
Ketika tubuh roh Shen Long memasuki alam reinkarnasi, keadaan alam itu berubah karenanya. Dengan tubuh Shen Long masih berada di pulau Feixing, rohnya telah menerobos masuk ke alam reinkarnasi.
Dengan kekuatan kesadaran roh, Shen Long bisa leluasa mengendalikan rohnya secara sadar seperti tubuhnya sendiri.
“Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan dengan mengacaukan alam reinkarnasi?”
Beberapa penjaga alam reinkarnasi segera berdatangan mendekati tubuh roh Shen Long dengan wajah garang. Tubuh mereka tiga kali lebih besar dari tubuh roh Shen Long dan mulai mengepung dirinya.
Hanya roh yang bisa memasuki alam reinkarnasi, manusia biasa yang berhasil memasuki alam reinkarnasi selama ini hanya Shen Long ketika berada di loka asalnya namun itupun dengan mengendarai naga YingLong untuk bisa mencapainya.
Kini tubuh roh Shen Long telah mencapai alam reinkarnasi dengan membawa kesadarannya.
“Aku Shen Long, maaf aku tidak sengaja berada di alam ini pada saat berlatih,” sahut Shen Long.
Para penjaga itu tertegun mendengar kata-kata Shen Long. Biasanya orang yang sudah matilah rohnya bisa datang ke alam reinkarnasi. Tapi Shen Long mengatakan sedang berlatih kemudian datang ke alam itu.
“Apakah orang ini telah mati dalam latihannya?”
“Mungkinkah dia mati karena disambar petir?”
Para penjaga itu menatap Shen Long dengan penasaran. Mereka tidak menduga kedatangan Shen Long ke aam reinkarnasi ini membuat perubahan di alam reinkarnasi.
Melihat para penjaga yang kebingungan, Shen Long pun bersiap untuk kembali ke tubuhnya. “Maaf mengganggu kalian, tapi aku harus kembali karena masih ada urusan lain,” kata Shen Long.
“Jangan harap kamu bisa datang dan pergi seenaknya!” Salah satu penjaga langsung menghadang di depan Shen Long.
Wajah penjaga itu sangat menyeramkan, taring di mulutnya kelihatan muncul keluar. Matanya mendelik dan lidahnya terjulur keluar. Tubuhnya kekar dengan rambut panjang terurai di kepalanya.
Penjaga lain pun berubah seperti dirinya. Wajah mereka tiba-tiba menjadi sama semuanya. “Kamu telah membuat kami marah dengan seenaknya datang mengacaukan alam ini lalu pergi,” sahut penjaga lainnya.
__ADS_1
Melihat dirinya dikurung oleh para raksasa di alam reinkarnasi, Shen Long hanya bisa menghela nafasnya. Dia sebenarnya enggan untuk melawan mereka karena dia merasa dekat dengan Dewa Yama. Tapi para penjaga ini tidak membiarkannya untuk pergi.
“Baiklah, kalian yang memintaku untuk bertindak. Aku tidak akan sungkan. Demi Yama, aku tidak akan membunuh kalian,” kata Shen Long.
“Hahaha... Kamu hanya roh kecil merasa hebat. Omong kosongmu terlalu besar nak!” seorang penjaga tertawa meremehkan Shen Long yang bertubuh kecil.
“Benar. Kamu membual mengatakan mengenal Raja kami, Dewa Yama. Hahaha... sungguh lidah tak bertulang,” timpal penjaga lainnya yang ikut tertawa.
Shen Long menggelengkan kepalanya melihat tingkah para penjaga raksasa alam reinkarnasi itu.
“Aku mengatakan yang sebenarnya. Aku akan menjatuhkan kalian dalam satu jurus. Aku malas untuk berlama-lama meladeni kalian,” balas Shen Long.
Wajah para raksasa penjaga itu merah padam mendengar kata-kata Shen Long. Mereka bergegas bersiap untuk meringkus Shen Long. Kemudian bersamaan mereka melompat untuk menangkap Shen Long dengan tangan mereka.
Tubuh Shen Long yang kecil dengan mudah digenggam oleh para raksasa itu. Namun wajah Shen Long tetap tenang dan tidak terlihat panik karenanya.
“Ini adalah tubuh rohku, aku bisa dengan mudah mengubahnya menjadi apa yang aku inginkan,” batin Shen Long.
Genggaman tangan para raksasa penjaga itu terlepas ketika tubuh roh Shen Long yang perlahan mulai membesar. Kini keadaan menjadi terbalik, tubuh Shen Long menjadi tiga kali lebih besar dari tubuh raksasa penjaga itu.
Seluruh tubuh penjaga alam reinkarnasi kini menggigil ketakutan. Mereka perlahan mundur menjauhi Shen Long.
“Mengapa sekarang kalian yang ingin pergi?” cibir Shen Long.
Para penjaga itu terdiam tidak berani menjawab. Keringat dingin telah mengalir dari tubuh mereka semua. Kini semua penjaga langsung berlutut dan bersujud memohon pengampunan pada Shen Long.
“Ampun tuan, maafkan kami yang tidak mengenali dirimu,” kata salah satu penjaga itu sambil menundukkan kepalanya bersujud pada Shen Long.
Shen Long yang sekarang lebih besar dari mereka bahkan tidak melakukan pertarungan untuk menundukkan mereka. Kekuatan Shen Long bisa dirasakan oleh mereka, melawan Shen Long sama saja dengan melempar telor pada batu, menghancurkan diri mereka sendiri.
__ADS_1
“Apakah masih ada yang mau menghalangiku pergi?” tanya Shen Long pada mereka.
“Ti-Tidak! Kami tidak berani!” teriak para penjaga itu hampir bersamaan.
Mendengar hal itu, Shen Long kemudian kembali ke wujudnya semula lalu melompat pergi dari alam reinkarnasi dan turun ke dunia manusia.
Tubuh roh Shen Long dengan mudah masuk kembali ke raga Shen Long yang duduk di bawah pohon Bodi. Cahaya warna-warni terpancar dari tubuh Shen Long ketika tubuh rohnya kembali menyatu.
“Anak ini berhasil menerobos alam. Sungguh bakat yang luar biasa,” batin tetua FeiHung yang sejak tadi mengamati Shen Long yang sedang bermeditasi.
Lalu setelah cahaya itu lenyap, Shen Long pun membuka mata dan terbangun dari meditasinya. Dia tersenyum pada tetua FeiHung yang berdiri tak jauh di depannya.
“Apakah tetua sedang menungguku?” tanya Shen Long.
“Iya. Ini adalah hari ke sembilan. Pulau ini sebentar lagi akan turun tertarik oleh kekuatan kegelapan dari tengah-tengah keempat gunung. Kita harus segera pergi,” kata tetua FeiHung.
Shen Long sebenarnya ingin menyelidiki tentang lubang gelap di tengah-tengah gunung yang menarik turun pulau ini. Tapi dia tidak memiliki waktu untuk itu. Dia harus mengikuti seleksi petarung terlebih dulu di alam 666 ini.
“Jika seleksi telah usai, aku masih bisa menyelidiki tempat ini,” batin Shen Long.
Kemudian Shen Long segera keluar dari pulau melayang Feixing ini dengan mengikuti tetua FeiHung dengan melompat ke rantai yang menuju ke salah satu gunung. Kemudian mereka bergegas pergi ke ujung rantai yang berada di puncak gunung tersebut.
RRRRRR.....
Ketika mereka menjejakkan kaki di puncak gunung itu, rantai mulai bergetar dan bersuara. Lalu rantai itu terlepas dari tambatannya di keempat gunung tersebut. Di kejauhan titik pulau melayang terlihat turun jatuh menuju ke lubang hitam di tengah-tengah empat gunung itu.
Kemudian setelah beberapa saat, lubang hitam itu seperti menghilang dan keadaan di tengah-tengah gunung itu kembali menjadi hutan yang hijau lebat.
“Pulau itu telah menghilang menutupi lubang hitam itu. Kita bisa menunggunya muncul kembali nanti,” kata tetua FeiHung pada Shen Long.
__ADS_1
Wajah Shen Long masih tertegun memperhatikan ke arah hutan lebat di tengah-tengah gunung yang sebelumnya adalah lubang berwarna hitam itu.
“Pasti ada sebuah penjelasan tentang hal itu,” batinnya.