Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 374 | Melawan Ginshan, Petarung Nomor Satu


__ADS_3

Setelah ledakan tampak tubuh Yongshan terduduk dengan satu kaki dan darah menetes dari bibirnya sedangkan Shen Long masih berdiri dengan tegap di depannya.


“Apa kamu masih sanggup bertarung kembali?” tanya Shen Long dengan tatapan acuh tak acuh padanya.


“Cuh!”


Yongshan meludahkan darah yang masih tersisa di dalam mulutnya lalu berusaha untuk berdiri kembali. “Ka-kamu benar-benar menggunakan trik. Kekuatanmu tidak jauh berbeda denganku. Tapi kamu bisa melukaiku dengan mudah.” geramnya.


“Ah, kamu benar-benar terlalu sombong tidak mengakui keunggulan lawan.”


Shen Long menggelengkan kepalanya melihat kesombongan Yongshan yang tidak mau mengakui kekalahannya.


“Sepertinya aku harus memberimu pelajaran tambahan. Namun harga dari pelajaran ini tidaklah murah.” lanjut Shen Long dengan menghela nafasnya.


Wajah Yongshan kembali tenggelam oleh kata-kata Shen Long dan semakin kesal melihat wajah Shen Long yang acuh tak acuh seperti itu.


Yongshan segera mengerahkan kembali kekuatan Kebangkitan Semesta miliknya. Dia juga mengeluarkan jurus Tinju Semesta tahap puncaknya. Seluruh tubuhnya mengeras dan memberikan tekanan ke sekitarnya.


Wusssshhh...


Tubuh Yongshan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Shen Long. Wajahnya terlihat garang dengan mengepalkan tinjunya yang keras mengarah ke wajah Shen Long. Namun Shen Long masih terlihat diam di tempatnya.


Kemudian tiba-tiba tubuh Shen Long menghilang dari depannya, membuat mata Yongshan terbelalak.


PLAK!


“Ini kamu bilang trik?” Pipi kanan Yongshan tiba-tiba terkena tamparan dari Shen Long yang muncul di kanannya hingga membuat Yongshan terhuyung-huyung ke kiri.


PLAK!


Shen Long sudah berada di sebelah kirinya dan menampar kembali pipi kiri Yongshan hingga membuatnya berbalik terhuyung-huyung kekanan.


“Ini karena kamu tidak tahu kapan harus mengakui kekalahanmu.”


PLAK!


Wajah Yongshan seperti bola pingpong yang dipukul oleh Shen Long dari kiri ke kanan dan membuat wajahnya membengkak seperti babi.

__ADS_1


“Ini karena kamu meremehkan lawanmu.”


PLAK!


Tamparan terakhir membuat mata Yongshan memutih dan mulai kehilangan kesadarannya dan ambruk ke tanah dengan tertungkup.


Shen Long berjalan mendekatinya. “Ini karena kamu bertemu lawan yang salah.”


Seluruh penonton hening sejenak sebelum akhirnya bersorak atas kemenangan Shen Long. Para pemujanya mulai bergembira sambil menari-nari di tribun penonton.


Hal itu membuat mata Kimshan berkedut kesal, kedua petarung tangguh yang dibawanya menjadi mainan Shen Long dan dikalahkan dengan mudah.


Wajah Liushan pun tampak cerah bahagia dengan kemenangan Shen Long, antusias penonton, taruhan dari pihak lawan, penjualan makanan dan minuman, semua menghasilkan banyak keuntungan bagi dirinya.


Sejak Shen Long menjadi petarung utamanya, keuntungan yang diperoleh arena pembantaian meningkat puluhan kali lipat dari sebelumnya. Sungguh bisnis yang luar biasa. Liushan benar-benar menikmati hal itu.


Sementara itu Ginshan yang menonton keseluruhan pertarungan Shen Long membuat tubuhnya bergetar. Wajahnya bersemangat menatap ke arah Shen Long. Dia menghancurkan gelas minuman yang ada ditangannya.


Lalu dia melompat dan terbang ke tengah arena pertarungan dan berdiri di depan Shen Long dengan wajah menyeringai.


“Akhirnya kamu muncul juga.” gumam Shen Long pelan.


Penonton yang sebelumnya bersorak gembira kini menatap ke arah arena pertarungan. Semua penonton mendadak menjadi sunyi karena melihat dua petarung hebat yang berada di tengah arena.


Seluruh mata kini menatap ke arah arena tanpa berkedip. Bahkan Kimshan pun merasa berdegup kencang melihat kedua petarung itu berhadapan. Dia bahkan sudah memasang taruhan atas nama Ginshan karena tidak menyukai Shen Long yang telah mengalahkan petarungnya.


Angka taruhan yang telah diumumkan meningkat drastis. Kedua petarung adalah idola dari semua penonton. Mereka telah lama membicarakan pertemuan ini dan menantikannya.


“Tuan Liushan, akhirnya Ginshan tertarik untuk melawan petarungmu Shen Long.” Lingshan tampak menyeringai dengan senyuman yang bukan senyuman ke arah Liushan.


Liushan pun membalasnya dengan seringai manis namun tidak semanis gula. “Lingshan, bagaimana menurutmu pertarungan ini?”


“Ah, petarungmu memiliki kekuatan Kebangkitan Semesta tingkat puncak. Aku rasa Ginshan bisa mengimbanginya. Maaf, mungkin juga dia bisa mengalahkan Shen Long.” sahut Lingshan dari wajahnya yang gemuk terlihat senyuman sinisnya.


“Hehehe... aku rasa kamu akan terkejut nantinya. Shen Long paling suka memberikan kejutan dalam pertarungan.”


Mereka berdua tertawa seperti dua sahabat yang sedang senang, namun kenyataannya di dalam hati mereka saling membenci dan bersaing dengan keras. Lingshan juga memiliki arena pertarungan yang terkenal karena memiliki Ginshan sebagai petarung utamanya.

__ADS_1


Kini kedua petarung utama itu sedang berdiri berhadapan di tengah arena pertarungan.


“Aku tidak menyangka seorang manusia bisa memiliki kekuatan sebesar milikmu. Tapi aku yakin kekuatanmu telah mencapai batasnya. Kamu hanyalah ras manusia, sedangkan aku berasal dari ras dewa dunia langit. Kita dilahirkan dengan tubuh yang berbeda.” Ginshan meremehkan dan mengejek Shen Long dan ras manusia.


Shen Long tersenyum mendengar perkataan Ginshan kemudian menyilangkan kedua tangan dipunggungnya.


“Dulu dewa dunia langit yang mengatakan hal itu, kini telah menyatu dengan semesta. Baru kali ini aku mendengar kembali kata-kata itu.” sahut Shen Long sambil tersenyum kecil.


Mata Ginshan berkedut mendengar perkataan Shen Long. “Hahaha... kamu pastinya bercanda kan.” Ginshan menganggap Shen Long bercanda dengan kata-katanya dan tertawa mengejek.


“Apa aku terlihat seperti bercanda? Apa kamu mendengarku tertawa?” sahut Shen Long dengan wajah acuh tak acuh.


Wajah Ginshan berubah gelap mendengar kata-kata Shen Long. Dia menggertakkan giginya dan tubuhnya bergetar karena tidak sabar ingin segera bertarung melawannya.


Teng!


Lonceng pertarungan sudah dibunyikan. Tubuh Ginshan segera menghilang lenyap dari pandangan mata. Hal ini membuktikan kecepatannya sangat tinggi. Namun mata Shen Long bergerak ke kiri dan kanan melihat pergerakan Ginshan.


Bugh!


Seketika gerakan Ginshan terhenti saat tinjunya berhasil dihentikan oleh telapak tangan Shen Long.


“Dia bisa membaca gerakanku?” batin Ginshan.


“Kekuatanmu sungguh cepat. Tapi aku juga bisa secepat itu, bahkan lebih capat darinya.” kata Shen Long yang kemudian menghilang dari pandangan mata.


Ginshan melihat ke sekeliling dan matanya mengarah ke sekitar arena. Dia lalu mengerahkan kekuatannya dan bersiap untuk menghadang serangan Shen Long.


Kultivasi Ginshan berada di alam Pencerahan Semesta, sehingga membuatnya menjadi sombong akan kekuatan dirinya. Dia merasa percaya diri bisa mengalahkan Shen Long dalam waktu singkat.


Kemudian Ginshan yang mengerahkan Perisai Tubuh Emas dan Tinju Es dan Api untuk menghadang serangan dari Shen Long.


Bummm!


Ledakan kini terdengar lebih keras dari sebelumnya. Tampak tubuh Shen Long berdiri tegap bersama tubuh Ginshan dengan kedua tinju Ginshan yang menangkis serangan telapak tangan Shen Long.


Wusshhh....

__ADS_1


Angin kencang menerpa ke sekitarnya ketika benturan kedua kekuatan petarung itu terjadi.


Wajah Ginshan tampak bergetar merasakan energi Shen Long membuat tubuhnya goyah karena benturan itu. Energi naga Shen Long yang secara terus menerus bersirkulasi membangkitkan kekuatan dewa naga di tubuhnya.


__ADS_2