Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 395 | Kota Jianggan


__ADS_3

Shen Long merasa bersyukur mendapatkan petunjuk dari Guru Agung Semesta yang diberikan melalui Tetua Yuan padanya. Hatinya merasa bersemangat untuk melanjutkan berlatih kembali.


“Nak, karena tugasku sudah selesai. Aku akan kembali terlebih dulu.” kata Yuanshi sambil tersenyum padanya.


Shen Long memberikan hormat kepada Yuanshi dan melihat Qiongqi pun telah datang bersama YuNiang dengan senang. Sepertinya Qiongqi mendapatkan hidangan yang memuaskan darinya.


Cling!


Seketika keadaan kembali gelap, Shen Long menyadari dirinya dan Qiongqi saat ini berada di atas bukit tanpa melihat gubuk apapun. Semuanya kembali gelap seperti semula.


“Ohya, kamu pergilah ke utara. Ada sesuatu yang menunggumu disana.”


Suara tetua Yuanshi terdengar kembali memberikannya petunjuk untuk pergi ke arah utara. Shen Long tertegun sementara setelah mendengar hal itu. “Utara? Kemana arah utara?” batinnya.


Selama ini matahari selalu dijadikan patokan arah oleh manusia, matahari terbit dari timur dan terbenam di barat. Jadi akan memudahkan untuk menentukan arah. Tetapi jika dunia dalam keadaan gelap gulita seperti ini, bagaimana cara menentukan arahnya.


“Qiongqi, apakah kamu tahu dimana arah Utara?” tanya Shen Long pada Qiongqi.


“Ng... Aku pun tidak hafal dengan wilayah manusia yang baru, tuan tahu sendiri aku lama tertidur di Gurun Api,” sahut Qiongqi sambil tersenyum masam.


“Ah... Jika demikian kita memeriksa dengan menggunakan aura saja. Kita pergi ke tempat lain untuk menemukan orang lain dan bisa bertanya padanya.” lanjut Shen Long.


Qiongqi menganggukkan kepalanya setuju dengan cara Shen Long. Qiongqi pun segera mengendus dengan penciumannya untuk mencari seseorang yang berada di dekat mereka. “Tuan, naiklah ke punggungku. Aku mencium bau di sekitar tempat ini.”


Shen Long pun langsung naik ke punggung Qiongqi dan Qiongqi pun terbang melayang di kegelapan malam mengikuti indra penciumannya. Shen Long juga memejamkan matanya untuk ikut memeriksa sekitarnya dengan memancarkan auranya ke sekeliling mereka.


Penciuman Qiongqi sangat tajam, dia bisa menemukan orang yang berada pada jarak yang jauh. Sementara Shen Long memerlukan kekuatan untuk memancarkan auranya. Semakin kuat energi yang dipancarkannya, dia bisa menemukan pada jarak yang jauh, namun hal itu tentu saja akan menghabiskan terlalu banyak energi. Jadi Shen Long percaya pada penciuman Qiongqi saja.

__ADS_1


Cukup jauh dari bukit tempat Shen Long dan Qiongqi mendarat, terdapat sebuah air terjun yang mengalir ke sebuah sungai yang mengaliri lembah. Di lembah tersebut terdapat sebuah kota kecil yang cukup luas. Yang aneh adalah adanya lingkaran aura berwarna biru muda menyelimuti kota tersebut.


Kota kecil itu disebut dengan kota Jianggan. Di dalam kota terlihat cahaya yang cukup kuat menerangi seantero kota tersebut. Di tengah kota kecil itu tampak tanaman dan pepohonan tumbuh dengan subur dan penduduk kota kecil itu terlihat beraktifitas seperti biasa.


Qiongqi dan Shen Long tertegun melihat adanya kota kecil seperti itu di dunia manusia. Ini baru pertama kalinya Shen Long menemukan tempat seperti itu di Loka 888 ini yang selalu gelap.


Ketika Qiongqi terbang mendekati aura berwarna biru itu, dia merasakan tubuhnya seperti terbakar saat semakin mendekati aura tersebut. “Akh, aku tidak kuat tuan. Aku tidak bisa memasuki kota kecil itu.” Teriak Qiongqi yang kemudian terjatuh.


“Ini formasi dewa.” batin Shen Long yang tertegun merasakan aura tersebut.


“Aku rasa formasi dewa ini menghalangi mahluk selain manusia dan dewa untuk memasukinya. Siapa yang telah membuatnya? Orang itu tentulah sangat kuat.” gumam Shen Long dalam hatinya.


Shen Long lalu memandang ke arah Qiongqi. “Qiongqi, aku ingin kamu masuk ke dalam cincin penyimpananku. Aku telah membuatkan alam disana yang ditempati oleh Naga YingLong. Kamu bisa bersamanya dan jangan berkelahi!”


“Baik tuan!” sahut Qiongqi.


Setelah itu Shen Long berjalan perlahan memasuki aura kebiruan yang menutupi kota kecil itu. Karena Shen Long adalah seorang manusia, tentu saja dia bisa melewati aura perlindungan itu dengan mudah.


Para penduduk kota kecil terkejut saat melihat kedatangan Shen Long, mereka tidak menduga kota kecil itu akan didatangi oleh seorang manusia lain. Kota kecil itu telah disembunyikan keberadaannya dengan menggunakan aura perlindungan itu, sehingga akan sulit untuk ditemukan oleh para iblis alam neraka dan juga mahluk lainnya.


Namun ketika melihat kedatangan Shen Long, penduduk kota sedikit ketakutan dengan kekuatannya yang bisa menemukan keberadaan kota tersebut.


Seorang penduduk segera berlari melaporkan kedatangan Shen Long pada tetua kota, sementara beberapa penjaga kota telah berdatangan dengan senjata terhunus ke arah Shen Long dan mengelilinginya.


“Maaf, aku kebetulan lewat di tempat ini. Aku tidak bermaksud jahat. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu.” kata Shen Long sambil tersenyum pada mereka.


Meskipun Shen Long terlihat sopan, tetapi para penjaga kota itu tidak bergerak. Mereka masih mengelilingi Shen Long dengan senjata terhunus dan menunggu perintah selanjutnya.

__ADS_1


Shen Long menyadari bahwa mereka bermaksud untuk mempertahankan keamanan kota. Jadi dia tidak akan melakukan perlawanan. Shen Long terlihat diam berdiri di tempatnya menunggu tetua yang dipanggil oleh seorang penduduk tadi.


Dari kejauhan tampak dua orang lelaki tua yang datang mendekati mereka disertai penduduk yang melapor tadi. Mereka datang dengan tergesa-gesa mendekati kepungan tersebut.


“Nak, apakah kamu yang bernama Shen Long?” Tiba-tiba lelaki itu bertanya pada Shen Long.


Shen Long terkejut saat tetua itu menyebutkan namanya. Dia jadi memiliki banyak pertanyaan kembali di kepalanya. “Benar. Aku Shen Long.” sahutnya pelan


“Ah, turunkan senjata kalian. Dia adalah orang yang ditunggu oleh master.” sahut tetua tersebut dengan lega.


“Tuan Shen Long, mari silahkan ikuti aku!” lelaki tua itu pun mempersilahkan Shen Long untuk mengikutinya.


Para penduduk kota itu melihat ke arah Shen Long dengan penuh tanda tanya. Mereka juga melihat pasukan penjaga kota berbaris mengikuti di belakangnya.


“Apa yang telah terjadi?”


“Siapa orang itu?”


Penduduk kota berbisik-bisik sesama mereka dengan tatapan tidak mengerti melihat iring-iringan tersebut.


Tetua kota itu mengajak Shen Long untuk pergi ke balai kota, tempat dimana mereka biasa mengadakan pertemuan. Kemudian tetua itu mempersilahkan Shen Long untuk duduk menunggu di dalam balai kota tersebut sementara salah satu tetua lainnya pergi untuk memanggil orang yang disebut master oleh mereka.


“Siapakah orang yang dipanggil master ini? Apakah dia yang telah membuat aura perlindungan ini?” batin Shen Long.


Pikiran Shen Long dipenuhi oleh banyak pertanyaan, namun dia merasa canggung untuk bertanya pada tetua yang tersenyum aneh pada dirinya.


“Tuan Shen Long, silahkan untuk menikmati hidangan yang kami sajikan.” Tampak para pelayan wanita datang sambil menyuguhkan hidangan yang beragam pada Shen Long disertai dengan minuman yang berbau sangat lezat.

__ADS_1


__ADS_2