Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 84 | Melawan diri sendiri


__ADS_3

“Ini sangat menarik” kata Shen Long bersemangat.


“Bisa berpindah-pindah ruang dalam waktu sekejap sunggu luar biasa, aku harus segera menguasainya”


Shen Long yang masih tidak bergerak dengan kekuatan penuh nya, dia mempelajari ilusi pendeta ini. Dia berpikir keras melihat pola-pola dan perubahan yang terjadi.


“Ini mirip formasi sihir. Harus memecahkan inti dari formasinya yang merupakan kunci untuk membuka teka-teki ilusi pendeta ini”


Shen Long lalu memejamkan matanya, dia menggunakan indra penciuman dan pendengarannya karena matanya sama sekali kesulitan melihat perubahan tersebut.


Kemudian, Shen Long menggerakkan pedang dominatornya perlahan, lalu menebasnya dengan secepat kilat ke sesuatu yang menjadi titik inti dari formasi itu. Tebasan pedang Shen Long mengenai ilusi sebuah lubang kosong hitam.


Lubang hitam itu lalu berubah melebar dan dirinya masuk kembali ke alam kesadaran.


“Astaga, aku kembali ke alam kesadaran ini” Shen Long tertegun.


“Aku harus keluar dari sini. Aku perlu beristirahat untuk pertandingan besok”


Ketika dia menebas ke segala arah, Shen Long tidak bisa keluar. Dia hanya ditarik dari satu dimensi ruang ke dimensi lainnya.


“Ah, aku jadi lelah berpindah-pindah”


Lalu dia duduk bersila untuk menarik nafas, tiba-tiba dirinya merasa ditarik oleh kekuatan yang dahsyat. Sebagian dari tubuhnya keluar membelah menjadi bagian tubuh yang lain.


“Akhirnya aku sedikit lega” kata Shen 1


“Kamu siapa?


“Aku Shen. Lah, kamu siapa?” kata Shen 2


Ada dua Shen yang mirip bagai pindang di belah dua, keduanya berpakaian sama dan membawa pedang yang sama.


“Sial, aku terperangkap disini. Kalau bukan gara-gara permaisuri cantik itu” Shen 2 mengeluh


“Dia orang baik yang membantuku, jangan sembarangan bicara” kata Shen 1


“Kenapa? Aku yang dia bantu, bukan kamu.” Shen 2


“Kamu pasti diriku yang lemah, kamu masa laluku” Shen 2


“Jika aku lemah, apa kamu merasa dirimu lebih kuat?” Shen 1


“Tentu saja. Kenapa? Kamu mau melawanku?” Shen 2

__ADS_1


“Aku tidak suka orang lemah sepertimu. Aku akan menyingkirkanmu” Shen 2


Kedua Shen lalu saling menyerang, mereka melakukan gerakan yang sama dengan kombinasi jurus yang sama pula.


“Bagaimana cara memenangkan pertarungan ini?”


Melawan diri sendiri adalah hal yang paling sulit, sudah berpuluh-puluh jurus dilakukan. Akhirnya mereka berdua berdiri mengambil nafas kembali.


“Satu-satunya cara adalah dengan membunuhmu” kata Shen 2 lalu melakukan serangan kembali dengan ganas.


“Ini serangan terkuat milikku. Kamu harus mati” teriak Shen 2


Shen 1 sama sekali tidak bergerak, dia berpikir keras untuk menghadapi dirinya sendiri. Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti melawan. Dia melemparkan pedangnya.


Shen 2 menghentikan serangannya melihat Shen 1 menyerah, “Hei, pengecut. Kamu memang benar-benar diriku yang pengecut”


“Ayo angkat pedangmu. Jangan salahkan aku jika membunuhmu tanpa pedang” teriaknya kembali


“Aku tidak akan melawanmu, aku adalah kamu, kamu adalah aku. Menyakiti dirimu sama saja menyakiti diriku sendiri” kata Shen 1


“Jangan sok bijak, ayo kita bertempur lagi. Aku belum puas jika belum menang”


“Kamu sudah menang, aku mengaku kalah darimu”


Shen 1 yang melihat serangan dahsyat tersebut hanya tersenyum lalu menutup matanya, nafas nya tenang dan bathin nya damai.


Serangan Shen 2 yang sangat kuat terhempas ke dalam tubuh Shen yang merasakan kedamaian.


Shen membuka matanya merasakan dirinya yang berbeda dari sebelumnya, hatinya tenand dan damai. Kepercayaan dirinya melebihi sebelumnya.


“Ternyata dalam ketenangan kita mendapatkan kekuatan menembus tingkat Dewa Pendeta”


“Alam kesadaran tertinggi adalah melawan sifat emosional dalam diri kita sendiri.”


“Selamat Shen, kamu telah mendapatkan pencerahan. Kamu berhasil menerobos tingkat Dewa Pendeta” bisik Yan Luo


Shen Long kemudian kembali ke alam nyata, dia merasa seperti terlahir kembali. Wajahnya cerah, dan semangatnya meluap-luap, sedikitpun dia tidak merasa lelah dengan pertandingan sebelumnya atau pertandingannya di alam kesadaran.


Dia kemudian tersenyum memejamkan matanya, bersiap untuk menghadapi pertandingan esok hari.


Pagi hari, matahari belum terbit, Shen sudah terbangun kali ini dia langsung melakukan meditasi menyambut matahari yang terbit dari ufuk timur.


“Segar sekali saat matahari pagi menyentuh kulit” gumamnya dengan senyuman.

__ADS_1


“Aku sudah siap melakukan pertandingan puncak hari ini”


Ketua Mu Kai sudah bersiap hari ini, dia mengenakan pakaian kebesarannya sebagai ketua perguruan Wuming.


“Kita akan membuat sejarah hari ini. Perguruan Wuming akan menjadi perguruan terkenal” sambutannya pada murid-murid yang sudah rapi berbaris di halaman


Sejak pertandingan bela diri tahun ini, telah banyak murid baru yang ingin bergabung dengan perguruan Wuming. Mereka ingin berguru dan berteman dengan Shen Long. Ketua Mu Kai menjadi cukup sibuk menerima mereka.


Shen Long tersenyum seperti biasa melihat kelakuan ketua Mu Kai yang semangatnya berapi-api.


“Saudara Shen, kami telah membuat yel yel untuk mendukungmu” teriaknya


“Tidak perlu ketua Mu”


“Itu harus, kita harus memperlihatkan kekuatan perguruan Wuming dalam mendukung wakilnya”


“Tidak perlu ketua Mu”


Shen Long mendesah lalu pergi meninggalkan mereka yang masih berdiskusi tata cara dan aturan untuk menjadi penonton pendukung hari ini.


Di arena pertandingan hari ini, meskipun para petarung lainnya telah banyak yang kalah, namun mereka tetap tidak pergi meninggalkan tempat pertandingan. Mereka menunggu partai puncak dari pertandingan bela diri kerajaan Liu ini.


“Sungguh luar biasa, tahun ini para penonton lebih antusias karena terjadi banyak kejutan dalam pertandingan” Raja Liu bersemangat dan senang.


“Istriku, bagaimana denganmu hari ini?” tanya Raja Liu pada permaisurinya


Permaisuri tidak menjawab pertanyaan Raja Liu, matanya sibuk mencari Shen Long di ruang peserta namun tidak menjumpainya.


“Jangan-jangan Shen Long ini sudah takut duluan, karena merasa tidak kuat jadinya kabur” sindir Pendeta Kerajaan dengan senyum sinisnya.


“Hahaha... aku rasa dia bukan orang seperti itu tetua Xu” sahut Raja Liu.


“Lihat lah, itu dia datang” kali ini permaisuri yang bersorak girang melihat munculnya Shen Long.


Shen Long melihat sekeliling arena dan ke arah semua penonton, dia merasakan aura dan semangat dari para penonton yang sebelumnya tidak pernah dia pedulikan.


Kemudian dia menutup matanya sambil tersenyum menikmati sensasi semangat mereka yang dirasakannya.


“Apa yang dilakukannya? Mengapa tiba-tiba tubuhnya melayang begitu?”


“Apa dia mau pamer sebelum bertanding?”


Mendengar hal ini, Shen Long tiba-tiba membuka matanya, wajahnya merah karena tidak menyangka rasa senang di hati membuatnya melayang di udara. Dia pun turun perlahan dan duduk sambil menutup matanya menunggu pengumuman panitia.

__ADS_1


“Sial, rasa senang pun ternyata harus dikendalikan. Jika tidak hasilnya malah memalukan” gumam Shen Long dalam hatinya.


__ADS_2