
“Duduklah!” Guru Agung Semesta itu meminta Shen Long untuk duduk di teras pondok sederhana yang menjadi rumahnya di alam tersebut. Guru Agung Semesta lalu menyiapkan teh untuk dirinya dan juga Shen Long.
Shen Long kemudian berjalan mendekati teras pondok dan duduk di depan lelaki tua Guru Agung Semesta itu. Sementara monster Zhanyu masih tetap berdiri di tempatnya.
“Kenapa kamu tidak pergi?” tanya Guru Agung Semesta pada monster Zhangyu yang dilihatnya masih berdiri disana dengan tatapan mata tajam.
Monster Zhangyu terkejut, dia tidak menduga Guru Agung Semesta yang dikenalnya mudah marah mengusir dirinya dan justru menjamu Shen Long. “Guru, mengapa?” monster Zhangyu tidak mengerti.
“Baiklah, kamu juga telah menghilangkan Permata yang harusnya kamu jaga. Kamu harus menerima hukumannya.” Wajah Guru Agung Semesta mendadak berubah menjadi marah melihat ke arah monster Zhangyu.
“Gu-Guru, maafkan aku-”
AKH...
Monster Zhangyu tidak dapat melanjutkan lagi kata-katanya. Tubuhnya langsung lenyap saat Guru Agung Semesta mengangkat tangan dan mengarah pada monster Zhangyu. Shen Long terbelalak melihat kejadian itu. Dia tidak menduga Guru Agung Semesta dengan mudahnya melenyapkan monster Zhangyu hanya dengan gerakan yang kecil.
“Tenang saja. Aku hanya mengirimnya kembali ke tempat asalnya.” kata Guru Agung Semesta sambil menyesap tehnya.
Shen Long menelan ludahnya mendengar jawaban ringan dari Guru Agung tersebut. Kekuatannya berada jauh diluar imajinasi Shen Long. Kemudian Shen Long mengambil teh yang telah diseduh oleh Guru Agung dan turut menyesapnya.
“Guru-“ Shen Long hendak berbicara namun kata-katanya terhenti karena Guru Agung telah mengangkat tangan untuk menghentikan ucapan Shen Long.
“Kamu tidak perlu mengatakannya. Aku sudah tahu maksud kedatanganmu kemari. Seperti kataku sebelumnya, kamu akan mendapatkan buah Karma itu setelah kamu bisa mengalahkanku,” sahut Guru Agung dengan santainya.
Shen Long tertegun karena maksud kedatangannya telah diketahui oleh Guru Agung. Dia tidak menyangka kekuatan Guru Agung juga bisa membaca pikirannya dengan mudah.
“Aku tahu kamu telah memiliki Tungku Delapan Cahaya. Dan Permata Cahaya Ungu juga berada di tangan orang yang kamu kenal. Sekarang kamu membutuhkan buah Karma untuk memanggil senjata gaib Tombak Cahaya Nirwana.”
“Tapi, tanpa meningkatkan kekuatanmu. Tombak Cahaya Nirwana itu tidak akan banyak berguna.” lanjut Guru Agung.
__ADS_1
Mendengar hal ini, Shen Long terlihat menjadi serius. Dia menatap wajah Guru Agung dengan tatapan tidak mengerti.
“Tombak Gaib Cahaya Nirwana, adalah senjata mistis yang merupakan penyangga dari Loka ini. Yang bisa kamu panggil dan manfaatkan adalah roh dari senjata gaib tersebut. Namun untuk menggunakan roh senjata itu, kekuatan penggunanya menjadi sumber utamanya. Semakin kuat si pengguna maka daya hancur roh senjata gaib itu akan semakin kuat pula.” jelas Guru Agung.
Shen Long menundukkan wajahnya mendengar penjelasan dari Guru Agung. Sebelumnya Raja Yama tidak menjelaskan hal sedetail itu. Namun sepertinya apa yang di katakan oleh Guru Agung itu sangat masuk akal dalam benak Shen Long.
“Guru, mohon petunjuk darimu,” pinta Shen Long sambil memberikan hormat pada Guru Agung.
“Aku sudah tua, dan aku yang kamu lihat ini hanyalah roh. Tubuh asliku sudah musnah ribuan tahun yang lalu. Kamu bisa berlatih bersama peliharaanku di dalam pondok ini. Jika kamu bisa mengalahkan dan menangkapnya, kamu pasti bisa mengalahkanku. Saat itu, kamu bisa kembali dan menguji kekuatanku,” ucap Guru Agung kembali.
“Peliharaan?” Shen Long tertegun mendengar perkataan Guru Agung.
“Benar. Di dalam pondokku ada mahluk dari loka lain yang telah aku pelihara sejak kecil, namanya Libao. Kamu harus bisa menangkap dan mengalahkannya.” sahut Guru Agung kembali.
“Baik Guru.” Shen Long memberi hormat pada petunjuk yang diberikan oleh Guru Agung padanya.
Guru Agung lalu berdiri dan berjalan menuju pintu pondoknya dan membuka pintu tersebut.
Dia menatap kagum pada kekuatan Guru Agung Semesta itu. Dirinya seperti semut di depan kekuatan Guru Agung itu. Kemudian Shen Long berjalan memasuki pintu pondok sederhana itu.
“Ingatlah, jika kamu berhasil. Kamu bisa kembali ke tempat ini dengan mudah,” ucap Guru Agung sambil menutup pintu pondok tersebut.
Ketika pintu itu tertutup, Shen Long sudah berada di dalam alam tersebut dan tidak melihat pintu itu kembali. Dia melihat ke sekelilingnya dan mencari mahluk peliharaan dari Guru Agung itu.
Tiba-tiba sesosok muncul di hadapannya. “Apakah kamu adik seperguruanku yang baru?” tanya sosok itu.
Sosok itu berkepala seekor kucing yang sangat besar namun tubuhnya berwujud manusia. Tubuhnya yang kurus namun terlihat kekar berdiri di depan Shen Long dengan santainya.
Matanya menatap tajam ke arah Shen Long dengan senyuman yang terpancar di wajahnya.
__ADS_1
“Apakah kamu Libao?” Shen Long balik bertanya pada mahluk itu.
“Benar. Aku Libao. Siapa namamu?” tanya Libao kemudian.
“Aku Shen Long,” sahut Shen Long singkat.
Libao lalu berjalan mengelilingi Shen Long sambil mengendus tubuh Shen Long dengan hidungnya. Shen Long merasa sedikit risih diperlakukan seperti itu oleh Libao. Dia hanya bisa menatapnya dengan perasaan bingung.
“Hmm.. ternyata kekuatanmu Alam Bintang tingkat 3.” ucap Libao.
Mendengar hal itu, Shen Long terkejut karena dengan hanya mendengus tubuhnya Libao bisa mengetahui kekuatan dirinya. “Aku tidak tahu seberapa kekuatanku sekarang,” ucap Shen Long.
Libao lalu kembali ke depan Shen Long dan berdiri dengan berkacak pinggang. “Baiklah, kamu bisa mulai menangkapku sekarang,” tantang Libao itu kembali.
Mata Shen Long berkedut mendengar tantangan dari Libao itu. Jarak antara tubuhnya dan Libao hanya sejauh satu langkah. Dalam pikiran Shen Long, dengan jarak seperti itu tentu akan mudah baginya untuk menangkap Libao.
Shen Long menyipitkan matanya, lalu dia bergerak secepat kilat untuk menangkap Libao. Namun anehnya Libao tiba-tiba lenyap dan muncul lagi di belakang Shen Long.
“Hehehe... sangat lambat,” kata Libao.
Wajah Shen Long terlihat merah karena malu. Dia kemudian mengerahkan setengah dari kekuatannya dan kembali hendak menangkap Libao.
Kembali Libao menghilang dan muncul di belakang Shen Long sambil tersenyum merendahkan. “Meskipun kamu menggunakan seluruh kekuatanmu, kamu tidak akan bisa menangkapku. Kamu terlalu meremehkan diriku.” kata Libao.
“Maaf,” sahut Shen Long yang merasa malu karena tidak mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk menangkap Libao. Kali ini Shen Long mengerahkan seluruh kekuatannya. Dia menggunakan kekuatan Iblis Purba di dalam tubuhnya.
Kecepatan Shen Long menjadi berpuluh-puluh kali lipat dari sebelumnya. Dia pun mencoba menangkap Libao berkali-kali namun tetap saja gagal. Kemudian dia menggunakan kekuatan Kaisar Dewa Iblis untuk menangkap Libao dan masih gagal juga.
Entah sudah berapa kali Shen Long berusaha untuk menangkap Libao namun masih tetap gagal juga. Shen Long akhirnya menghentikan upayanya untuk mengatur nafasnya.
__ADS_1
“Ah, kita baru saja pemanasan, tetapi kamu sudah terlihat kelelahan.” sindir Libao membuat wajah Shen Long menjadi gelap.