
Naga Langit YingLong yang muncul di atas langit yang gelap tampak mengerikan bagi orang yang melihatnya. Namun hal itu membuat gembira hati Raja Yama. Dia merasa senang akan segera bsia kembali ke Alam Reinkarnasi dengan mengendarainya.
“Yang Mulia, apa yang bisa aku bantu untukmu,” kata Naga Langit YingLong sambil menghormat pada Shen Long.
“YingLong, tolong antar Raja Yama kembali ke Alam Reinkarnasi,” kata Shen Long.
“Baik Yang Mulia,” sahut Naga Langit YingLong
Raja Yama memandang ke arah Shen Long lalu menjulurkan tangan padanya. Shen Long lalu menjabat tangan Raja Yama sambil tersenyum. “Datanglah berkunjung suatu saat nanti,” kata Raja Yama pada Shen Long.
“Hehehe... aku sudah pernah melewatkan masa hidupku pergi ke tempatmu. Aku tidak ingin melakukannya lagi dalam waktu dekat ini,” sahut Shen Long sambil tersenyum padanya.
“Hahaha... Baiklah. Aku akan pergi. Salam untuk Yun Mei dan semuanya. Aku senang bertemu dengan kalian,” kata Raja Yama sambil melompat ke atas punggung Naga Langit YingLong yang menunggunya.
Ketika Raja Yama berada di atas punggung Naga YingLong, Shen Long lalu melambaikan tangannya. Raja Yama kemudian meminta Naga YingLong untuk mengantarkannya pergi kembali ke Alam Reinkarnasi.
“Sampai jumpa lagi Yang Mulia Shen Long,” teriak Raja Yama dari kejauhan yang dibalas dengan senyuman oleh Shen Long yang melihat Naga YingLong yang terbang ke angkasa menembus batas dunia langit menuju Alam Reinkarnasi.
Setelah mengantar Raja Yama kembali ke Alam Reinkarnasi, Naga Langit YingLong kemudian menemui Shen Long untuk kembali ke alam nya di dalam cincin penyimpanan Shen Long.
Malam hampir larut, Shen Long lalu pergi ke dalam kamarnya dimana Yun Mei telah menunggu dengan senyuman di bibirnya. Yun Mei yang sudah tidak sabar segera berlari menyambut Shen Long kemudian memeluk dan menciumnya.
Shen Long pun membalas pelukan dan ciuman dari Yun Mei, mereka larut dalam kehangatan malam itu. Kerinduan yang memenuhi hati Yun Mei selama ini bercampur cemas dan khawatir membuatnya tidak bisa membendung lagi perasaannya saat melihat Shen Long.
Yun Mei meluapkan seluruh emosinya yang terpendam selama ini dan membuat Shen Long kewalahan karenanya. Namun Shen Long adalah manusia terkuat saat ini, hal kecil semacam ini tidak akan menguras seluruh tenaganya meskipun bertarung berkali-kali.
Malam ini membuat Yun Mei dan Shen Long merasa puas berkali-kali. Bagi Shen Long ini merupakan hadiah atas keberhasilannya menyelesaikan masalah besar yang menyangkut kehancuran dan masa depan dunia.
__ADS_1
“Kamu telah menyelamakan dunia Shen. Aku mencintaimu, suamiku.” bisik Yun Mei di telinga Shen Long saat mereka beristirahat sejenak setelah melepas kerinduan mereka berdua.
“Aku juga mencintaimu istriku, Yun Mei,” sahut Shen Long.
Disaat mereka tengah asik bergumul bersama, tiba-tiba terjadi suatu keanehan pada tubuh Shen Long.
Shen Long dan Yun Mei terkejut melihat keanehan itu. “A-Apa yang terjadi?” teriak Shen Long yang terkejut.
“Mengapa Shen? Apa yang terjadi? Mengapa tubuhmu memudar?” pekik Yun Mei ketakutan.
Tubuh Shen Long tiba-tiba memudar, lalu muncul kembali. Dia tidak mengerti tubuhnya seperti akan menghilang dengan memudar berkali-kali namun kembali lagi.
Beberapa fenomena aneh telah dialami oleh Shen Long berkali-kali, namun kejadian ini baru pertama kali terjadi pada dirinya. Dia kebingungan melihat tubuhnya yang perlahan hilang dan muncul kembali.
Shen Long benar-benar tidak mengerti, dia menatap tubuh dan tangannya yang mulai memudar dan terlihat tembus pandang. “Yun Mei, tanyakan pada Pendeta Agung apa yang terjadi padaku,” pesan Shen Long sebelum benar-benar menghilang.
“Shen Long... dimana kamu?” teriak Yun Mei. Air mata mulai bercucuran di wajah Yun Mei yang cantik. Dia segera mengenakan pakaiannya dan berlari mencari seseorang untuk menolongnya.
Pikiran Yun Mei terlalu berat mengingat kejadian itu lalu membuatnya terjatuh pingsan karena tidak bisa menerima kejadian tersebut.
\=========
SESSION 4
\=========
Sementara itu Shen Long yang tanpa busana merasa tubuhnya terbang melayang di alam dimensi yang menariknya. Shen Long tidak mengerti apa yang telah terjadi. Tubuhnya melayang ditarik oleh sesuatu yang sangat kuat membuatnya tidak bisa melawan kekuatan tersebut.
__ADS_1
“Kekuatan ini jauh melebihi kekuatanku. Aku tidak bisa melawannya,” batin Shen Long
Tubuh Shen Long melayang-layang ditempat kosong, dia tidak tahu kemana kekuatan itu akan membawa dirinya pergi. “Kemana kekuatan ini akan membawaku?” batin Shen Long kembali.
Shen Long merasakan dirinya semakin lama semakin jauh dari dunia manusia tempat tinggalnya. Wajah Yun Mei yang tentunya akan bersedih kehilangan dirinya muncul dalam benak Shen Long. Begitu juga wajah Putri Shui dan anaknya Shen Shui. Dia tidak tahu apakah nanti bisa kembali lagi setelah kejadian ini.
Tiba-tiba Shen Long teringat dengan Kaisar Dewa Iblis dalam pikirannya. “Kaisar Dewa Iblis, apa yang telah terjadi?” tanya Shen Long
Kaisar Dewa Iblis yang berada dalam pikiran Shen Long terbangun lalu turut merasakan apa yang terjadi pada Shen Long. “Aku tidak tahu Shen. Ini juga baru pertama kalinya aku mengalami terhisap oleh kekuatan yang besar seperti ini,” sahut Kaisar Dewa Iblis.
Wajah Shen Long terlihat tegang namun tidak ketakutan. Dia hanya tidak percaya hal ini bisa terjadi secara tiba-tiba pada dirinya. Namun dia percaya, pasti ada alasan yang menyebabkan hal itu terjadi padanya.
Kemudian Shen Long hanya mengikuti kemana kekuatan itu akan membawa tubuhnya pergi. “Mungkin aku akan menemukan jawaban di tempat tujuan nanti,” gumam Shen Long dalam hatinya.
Tubuh Shen Long yang melayang di alam kekosongan itu menembus berbagai dimensi ruang dan waktu menuju ke suatu Loka yang ada di belahan lain dunia manusia.
Kemudian Shen Long merasakan tubuhnya telah berhenti bergerak lalu perlahan muncul bayangan di sekitarnya. Sekelilingnya yang sejak tadi kosong kini tampak mulai muncul beberapa bayangan mahluk di sekitar tempatnya berdiri.
Lalu secara perlahan Shen Long telah bisa melihat jelas tempat sekitarnya dari tempatnya berdiri. Shen Long melihat ke lantai tempatnya berdiri yang tergambar oleh semacam formasi pemanggilan dewa.
“Dimana ini? Sepertinya ini adalah formasi pemanggilan dewa,” gumam Shen Long setelah melihat tulisan dan gambar di lantai tempatnya berdiri. Shen Long juga melihat ada beberapa orang berlutut di tempat itu dengan seseorang yang duduk di sebuah kursi seperti singgasana disana.
“Ketua, kita berhasil.” Teriak salah satu orang ditempat itu dalam bahasa mereka.
“Sepertinya perjalanan orang itu sangat jauh sehingga pakaiannya sampai hilang terbawa penarikan ini,” sahut seseorang yang seperti suara wanita melihat tubuh Shen Long yang tanpa busana dengan wajah merah.
Melihat Shen Long yang tanpa busana membuat mata semua orang ditempat itu terbelalak. “Berikan pakaian padanya!” teriak orang yang dipanggil Ketua di tempat itu. Segera seseorang mengambil sebuah pakaian dan melemparkannya ke depan Shen Long.
__ADS_1
Shen Long yang tidak mengerti bahasa mereka melihat pakaian yang dilemparkan dan terkejut menyadari bahwa dirinya berdiri tanpa busana di tempat itu. Dengan wajah merah Shen Long mengambil pakaian itu lalu mengenakannya.