Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 85 | Final, Xu Huang Vs Shen Long


__ADS_3

Sambutan singkat dari Raja Liu yang juga mempersembahkan hadiah yang akan diberikan pada pemenang didalam kotak emas yang berada disampingnya.


Kemudian waktu sudah menunjukkan saatnya pertandingan di mulai. Xu Huang dan Shen Long sudah berjalan menaiki arena dan berdiri berhadapan.


“Aku tidak menyangka akan bertemu dengan saudara Shen di final” kata Xu Huang.


“Sama sepertimu, aku juga tidak menyangka akan bertemu denganmu pada pertandingan puncak ini” sahut Shen Long membalikkan kata-kata Xu Huang.


“Aku mungkin tidak akan berbelas kasih padamu hari ini” lanjut Xu Huang.


“Tidak apa-apa, jangan terlalu sungkan padaku” kata Shen Long sambil tersenyum


“Orang ini kenapa berbeda dari kemarin? Sikapnya hari ini sungguh aneh?” pikir Xu Huang.


Gong pun berbunyi, penonton langsung bersorak gembira menyaksikan pertandingan besar tahun ini.


“Mari kita berikan penonton sedikit hiburan” kata Xu Huang yang langsung tiba-tiba sudah menyerang di depan Shen Long yang masih berdiri tenang.


Pertandingan awal ini mereka saling memperlihatkan kekuatan dan kecepatan masing-masing. Pukulan demi pukulan dilancarkan tanpa satupun mengenai sasarannya.


Baik Shen Long dan Xu Huang sama-sama cepat. Penonton sangat bersemangat menonton adegan kecepatan tingkat tinggi disertai gempuran kuat dari kedua belah pihak.


Mereka bertarung sengit hingga tanpa sadar bertarung sambil melayang di udara. Keduanya tidak terlihat oleh mata secara bersamaan, saat Shen Long memukul, Xu Huang menghilang, begitu juga sebaliknya. Seakan-akan mereka melihat pertarungan diri sendiri melawan bayangannya.


Entah berapa jurus dilakukan dengan saling menghindar dan memukul seperti itu. Kemudian Xu Huang meningkatkan kekuatannya memukul dengan kecepatan dan kekuatan maksimal ke arah Shen Long.


Kali ini Shen Long hanya diam sambil tersenyum, tiba-tiba dia yang tadinya menghindar kini ber inisiatif untuk maju menghadang serangan secara langsung.


“Ini sudah mulai”


“Mereka akan mengadu kekuatan secara langsung”


Ayoo, hajar yang keras. Gunakan kekuatan maksimal kalian”


Penonton tidak sabaran melihat hasil benturan kekuatan langsung mereka setelah ronde pertama mereka saling adu kecepatan menghindar.


BUMMMM!

__ADS_1


Kedua pukulan bertemu, Xu Huang terdorong ke belakang, namun Shen Long masih berdiri di tempatnya.


“Apa? Kenapa kekuatannya begitu besar?” Xu Huang terkejut melihat kekuatan Shen Long


“Kamu tidak perlu kaget. Bukan aku yang kuat, tetapi dirimu yang terlalu lemah” sindir Shen Long.


Penonton terkejut dengan kekuatan Shen Long, termasuk Pendeta Kerajaan.


Pendeta Kerajaan menggertakkan giginya melihat Xu Huang kalah kekuatan pada awal pertandingan ini.


Permaisuri Raja tampak berbunga-bunga melihat hal itu, dia pun tersenyum melihat wajah Pendeta Kerajaan yang panik.


“Hihihi... kamu sungguh membuat kejutan Shen, sungguh menarik” gumam permaisuri kerajaan.


Xu Huang geram melihat hal itu “Kamu jangan merasa bangga dulu, aku tadinya menahan kekuatanku agar tidak mempermalukanmu di awal pertandingan.”


“Bersiaplah, kali ini aku tidak akan berbelas kasih lagi” kata Xu Huang.


Segera dia mencakupkan kedua tangan di depan dadanya mengumpulkan kekuatannya untuk mengeluarkan jurus Tapak Sakti Abadi, lalu menyerang dengan kecepatan dan kekuatan puncak tingkat Pendeta Raja ke arah Shen Long yang masih melayang di udara.


Shen Long belum bergerak, dia hanya tersenyum melihat Xu Huang datang


BUMMMM!


Kembali ledakan yang lebih dahsyat terjadi, arena di bawah mereka pecah oleh serangan Shen Long yang juga menebas ke arah bawah.


Xu Huang kembali terpental ke bawah dengan merasa kebab pada kedua telapak tangannya.


“Sialan, apa yang terjadi? Aku tidak tahu kekuatannya sebesar ini. Apakah dia menyembunyikan sebelumnya?” pikir Xu Huang.


“Kamu terlalu banyak berpikir. Tinggal serang saja” kata Shen Long yang tiba-tiba sudah mengeluarkan jurus Roh Pedang Naga Langit nya ke arah Xu Huang.


Xu Huang bukan petarung pemula, dia dengan sigap menghindari serangan mendadak dari Shen Long. Tubuhnya tidak terluka, namun harga dirinya yang terluka.


Dengan kesal akhirnya Xu Huang mengeluarkan pedang dominatornya. Cahaya pedang yang menyilaukan memancar dari pedang tersebut. Kekuatan spiritualnya luar biasa. Bukan pedang dominator biasa.


Shen Long yang sudah turun ke arena juga mengeluarkan pedang dominatornya, bersiap untuk menghadang langsung.

__ADS_1


“Kali ini aku melawanmu dengan jurus pedang gunung abadi, Roh Cahaya Pedang Abadi”


“Terlalu banyak bicara, tinggal serang saja” teriak Shen Long sambil melancarkan serangannya lebih dulu, membuat Xu Huang terpaksa menangkisnya dengan tergesa-gesa. Xu Huang terlihat terdesak juga, dia menggertakkan giginya tidak percaya bisa didesak oleh Shen Long sedemikian rupa.


Namun Xu Huang bukanlah orang biasa, jurus pedangnya juga bukan abal-abal, dia menarik nafas saat mendapat celah sedetik untuk mengubah pertahanannya menjadi serangan.


Kini, Xu Huang yang melakukan serangan balik pada Shen Long yang menangkisnya dengan mudah dan berseru “Bagus, begitu lebih baik daripada hanya omong kosong”


Penonton terkesima melihat jurus demi jurus pedang dengan suara berdenting di setiap sudut arena saat kedua pedang mereka beradu.


“Luar biasa, ini pertarungan tingkat tinggi”


“Mereka sama-sama master pedang sejati tingkat tinggi”


“Hahaha, bagus sungguh luar biasa” Raja Liu bersemangat melihat pertarungan hari ini.


Berbeda dengan Pendeta Kerajaan, wajahnya menjadi gelap melihat Xu Huang masih juga belum bisa merubuhkan Shen Long.


“Tetua Xu, apakah kamu sudah membawa pil abadi yang kita pertaruhkan jika aku menang? sindir permaisuri raja membuat wajah Pendeta Kerajaan semakin tenggelam.


Di tribun bawah, Dewi Suci yang sudah pulih melihat pertandingan dengan cemas saat melihat Shen Long didesak oleh jurus pedang Xu Huang.


Wajah pendukung Xu Huang menjadi berbinar melihat kini Shen Long terlihat terdesak. Namun bagi mereka yang tahu, sebenarnya Shen Long belm terdesak karena wajahnya masih bisa tersenyum.


Justru wajah Xu Huang yang terlihat jelek, dia makin mempercepat jurus pedangnya menyerang Shen Long. Namun Shen Long masih tenang menerima jurus dari Xu Huang.


Kemudian Shen Long melompat menjauh dari Xu Huang.


“Saudara Xu, kini aku akan memperlihatkan jurusku yang baru. Kamu beruntung menjadi yang pertama menerima jurusku ini” sahut Shen Long


“Apa? Jurus baru? bagaimana dia bisa menciptakan jurus baru dalam semalam?”


“Ini omong kosong kan”


“Sepertinya Shen Long ini banyak omong kosongnya”


Shen Long tidak peduli dengan omongan penonton, dia segera mengangkat tangan kirinya ke atas, “Roh Pedang Pembelah langit” teriaknya sambil mengeluarkan jurus dengan tangan kirinya.

__ADS_1


Bayangan pedang besar muncul dengan energi yang luar biasa, bersiap untuk di kerahkan ke arah Xu Huang.


“Perhatikan baik-baik saudara Xu” kata Shen Long memperingatkan Xu Huang.


__ADS_2