
Setelah mengenakan pakaian model tempat itu, Shen Long masih merasa kebingungan. “Dimana aku?” tanya Shen Long pada seseorang disana.
Orang yang ditanya oleh Shen Long juga merasa kebingungan karena tidak mengerti apa yang dikatakannya. Dia melihat ke teman di sampingnya yang juga mengangkat bahunya karena tidak memahami perkataan Shen Long.
“Berikan gelang cahaya biru padanya!” perintah sang ketua yang memimpin di tempat itu.
Mendengar perintah ketua, seseorang segera mengambil kotak yang berisikan sebuah gelang berwarna biru yang bercahaya lalu memasangkannya pada tangan kanan Shen Long. Dia tidak mengerti maksud dari orang itu memasangkan gelang berwarna biru di pergelangan tangannya.
Shen Long menerima saja pemberian itu lalu terkejut menyadari cahaya biru dari gelang itu merambat di sekujur tubuhnya menuju ke kepalanya dan masuk ke dalam pikirannya.
“Cahaya apa ini?” batin Shen Long.
Tiba-tiba di dalam pikiran Shen Long muncul bayangan ingatan dan beberapa pengetahuan tentang dunia ini. Bayangan itu langsung terekam dalam otak Shen Long dan membuatnya jadi memahami bahasa di dunia itu.
Cahaya itu berusaha mempengaruhi pikiran Shen Long dan menguasainya. Namun dia tidak berhasil melakukannya. Di dalam pikiran Shen Long cahaya itu juga bertemu dengan Kaisar Dewa Iblis.
“Siapa kamu?” tanya Kaisar Dewa Iblis yang menyadari sebuah kekuatan memasuki pikiran Shen Long.
“Aku Dewa Cahaya di sini,” sahut cahaya itu.
Kaisar Dewa Iblis bertemu dengan Dewa Cahaya dari Loka itu. Mereka saling memandang dan berusaha untuk menundukkan satu sama lain dengan kekuatan masing-masing.
Shen Long yang menyadari perseteruan kedua Dewa itu dalam pikirannya segera menengahi. “Dewa Cahaya, kamu dan Kaisar Dewa Iblis sama kuatnya. Kamu tidak akan bisa mengalahkannya. Kamu juga tidak akan bisa mempengaruhi pikiranku,” sahut Shen Long
Dewa Cahaya terkejut mendengar perkataan Shen Long. Dia berada di dalam gelang itu dengan tugas untuk mempengaruhi pikiran dari pemakai gelang itu. Namun dia tidak menyangka kekuatan pikiran Shen Long sekuat itu.
Dewa Cahaya ingin kembali ke dalam gelang itu namun Shen Long telah menutup dan menyegel alam pikirannya dan membuat Dewa Cahaya tidak bisa kembali ke dalam gelangnya dan berada di pikiran Shen Long bersama Kaisar Dewa Iblis.
__ADS_1
“Ka-Kamu menyegel diriku di pikiranmu?” Dewa Cahaya itu gugup menyadari dirinya yang justru dikuasai oleh Shen Long.
“Benar. Aku telah menyegel Kaisar Dewa Iblis selama ini. Kini menyegelmu bukanlah hal yang sulit bagiku. Aku masih membutuhkan dirimu untuk memberitahuku tentang dunia ini,” sahut Shen Long.
Dewa Cahaya yang kini tersegel di dalam pikiran Shen Long merasa putus asa. Dia yang seharusnya menguasai pikiran Shen Long dan menjadikannya budak untuk kepentingan orang yang membangkitkannya kini telah berbalik menguasai dirinya.
Shen Long tidak mempedulikan Dewa Cahaya yang dikurungnya di dalam pikirannya.
“Dimana aku berada?” tanya Shen Long pada Dewa Cahaya dalam pikirannya.
“Kamu berada di Loka ke 888,” sahut Dewa Cahaya.
“Loka 888?” Shen Long tertegun mendengarnya. Dia tidak menyangka ada begitu banyak Loka di semesta ini. “Mengapa aku dipanggil kemari?” tanya Shen Long kembali.
Dewa Cahaya menarik nafasnya. “Yang aku tahu kelompok pembunuh ini sedang memanggil manusia terkuat dari alam semesta untuk dijadikan budak yang mengikuti perintahnya,” sahut Dewa Cahaya.
“Mereka sungguh bodoh Shen. Mereka pikir bisa memperbudak dirimu dengan menggunakan kekuatan Dewa Cahaya yang lemah ini untuk mempengaruhimu,” timpal Kaisar Dewa Iblis sambil tersenyum sinis.
“Sialan. Siapa yang lemah? Kamu sendiri juga tersegel disini. Aku yakin bisa mengalahkanmu dalam satu jurus,” kata Dewa Cahaya itu dengan membentuk wajah geram menatap Kaisar Dewa Iblis di depannya.
Kedua dewa itu mulai membuat wujud mereka masing-masing dalam pikiran Shen Long dan saling menatap dengan tatapan bermusuhan. Mengetahui hal itu Shen Long merasa pusing, dia kemudian menutup pikirannya itu dan kembali menatap sekitarnya.
“Apa kamu sudah bisa mengerti bahasa kami?” tanya sang ketua itu pada Shen Long.
Shen Long menatap ke arah ketua itu lalu menganggukkan kepalanya. “Iya. Aku sudah mengerti bahasa kalian,” sahutnya.
Semua orang di ruangan itu merasa senang mendengar jawaban dari Shen Long. Mereka merasa Dewa Cahaya di dalam gelang itu telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
__ADS_1
“Bagus.” sahut sang ketua itu kembali.
Shen Long segera turun dari tempatnya berdiri dan berjalan mendekati ketua itu. Dia berdiri di depannya dan melihat orang-orang sudah mulai berkumpul mengelilingi dirinya.
“Kami memanggilmu kemari untuk melakukan tugas.” kata ketua itu kembali sambil memerintahkan bawahannya untuk mengambil sebuah tugas di atas kertas.
“Kami mendapatkan bayaran tinggi untuk mengerjakan pekerjaan yang mudah bagimu.” lanjut ketua itu lagi.
Shen Long menyipitkan matanya mendengar perkataan ketua itu. Dia sudah mengetahui bahwa mereka adalah kelompok pembunuh. Jadi Shen Long sekarang berada di tengah-tengah para pembunuh di Loka itu.
“Pekerjaan apakah itu?” tanya Shen Long kembali.
Wajah ketua itu tampak berubah ketika memperhatikan wajah Shen Long dan mendengar pertanyaan Shen Long. Dia tidak menduga Shen Long akan balik bertanya kepadanya. “Apakah Dewa Cahaya benar-benar sudah menguasai pikirannya?” batin ketua itu.
“Siapa namamu?” tanya ketua itu pada Shen Long dengan wajah tanpa ekspresi.
“Namaku Shen Long,” sahut Shen Long dengan singkat.
“Baik Shen Long. Aku adalah ShanMu. Aku ketua sekte Pembunuh Cahaya di dunia ini. Kamu adalah seorang anggota terkuat yang kami panggil untuk membantu pekerjaan kami,” jelas ketua ShanMu.
Mendengar penjelasan ketua ShanMu, Shen Long mengerti apa yang dimaksud oleh Dewa Cahaya dalam pikirannya. Dia menyadari bahwa kelompok sekte pembunuh ini bermaksud menggunakan dirinya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sulit mereka lakukan. “Untuk sementara, aku dengarkan dulu apa yang ingin disampaikan oleh ketua sekte pembunuh ini,” gumam Shen Long dalam hatinya.
“Mari ikuti aku!” ajak ketua ShanMu pada Shen Long.
Ketua ShanMu lalu beranjak dari kursinya dan berjalan menuju ke teras depan rumahnya. Di luar kediaman itu tampak langit gelap, namun keadaan di luar terasa terang karena dipenuhi oleh cahaya di sepanjang sudut kota yang terlihat dari teras kediaman sekte pembunuh itu.
“Ini adalah dunia kami. Langit disini selalu gelap, tidak ada cahaya matahari sejak Dewa Kegelapan berhasil mengalahkan Dewa Cahaya di dunia ini.” kata ketua ShanMu
__ADS_1
Shen Long terkejut mendengar hal itu. Dia tidak menyangka Dewa Kegelapan di Loka 888 ini berhasil mengalahkan Dewa Cahaya. Ini membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh Kaisar Dewa Iblis benar bahwa Dewa Cahaya disini lemah.