
Mata Fang Zen berkedut ketika melihat kedatangan Shen Long yang tersenyum padanya. Wajah Fang Zen berubah menjadi jelek karenanya. Fang Ma yang melihat perubahan ekspresi Fang Zen lalu berjalan mendekati anak bayi mereka dan menggendongnya mendekati Shen Long.
Mata Shen Long menatap dengan hati senang melihat wajah bayi Fang Yuan yang cantik. Dia sendiri tidak pernah melihat dan berada di dekat anak-anaknya ketika mereka masih bayi.
Kini hanya Shen Shui, putranya dengan putri Shui yang masih bisa dia temui. Hal ini dikarenakan semua anak-anaknya telah meninggal dunia karena usia.
Ekspresi wajah Shen Long terlihat muram karena telah melewatkan masa kecil dari anak-anaknya sebelum dia datang ke masa saat ini.
Fang Ma lalu meminta Fang Zen mengajak Shen Long menuju ke ruang makan di halaman belakang rumahnya.
Meskipun perasaan Fang Zen bercampur aduk dengan kedatangan Shen Long, namun dia tidak bisa menolak permintaan istrinya untuk mengajak Shen Long pergi ke ruang makan di halaman belakang rumahnya yang terdapat taman yang cukup indah.
“Sepertinya kehidupanmu saat ini sungguh baik dan bahagia,” kata Shen Long.
“Aku akan lebih bahagia jika bisa mengalahkanmu,” sahut Fang Zen dengan tatapan tajam pada Shen Long.
“Hahaha... tapi sepertinya kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan itu,” sahut Shen Long sambil tersenyum.
Fang Zen merasa geram mendengar perkataan Shen Long, dia merasa sudah berlatih keras selama ini untuk suatu saat bisa mengalahkannya.
“Mari kita buktikan hal itu!” tantang Fang Zen.
Kekuatan Fang Zen telah berada di alam Semesta Kecil setelah dia menembus alam Bintang 9. Namun dia tidak menyadari kekuatan Shen Long yang telah jauh berada di atas dirinya.
Shen Long dengan mudah mengetahui tingkatan alam Fang Zen yang lebih rendah darinya.
“Percayalah, kamu akan kecewa kembali,” sahut Shen Long.
Fang Zen lalu memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang Shen Long. Namun Shen Long hanya menggunakan alam semesta besar untuk mengunci gerakan Fang Zen dan memberikan tekanan pada tubuhnya.
Fang Zen tidak bisa bergerak sama sekali meskipun dia telah mengerahkan kekuatan puncak miliknya. Wajahnya berubah jelek mengetahui kekuatan Shen Long jauh berada di atas dirinya.
“Aku menyerah!” sahut Fang Zen dengan keringat dingin mengalir dari sekujur tubuhnya.
“Hahaha... kamu yang sekarang sangat berbeda dengan dulu yang lebih emosional. Rupanya keluarga membuatmu menjadi lebih bijaksana dan hidup lebih baik,” lanjut Shen Long sambil tertawa.
__ADS_1
Fang Ma lalu datang membawakan teh untuk mereka bersama camilan yang kemudian mereka nikmati bersama.
“Tuan Shen, apa yang membuatmu singgah di desa kecil ini?” tanya Fang Ma padanya.
“Oh, aku sedang bersama teman di sini dan aku juga sedang berlatih untuk meningkatkan kekuatanku lagi,” sahut Shen Long.
“Ka-kamu masih berlatih lagi?” Fang Zen tertegun mendengar hal itu. Dia tidak menduga dengan kekuatannya Shen Long masih saja terus berlatih.
Fang Zen tidak mengerti setinggi apa yang ingin dicapai oleh Shen Long dalam hal kekuatannya.
“Akan ada pertarungan antar petarung terkuat antar alam semesta nantinya. Aku tidak ingin menjadi yang terlemah di antara mereka,” sahut Shen Long dengan wajah serius.
Mendengar jawaban Shen Long, Fang Zen terkejut.
“Pertandingan antar alam semesta?”
“Betul. Saat aku mencapai puncak kekuatan tertinggi kesadaran semesta, aku diberitahukan bahwa masih ada lagi yang lebih tinggi dari kekuatanku ini.”
Shen Long menundukkan kepala dan mengepalkan tangannya dengan mata yang bersemangat.
Sedangkan dirinya yang sudah terkuat saat ini di atas para dewa di dunia langit ini merasa terlalu berpuas diri. Hal ini membuatnya menjadi malu jika dibandingkan dirinya dengan Shen Long.
“Aku rasa hari sudah malam. Aku harus kembali. Senang bertemu dengan kalian,” kata Shen Long pada Fang Zen dan Fang Ma.
Shen Long kemudian pergi dari rumah kediaman Fang Zen dan Fang Ma dengan berjalan kembali ke rumah NingYue.
Pertemuannya dengan Fang Ma dan Fang Zen membuat Shen Long menjadi kangen dengan istrinya Putri Shui dan anaknya Shen Shui yang berada di dunia langit.
Shen Long kemudian menatap ke arah langit dan bergumam. “Aku akan segera datang menemui kalian. Tunggulah aku!”
Setelah tiba di rumah NingYue, Shen Long telah disiapkan masakan yang sederhana namun lezat oleh NingYue. Merekapun bersantap malam dengan senang kemudian menikmati malam di desa terpencil itu yang begitu tenang.
Keesokan harinya seorang lelaki tua datang menemui Shen Long di kediamannya itu.
“Yang Mulia!” Lelaki tua itu memanggil Shen Long dengan sebutannya.
__ADS_1
“Pendeta Agung. Apa yang membuatmu datang kemari?” tanya Shen Long ketika melihat Pendeta Agung dunia langit yang datang.
Shen Long lalu mengajak Pendeta Agung untuk masuk ke dalam rumah sambil menikmati hidangan teh dan camilan ringan.
“Yang Mulia, aku ingin memberitahukan sesuatu padamu,” kata Pendeta Agung kemudian.
“Ada apa?” tanya Shen Long
“Ikutlah denganku, Yang Mulia akan melihatnya sendiri,” sahut Pendeta Agung.
Shen Long kemudian berdiri. “Tunjukkan jalannya padaku pendeta!” kata Shen Long kemudian.
Pendeta Agung lalu mengajak Shen Long pergi menuju ke wilayah utara yang tertutupi oleh hamparan es yang tebal dan seperti lautan putih yang membeku dingin.
Kemudian mereka tiba di sebuah lubang yang gelap dan tampak dalam. Wajah Shen Long berkerut setelah menemukan lubang gelap itu.
“Lubang apa ini pendeta?” tanya Shen Long.
Seminggu yang lalu, aku mendapatkan ramalan bahwa akan ada lubang ini muncul di dunia manusia tepatnya di tempat ini.
“Hmmm... seminggu yang lalu aku masih berada di Loka 888,” gumam Shen Long dalam hatinya.
“Yang Mulia! Ini adalah seperti terkena hantaman kekuatan yang dahsyat. Sebaiknya Yang Mulia berhati-hati, karena dalam ramalanku aku melihat kedatangan mereka berhubungan denganmu,” jelas Pendeta Agung.
Shen Long menatap lubang gelap itu dan merenungkan sesuatu. “Kekuatannya bisa menghancurkan Loka ini. Siapakah orang ini?”
“Apakah kalian sudah menyelidiki dasar dari lubang ini?” tanya Shen Long
Pendeta Agung menggelengkan kepalanya, dia mengatakan bahwa kekuatan alam dunia langit semakin lama semakin lemah. Tidak ada satupun dewa dunia langit kini yang bisa menerobos lebih tinggi dari alam Bintang tingkat 3.
“Baiklah. Biarkan aku yang menyelidiki lubang gelap ini,” sahut Shen Long yang juga penasaran
“Terima kasih atas laporanmu Pendeta Agung,” sahut Shen Long
Setelah itu Pendeta Agung mohon diri pamit untuk kembali ke dunia langit dan mempersiapkan pasukannya untuk bersiaga jika diperlukan atas panggilan Shen Long.
__ADS_1