Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 479 | Bertemu kembali dengan Fang Zen


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan teman-temannya di Loka 888, Shen Long mengajak NingYue pergi ke sebuah hutan terpencil untuk mengaktifkan token pintu alam.


Setelah token pintu alam diaktifkan, cahaya warna-warni menerangi sekitar area hutan tersebut. NingYue menatap token bercahaya itu dengan takjub, dia tidak menyangka token itu benar-benar bisa membawa Shen Long pergi antar alam tanpa menggunakan formasi portal.


“Kemana kali ini tuan ingin pergi?” tanya Roh token pintu alam pada Shen Long.


“Bisakah aku pergi bersama orang lain?” tanya Shen Long pada Roh token tersebut.


“Bisa tuan. Tapi kemampuanku saat ini hanya bisa membawa satu orang lagi. Jika tuan ingin membawa lebih, tuan harus menaikkan kemampuanku juga,” sahut Roh token pintu alam.


Shen Long sedikit terkejut mendengar jawaban roh token itu. “Kemampuanmu masih bisa ditingkatkan lagi?”


“Iya tuan. Tuan bisa mencari lima buah batu warna warni sesuai dengan warna segelku. Lalu dengan menggunakan darah tuan dan kekuatan semesta, kemampuanku masih bisa ditingkatkan kembali,” sahut roh token tersebut.


“Aku hanya ingin mengajak satu orang untuk saat ini. Tapi nanti saat aku menemukan batu-batu yang diperlukan, aku akan meningkatkan kemampuanmu,” kata Shen Long kemudian.


“Baik tuan. Kemana tujuanmu saat ini?” tanya roh token pintu api lagi.


“Bawa aku kembali ke dunia manusia Loka 3 bersama nona ini,” sahut Shen Long.


Roh Token Pintu Alam kemudian bergetar dan berputar menghasilkan cahaya warna-warni lalu cahaya itu menyambar ke arah Shen Long dan NingYue dan menariknya masuk ke dalam token.


Kemudian token itu lenyap dari tempat itu menuju ke dunia manusia Loka 3, loka asal Shen Long.


Di loka asalnya, Shen Long kini mendarat di wilayah barat yang misterius. Setelah itu Shen Long pergi ke Gunung Abadi untuk bertemu dengan istrinya Yun Mei dan memperkenalkan NingYue yang dia ajak datang dari Loka 888.


Shen Long lalu membawa NingYue terbang dari daerah barat menuju ke arah Gunung Abadi.


Jantung NingYue berdegup kencang bertemu dengan Yun Mei. Sebenarnya dia merasa enggan untuk bertemu dengan Yun Mei, istri Shen Long. Bagaimanapun sebagai seorang wanita tentu akan memiliki perasaan aneh jika suaminya pulang membawa wanita lain ke rumah mereka.


“Kakak Shen, bisakah kita berhenti sebentar di desa terdekat?”


NingYue yang merasa tidak enak hati meminta Shen Long untuk singgah di sebuah desa terdekat. Shen Long kemudian mengajak NingYue turun di desa terdekat yang berada di kaki Gunung Abadi.

__ADS_1


“Ada apa adik Ning?” Shen Long menatap wajah NingYue yang tampak gugup karenanya.


“Kakak Shen, aku merasa belum siap untuk bertemu dengan istrimu. Bisakah aku tinggal di desa ini sementara waktu untuk mempersiapkan hatiku?” sahut NingYue dengan perasaan gugup.


Shen Long menatap mata NingYue dalam-dalam. Dia merasakan gejolak di hati NingYue yang membuatnya belum siap untuk bertemu dengan Yun Mei. Kemudian Shen Long menghela nafasnya.


“Baiklah. Tinggalah di tempat ini untuk mempersiapkan dirimu. Suatu saat kamu harus siap untuk tinggal bersama kami,” kata Shen Long kemudian.


“Baik kakak Shen. Terima kasih,” NingYue merasa beban dalam pikirannya sedikit berkurang dan merasa lega setelah diperkenankan untuk tinggal di desa itu sementara waktu.


“Mari kita mencari tempat tinggal yang nyaman untukmu,” ajak Shen Long.


Setelah menemukan tempat tinggal yang layak dan nyaman, Shen Long lalu beristirahat di tempat itu bersama NingYue.


“Aku akan berlatih untuk meningkatkan kekuatanku di tempat terpencil ini. Kamu beristirahatlah lebih dulu,” ucap Shen Long dengan lembut.


Kemudian Shen Long pergi mencari sebuah tempat yang terpencil dan nyaman baginya untuk bermeditasi melatih kekuatan spiritualnya.


Dengan petunjuk dari PangYu, Shen Long kemudian melatih kekuatan spiritual dan kultivasinya. Dia memurnikan kekuatannya sendiri lalu mengalirkan ke seluruh tubuhnya sesuai petunjuk PangYu.


“Sepertinya untuk melatih dan meningkatkan kekuatan kesadaran semesta tidak semudah itu. Sebaiknya aku melatihnya dengan tekun agar bisa menjadi lebih kuat dan menghindarkan alam semesta ini dari pemusnahan.”


Meskipun belum berhasil menerobos, Shen Long tetap bersemangat untuk terus berlatih.


Ketika Shen Long tengah bermeditasi di tempat terpencil itu, dia tidak menyadari kedatangan seseorang yang mendekati tempatnya berlatih karena konsentrasinya tengah disibukkan oleh pemahaman dan pelatihannya.


Orang yang datang ke tempat itu adalah Fang Ma, dia tampak terkejut dan mengingat-ingat dimana pernah bertemu dengan Shen Long sebelumnya.


Fang Ma yang datang sendirian tidak berani mengganggu meditasi Shen Long, jadi dia duduk di depan Shen Long sambil terus mengingat-ingat wajah Shen Long tersebut.


“Ah, aku ingat! Dia adalah teman dari Fang Zen,” gumam Fang Ma sendiri dengan tersenyum.


Ketika sudah mengingatnya, Fang Ma menjadi lebih tenang dan menunggu Shen Long menyelesaikan meditasinya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Shen Long membuka matanya dan tertegun melihat Fang Ma yang duduk di depannya.


“Bukannya kamu teman Fang Zen?” Shen Long mengkerutkan keningnya dan bertanya padanya.


“Benar tuan. Tapi kami saat ini telah menikah,” sahut putri LingMei dengan menundukkan kepalanya.


“Wah... aku merasa senang mendengar kalian berdua telah menikah.”


Bagaimanapun Fang Zen adalah nama yang diberikan oleh Fang Ma kepada Zen Luo ketika sedang hilang ingatan. Tetapi saat ingatannya kembali Fang Zen tetap masih mengingatnya.


Shen Long sempat bertemu dengan Fang Zen sebelum dia mengalahkan Dewa Penghancur yang datang ke dunia manusia ini. Saat itu, Fang Zen pergi bersama Fang Ma, itulah terakhir kalinya Shen Long bertemu dengan mereka.


Kali ini Shen Long merasa senang bisa bertemu lagi dengan Fang Ma.


“Dimana Fang Zen?” tanya Shen Long.


“Oh, dia berada di rumah menjaga Fang Yuan,” sahut Fang Ma dengan wajah tersipu malu.


“Fang Yuan?”


Shen Long menyipitkan matanya mendengar nama itu.


“Ah, itu nama anak bayi kami,” Fang Ma menjadi tersipu.


Mendengar nama Fang Yuan membuat Shen Long sedikit merasa nyaman karenanya. Dia memberikan kesempatan pada Zen Luo di kehidupannya yang kedua ini.


Dalam hati Shen Long menganggap Zen Luo telah mati. Dan yang sekarang menjadi suami Fang Ma adalah Fang Zen.


“Ayo tuan, mari mampir ke kediaman kami!” ajak Fang Ma kemudian.


Shen Long menganggukkan kepalanya pada Fang Ma lalu berjalan mengikutinya dari belakang.


Fang Ma mengajak Shen Long ke sebuah rumah terpencil di luar desa tempat NingYue akan tinggal.

__ADS_1


DI dalam rumah yang tertata rapi itu, Shen Long melihat Fang Zen tengah mengayunkan bayi mereka yang bernama Fang Yuan.


__ADS_2