
“Mengapa seorang dewa berlutut di depan manusia sepertiku?” sindir Shen Long kemudian melihat Darkshan yang berlutut di hadapannya.
“Ka-kau...”
Darkshan mengerahkan seluruh kekuatannya yang tersisa kembali untuk melawan tekanan kekuatan Shen Long dan berusaha untuk berdiri. Namun dia tidak bisa melawan kekuatan Shen Long yang berada di Alam Semesta Kecil.
Shen Long mendekati kedua tanduk retak di atas kepala Darkshan, lalu dengan kedua tangannya dia mematahkan dengan santai kedua tanduk tersebut. Kepala Darkshan menjadi tambah pusing karenanya.
Kepala Darkshan mengucurkan darah dari patahan tanduk tersebut. Shen Long tertegun melihat tanduk yang telah rusak itu. Dia pun membuang tanduk itu ke lantai arena.
“Lihatlah oleh kalian! Bahkan seorang dewa yang awalnya sombong, kini berlutut sendiri padaku,” teriak Shen Long menggema ke seluruh tempat pertarungan itu.
Semua orang tahu apa yang dilakukan oleh Shen Long pada Darkshan, namun mereka sama seperti Darkshan, tidak bisa melawan kekuatan Shen Long.
“Bunuhlah aku!” teriak Darkshan yang merasa putus asa. Dia lebih baik memilih untuk mati daripada dipermalukan oleh Shen Long seperti itu.
“Cih, terlalu mudah untukmu jika aku membunuhmu secepat itu,” sahut Shen Long.
Darkshan hanya bisa menggertakkan giginya mendengar kata-kata Shen Long, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya lagi.
Perbedaan kekuatan alam semesta kecil dengan alam bintang sangatlah jauh. Hal ini yang membuat Darkshan tidak ingin hidup menanggung malu seperti itu.
PLAKK!
“Itu untuk menjadi dewa yang membunuh temanmu sendiri”
PLAKK!
“Itu untuk menjadi dewa yang hanya mementingkan materi”
PLAKK!
__ADS_1
“Itu untuk menjadi dewa yang hanya mengejar kekuatan demi ketenaran”
Berkali-kali Shen Long menampar wajah Darkshan hingga bengkak. Beberapa giginya tampak telah copot oleh tamparan Shen Long yang disertai darah menyembur keluar dari mulutnya.
PLAKK!
Tamparan terakhir membuat kepala Darkshan bertambah berat dan matanya menjadi gelap “Ta-Tamparan itu untuk apa?” tanyanya dengan gugup tidak percaya Shen Long masih menampar dirinya.
“Tamparan itu karena kamu berubah menjadi wujud jelek dan membuatku jijik,” sahut Shen Long dengan santai sambil mencibir.
Seluruh penonton merasakan setiap tamparan yang diberikan Shen Long pada Darkshan, jantung mereka turut berdegup ketika tamparan itu mendarat di wajah Darkshan.
Mata seluruh penonton tampak tidak berdaya melihat kekalahan Darkshan. Hal itu berarti uang mereka juga telah melayang karenanya. Hanya Wanshan dan ShiMei yang tersenyum puas dengan hasil pertandingan itu.
Meskipun mereka berada pada pihak yang sama, namun Wanshan lebih mengutamakan uang daripada menolong Darkshan.
Shen Long kemudian mencengkeram leher Darkshan lalu mengangkat tubuhnya dengan satu tangan kanannya. Tubuh gorila raksasa Darkshan diangkat dengan mudah oleh Shen Long. Darkshan tetap tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Dengan tanduknya yang patah, wajah bengkak, dan kedua tangannya patah, Darkshan tampak sungguh sangat mengenaskan.
KRAKKK...
Terdengar tulang leher yang patah ketika jari tangan Shen Long yang mencengkeram leher Darkshan memutar ke arah kiri. Darkshan mati dengan tubuh mengenaskan. Dia tidak percaya dirinya akan dibunuh ditangan seorang manusia. Selama hidupnya dia selalu memandang rendah ras manusia dan merasa dirinya yang dari ras dewa memiliki derajat lebih tinggi dari manusia.
Shen Long kemudian melemparkan tubuh Darkshan ke arah luar arena hingga menabrak tribun penonton dan terkapar di tanah.
Shen Long lalu melihat sekelilingnya. “Apakah masih ada lagi yang ingin melawanku?” teriak Shen Long.
Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. Tidak ada lagi yang berteriak mengejek dan mengutuk Shen Long. Semua penonton terdiam dan menundukkan kepala ketika Shen Long melihat ke arah mereka.
Karena tidak ada lagi yang bersuara, Shen Long kemudian berjalan menuruni arena dan menuju pintu keluar. Shi Mei yang melihat hal itu kemudian berjalan mengikuti Shen Long menuju pintu keluar arena.
Di luar arena, tampak Shen Long telah berdiri menunggu kedatangan Shi Mei. Dia menatap mata ShiMei dengan tatapan yang kesal. “Jangan katakan kamu tidak mendapatkan informasi apapun dari tempat ini,” kata Shen Long
__ADS_1
Wajah ShiMei menjadi merah karena malu. Dia memang sengaja mengajak Shen Long ke tempat ini untuk menguji kekuatannya, bukan untuk mencari informasi. Disamping itu dia juga ingin memanfaatkan kekuatan Shen Long untuk mendapatkan uang untuk dirinya pribadi.
“Maafkan aku, aku tidak mendapatkan informasi dari tempat ini,” sahut ShiMei pada Shen Long.
Mendengar hal itu, Shen Long menggelengkan kepala dan menghela nafasnya. Dia tidak menyangka ternyata ShiMei hanya ingin memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
“Informasi apa yang ingin kamu dapatkan?” tiba-tiba terdengar sebuah suara mendekati mereka.
Shen Long menoleh ke arah suara tersebut. ShiMei terkejut dan berbalik mengenali suara itu. “Wanshan” gumamnya. Tampak Wanshan datang mendekati mereka dengan ditemani oleh dua orang pengawal pribadinya.
“Shen Long, ikutlah ke ruang kerjaku! Aku akan memberikan informasi yang kamu perlukan,” lanjut Wanshan pada Shen Long sambil berlalu menuju ke sebuah ruangan di ujung aula tersebut.
Shen Long menatap kepergian Wanshan menuju ruangan itu. Dia tahu untuk mendapatkan informasi itu tentu tidaklah mudah. Jadi dia mengikuti mereka dan berjalan memasuki ruangan kerja Wanshan bersama ShiMei.
“Duduklah,” kata Wanshan pada Shen Long dan Shi Mei.
Ruang kerja yang dikatakan oleh Wanshan merupakan sebuah ruang tamu yang sekaligus merupakan ruang baca bagi Wanshan. Di belakang meja miliknya banyak terdapat buku-buku dan benda-benda antik yang tertata rapi di tempat itu.
Seorang pelayan yang bertugas melayani tamu segera menyiapkan hidangan dan minuman teh untuk Shen Long dan ShiMei. Kemudian dia berjalan mendekati meja Wanshan dan menyeduhkan teh untuknya juga.
“Pergilah!” kata Wanshan mengusir pelayannya setelah dia selesai menyiapkan minuman teh itu. Pelayan wanita itu memberi hormat lalu berjalan keluar dari ruang kerja tersebut.
Wanshan lalu mengeluarkan sebuah cincin dan berjalan mendekati Shen Long. “Ini hasil dari kemenanganmu hari ini, di dalam cincin itu ada 100M batu spirit untuk kemenangan dirimu,” kata Wanshan.
Mata ShiMei terbelalak mendengar kata 100M dari Wanshan. Dia sendiri hanya mendapatkan hasil 88M hari ini, namun Shen Long mendapatkan lebih banyak darinya.
Bagi Wanshan yang menang besar hari ini, 100M adalah hal kecil. Dia mengincar uang yang lebih besar dengan mendapatkan hati Shen Long terlebih dahulu. Shen Long mengetahui maksud Wanshan, namun dia membiarkan hal itu dan ingin mendengarkan apa keinginan Wanshan dari dirinya. Disamping tiu Shen Long juga ingin mendapatkan informasi dari Wanshan. Jadi Shen Long menerima cincin itu dan menyimpannya di dalam cincin penyimpanannya sendiri.
“Hahaha... sungguh senang bisa mengenal dirimu nak.” kata Wanshan sambil tertawa.
Wanshan kemudian mengambil cangkir tehnya dan mempersilahkan Shen Long dan ShiMei untuk menemaninya minum teh bersama.
__ADS_1
“Katakan! Informasi apa yang sedang kalian cari?” tanya Wanshan sambil menyesap tehnya.