Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 145 | Kesan pertama mengesalkan


__ADS_3

Ketika melintas didekat Shen Long, putri Wen Long merasa mengenal dirinya. Dia kemudian menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Shen Long.


“Ka... Kamu!” teriaknya ketika melihat wajah Shen Long dengan jelas


“Siapa orang ini putri?” tanya teman-teman putri naga lainnya penasaran


“A..Aku tidak tahu namanya” sahut putri Wen Long itu dengan wajahnya yang merona merah


“Putriku, apakah orang ini mengganggumu?” tanya Long Gu yang melihat putri Wen Long menghentikan langkahnya


Putri Wen Long adalah yang tercantik diantara ketiga putri naga lainnya, sehingga Long Gu jatuh cinta padanya dan hendak melamarnya pada hari festival naga kali ini.


“Tidak. Bukan seperti itu” sahut Putri Wen Long gugup


Shen Long yang melihat dirinya tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan putra putri naga itu lalu menoleh dan terkejut saat melihat putri Wen Long yang menatap ke arahnya.


Dia kemudian dengan cepat berusaha menghindar dan pergi menjauhi mereka, namun putri Wen Long mengejarnya.


“Berhenti!” teriaknya membuat orang-orang disekitarnya terkejut dan menoleh ke arah mereka


Shen Long menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah putri Wen Long


“Katakan siapa namamu?” tanya putri Wen Long


“Aku Shen Long. Ada apa putri?” tanya Shen Long.


“Aku ingin berterima kasih telah menyelamatkan aku saat itu” sahut putri Wen Long dengan wajah memerah.


“Baik. Jangan terlalu sungkan putri” kata Shen Long yang kemudian pergi lagi.


Kali ini putri Wen Long tidak mengejarnya, hanya tertegun melihat sikap dingin Shen Long dan tidak menyadari teman-temannya telah mendatanginya.


“Shen Long” gumamnya dalam hati sedikit kesal.


“Siapa laki-laki itu putri? Kenapa kamu mengejarnya?” tanya Long Gu yang merasa kesal cemburu


“Bukan urusanmu” sahut putri Wen Long ketus dan pergi meninggalkannya


Mata Long Gu berkedut melihat sikap putri Wen Long padanya. Begitu juga teman-teman Wen Long yang lain juga merasa aneh dengan sikap putri Wen Long.

__ADS_1


Segera putri Qi Long dan Feng Long menyusulnya sementara Long Gu masih berdiri disana kesal ditemani oleh Long Shi.


“Ada apa putri Wen Long?” tanya teman-temannya ketika mereka bertiga berada di ruang tamu keluarga Naga.


“Tidak apa-apa, aku hanya merasa kesal pada orang itu yang tidak menghiraukanku” sahut putri Wen Long.


“Memangnya siapa orang itu?” tanya kedua putri naga itu.


“Orang itu sombong sekali dan membuatku kesal” wajah putri Wen Long cemberut.


“Kenapa tidak ditangkap saja putri? Biarkan para pengawal memberinya pelajaran” sahut putri Feng Long.


Putri Wen Long hanya diam saja lalu menjawab “Sudahlah, untuk apa membicarakan orang tidak penting itu”


Kemudian mereka bertiga kembali keluar untuk jalan-jalan melihat festival naga di kota Logam hingga malam tiba.


Saat ketiga putri tersebut asik berjalan-jalan menikmati malam festival di kota Logam,  Long Gu dan Long Shi bertemu dengan para Raja Naga dari 5 istana naga.


“Ayah dan paman-paman naga, Long Gu datang menemui kalian” sapa Long Gu pada mereka.


“Ayah dan paman-paman, Long Shi juga datang menemui kalian” sapa Long Shi mengikuti Long Gu


“Sepertinya kultivasi kalian sudah meningkat menjadi Jendral tahap akhir. Sebentar lagi akan menerobos ke alam Raja. Sudah saatnya kalian mengganti kami yang sudah tua-tua ini” lanjut Kaisar Dunia Bawah.


“Dimana putri-putri kita?” tanya Raja Naga Air Shui Long tidak melihat anaknya putri Qi Long.


“Paman, para putri naga sedang bermain melihat festival di jalanan” sahut Long Shi


“Putri-putri kita juga sudah mulai dewasa. Sudah saatnya mereka memilih pasangan” kata Raja Naga Logam Jin Long selanjutnya.


“Paman Jin Long, aku memberanikan diri untuk melamar putri Wen Long menjadi istriku” sahut Long Gu dengan wajah sungguh-sungguh


“Hahaha... Aku tidak masalah dengan hal itu, tetapi semua tergantung pada keputusan anakku Wen Long” sahut Raja Jin Long


“Jin Long, jika putrimu setuju, kita bisa menjadi besan dalam waktu dekat” sahut Raja Naga Api Huo Long


“Hahaha... Aku ucapkan selamat sebelumnya pada kalian. Aku rasa Wen Long pasti menerima Long Gu dengan senang hati” kata Kaisar Dunia Bawah Tu Long.


Wajah Long Gu menjadi senang mendengar lamarannya disetujui oleh ayah dan paman-pamannya. Dan tentu saja menurut dirinya Wen Long pasti akan setuju juga.

__ADS_1


\======


“Apa? Aku di lamar oleh Long Gu?” teriak putri Wen Long tak percaya.


“Iya. Aku mendengar sendiri dia langsung mengatakannya di depan ayahku dan paman-paman semua” sahut Long Shi ketika bertemu dengan Wen Long di jalanan festival


“Menikah?” pikir Wen Long yang tiba-tiba terlintas wajah Shen Long dalam pikirannya dan membuat wajahnya kesal.


“Tidak. Aku belum mau menikah” sahut Wen Long.


“Aku akan menemui ayah untuk menolaknya” kata Wen Long sambil berlari menuju Istana Naga Logam.


Di dalam Istana Naga Logam, ayahnya Raja Jin Long bersama istrinya Fei Long sedang asik merencanakan festival di kota mereka ketika Wen Long masuk bertemu dengan mereka.


“Ayah, aku belum mau menikah. Mohon tidak menerima lamaran dari Long Gu” katanya begitu tiba di kamar orang tua nya


“Ada apa denganmu Wen’er?” tanya ibunya Fei Long.


“Ibu, Wen’er belum mau menikah saat ini” isaknya di pangkuan ibunya dengan manja


“Putriku, kamu sudah dewasa. Sudah saatnya untuk menikah” kata ayahnya Jin Long


“Jin Long, sudahlah. Jika Wen’er belum mau menikah, tidak usah dipaksakan. Hasilnya tidak akan baik” sahut istrinya membela Wen Long


“Ah, kalian ini kenapa tidak mengerti pikiranku. Semua demi putri kita. Long Gu itu calon pewaris klan Naga. Kehidupan putri kita akan lebih baik bersamanya” kata Jin Long panjang lebar


Istrinya Fei Long pun tertegun membenarkan hal itu, tetapi hatinya sedih melihat anaknya menangis.


“Wen’er, apa yang dikatakan oleh ayahmu benar juga. Mungkin kamu perlu mempertimbangkannya” sahut ibunya


“Ayah, Ibu, aku belum ingin menikah saat ini” katanya langsung pergi meninggalkan kedua orang tuanya.


“Ah, sepertinya kita terlalu memanjakannya” kata Raja Jin Long menundukkan kepalanya.


Putri Wen Long melarikan diri ke sudut kota Logam sambil menangis, lalu duduk di sebuah warung makan dengan wajah sembab karena tangisannya. Air matanya menetes kembali saat mengingat pesan kedua orang tuanya tadi.


“Apa yang harus aku lakukan? Aku belum mau menikah. Aku tidak mencintai Long Gu. Dia sudah aku anggap seperti kakakku sendiri” gumamnya dalam hati.


Wen Long menutup wajahnya dan mengusap air matanya, tiba-tiba dia melihat sosok dikenalinya sedang duduk di salah satu meja disana, melihat ke arah keramaian jalanan di malam hari.

__ADS_1


__ADS_2