
Dengan bimbingan gurunya, Shen Long mencoba kembali mengubah aliran energi di dalam tubuhnya.
Dalam waktu satu jam dia baru berhasil menyesuaikan diri dan mengendalikan aliran energi yang baru di dalam tubuhnya. Sampai akhirnya dia bisa membangkitkan naga Yilong di dalam tubuhnya. Kultivasi Raga Emas bintang 1 dunia langit berhasil dia dapatkan.
“Ber...Berhasil” gumam Shen Long merasa terharu setelah berlatih selama satu jam.
“Bagus. Kini kamu telah berhasil melakukan kultivasi dunia langit” sahut Yan Luo setelah melihat pencapaian Shen Long.
“Selanjutnya bagaimana Guru?” tanya Shen Long
“Untuk membangkitkan naga kedua Erlong seharusnya tidak lebih sulit dari yang pertama. Karena tubuhmu saat ini sudah berubah pada jalur kultivasi dunia langit.” sahut Yan Luo kembali
Yan Luo kemudian menjelaskan titik-titik energi dari pembangkitan jalur naga kedua Erlong dalam tubuh Shen Long. Waktu yang dibutuhkan oleh Shen Long untuk kebangkitan naga kedua lebih cepat dari yang pertama. Dalam 30 menit dia sudah berhasil membangkitkan naga kedua dalam tubuhnya. Raga Emas bintang 2 berhasil.
Begitu selanjutnya kebangkitan naga Sanlong dan Silong dicapai dalam waktu satu setengah jam sehingga Shen Long berhasil mencapai kultivasi Raga Emas tahap bintang 4 puncak.
“Baik. Sekarang agak lebih sulit untuk menerobos ke alam Raga Berlian. Meskipun sebelumnya kamu berada di alam Abadi, namun dalam kultivasi dunia langit akan sedikit berbeda. Tapi aku yakin kamu akan mencapainya” kata Yan Luo
Shen Long kemudian mengikuti petunjuk dari gurunya Yan Luo untuk menerobos Raga Berlian bintang 1. Kapasitas energi tubuhnya cukup untuk melakukan itu, karena dia sebelumnya berada di alam Abadi yang sejajar kekuatannya dengan Raga Berlian bintang 1.
Butuh waktu lebih lama, sekitar 2 jam akhirnya Shen Long bisa membangkitkan naga ke 5 Wulong dan berhasil menerobos Raga Berlian bintang 1.
“Hah...hah... Aku berhasil“ gumam Shen Long.
Shen Long merasa kehabisan nafas. Energi Dewa Naganya terkuras selama perubahan kultivasi tersebut. Namun hasil yang diperoleh cukup sepadan dengan kelelahannya berlatih.
“Guru, selanjutnya bagaimana menerobos untuk menuju Raga Berlian bintang 2” tanya Shen Long.
“Seperti kultivasi biasa dalam dunia manusia, diperlukan energi yang besar untuk membangkitkan naga berikutnya atau menerobos ke tahapan selanjutnya. Jadi kini saatnya kamu untuk berkultivasi menyerap energi” sahut Yan Luo
“Gunakan Mutiara Naga untuk menyerap energi Dewa Nagamu terlebih dahulu hingga maksimal” lanjut Yan Luo.
“Baik Guru” sahut Shen Long
__ADS_1
“Guru, bisakah kita beristirahat dulu? Aku menjadi lapar” tanya Shen Long
“Iya. Aku lupa karena berbentuk roh, aku tidak merasa kelaparan. Kamu pasti merasakan lapar. Carilah makanan lalu lanjut berlatih kembali. Ingat, Pangeran Langit itu berada di alam Raga Berlian bintang 2. Kekuatanmu sekarang masih jauh tertinggal darinya” kata Yan Luo
Kemudian Shen Long berkeliling hutan untuk mencari binatang yang bisa di makan, atau mencari tanaman buah namun tidak menemukan satupun.
“Aneh, kenapa tidak ada seekor binatang atau buah-buahan di dalam hutan ini?” pikir Shen Long.
“Oh iya, aku lupa saat membuat alam ini memikirkan binatang dan buah-buahan di dalamnya. Jadi kamu tidak akan menemukannya. Sebaiknya kamu mencari makan di luar Alam Rahasia Langit ini” sahut Yan Luo dengan santai.
“Apa? Hal sesederhana itu bisa Guru Lupakan?” gumam Shen Long terkejut.
“Aku tidak memikirkan soal makanan saat membuat alam ini. Aku bisa hidup tanpa makanan selama 1 tahun” sahut Yan Luo
“Orang macam apa tidak makan selama setahun masih bisa bertahan” tanya Shen Long.
“Kamu lupa kalau aku ini Dewa. Tanpa makan kita masih bisa bertahan asal menyerap energi dari matahari” sahut Yan Luo
“Sudahlah, aku harus mencari makanan di luar Alam Rahasia Langit ini” gumam Shen Long sambil pergi keluar dari Alam Rahasia Langit.
Di luar gua, Shen Long kemudian memasuki desa terdekat dengan tebing tempat gua tersebut.
Desa itu cukup terpencil dalam area yang tidak terlalu luas di pinggir hutan wilayah timur. Penduduk desa adalah dari klan binatang. Tempat itu bernama desa Kura-Kura, karena tetua kepala desa disana adalah dari ras kura-kura.
Kemudian Shen Long mencari sebuah warung makan yang berada disana. Hanya ada satu warung makan di desa kecil itu. Sepanjang jalan, Shen Long tidak melihat adanya anak kecil disana.
Hampir semua penduduk desa itu berwajah tua berumur diatas 100 tahun. Wajah mereka sudah keriput, namun masih cukup kuat untuk berjalan dan bekerja. Jika di dunia manusia, usia mereka rata-rata berada diatas 50 tahunan.
Shen Long kemudian memesan makanan di warung tersebut, lalu bertanya pada pedagang warung kenapa tidak ada anak-anak disana.
“Tuan baru sekali ini datang ke desa kami ya” sahut pedagang itu.
“Anak-anak dibawah 16 tahun diharuskan menjadi persembahan untuk kedamaian dan kemakmuran desa ini” lanjut pedagang itu.
__ADS_1
“Apa? Ada hal seperti itu di dunia bawah?” pikir Shen Long terkejut mendengarnya
“Persembahan? Persembahan pada siapa?” tanya Shen Long selanjutnya
“Anak muda” tiba-tiba seorang kakek tua dengan tempurung kura-kura di punggungnya menyapa pada Shen Long
“Kepala Desa!” sapa pedagang itu ketika melihat kakek itu datang.
“Anak muda, perkenalkan aku kepala desa disini.” kata kakek kura-kura itu
“Kepala desa, salam kenal dariku Shen Long” sahut Shen Long.
“Shen Long? Nama Kaisar Dunia Bawah yang baru juga Shen Long. Mirip dengan namamu nak” sahut Kepala Desa tidak mengenali wajah Shen Long, namun mengetahui berita bahwa dirinya adalah Kaisar Dunia Bawah yang baru.
“Hehehe... benarkah? Aku hanya pengembara biasa kek” sahut Shen Long menyembunyikan identitasnya.
“Sudah kuduga. Kamu tidak mungkin Kaisar Dunia Bawah. Dengan pakaian lusuh seperti itu pasti bukanlah seorang Kaisar.” sahut kakek kepala desa polos.
“Iya... bener kek” sahut Shen Long sambil tersenyum kecut.
“Bolehkah aku tahu apa yang terjadi di desa ini kek?” tanya Shen Long penasaran
“Baiklah.” sahut kakek kura-kura itu sambil duduk di depan Shen Long
“Sekitar 50 tahun yang lalu, desa ini mengalami kekeringan yang luar biasa. Pepohonan mulai mati dan sumber air mengering. Banyak penduduk yang mulai mati kelaparan.”
“Kaisar Dunia Bawah maupun Raja klan binatang Raja Kerbau tidak menanggapi laporan kami, dikarenakan desa ini adalah desa kecil yang miskin, tidak ada hasil yang menguntungkan dari desa ini.”
“Benar-benar terlalu” pikir Shen Long menjadi kesal.
“Kemudian kami mengadakan pertemuan di desa ini dan memohon kepada langit agar dapat membantu kami” lanjut kakek kura-kura
“Alhasil permohonan kami didengarkan dan kami dikirimkan seorang Dewa yang bernama Dewa Sun Lao. Dewa ini kemudian menyelamatkan kami, namun sebagai gantinya dia meminta 5 orang anak-anak dibawah 16 tahun setiap tahunnya untuk dijadikan pelayannya” sahut kakek kura-kura kembali.
__ADS_1