
Setelah menggendong tubuh Yang Hua di pundak kirinya, Shen Long lalu mengangkat tangannya dan mengerahkan sedikit kekuatannya untuk memberikan tekanan pada Pangeran Tian Mu dan Mo Zhan.
Mo Zhan merasakan tubuhnya tidak bisa dikendalikan olehnya, begitu juga dengan Pangeran Tian Mu.
“Apa yang kamu lakukan? Ayahku akan membunuhmu jika kamu berani menyentuhku” teriak Pangeran Tian Mu ketakutan
Mo Luo yang datang dan hendak masuk ke ruangan itu mendengar teriakan Pangeran Tian Mu dan merasakan tekanan Shen Long yang menembus hingga tempatnya berdiri.
“Shen Long?” gumamnya dalam hati.
Mo Luo segera melarikan diri dari tempat itu untuk melaporkan hal ini pada Pangeran Langit. Dia tidak mempedulikan apa yang terjadi di tempat itu dan meninggalkan Mo Zhan rekannya sendiri.
“Iblis Neraka, Apa yang kamu rencanakan di wilayah ini?” tanya Shen Long pada Mo Zhan.
Mata Mo Zhan terbelalak olehnya, dia tidak menjawab pertanyaan Shen Long. Dia berusaha melawan kekuatan Shen Long dengan kekuatan penuh miliknya namun hal itu sia-sia.
Tubuh Mo Zhan tidak dapat dikendalikan olehnya. Keputusasaan terlintas dimatanya, namun mulutnya yang mengerikan itu tidak mampu mengucapkan kata-kata.
Shen Long lalu menggerakkan jarinya dan mematahkan bagian-bagian tubuh dari Mo Zhan perlahan satu persatu dengan meremas jarinya dari jauh.
KRAKK!... AARRGHHH!
KRAAKKK!...KRAKK!... AARRRRGHHH!
Hanya teriakan menyayat hati yang keluar dari mulut Mo Zhan membuat mata Pangeran Tian Mu berkedut melihatnya.
“O...Orang ini terlalu kejam” gumam Pangeran Tian Mu dalam hatinya, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
“Lepaskan aku! Ayahku tidak akan mengampunimu!” teriak Pangeran Tian Mu kembali
“Berisik!” Shen Long hanya melambaikan tangannya dan tubuh Pangeran Tian Mu terbang menabrak dinding ruangan lalu jatuh pingsan dan terluka dalam.
Mata Mo Zhan berkedut melihat hal itu sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya karena tulang-tulangnya dipatahkan oleh Shen Long.
“Katakan!” teriak Shen Long kembali
Namun Mo Zhan masih tidak berbicara meskipun seluruh tulang ditubuhnya telah dipatahkan.
“Iblis ini sangat setia. Aku harus menekannya terus hingga dia membuka mulutnya” gumam Shen Long yang kemudian berjalan lebih dekat ke arah Mo Zhan.
__ADS_1
Perlahan Shen Long mulai mengalirkan kekuatannya lebih tinggi lagi, dia kali ini tidak lagi mematahkan tulang di tubuh Mo Zhan, tapi menghancurkan bagian-bagian tubuhnya.
Kaki kiri Mo Zhan yang pertama kali dihancurkan oleh Shen Long menjadi debu, kemudian kaki kanannya.
Mo Zhan sudah merasa tidak tahan lagi untuk menahan tubuhnya dari rasa sakit. Dia melonglong kesakitan oleh siksaan Shen Long.
“Baiklah. Karena kamu tetap tidak mau memberitahukanku. Maka aku akan mengirimmu kembali ke Neraka” kata Shen Long yang kemudian menghancurkan seluruh tubuh Mo Zhan.
Shen Long lalu melihat ke arah Pangeran Tian Mu yang masih pingsan dalam ruangan itu.
“Huh, manusia sampah bersekutu dengan Iblis Neraka” gumamnya pergi meninggalkannya. Baginya hanya buang-buang tenaga membunuh sampah seperti itu.
Shen Long lalu membawa Yang Hua pergi ke daerah perbukitan di luar kediaman Pangeran Tian Mu lalu menyadarkannya.
“Si... Siapa kamu?” teriak Yang Hua tanpa sadar begitu melihat wajah Shen Long di depan matanya.
Melihat pakaiannya robek, wajahnya menjadi merah lalu menutupinya dengan kedua belah tangannya dan berjalan mundur.
“Apa yang telah kamu lakukan padaku?” teriaknya kembali.
Melihat Yang Hua yang masih panik akibat kejadian hari ini. Shen Long lalu berusaha untuk menenangkannya.
“Tenanglah nona. Kamu sudah aman sekarang” sahutnya sambil tersenyum
“Tenanglah nona. Semua sudah berlalu. Tidak ada yang akan menyakitimu lagi” sahut Shen Long dengan lembut.
“Siapa kamu? Apakah kamu yang menolongku?” tanya Yang Hua.
“Iya. Aku yang telah menolongmu” sahut Shen Long
Yang Hua yang telah mulai tenang lalu terduduk lemas namun tangannya masih tetap disilangkan di dadanya.
“Mengapa kamu menolongku?” tanyanya pada Shen Long dengan waspada karena kejadian hari ini dia tidak mudah mempercayai orang lain.
“Bukankah kamu yang memintaku datang” sahut Shen Long kembali
“Aku? Kapan aku memintamu datang?” kata Yang Hua yang kemudian memikirkan kapan dirinya memanggil orang itu untuk menolongnya.
“Sudahlah, minumlah obat ini untuk memulihkan kondisimu. Lalu kembalilah ke keluargamu” sahut Shen Long sambil menyerahkan pil obat padanya.
__ADS_1
Yang Hua ragu untuk mengambil pil obat tersebut, namun melihat dari wajah Shen Long yang tulus dia lalu memberanikan dirinya mengambil dan meminumnya.
Setelah meminum obat tersebut, tubuhnya terasa hangat dan nyaman. Lalu tubuhnya merasa segar kembali dan semangatnya pulih seketika. Wajahnya mulai bersemu merah kembali.
Dia menundukkan kepalanya melihat ke arah pakaiannya yang robek.
Shen Long lalu mengeluarkan selembar kain dari cincin penyimpanannya dan memberikan pada Yang Hua untuk menutupi tubuhnya.
“Terima kasih telah menolongku. Bolehkah aku mengetahui namamu?” tanya Yang Hua
“Panggil aku Shen Long” sahut Shen Long padanya
Yang Hua merasa pernah mendengar nama tersebut namun dia tidak mengingatnya. Pikirannya masih dipenuhi oleh trauma atas kejadian hari ini.
“Mari kita pergi, aku akan mengantarmu hingga batas gerbang kota” kata Shen Long
“Baiklah” sahut Yang Hua sambil berjalan mendahului Shen Long
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Shen Long padanya.
“Maksudmu?” tanya Yang Hua tidak mengerti.
“Aku akan membawamu terbang ke gerbang kotamu” lanjut Shen Long
Telinga Yang Hua tidak percaya mendengar hal itu. Dia belum pernah dibawa terbang oleh seseorang sebelumnya.
Saat Shen Long menarik pinggangnya dan membawanya terbang, wajah Yang Hua menjadi merah karena malu. Dia tidak menyangka dirinya bertemu dengan dewa penolong ini.
Sementara itu, Mo Luo yang telah melapor pada Pangeran Langit kembali untuk melihat keadaan di kediaman Pangeran Tian Mu dan membawa perintah darinya untuk memusnahkan semua saksi disana.
Mo Luo kemudian bertemu dengan Pangeran Tian Mu yang sudah mulai siuman di ruangannya.
“Mo Luo, kamu kemana saja? Mengapa kamu tidak membantu kami” teriak Pangeran Tian Mu geram melihat kedatangannya.
Mo Luo mendekatinya lalu tiba-tiba mencengkeram leher Pangeran Tian Mu. Pangeran Tian Mu tidak menyangka Mo Luo akan melakukan hal itu. Dia tidak bisa berteriak karena lehernya dicengkeram dengan kuat oleh Mo Luo yang tersenyum sinis padanya.
“Kamu pangeran sampah. Aku sudah bosan menjadi pengikutmu. Kamu pikir aku tidak bisa membunuhmu sejak awal?” katanya sambil menyeringai
Pangeran Tian Mu berusaha untuk memberikan perlawanan padanya, namun kekuatannya jauh dibawah Mo Luo.
__ADS_1
Matanya terbelalak tidak percaya dirinya mati ditangan pengkhianat anak buahnya sendiri. Pangeran Tian Mu kemudian mati dengan mata melotot dan leher yang patah.
Mo Luo kemudian membersihkan kediaman Pangeran Tian Mu dari saksi mata lalu menuliskan pesan dan bukti-bukti yang mengarah pada sekte Pemurnian Senjata, kemudian pergi dari tempat itu.