Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 337 | Kemunculan Darkshan


__ADS_3

Melihat para petarungnya yang tersisa hanya empat orang, Darshan merasa tubuhnya menggigil karena menahan amarah yang memuncak. Dia tidak mempedulikan uangnya yang hilang sebesar 100M namun harga dirinya sebagai seorang mogull merasa diinjak oleh seorang manusia biasa.


Wajah ShiMei yang melihat hal itu terlihat sedikit cerah setelah Shen Long berhasil menyingkirkan tiga petarung dalam waktu yang singkat.


Shen Long bisa saja melanjutkan menyerang mogull lainnya, namun dia memberikan waktu bagi mereka untuk berpikir kembali. Namun mereka berempat tidak berpikir untuk menyerah. Shen Long hanya menghela nafasnya kembali. “Aku sudah memberi waktu 3 detik untuk kalian berpikir kembali. Tapi kalian melewatkannya.” kata Shen Long


Keempat orang mogull itu sontak geram dan menyerang Shen Long secara bersamaan. Namun Shen Long masih tenang melihat serangan itu.


Ketika keempat orang itu berada dalam jarak satu langkah dengannya, Shen Long menghilang dari pandangan mereka. Shen Long tiba-tiba telah berada di belakang salah satu petarung tingkat 8 yang membawa pedang.


Petarung mogull tingkat 8 itu terkejut merasakan angin dingin mengalir dari belakang punggungnya. Dia segera menebas pedangnya ke belakang untuk menghalau serangan Shen Long.


Tetapi dia terkejut ternyata itu hanyalah bayangan. Shen Long sendiri telah berada di sampingnya dan dengan kecepatan kilat memukul tangan petarung tingkat 8 itu yang memegang pedang dengan keras.


KRAKK... terdengar suara nyaring tulang yang patah. Tangan petarung tingkat 8 yang memegang pedang itu terlihat terkulai patah oleh pukulan Shen Long. Mogull itu membuka lebar mulutnya meringis kesakitan namun suaranya tidak terdengar, karena Shen Long telah mencengkeram lehernya dengan kencang.


Ketiga petarung mogull lainnya terkejut melihat kejadian itu. Mereka segera menyerang ke arah Shen Long untuk membebaskan temannya itu.


Tetapi Shen Long telah terlebih dahulu memelintir leher petarung tingkat 8 itu hingga kepalanya memutar ke arah belakang dan tewas seketika tanpa mampu berteriak lagi.


Tiga petarung yang tersisa tidak menyangka Shen Long begitu kejam dalam membunuh lawannya. Mata mereka berkedut menyaksikan tubuh petarung tingkat 8 itu terkulai dengan kepala memutar ke belakang dan ambruk ke lantai arena.


Namun mereka bertiga tidak bisa berkata-kata saat Shen Long telah berdiri di depan petarung tingkat 7 yang terkejut dengan jantung berdetak kencang. “Kini giliranmu!” kata Shen Long kemudian.

__ADS_1


“Ti-tidak.” Itu kata terakhir yang terdengar dari mulut petarung tingkat 7 alam bintang itu. Wajahnya pucat dengan tubuh menggigil namun gerakan menggigil rapi itu dihentikan oleh satu pukulan keras Shen Long yang menghantam dada kirinya dan menghancurkan jantung mogull dan membunuhnya seketika.


Dua petarung mogull tingkat 8 dan tingkat 6 yang tersisa kini mundur perlahan melihat kelima teman mereka telah tewas mengenaskan di tangan Shen Long. Namun Shen Long tidak menghentikan serangannya. Dia bergerak cepat ke arah petarung tingkat 8 yang masih tersisa dan mendesaknya mundur.


Tetapi sungguh disayangkan, petarung itu tidak bisa mundur terlalu jauh kembali. Shen Ling telah berdiri di belakangnya dan mencengkeram kedua tulang belikat di punggung mogull itu. Lalu dengan gerakan kuat Shen Long menggeser kedua tulang belikat itu ke arah lengan mogull tersebut.


KRAKK... KRAKK... AAAKKKHHH...


Suara tulang yang bergeser terdengar bercampur teriakan memilukan dari mulut mogull petarung alam bintang tingkat 8 itu.


Shen Long tidak bermain-main dalam menghadapi para mogull yang ingin membunuh dirinya itu. Tindakannya yang kejam membuat mata seluruh orang di tempat itu bergidik. Shen Long kemudian menghantam tulang belakang mogull itu hingga patah dan kemudian membuang tubuhnya keluar arena.


Kini hanya tinggal mogull alam bintang tingkat 6 yang berada di atas arena. Dia sudah tidak lagi mempedulikan harga dirinya lalu berlutut dengan menggigil sambil mengalirkan air dari bawah perutnya.


“A-ampuni aku. Aku menyerah!” teriak mogull itu sambil bersujud pada Shen Long.


Namun tiba-tiba sebuah serangan dahsyat menghantam kepala mogull tingkat 6 yang bersujud itu dan menghancurkannya.


Shen Long menoleh ke arah asal dari serangan itu dan melihat lelaki botak berpakaian pendeta yang sebelumnya bermeditasi di ruangan tunggu peserta itu. Lelaki botak itu juga seorang mogull yang bertubuh kekar namun tidak terlalu besar. Dia berjalan dengan santai menaiki arena dan berdiri di depan Shen Long.


“Seorang dewa tidak boleh bersujud kepada manusia” katanya sambil meludah ke tubuh mogull yang telah dibunuhnya itu.


“Darkshan!”

__ADS_1


Penonton bersorak saat melihat mogull yang bernama Darkshan itu muncul ke atas arena. Darkshan adalah petarung yang tidak menjadi milik siapapun. Dia adalah seorang yang suka bertarung dan bekerja demi uang di tempat Wanshan itu. Namun dia tidak pernah tunduk pada siapapun dan bertarung sesukanya dalam memilih lawan.


Para penonton tidak menduga akan melihat Darkshan akan turun bertarung kali ini. Mereka berteriak mengelu-elukan Darkshan yang terkenal kuat dan menjadi legenda dalam arena pertarungan tersebut.


Shen Long menyipitkan matanya melihat wajah Darkshan itu. “Kamu juga berasal dari ras dewa dunia langit?” tanya Shen Long padanya.


“Benar. Aku juga seorang mogull. Tapi aku menjadi mogull karena keinginanku sendiri, bukan karena dipaksa oleh iblis Alam Neraka.” sahut Darkshan itu


Mendengar kata-kata Darkshan, Shen Long tertegun. “Mengapa kamu mempengaruhi dirimu sendiri?”


“Karena aku bisa menghasilkan uang dengan menjadi mogull. Aku bosan dikejar-kejar dan hidup dalam persembunyian selama ini,” sahut Darkshan kembali.


Darkshan adalah salah satu dewa terkuat di dunia langit Loka 888 ini. Dia sebelumnya bisa bertahan tanpa bisa dipengaruhi oleh para iblis Alam Neraka, bahkan dia telah membunuh beberapa iblis tersebut yang ingin mempengaruhi dirinya.


Namun hidup dalam persembunyian dan miskin membuatnya kehilangan istri dan juga anaknya yang terbunuh oleh para mogull dan mogullian. Hal itu membuatnya bertekad membalaskan dendam pada para pembunuh keluarganya.


Saat dendam memuncak dalam tubuhnya dengan membunuh para mogull dan mogullian yang membunuh keluarganya, Iblis Alam Neraka kemudian mempengaruhi dirinya dan masuk ke dalam pikiran dan hati Darkshan.


Darkshan yang semula ingin mengeluarkan mereka akhirnya menyerah dan membiarkan iblis Alam Neraka mempengaruhi dirinya saat itu. Sehingga Darkshan kemudian bergabung bersama para mogull lainnya dan bisa hidup di dunia ini tanpa harus bersembunyi lagi.


Darkshan kemudian bergabung di tempat arena pertarungan yang dikelola oleh Wanshan dan menjadi petarung khusus miliknya. Namun Wanshan tidak bisa mengatur dan mengendalikan Darkshan. Darkshan hanya memilih sendiri siapa yang akan menjadi lawannya.


Darkshan yang menyukai pertarungan sangat menyenangi bertarung melawan musuh yang kuat. Darahnya mendidih saat menyaksikan seseorang yang kuat dan ingin melawannya.

__ADS_1


Kini Dia telah melihat pertarungan Shen Long melawan para mogull dan ingin bertarung melawan Shen Long.


Wanshan tersenyum melihat hal itu. Dia menyukai uang dan senang setiap Darkshan turun tangan melawan musuh kuat selama ini. Dan Darkshan tidak pernah kalah sekalipun dalam pertarungan di tempat itu.


__ADS_2