Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 222 | Kemunculan Putri Shui


__ADS_3

Kekuatan Alam Abadi memang jauh berbeda dengan alam Surgawi apalagi alam Pendeta di dunia manusia. Perbedaan ini sangatlah jelas terlihat, saat ketua sekte Qian Shan membalas dengan mengerahkan kekuatan Alam Abadinya dan memukul mereka bertiga satu persatu.


Ketiga wanita cantik itu terpental jatuh dengan luka yang cukup parah.


Mata Shen Long berkedut melihat hal itu, dia merasa dirinya tidak berguna sebagai ketua sekte dalam melindungi orang-orangnya.


Ketua sekte Tengkorak Putih tidak menghentikan serangannya, kali ini dia melihat ke arah Dewi Suci yang memiliki tingkat kultivasi tertinggi diantara sekte Pedang Harapan. Dia kemudian bergerak untuk menyerang ke arahnya.


Shen Long yang melihat kejadian itu segera menghadang langkah Ketua sekte Tengkorak Putih yang hendak mendekati Dewi Suci.


BRAKK!


Ketua sekte Tengkorak Putih tidak memberi ampun segera melayangkan pukulan alam Abadinya mengenai tubuh Shen Long.


“Shen Long!” teriak semua orang dari sekte Pedang Harapan ketia melihat ketua mereka terpental oleh pukulan maut dari ketua Qian Shan.


“Hahaha... hanya alam Dewa ingin berlagak di depanku” teriak ketua sekte Qian Shan


Shen Long yang terjatuh di sebelah Dewi Suci segera dibangunkan olehnya. Shen Long merasakan energi alam Abadi dari Qian Shan masuk ke dalam tubuhnya dan bermaksud untuk menghancurkan organ dalamnya.


Sudut mulut Shen Long meneteskan darah segar, namun anehnya tubuhnya tidak terlalu terluka oleh serangan yang jauh berbeda tingkat darinya.


“Apakah energi pertahananku masih tetap ada?” pikir Shen Long


Meskipun Shen Long tidak bisa mengerahkan kekuatan alam Bintang miliknya, namn energi pertahanan tubuhnya masih ada. Kekuatan ketua sekte Qian Shan hanya bisa melukainya ringan.


Mata ketua sekte Tengkorak Putih Qian Shan terkejut melihat Shen Long yang berada di alam Dewa masih bisa berdiri tegak. Dia tidak percaya perbedaan kekuatannya tidak membuatnya terbunuh dalam satu jurus.


“Cih, kali ini aku tidak akan mengampunimu lagi” kata ketua sekte Qian Shan menyembunyikan malunya karena tidak bisa menjatuhkan Shen Long dengan satu jurus tadi.

__ADS_1


Ketua sekte Qian Shan segera menyiapkan kembali jurus mautnya, Jurus Cakar Tengkorak dengan kekuatan Alam Abadi untuk membunuh Shen Long dalam satu serangan. Kemudian dia melombat menyerang ke arah Shen Long.


BUUMM!


Terdengan ledakan ketika Ketua sekte Qian Shan berada satu langkah dari tubuh Shen Long. Tiba-tiba sosok wanita muncul di depan Shen Long dan menghadang serangan Ketua sekte Qian Shan dan mementalkannya.


“Putri Shui” gumam Shen Long ketika mengenali sosok wanita yang datang tersebut.


“Kamu tidak apa-apa kan Shen? Maaf aku terlambat datang” sahut Putri Shui tersenyum padanya.


Mata ketua sekte Qian Shan berkedut melihat datang lagi seorang wanita cantik yang menolong Shen Long. “Siapa kamu? Mengapa kamu membantunya?” tanya ketua sekte Qian Shan.


“Aku adalah istrinya” sahut Putri Shui dengan suara tegas.


Mendengar kata-kata itu, semua wanita yang ada disana merasa rendah diri, karena kehadiran Putri Shui yang lebih cantik dan lebih kuat dari mereka.


“Hahaha... aku tidak percaya manusia lemah sepertinya bisa memiliki istri yang cantik dan kuat sepertimu” kata ketua sekte Qian Shan.


Mata Putri Shui menjadi merah mendengar kata-kata ketua sekte Qian Shan, dia yang tingkat kultivasinya sudah berada di Raga Berlian bintang 2, adalah satu tingkat di atas alam Abadi dunia manusia. Jadi dia bisa dengan mudah mengalahkan Qian Shan.


“Putri, hati-hati” bisik Shen Long padanya.


Putri Shui tersenyum mendengar Shen Long mengkhawatirkan dirinya. Dia lalu bergerak menyerang ke arah ketua sekte Qian Shan. Putri Shui tidak mau membuang banyak waktu melawan ketua sekte Tengkorak Putih. Jadi dia bermaksud untuk mengakhirinya dalam satu jurus.


Melihat tekanan kekuatan Putri Shui yang menyerang ke arahnya, ketua sekte juga mengerahkan seluruh kekuatan alam Abadi miliknya dan siap untuk mengadu tenaga dengan Putri Shui.


Bayangan burung Phoenix api merah besar melayang di udara saat serangan Putri Shui mengarah pada ketua sekte Qian Shan. Ketua sekte Qian Shan juga tidak mau kalah, bayangan jendral tengkorak muncul dari energi tubuhnya bersiap untuk menghadang serangan burung Phoenix api  merah tersebut.


BUUMM!

__ADS_1


Ledakan kembali terdengar saat kedua energi yang kuat berbenturan. Namun tampak burung phoenix api merah melahap bayangan tubuh jendral tengkorak dari ketua sekte Tengkorak Putih.


Ketua sekte Tengkorak Putih Qian Shan menyemburkan darah dari mulutnya dan terluka parah. Tubuhnya jatuh berlutut lemas setelah energi Phoenix api merah menerobos dada dan menembus ke punggungnya.


Dia merasakan sumber energinya juga musnah karena serangan tersebut, dia kini sudah tidak memiliki kultivasi lagi. Seluruh kekuatannya hilang, matanya menatap putus asa tidak percaya dirinya di kalahkan dalam pertarungan ini.


Seluruh murid-murid sekte yang ada disana dan tetua sekte Tengkorak Putih yang terluka merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ketua sekte mereka telah di kalahkan dalam satu jurus oleh seorang wanita dari sekte Pedang Harapan.


Orang-orang dari sekte Pedang Harapan merasa bersyukur dengan kedatangan Putri Shui membantu mereka.


Putri Shui lalu berjalan mendekati Shen Long yang masih berdiri melihat kemenangannya kemudian memeluk tubuh Shen Long.


“Mengapa kamu tidak memberitahukanku jika kamu dalam masalah Shen?” tanya Putri Shui mengkhawatirkannya.


Shen Long melepaskan pelukan Putri Shui yang melihatnya dengan tatapan sedih.


“Putri, aku tidak ingin kamu mendapatkan masalah karena diriku” sahut Shen Long


“Tidak Shen, aku sudah terikat takdir denganmu. Apapun masalahmu adalah juga masalahku. Aku tidak akan membiarkanmu menghadapinya sendiri” kata Putri Shui


Shen Long tidak bisa menjawab apa-apa lagi, dia tidak ingin Putri Shui mendapatkan kutukan langit seperti dirinya karena membantunya.


“Sudahlah Shen, kita bersyukur karena kedatangan Putri Shui berhasil menyelamatkan kita. Sekarang, fokus pada pelatihanmu. Biarkan kami mengurus segala suatunya di sekte Tengkorak Putih ini.” timpal Dewi Suci


Semua para pemimpin sekte Pedang Harapan setuju dengan yang dikatakan oleh Dewi Suci. Shen Long lalu mengganggukan kepalanya dan segera bergegas menuju gua tempat Kolam Pemurnian Roh berada.


Dewi Suci dan yang lainnya segera membereskan sekte Tengkorak Putih yang telah kalah oleh sekte Pedang Harapan. Dan mereka berjaga-jaga di kediaman sekte Tengkorak Putih.


Shen Long yang tiba di depan Kolam Pemurnian Roh, segera terjun ke dalam Kolam dan melakukan meditasi dengan berendam disana.

__ADS_1


Sebuah energi dari dasar kolam mengalir memasuki setiap pori pada kulit Shen Long, dia merasakan sebuah kekuatan memasuki ubuhnya dan hendak membawa keluar rohnya.


__ADS_2