Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 356 | Kuil Api


__ADS_3

Tetua yang berasal dari klan siluman itu kembali menatap pada Shen Long dan Putri LingMei. “Kalian bukan mogull dan mogullian, dan kalian juga bukan orang sembarangan yang bisa mengetahui jati diri kami. Siapa kalian?” tanya Tetua itu kembali.


“Maaf, aku tidak bisa mengatakan siapa diriku, tapi kamu bisa yakin pada kami. Kami tidak bermaksud jahat pada kalian,” Putri LingMei turut berbicara padanya dengan wajah yang tulus.


Tetua itu melihat ketulusan di wajah Putri LingMei, dia lalu menghela nafas dan mengangkat tangannya agar teman-temannya yang mengepung tidak menyerang mereka. Seluruh orang yang mengepung menarik nafas lega karena merekapun sebenarnya ketakutan apabila harus melawan ras dewa dunia langit yang kekuatannya jauh di atas bayangan mereka.


“Terima kasih atas kepercayaan kalian,” Shen Long memberi hormat pada tetua itu dan orang-orangnya. Dia mengetahui kekuatan mereka yang berada jauh dibawahnya. Tetua itu sendiri kekuatannya berada di alam Bintang tingkat 2, jadi Shen Long tidak ingin menindas mereka.


“Namaku MongShui, aku dari klan Siluman Air,” tetua itu memperkenalkan dirinya.


“Tetua Mong, kami sedang mencari pohon Akar Api yang konong terletak di sekitar danau ini. Apakah kalian pernah menemukannya?” tanya Shen Long.


Tetua MongShui memandang orang-orangnya dan mereka mengangkat bahu dan menggelengkan kepalanya. “Sepertinya kami tidak pernah menemukan pohon tersebut,” sahutnya.


“Aku merasakan sumber kehangatan yang ada di sekitar tempat ini. Jika tetua mengijinkan, aku ingin memeriksanya,” lanjut Shen Long. Tetua MongShui kemudian mempersilahkan Shen Long untuk memeriksa disekitar tempat itu.


Para penghuni dunia bawah yang bersembunyi di sana tinggal di balik batu-batu besar yang ada di dekat tempat itu. Mereka tinggal disana karena dekat dengan danau dan juga hawanya yang cukup hangat dari area sekitar mereka.


Shen Long kini memperhatikan mulai banyak muncul para penghuni dunia bawah yang tinggal di tempat itu. Dia merasa prihatin melihat keadaan mereka yang hidup mengenaskan dan bersembunyi di tempat itu.


Kemudian Shen Long berbalik dan melihat batu besar yang ada di tempat itu, dia merasa sumber kehangatan di area ini berasal dari sana. “Apa mungkin pohon itu berada di bawah tanah?” gumamnya.


“Shen Long, apa menurutmu pohonnya berada di bawah batu itu?” tanya Putri LingMei.

__ADS_1


Shen Long tidak menjawab, dia hanya mendekati batu besar dan memikirkan hal itu. “Kalian semua, tolong mundur! Aku akan menghancurkan batu ini,” kata Shen Long.


Semua orang termasuk Putri LingMei lalu mundur perlahan menjauhi batu tersebut. Shen Long menaruh telapak tangannya di atas batu tersebut, lalu mengerahkan kekuatannya ke telapak tangan dan mengalirkan kekuatan itu menghantam batu terebut.


Bummm....


Batu itu meledak dan hancur berkeping-keping. Di bawah batu itu tampak sebuah lubang yang gelap. Shen Long lalu mengeluarkan roh Api Neraka miliknya untuk menerangi jalan itu.


Seluruh orang-orang disekitarnya termasuk Putri LingMei terkejut saat Shen Long mengeluarkan roh Api Neraka dari tangannya. Tempat itu tampak menjadi terang setelah Shen Long mengeluarkan roh api itu.


“Mengapa kamu tidak menggunakan roh api ini sebelumnya Shen?” tanya Putri LingMei.


“Ini akan menarik perhatian jika aku menggunakannya di tempat umum,” sahut Shen Long dengan santai. Putri LingMei mengangguk membenarkan apa yang dikatakan Shen Long.


“Tuan, bolehkah kami turut serta?” tanya tetua Mongshui pada Shen Long.


“Aku tidak tahu apa yang ada di bawah ini. Aku dengar pohon itu dijaga oleh mahluk mistis yang ganas. Aku mungkin tidak bisa menjaga kalian semua,” sahut Shen Long dengan jujur.


Tetua MongShui kemudian berbicara dengan semua orang-orang itu. “Kalian semua tunggu disini, tutup lubang ini jika kami tidak kembali dalam setengah hari agar mahluk mistis itu tidak keluar dan membunuh kalian! Aku perintahkan YongShui yang memimpin kalian sementara aku pergi!” teriaknya pada penghuni dunia bawah.


Kata-kata tetua itu mengisyaratkan bahwa dirinya yang akan turun sendiri mengikuti Shen Long. Dia juga penasaran dengan apa yang ada di bawah lubang tersebut.


Shen Long kemudian memimpin menuruni tangga di lubang itu yang kemudian diikuti oleh Putri LingMei dan MongShui. Mereka berjalan dengan berhati-hati dan waspada terhadap sekitarnya.

__ADS_1


MongShui dan Putri LingMei membawa obor yang dinyalakan dengan menggunakan roh Api Neraka Shen Long. Cahaya cukup menerangi lubang yang mereka masuki tersebut.


Setelah cukup jauh memasuki lubang, Shen Long tiba-tiba menghentikan langkahnya sambil mengangkat tangan untuk menghentikan langkah Putri LingMei dan MongShui. Mereka tiba di sebuah area yang cukup luas dan datar, cahaya roh Api Neraka menyebar ke sekitar tempat itu dan menerangi daerah yang datar itu. “Sepertinya tempat ini dulunya adalah sebuah kuil.” kata Shen Long setelah menerangi sekitar tempat itu.


Mereka mengelilingi tempat itu yang seperti sebuah ruangan dengan berbagai tulisan dan gambar-gambar di dindingnya. Shen Long memeriksa sekitarnya untuk mencari keberadaan aura pohon Akar Api.


Shen Long berjalan mendekati dinding yang ada di sebelah kirinya. “Kuil Api,”  gumam Shen Long setelah membaca tulisan di dinding tersebut. Dia merasakan aura pohon Akar Api berada di balik dinding itu.


Shen Long pun memeriksa sekitar dinding untuk menemukan cara masuk ke dalamnya. Matanya kemudian melihat ke ujung dinding yang seperti tempat obor untuk penerangan di ruangan itu. Shen Long kemudian menyalakannya dengan roh Api Neraka miliknya.


Ketika obor itu menyala, api menjalar ke sekeliling tempat itu dan menyalakan beberapa obor yang ada disana. Kini ruangan itu menjadi terang benderang oleh cahaya obor di sekeliling dindingnya.


Putri LingMei dan MongShui terkejut dan takjub melihat ruangan itu. Mereka tidak menyangka ruangan itu begitu indah setelah diterangi oleh cahaya obor dalam ruangan tersebut.


Shen Long kemudian memperhatikan obor yang terletak di sisi kanannya, hanya obor itu yang tidak menyala saat dia menyalakan seluruh obor di dinding tersebut. Kemudian Shen Long kembali menyalakan obor tersebut dengan roh Api Neraka miliknya.


RRRRR....


Tiba-tiba pintu di depan Shen Long bergerak terbuka setelah dia menyalakan obor tersebut. Lalu bagian dalam pintu juga tampak terang karena api dari obor itu menjalar menyalakan obor-obor yang ada di dinding bagian dalam pintu tersebut hingga ke ujung ruangan bagian dalam.


Shen Long melihat di kejauhan bagian dalam pintu itu terlihat lebih terang. Namun Shen Long menyipitkan matanya merasakan sesuatu yang tiba-tiba bergerak dari dalam ruangan bagian dalam tersebut.


“Kalian mundur!” Shen Long berteriak pada Putri LingMei dan MongShui yang terkejut olehnya.

__ADS_1


__ADS_2