Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 133 | Tiba di Dunia Bawah


__ADS_3

Malamnya, Shen Long di dalam kamar termenung memikirkan keberangkatannya ke dunia bawah esok harinya. Dia merasa tegang namun bersemangat dengan petualangan barunya demi menyelamatkan Gurunya Yan Luo.


“Guru, aku berharap bisa menyelamatkanmu” gumamnya dalam hati.


Sementara Shen Long memikirkan keberangkatannya menuju dunia bawah, Yun Mei memperhatikannya dengan tatapan mata yang menggoda.


“Apa yang kamu pikirkan suamiku?” tanya Yun Mei sambil memeluk Shen Long


“Menurut Guru Wang, besok adalah saat yang baik bagiku untuk pergi ke dunia bawah” sahut Shen Long


“Dunia bawah? Ada apa di dunia bawah?” tanya Yun Mei yang belum mengerti hal itu


Shen Long kemudian menjelaskan padanya sejak pertermuan pertama dengan ketua sekte Gunung Abadi yang mengakibatkan gurunya ditangkap oleh mereka.


“Jadi, aku harus berangkat ke dunia bawah untuk menyelamatkan Guruku” kata Shen Long.


“Kamu baru saja datang, kini sudah mau pergi lagi” sahut Yun Mei sedikit merajuk.


“Aku tahu, maafkan aku istriku. Sebagai seorang murid, aku tidak bisa mengabaikan Guruku juga” sahut Shen Long


“Aku memahamimu suamiku. Malam ini kamu hanya milikku sebelum keberangkatanmu ke dunia bawah” bisik Yun Mei tersenyum nakal lalu mulai mencium Shen Long.


Shen Long merasa bersalah pada istrinya selalu meninggalkannya selama ini, dia membalas ciuman Yun Mei “Istriku, setelah aku berhasil menyelamatkan Guruku, aku akan selalu berada disampingmu” sahutnya


Malam itu terasa berbeda dari hari biasanya, Shen Long merasakan kehangatan Yun Mei dengan seluruh jiwa nya. Tanpa disadarinya, Shen Long membangkitkan energi Dewa Naga nya dan mengirimkan energi itu dengan lembut pada Yun Mei.


Demikian juga Yun Mei, dia tanpa sadar energi Dewa Naga juga bersemayam di dalam tubuhnya meskipun tidak besar, tetapi cukup untuk membuatnya merasa nyaman dan merasa berbeda.


Saat semua selesai, dia berbisik pada Shen Long” Apa yang terjadi Shen? Mengapa kali ini rasanya berbeda? Aku merasa lebih nyaman dan tidak kelelahan” bisiknya.


“Kenapa? Apakah kamu masih ingin lagi?” bisik Shen Long menggodanya


Wajah Yun Mei menjadi merah, namun dia menganggukkan kepalanya perlahan membuat Shen Long kembali menyerang dirinya.


Pagi hari di puncak Gunung Abadi, cuaca terasa hangat, sehangat malam yang dilalui oleh Shen Long dan Yun Mei.

__ADS_1


Hingga matahari cukup tinggi, kedua insan itu masih terlelap dalam peraduan mereka. Entah berapa kali mereka melakukannya semalam, hanya ranjang itu yang menjadi saksi bisu kejadian semalam.


Guru Wang dan Putri Shui yang telah menunggu Shen Long memaklumi hal ini, karena Shen Long akan melalui bahaya yang cukup besar di dunia bawah, jadi dia memberinya sedikit waktu untuk berpamitan dengan istrinya.


Siang harinya, Guru Wang sudah bersama Shen Long dan Putri Shui di portal dunia bawah yang berada dalam sebuah ruangan di kediaman sekte Pedang Harapan.


“Paman Guru, di wilayah mana kita akan masuk nantinya?” tanya Shen Long penasaran


“Portal ini hanya semacam gerbang, dan di dalamnya setiap saat terjadi perubahan dimensi dan ruang. Jadi kita tidak bisa menentukan ke wilayah mana nantinya kamu mendarat saat berada di dunia bawah.” sahut Guru Wang.


“Apakah kita bisa terpisah saat mendarat? Haruskah kita berpegangan tangan agar tidak terpisah?” tanya Shen Long polos, namun membuat wajah Putri Shui yang cantik menjadi merah karenanya.


“Mengenai hal itu aku tidak bisa memberikan jawaban, karena berdasar pengalaman pribadiku, aku tidak pernah melalui portal bersama-sama. Aku selalu pergi sendirian.” sahut Guru Wang.


“Baiklah, mari kita berangkat” kata Shen Long


Kemudian Shen Long dan Putri Shui berdiri di tengah-tengah gambar portal sebelum Guru Wang mengaktifkan portal tersebut.


Saat Guru Wang membaca mantra dan menggerakkan tangannya, sebuah cahaya dari tangannya diarahkan ke gambar portal tersebut dan cahaya di kaki mereka berdua mulai menyala.


Kemudian, mereka seakan-akan di tarik oleh kekuatan yang sangat besar, memberi mereka tekanan dan terhisap oleh kekuatan yang sangat besar tersebut. Lalu mereka merasakan tubuh mereka melayang di sebuah lorong waktu dan ruang.


Karena tekanan yang besar, tangan mereka seketika terlepas, tubuh mereka terpisah.


“Putri” teriak Shen Long berusaha untuk menggapainya.


Namun teriakannya tidak terdengar oleh Putri yang juga sebenarnya berteriak memanggil nama Shen Long. Tetapi suara mereka seperti di telan oleh dimensi ruang dan waktu tersebut.


Dalam hitungan beberapa menit, Shen Long sudah tidak melihat Putri Shui, lalu dia mendapati tubuhnya tercebur di sebuah kolam.


“Ah, dimana aku mendarat? Dimana Putri Shui” gumam Shen Long ketika dia telah naik dari kolam tersebut.


“Hei kamu, siapa suruh tercebur ke danau itu? Kamu mengejutkan ikan-ikanku” teriak seorang gadis kecil dengan wajahnya yang galak pada Shen Long.


“Danau? Aku ada dimana?” sahut Shen Long yang masih kebingungan.

__ADS_1


“Anak muda, kamu berada di Danau Putri” sahut seorang nenek tua yang berjalan mendekati cucunya.


“Danau Putri? Ini di wilayah mana?” tanya Shen Long kembali


“Kita berada di wilayah utara, kekuasaan Raja Naga Air Shui Long, tapi desa tempat tinggal kita berada dekat wilayah Raja Siluman Tengkorak Gui Ni.” sahut nenek tua tersebut.


“Nenek, kenapa orang ini berbeda dengan kita?” tanya gadis kecil tersebut yang sejak tadi memperhatikan Shen Long dengan tatapan yang aneh.


Nenek tua itu menarik tangan cucunya, “Dia ini seorang laki-laki” sahut neneknya


“Laki-laki?” gadis kecil itu tidak mengerti


Sedangkan Shen Long sendiri tidak mengerti pembicaraan nenek dan cucunya itu tentang dirinya. Dia hanya memikirkan kemungkinan dirinya jatuh di klan siluman.


“Nenek, jika ini wilayah Raja Siluman Tengkorak, lalu dimana wilayah Raja Siluman Air? tanya Shen Long.


“Anak muda, kamu dari wilayah mana?” tanya nenek itu kembali


“Aku baru saja kembali, jadi aku lupa asalku dari wilayah Raja Siluman Air” sahut Shen Long berbohong pada nenek itu.


Nenek itu menatap wajah Shen Long kemudian menghela nafasnya.


“Sudahlah, ikan sudah pergi. Hari ini kita kembali saja dulu. Kita ngobrol lagi di rumahku” sahut nenek itu.


“Apa kalian sedang mencari ikan? Aku bisa membantumu untuk mendapatkan beberapa” kata Shen Long.


“Memangnya kamu bisa menangkap ikan?” tatap gadis kecil itu curiga


“Bisa. Aku dulu sering menangkap ikan di sungai” sahut Shen Long teringat masa kecilnya hidup sendiri mencari ikan di sungai.


Namun kini Shen Long bukan lagi dimasa lalu, dia kemudian berjongkok di pinggir danau lalu mencelupkan jarinya ke air danau.


“Nenek, laki-laki ini tidak waras. Bagaimana bisa mendapatkan ikan menggunakan jari seperti itu” gadis kecil itu menggelengkan kepalanya.


Dengan jari tangan yang dimasukkan ke dalam air, Shen Long mengirimkan sedikit energinya ke dalam air untuk mencari dan memukul beberapa ikan di dalam air.

__ADS_1


Kemudian tampak beberapa ekor ikan yang terpukul oleh energi Shen Long mulai mengapung pingsan di permukaan air.


__ADS_2