Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 123 | Bertemu Fang Yin


__ADS_3

Ketika Shen Long dan Gu Yan diantar oleh pemandu memasuki warung makan tersebut, mata beberapa kelompok orang menatap ke arah mereka. Namun Shen Long sangat pintar bersandiwara. Dia berpura-pura tidak memperhatikan mereka, membuat dunia serasa milik mereka berdua saja.


Namun berbeda dengan Gu Yan, detak jantungnya semakin kencang, hatinya menjadi tak karuan berharap ini bukanlah sandiwara.


“Kamu kenapa sayang? Jangan sampai jantungmu kelelahan berdetak seperti itu. Kamu harus minum obat” goda Shen Long kembali membuat Gu Yan melotot dengan wajah galaknya.


“Apa nanti malam aku pijat saja tubuhmu agar tidak terlalu tegang?” bisik Shen Long kembali menggodanya.


“Suamiku, jangan menggodaku di depan umum” sahutnya malu-malu namun di dalam hatinya berkata beda.


“Kalau bukan ketua, sudah aku bunuh kamu!” gumamnya galak di dalam hati


“Ya, baiklah. Tapi tangannya sudah bisa di lepas kok” kata Shen Long yang membuat Gu Yan segera melepaskan gandengan tangannya.


“Nggh!” Gu Yan menahan emosinya... dia memalingkan wajahnya marah, namun demikian dia juga bisa melirik ke sekeliling mereka.


Di dalam warung yang cukup ramai diisi oleh orang-orang yang berpakaian sama dalam satu meja dengan salah seorang diantaranya berpakaian berbeda yang lebih mewah dari yang lain.


“Sepertinya mereka dari satu perguruan” gumam Shen Long dalam hatinya.


“Mereka adalah para tuan dari keluarga kaya bersama para pengawalnya” kata pemandu mereka.


Kemudian masuk lagi beberapa orang yang datang dan mengisi dua meja, sepertinya mereka dari perguruan lain. Warung makan itu terlihat seperti pertemuan antar perguruan yang sedang makan.


Namun salah satu diantara mereka terlihat berpakaian mewah tampak bersama kelompok tersebut.


“Tuan muda Qian, senang bertemu dengan mu lagi” tiba-tiba seorang berpakaian mewah datang itu menyapa salah satu tamu di dalam warung tersebut.


“Tuan Shang, apakah kamu juga datang untuk pelelangan itu?” tanya tuan Qian yang duduk saat melihat kedatangan orang bernama Shang tersebut.


“Hahaha... jika tuan Qian mengikuti lelang, aku tidak akan mendapatkan apa-apa. Aku hanya akan menonton saja” sahut tuan Shang tersebut.


“Tuan, mereka keluarga kaya selalu mengikuti lelang barang langka yang diadakan oleh kepala kota pesisir laut selatan” kata pemandu mereka menjelaskan pada Shen Long


“Lelang?” tanya Shen Long


“Benar, kepala kota selalu mendapatkan barang langka dan bersama sekte Laut Selatan akan mengadakan pelelangan untuk setiap barang tersebut” sahut pemandu itu.


“Tuan Shang, kamu menghalangi jalan” kemudian suara wanita datang dengan nada ketus


Tiga orang wanita datang ke dalam warung tersebut, wajah cantik yang paling depan mengkerut melihat tuan Shang menghalangi jalan masuk warung.

__ADS_1


“Ah nona Fang Yin, maafkan aku” tuan Shang segera memberikan jalan pada ketiga wanita tersebut sambil menundukkan wajahnya.


“Siapa wanita ini?” bisik Shen Long sambil melihat ke arah wanita yang kelihatan angkuh tersebut.


“Tuan, wanita itu adalah putri dari kepala kota. Namanya nona Fang Yin” sahut pemandu menundukkan kepalanya


“Orang-orang kelihatan begitu menghormatinya” bisik Shen Long


“Benar, karena keluarga kepala kota Fang memiliki sekte Laut Selatan yang berada di belakang mereka” lanjut pemandu itu


“Bisakah kami mengikuti pelelangan itu? Aku ingin membelikan istriku barang berharga untuknya” tanya Shen Long pada pemandu tersebut.


“Bisa. Tapi persyaratan untuk masuk lelang cukup besar. Harus membayar uang masuk sebesar 5 tail emas” sahut pemandu tersebut.


“Baiklah, kamu bisa mengajakku untuk mendaftar sehabis makan” kata Shen Long berikutnya


Di dalam warung, tampak beberapa pelayan begitu sigap menghormati dan melayani nona Fang Yin dan temannya.


“Aku harus mencari cara untuk bertemu secara pribadi dengan kepala kota Fang ini” pikir Shen Long


“Ah, Kalau tahu kepala kota Fang memiliki anak gadis, aku tidak akan menyamar sebagai suami istri. Mendekati anaknya pasti bisa bertemu dengan kepala kota Fang.” gumam Shen Long lagi dalam hatinya.


Setelah selasai makan, pemandu lalu mengajak Shen Long untuk pergi mendaftar ikut dalam pelelangan yang diadakan oleh kepala kota.


“Gu Yan, kamu kembali lah dulu ke penginapan. Aku akan pergi mendaftar pelelangan” kata Shen Long pada Gu Yan


“Baik” sahut Gu Yan yang langsung pergi ke penginapan di sebelah warung makan tersebut.


Ketika tiba di tempat pelelangan, Shen Long melihat banyak sekali yang antri untuk mendaftar di pelelangan tersebut, namun yang antri hanya para pengawal sedangkan tuan mereka duduk dibawah payung yang disediakan untuk menunggu antrian.


“Tuan, aku akan mendaftarkan namamu dalam pelelangan tersebut. Tuan tunggulah ditempat itu” kata pemandu itu sambil menunjuk ke salah satu payung yang tersedia diantara para keluarga kaya lainnya.


“Terima kasih. Ini biaya pendaftarannya.” sahut Shen Long sambil memberikannya 5 tail emas untuk mendaftarkan.


Ketika Shen Long tiba di bawah payung, banyak mata keluarga lain mencibir padanya. Namun dia tidak mempedulikan hal itu, mata Shen Long melihat ke sekelilingnya.


“Hei, kamu bangunlah. Biarkan tuanku duduk disana” tiba-tiba seseorang pengawal membentak Shen Long


Shen Long melihat sekelilingnya, seolah-olah mencari sesuatu lalu balik bertanya “Kamu berbicara denganku?” sahutnya


“Ya. Kamu menyingkirlah! Tuan Yin kami ingin duduk disana” kata pengawal itu kembali.

__ADS_1


“Aku lebih dulu tiba. Kenapa aku harus menyingkir?” tanya Shen Long tenang.


“Kamu berani melawan kami? Kami dari sekte Laut Selatan menjadi pengawal tuan Yin. Siapapun tidak berani membantah perintah kami di kota ini” bentak pengawal itu kembali


“Anak muda, aku ingin duduk di tempatmu karena tempat lain sudah penuh. Jadi menyingkirlah” kata tuan Yin yang berpakaian mewah pada Shen Long dengan wajahnya yang angkuh.


“Aku juga punya hak untuk duduk di tempat ini.” sahut Shen Long tak peduli.


“Kamu berani melawan kami?” hardik pengawal itu kembali hendak menyerang Shen Long.


“Ada apa ini ribut-ribut disini?” tiba-tiba suara wanita terdengar mendekati mereka.


“Nona Fang!” sahut tuan Yin beserta para pengawalnya sambil memberi hormat padanya.


Nona Fang Yin yang datang melihat Shen Long yang tidak perduli akan kedatangannya.


“Apakah kamu orang baru di kota ini?” tanya nona Fang Yin


“Iya. Siapa yang bertanya?” sahut Shen Long berpura-pura tidak mengenalnya.


“Aku Fang Yin, pengelola pelelangan ini” sahutnya dengan angkuh juga.


“Oh, lalu ada apa nona mendatangiku?” kata Shen Long dingin tanpa ekspresi.


Wajah nona Fang Yin menjadi gelap, dia tidak pernah mendapatkan perlakuan dingin seperti itu sepanjang hidupnya di kota pesisir laut selatan ini.


“Karena kamu orang baru, aku memaafkanmu. Tolong berikan tempat duduk itu pada tuan Yin yang lebih tua darimu” kata Fang Yin.


“Bagaimana jika aku menolak?” tanya Shen Long kemudian sambil menoleh dan menatap tajam ke arah Fang Yin.


Jantung Fang Yin hampir copot melihat tatapan Shen Long yang tajam ke arahnya dengan ekspresi angkuh.


“Ka... kamu...”


Belum selesai kalimat Fang Yin tiba-tiba pemandu Shen Long telah datang menengahi.


“Tuan, aku sudah mendaftarkanmu. Mari kita pergi dari sini. Maaf nona Fang Yin” kata pemandu itu sambil menundukkan kepalanya pada Fang Yin.


Mendengar itu, Shen Long lalu berdiri dan pergi mengikuti pemandu tersebut.


“Sialan, siapa orang itu? Pergi cari tahu namanya dalam daftar pelelangan!” perintah Nona Fang Yin pada pengawalnya.

__ADS_1


__ADS_2