Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 79 | Xu Huang Vs Dewi Suci


__ADS_3

Sebenarnya, jika Shen Long ingin membuat pertandingan yang seru seperti sebelumnya, dia cukup menahan kekuatannya saja dan mengimbangi pertarungan lalu terakhir membalikkan keadaan.


Namun lawan berikutnya di babak 4 besar sangat kuat, dia tidak boleh bermain-main lagi. Semakin cepat dia menyelesaikan pertandingan ini, maka semakin dia berhemat tenaga untuk pertandingan berikutnya.


Dewi Suci terkejut tidak menyangka Shen Long memiliki kekuatan sedahsyat itu melebihi dirinya, dia berharap tidak bertemu dengannya di pertandingan berikutnya. Sementara Xu Huang dan Jendral Liu sedikit gemetar oleh kedahsyatan kekuatan yang diperlihatkan oleh Shen Long.


Pendeta Kerajaan matanya berkedut dan menggertakkan giginya tidak percaya dirinya harus menyerahkan pil abadi pada permaisuri nantinya. Hanya permaisuri yang terlihat gembira dengan hasil pertandingan tersebut. Dia lalu bertepuk tangan sendiri dan berteriak.


“Bagus Shen Long, kami mendukungmu” teriak permaisuri dengan hati gembira sementara arena masih sepi karena semua mata tidak percaya oleh kemenangan singkat Shen Long.


Suasana arena masih hening, penonton menatap ngeri pada Shen Long.


“Kekuatan yang sangat dahsyat.”


“Apa kita bermimpi?”


“Roh pedang bisa digunakan tanpa pedang?”


Penonton merasa ilmu yang mereka pelajari selama ini tidak berguna, mata mereka terbuka oleh apa yang dilakukan Shen Long.


Shen Long pun berjalan turun dari arena namun penonton masih hening, hanya bisik-bisik yang terdengar.


“Cepat umumkan pemenangnya, jangan diam saja!” perintah permaisuri raja pada panitia pertandingan.


Akhirnya panitia tersadar, lalu mengumumkan Shen Long sebagai pemenang. Barulah penonton gemuruh merasa terbangun dari mimpi mereka.


Kali ini hanya pendukung dari sekte tengkorak putih yang terdiam. Giliran perguruan Wuming yang bersorak dengan kemenangan Shen Long.


Hanya 4 orang tersisa di ruang peserta saat ini, Dewi Suci, Xu Huang, Jendral Liu dan Shen Long. Ketiga orang melihat kedatangan Shen Long seperti melihat hantu, masih tidak percaya kejadian tadi.


Shen Long kemudian mengambil tempat duduk lalu bersandar dengan santai dan menutup matanya.


Pertandingan dihentikan sementara untuk peserta beristirahat. Penonton tetap menunggu dengan sabar, tidak meninggalkan lapangan pertandingan, begitu juga para penonton di tribun.

__ADS_1


Tubuh Qian Wu telah diangkut kemudian arena dibersihkan agar pertandingan selanjutnya bisa segera di mulai.


Undian telah di lakukan, akhirnya diumumkan pertandingan pertama Xu Huang melawan Dewi Suci, kemudian Jendral Liu Xin melawan Shen Long.


Mendengar hasil undian tersebut, Dewi Suci bernafas lega tidak bertemu dengan Shen Long. Kemudian dia mendekati Shen Long yang masih duduk memejamkan matanya.


“Saudara Shen, semoga beruntung” katanya dengan wajah merah.


Shen Long membuka matanya melihat wajah Dewi Suci yang merona merah, kemudian dia kembali menutup matanya.


“Huh...” Dewi Suci menjadi kesal karena tidak dipedulikan oleh Shen Long.


Sebenarnya Shen Long bukannya tidak peduli, tetapi dia sedang berusaha mengingat pertandingan antara Jendral Liu melawan Bingwen sebelumnya. Dia berusaha keras mempelajari jurus dan gerakan Jendral Liu.


Dia tidak berani meremehkan lawan berikutnya, karena kekuatan mereka berada diatas dirinya.


“Tinggal dua langkah lagi. Tunggulah tetua Yang dan Xie Lin, aku akan menyelamatkan kalian” gumam Shen Long dalam hatinya.


Dewi Suci yang tidak dipedulikan oleh Shen Long merasa kesal di tempat duduknya, dia tidak bisa menerima perlakukan seperti itu. Dirinya selalu mendapat penghormatan dari orang lain, tetapi Shen Long tidak memandangnya sebelah mata saat ini.


Setelah cukup beristirahat, pertandingan pertama pun di mulai. Xu Huang berjalan memasuki arena, sementara Dewi Suci yang masih berusaha meredakan marahnya perlahan berjalan melewati Shen Long menuju arena.


“Semoga beruntung Dewi yang harum” kata Shen Long memandang wajah Dewi Suci yang menjadi merah mendengar kata Shen Long.


Dewi Suci pura-pura tidak mendengarnya namun berjalan naik ke arena sambil tersenyum kecil.


Xu Huang tersenyum melihat Dewi Suci yang cantik telah berdiri di hadapannya. Dia lalu membungkukkan badannya menghormatinya.


“Dewi, maafkan jika aku berlebihan nantinya” kata Xu Huang


Dewi Suci yang dingin tidak terlalu mempedulikan basa basi seperti itu, dia segera mengeluarkan Pedang Langit Bumi milik Raja Pedang dari sekte Lembah Suci.


Semua penonton terkejut dengan kemunculan Pedang Langit Bumi yang konon telah hilang sejak kematian Raja Pedang. Xu Huang tidak berani gegabah melawan Dewi Suci, dia pun segera mengeluarkan Pedang Langit Bintang miliknya.

__ADS_1


Kedua pedang level langit itu memancarkan aura yang luar biasa namun masih lebih rendah dari pedang dominator yang melegenda di pertandingan sebelumnya.


“Dewi, apakah lukamu sebelumnya telah sembuh?” tanya Xu Huang mengingatkannya


“Huh, aku baik-baik saja” sahut Dewi Suci mendengus. Meskipun dia sebelumnya terluka dan sudah pulih sedikitnya 98 persen, namun dia merasa bisa melawan Xu Huang dengan jurus pedang sekte Lembah Sucinya.


“Aku dengar Dewi sedang mencari laki-laki yang telah menyamar dan mencuri benda milik Dewi” celoteh Xu Huang untuk memancing emosi Dewi Suci.


“Sialan, apa maksudmu?” tanya Dewi Suci yang terpancing oleh ucapan Xu Huang.


“Tidak ada maksud apa-apa. Apakah Dewi sudah menemukannya? Jika belum, Aku siap membantu mencarinya” sahut Xu Huang kembali dengan senyuman.


“Bukan urusanmu” kata Dewi Suci marah.


“Tidak usah banyak omong, aku akan menyerangmu” lanjut Dewi Suci.


Ketika gong berbunyi, Dewi Suci segera mengerahkan seluruh kekuatannya dengan jurus pedang sekte Lembah Suci yang anggun namun keras.


Bayangan pedang meliuk-liuk menyerang setiap titik kelemahan Xu Huang. Tidak ada cara lain selain menghindarinya, Xu Huang hanya bisa menghindar dan sesekali menangkis dengan pedangnya.


“Ternyata sekte Gunung Abadi cukup pandai menghindar” sindir Dewi Suci sambil tetap menebas dan menusukkan pedangnya.


Sambil melompat, Xu Huang menghindari dan menangkis setiap serangan Dewi Suci. “Hahaha... jurus pedangku memang kalah dari milik Lembah Suci” sahutnya


Sudah berpuluh jurus dilancarkan oleh Dewi Suci, namun satupun tidak ada yang mengenai Xu Huang. Tenaganya mulai terkuras karena mengerahkan kekuatan maksimalnya dalam jurus pedang langit.


“Rupanya Dewi belum menguasai Roh Pedang Langit Bumi miliknya, jadi kekuatannya tidak efektif dalam setiap serangannya” gumam Shen Long


Pendeta Kerajaan tersenyum bangga dengan penampilan muridnya, dia merasa percaya diri muridnya akan memenangkan pertandingan bela diri tahun ini.


“Xu Huang masih memiliki satu kartu lagi yang nanti dikeluarkan dalam final. Pertandingan ini masih belum perlu mengeluarkannya” gumam Pendeta Kerajaan dalam hatinya.


Sudah ratusan jurus dikeluarkan oleh Dewi Suci namun Xu Huang masih belum melawannya. Hal ini membuat Dewi Suci menjadi naik pitam, kemudian dia melompat mundur.

__ADS_1


Kali ini dia ingin mengakhiri pertandingan segera dengan satu serangan. Dia akan mengeluarkan jurus pedang Seribu Phoenix Nirwana. Menghadapi jurus ini, Xu Huang tidak berani bermain-main lagi, dia pun bersiap untuk menahan serangan jurus yang terkenal kejam dari Lembah Suci ini.


__ADS_2