Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 78 | Shen Long Vs Qian Wu


__ADS_3

Dengan menggunakan senjata tombak dominator membuat pertandingan menjadi berbalik. Energi tombak dominator dengan mudah mematahkan serangan dari Bingwen dengan tempo apapun.


Tombak dominator menjadi perisai yang tidak bisa ditembus oleh Bingwen. Jendral Liu segera melakukan serangan balik dengan kekuatan tombak dominator mengalahkan Bingwen. Jendral Liu melaju ke babak berikutnya.


Pertandingan terakhir babak 8 besar adalah yang paling ditunggu oleh penonton, yaitu penampilan kuda hitam Shen Long dengan pedang dominatornya.


Murid-murid sekte Tengkorak Putih kembali membuat riuh suasana penonton di arena membuat perguruan Wuming merasa rendah diri, namun hal itu tidak mempengaruhi hati Shen Long.


“Apakah Shen Long kembali membuat kejutan?” kata permaisuri raja.


“Aku pikir lawannya kali ini tidak biasa, sekte Tengkorak Putih adalah perguruan yang memiliki jurus utama cakar dan tinju. Mereka tidak terbiasa menggunakan senjata” sahut Raja Liu pada istrinya


“Yang Mulia benar, Qian Wu adalah petarung tingkat pendeta suci tahap akhir yang menguasai jurus cakar tengkorak yang mampu mematahkan bahkan pedang level langit dengan kekuatannya” Pendeta Suci menimpali mereka


“Aku merasa Shen Long yang masih di alam dewa akan kesulitan untuk melawannya tanpa menggunakan pedang dominator” lanjutnya.


“Benarkah sekuat itu?” permaisuri terkejut dengan kagum pada kemampuan Qian Wu.


Di arena, Qian Wu sudah naik terlebih dahulu dengan angkuh melambaikan tangan pada pendukungnya yang disambut riuh. Sementara Shen Long berjalan perlahan yang disoraki oleh mereka.


“Ini sungguh lucu” pikir Shen Long tak peduli dengan para penonton.


Qian Wu lalu menoleh ke arah Shen Long dan berteriak “Shen, keluarkan pedang dominatormu. Atau kamu akan menyesal karena aku tidak akan berbelas kasih” kata Qian Wu.


“Aku tidak akan menggunakan senjata untuk melawan tangan kosong” sahut Shen Long santai


“Kamu akan menyesal dengan kesombonganmu itu” teriak Qian Wu


“Shen, mengapa kamu tidak menggunakan senjatamu?” pikir Dewi Suci yang sudah mulai agak pulih staminanya.


“Shen, gunakan senjatamu” teriak para penonton


“Iya, kamu jangan sombong melawan sekte tengkorak dengan tangan kosong”


“Benar, jangan meremehkan kekuatan sekte tengkorak putih”


Mendengar teriakan penonton, Shen Long hanya tersenyum, dia percaya diri dengan kemampuannya untuk menahan serangan dari Qian Wu.


“Baiklah, jika itu keputusanmu. Aku tidak akan memberi ampun. Jangan salahkan jika kamu terluka oleh seranganku” kata Qian Wu


“Majulah, aku masih harus mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya” sahut Shen Long.

__ADS_1


“Hahaha... kamu pikir bisa menang melawanku?” teriak Qian Wu yang membuat seluruh penonton ikut tertawa bersamanya.


“Iya, karena kalian hanya bisa melakukan paduan suara” sindir Shen Long


Kali ini sindiran Shen Long membuat pendukungnya tertawa geli, memang benar jika di lihat sejak awal sekte tengkorak putih lebih banyak berbicara ramai seperti kelompok paduan suara.


Permaisuri raja juga ikut tersenyum mendengar celoteh Shen Long, “Sungguh pemuda yang menarik” pikirnya


Lain dengan pendukung Shen Long, Qian Wu dan pendukungnya menjadi marah. Wajah mereka berubah merah padam mendengar sindiran Shen Long.


Qian Wu menggertakkan giginya, dia segera mempersiapkan jurus utamanya untuk menyerang Shen Long. Seluruh energinya di pusatkan di jemarinya yang mulai mengeras sekeras baja. Jari-jarinya mengepulkan asap hitam pekat dengan aura bengis terasa ke sekelilingnya.


Para penonton bahkan pendukung sekte tengkorak putih sendiri mundur untuk menghindari asap hitam pekat tersebut.


“Shen, asap hitam itu beracun. Kamu harus berhati-hati” bisik Yan Luo


“Aku akan menjatuhkanmu dalam tiga jurus” kata Qian Wu yang sudah mengerahkan puncak kekuatan tingkat Pendeta Sucinya.


“Aku hanya memerlukan satu jurus untuk mengalahkanmu” sahut Shen Long membuat Qian Wu semakin marah.


“Apa aku tidak salah dengar? Satu jurus katanya?”


“Benar, Shen Long ini terlalu sombong”


Banyak penonton berbisik mengomentari kesombongan Shen Long. Pendukung Shen Long sendiri sedikit ragu apakah benar yang dikatakan olehnya.


“Hehehe... Shen Long ini ternyata masih bau kencur, dia terlalu percaya diri sehingga menjadi sombong” kata Pendeta kerajaan.


“Tetua Xu, apakah benar menurutmu seperti itu? tanya Raja Liu pada Pendeta Kerajaannya.


“Yang Mulia, jika muridku Xu Huang yang mengatakan itu, aku tentu mempercayainya. Tetapi ini petarung dari perguruan kecil Wuming, aku rasa orang ini terlalu bermimpi” sahut Pendeta kerajaan yang dipanggil tetua Xu oleh Raja Liu.


“Jadi tetua Xu merasa Xu Huang masih lebih kuat dari Shen Long ini?” tanya permaisuri raja.


“Benar Yang Mulia, aku sangat yakin akan hal itu. Muridku telah berhasil menerobos tingkat Pendeta Raja. Aku rasa hanya Jendral Liu yang bisa mengimbanginya saat ini” sahut Pendeta Kerajaan.


“Baiklah, aku akan bertaruh padamu tetua Xu” permaisuri raja menantangnya.


“Apa yang Yang Mulia inginkan?” tanya Pendeta Kerajaan tersenyum padanya.


“Aku bertaruh pada anak muda Shen Long ini” tantang permaisuri raja kembali

__ADS_1


Mata Pendeta Kerajaan berkedut mendengar tantangan tersebut, namun dia hanya menundukkan kepalanya tidak berani membantah.


“Bagaimana taruhannya Yang Mulia” tanyanya


“Aku bertaruh dia akan menang melawan muridmu Xu Huang” sahut permaisuri raja


“Baiklah, jika memang itu pertaruhannya hamba menerimanya” kata Pendeta Kerajaan tersebut tersenyum dalam hatinya.


“Tapi dia belum tentu bisa melewati pertandingan ini” lanjut pendeta itu kembali


“Jika dia tidak bisa melewati pertandingan ini, berarti aku kalah” sahut permaisuri raja yang mulai tidak senang dengan keangkuhan Pendeta Kerajaan.


“Baiklah, apa yang kita pertaruhkan Yang Mulia?” tanya Pendeta Kerajaan kembali.


“Jika aku menang, aku meminta pil abadi dari sekte Gunung Abadimu” sahut permaisuri raja yang membuat mata Pendeta itu berkedut kembali.


Pil Abadi adalah pil obat yang dimurnikan oleh leluhur sekte Gunung Abadi selama 50 tahun, itu adalah pusaka sekte Gunung Abadi yang sangat berharga


“Jika aku kalah, aku akan memberikan apa pun yang kamu inginkan. Bagaimana tetua Xu?” sahutnya kembali dengan tegas.


“Istriku, apa yang kamu lakukan? Mengapa terlalu serius bertaruh seperti itu” Raja Liu berusaha menengahinya.


“Yang Mulia, aku hanya ingin memiliki Pil Abadi dari sekte Gunung Abadi sebagai hadiah untuk Yang Mulia” rayu permaisuri raja yang membuat Raja Liu tidak berdaya.


“Baiklah Yang Mulia, hamba menerimanya” sahut Pendeta Kerajaan dengan hati kesal.


“Hihihi.. Shen Long mungkin tidak akan bisa melewati pertandingan ini” pikir Pendeta Kerajaan.


Kembali di arena, Qian Wu yang telah mengerahkan jurus puncak sekte tengkorak putih segera melancarkan serangannya ke arah Shen Long.


Sementara Shen Long mengeluarkan jurus Roh Pedang Naga Langit nya kembali.


“Apa mengeluarkan jurus gabungan itu lagi? Apakah bisa tanpa pedang?”


“Orang ini terlalu gegabah”


“Anak bau kencur seperti ini terlalu bodoh dan sombong”


Shen Long hanya tersenyum mendengar komentar dari penonton, dia segera menghadang serangan Qian Wu dengan telapak tangannya.


Ketika telapak tangan Shen Long beradu dengan cakar dari Qian Wu, energi mereka saling menyerang. Tampak energi Shen Long menelan energi Qian Wu, kemudian membuat pakaian Qian Wu terkoyak oleh energi roh pedang Shen Long yang diikuti oleh amukan sembilan naga langit.

__ADS_1


Qian Wu membelalakkan matanya, tidak percaya dirinya kalah kekuatan dengan orang tidak terkenal dari perguruan kecil. Dia pun terpental dan pingsan oleh kekuatan serangan Shen Long.


“I... Ini tingkat kekuatan alam Pendeta” teriak para penonton yang mulai menyadari kekuatan Shen Long.


__ADS_2