan tetua Yang didampingi oleh Xie Lin dan Xie Mo bersama para murid sekte.


Perguruan Wuming tampak ketua Mu Kai beserta Xuan Yu dan Shu Yan telah ikut mengambil bagian bersama murid-murid lainnya.


Sekte Pedang Suci tak kalah ketua Sekte Dong Fang Lei sendiri turun tangan bersama anaknya Dong Fang Yin, wakil sekte Shi Lang dan para tetua lain beserta murid-murid sekte lainnya


Dari sekte Lembah Suci, Guru Suci yang telah sembuh oleh ginseng purnama turut datang untuk membalas dendam pada sekte Gunung Abadi bersama Dewi Suci dan para murid sekte Lembah Suci


Shen Long yang datang bersama Jendral Liu dan permaisuri Qin sangat senang dengan kedatangan para sahabat dan temannya membantu untuk menumpas para iblis di kerajaan Liu dan sekte Gunung Abadi.


Istana kerajaan Liu gempar setelah melihat para pendekar dari perguruan dan sekte bergabung dan menyerang istana kerajaan Liu.


Liu Fan menjadi geram mendengar berita ini, kemudian memanggil para jendral pasukannya untuk bersiap menyambut serangan dari gabungan pendekar tersebut.

__ADS_1


“Jendral Api dan Jendral Awan, kalian pergilah bersama jendral lain untuk menyambut serangan mereka” perintah Liu Fan.


Jendral lain segera menjawab dengan teriakan namun Jendral Api Xu Huang dan Jendral Awan Xu Meng hanya diam saling memandang.


“Apa kalian dari sekte Gunung Abadi tidak akan membantu kami?” tanya Liu Fan geram melihatnya.


“Kamu bukan raja kami, kami hanya mendengarkan perintah dari ketua sekte” sahut Jendral Api Xu Huang.


Liu Fan menggertakkan giginya menahan marah, namun dia tidak berdaya karena kekuatan Gunung Abadi sangat kuat dan dia masih membutuhkan mereka.


“Aku akan menyingkirkan kalian jika kedudukanku sudah kuat” gumam Liu Fan dalam hatinya


Pendeta kerajaan tetua Xu yang dari tadi diam tiba-tiba tersenyum.


“Liu Fan, kami sekte Gunung Abadi memang taat pada aturan sekte, jadi jangan terlalu berpikiran buruk.” katanya sambil tersenyum


“Jendral Api dan Jendral Awan, perintah ketua sekte adalah mempertahankan istana kerajaan, jadi kalian harus melaksanakannya” lanjutnya


“Benar, jadi kita tidak perlu berangkat kesana, justru mereka yang akan datang kemari” sahut Jendral Api Xu Huang.


“Aku setuju untuk menunggu mereka di istana kerajaan ini” sahut Jendral Awan menimpali


“Baiklah, kalau begitu kita bertahan di benteng istana kerajaan ini” perintah Liu Fan pada para jendral mereka.


Istana kerajaan Liu menjadi tegang dan semua pasukan bersiap di gerbang benteng istana. Wajah mereka sangat tegang karena akan berperang melawan saudara sendiri, mereka tidak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi.


Dari kejauhan, para pendekar telah memasuki ibukota kerajaan tanpa perlawanan, mereka justru mendapat dukungan dari penduduk ibukota untuk memberikan perlawanan kepada istana.


“Aku harus meminimalkan korban. Sebaiknya aku meminta mereka untuk menyerah dan meletakkan senjata.” pikir Shen Long


Kemudian Shen Long terbang dan berdiri di atap benteng secara tiba-tiba mengejutkan para penjaga gerbang benteng yang berada disana. Mereka berusaha menyerang, namun Shen Long telah menyegel gerakan mereka terlebih dahulu.

__ADS_1


“Wahai istana kerjaan, aku Shen Long datang ingin meminta pertanggungjawaban secara pribadi pada Liu Fan. Bagi yang menyerah, aku akan membiarkan kalian hidup. Jika tidak, jangan salahkan kami menumpas kalian” teriak Shen Long


__ADS_2