
“Namaku Yun Mei, siapa namamu?” tanya Yun Mei pada Shen Long
“Ng... aku tidak ingat namaku” sahut Shen Long kebingungan
Yun Mei melihat wajah Shen Long dengan teliti, dia tidak merasa Shen Long berbohong padanya, “Apakah dia mengalami lupa ingatan?” gumamnya
“Darimana asalmu?” tanya Yun Mei kembali
Shen Long benar-benar tidak bisa mengingat sesuatu, dia merasa kepalanya menjadi pusing ketika berusaha untuk mengingat. Yun Mei yang melihat Shen Long tampak meringis saat mencoba mengingat. Dia kemudian memandangnya dengan lembut dan perlahan mendekatinya
“Sebaiknya aku mengajakmu untuk menemui guruku” kata Yun Mei padanya
“Maaf, aku benar-benar tidak bisa mengingat apapun saat ini” sahut Shen Long
Yun Mei lalu meminta Shen Long untuk mengikuti dirinya turun dari pegunungan itu. Dalam perjalanan, Yun Mei menceritakan bahwa dirinya sedang mencari tanaman obat di pegunungan itu dan rupanya telah diintai oleh orang-orang tadi sejak dia pergi dari kediaman gurunya.
Yun Mei tinggal di sebuah pedesaan yang dekat dengan pegunungan tempat dia mencari obat. Di desa tersebut ada seorang tabib dewa yang biasa mengobati para penduduk desa termasuk orang-orang dari kota lain yang juga datang untuk berobat padanya. Yun Mei adalah murid dari tabib dewa tersebut.
Tabib Qian Long adalah nama dari tabib dewa tersebut. Rumah tabib Qian terletak di pinggiran desa dan terpisah dari keramaian penduduk desa itu.
“Guru!” teriak Yun Mei saat dirinya telah berada di dekat rumah gurunya Tabib Qian.
Seorang lelaki tua keluar dari dalam rumah itu saat mendengar suara Yun Mei, wajahnya tampak kelelahan karena mengobati beberapa pasien hari itu.
“Yun Mei, kenapa kamu cepat sekali datang hari ini? Bukannya kamu harus mencari tanaman obat?” tanya Gurunya tabib Qian
“Aku mengalami gangguan guru” sahut Yun Mei yang kemudian menceritakan tentang kejadian di lereng pegunungan itu pada gurunya.
Gurunya menyipitkan mata saat Yun Mei menyebut Shen Long telah menolong dirinya. “Terima kasih nak karena telah menyelamatkan cucuku” kata tabib Qian pada Shen Long sambil memberi hormat.
“Jangan terlalu sungkan tetua” sahut Shen Long memberi hormat padanya.
“Guru, aku ingin bicara denganmu” bisik Yun Mei yang mendekati gurunya.
Yun Mei lalu menarik gurunya ke pojok rumah itu, “Guru, lelaki itu dalam keadaan lupa ingatan. Apakah Guru bisa mengobatinya?” tanya Yun Mei pada gurunya
__ADS_1
Tabib Dewa Qian melihat ke arah Shen Long dia kemudian berjalan mendekatinya, “Nak, duduklah dulu. Bolehkah aku memeriksa nadimu?” tanya tabib Qian pada Shen Long
“Silahkan tetua” sahut Shen Long yang dengan santai lalu duduk untuk diperiksa oleh tabib Qian
Segera tabib Qian memeriksa nadi dari Shen Long dengan menggunakan dua jarinya. Beberapa saat kemudian mata tabib Shen melotot seakan tidak percaya, “Hebat! Kekuatan anak ini sungguh luar biasa. Siapakah dia?” gumam tabib Qian meneteskan keringat dingin karena baru pertama kali ini merasakan denyut nadi yang begitu luar biasa den memiliki aura yang sangat besar.
Kemudian tabib Qian mulai memeriksa ke arah pikiran Shen Long, dia pun kembali menyipitkan matanya,”Sepertinya pikiran anak ini sedang tersegel” pikirnya
“Nak, beristirahatlah dulu disini beberapa hari. Aku akan mencoba menemukan obat untuk mengembalikan ingatanmu” kata tabib Qian pada Shen Long.
“Baik tetua. Maaf jika aku merepotkan dirimu dan nona Yun” sahut Shen Long.
Tabib Qian lalu berjalan memasuki rumahnya dan langsung menuju ke dalam kamarnya untuk membuka Kitab Pengobatan Dewa yang dimilikinya, saat membaca beberapa halaman, dia menemukan beberapa metode untuk mengobati hilang ingatan.
“Ah, aku harus mencoba metode ini satu persatu” desah tabib Qian setelah melihat kitab pengobatan dewa miliknya.
“Pertama mungkin aku harus menggunakan jarum untuk mencoba metode akupuntur” gumamnya.
Tabib Qian lalu mempelajari lebih dulu kitab itu untuk memahami petunjuk di dalamnya sebelum mengambil tindakan.
Sementara itu Yun Mei telah masuk ke dapur untuk membuatkan makanan untuk mereka makan malam ini.
Yun Mei yang sudah selesai memasak mencari keberadaan Shen Long. Dia pun memanggilnya untuk turut makan bersama mereka.
“Hei, kemarilah. Mari makan bersama kami” teriak Yun Mei memanggil Shen Long.
Saat di meja makan, mereka dengan lahap menikmati makanan yang dibuat oleh Yun Mei, “Hmm... makanan ini sangat lezat. Nona Yun memang sangat pandai memasak” kata Shen Long memuji masakan Yun Mei.
Wajah Yun Mei tersipu oleh pujian Shen Long. “Ah, ini cuma masakan yang sederhana” sahutnya
Setelah selesai makan, wajah Shen Long tampak muram. Dia tidak mengerti kenapa dirinya sama sekali tidak mengingat masa lalu dalam ingatannya. Seakan-akan rekaman ingatan itu tidak ada dalam pikirannya.
“Kamu jangan memaksakan diri nak. Pikiranmu perlahan akan kembali lagi nanti. Percayalah” kata tabib Qian membesarkan hati Shen Long.
“Sebaiknya aku memberimu nama untuk sementara agar kami bisa memanggilmu” sahut Yun Mei sambil tersenyum.
__ADS_1
Shen Long menganggukkan kepala menyetujui usulan Yun Mei.
“Aku akan memanggilmu Naga Kecil, Xiao Long. Bagaimana?” tanya Yun Mei tersenyum
Shen Long mengkerutkan dahinya, “Naga Kecil?”
“Iya. Aku rasa itu nama yang cocok untukmu” sahut Yun Mei kemudian.
Kemudian Shen Long menyetujuinya, lagipula dia sama sekali tidak ingat tentang dirinya. Naga Kecil adalah nama yang bagus, dia menyukainya.
Sejak saat itu Shen Long menggunakan nama Naga Kecil pemberian Yun Mei padanya.
Beberapa hari kemudian, Shen Long telah melakukan beberapa metode pengobatan dari tabib Qian. Namun dia sama sekali belum berhasil menyembuhkan ingatan Naga Kecil, Shen Long.
“Naga Kecil, aku telah berusaha untuk mengembalikan ingatanmu. Sepertinya aku mengalami sedikit kesulitan.” kata Tabib Qian padanya.
“Tetua, jangan terlalu memaksakan diri. Aku juga sudah terbiasa dengan keadaan ini” sahutnya sambil tersenyum
Namun sebagai seorang tabib, bagi tabib Qian menyembuhkan pasien merupakan suatu tantangan sekaligus tanggung jawabnya sebagai seorang yang menguasai ilmu pengobatan.
Setelah berpikir sejenak, dia kemudian berdiri untuk melihat keluar rumah itu. “Aku rasa kamu harus mencari kakak seperguruanku” sahut tabib Qian.
Yun Mei tertegun mendengarkan perkataan dari Gurunya. Baru kali ini dia merasakan gurunya menyerah untuk mengobati seorang pasien.
“Guru?” sahut Yun Mei memandanginya
Tabib Qian lalu berbalik memandang ke arah Naga Kecil, “Kakak seperguruanku adalah tabib Huang. Dia tinggal di puncak gunung Lou bersama para muridnya. Aku yakin dia pasti bisa mengobatimu dan menyembuhkan kembali ingatanmu nak” lanjut tabib Qian.
Naga Kecil, Shen Long menundukkan kepalanya dengan wajah muram.”Terima kasih tetua atas kebaikanmu selama ini. Tetua telah berusaha keras untuk menyembuhkanku” sahut Naga Kecil sambil memberi hormat pada tabib Qian.
“Pergilah kesana bersama Yun Mei. Aku pernah mengajaknya kesana, kakak seperguruanku pasti akan membantumu” kata tabib Qian kembali.
“Yun Mei, bawalah tanda giok ku ini. Berikan pada tabib Huang. Dia pasti akan membantu menyembuhkan Naga Kecil” sahutnya lagi sambil memberikan tanda giok pengenal miliknya pada Yun Mei.
Yun Mei memandang dengan wajah sedih gurunya, dia pun mengambil tanda giok tersebut dan menyimpannya. “Guru, aku akan pergi untuk membantu Naga Kecil” sahut Yun Mei
__ADS_1
“Pergilah!” lanjut tabib Qian sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Yun Mei sudah seperti anak baginya, kepergiannya kali ini mungkin lebih lama dari biasanya. Tabib Qian tidak pernah berpisah dengannya, jadi dia tidak ingin melihatnya pergi.