
Ketika Shen Long membuka pintu rumah itu, tidak ada satupun manusia yang terlihat di sana. Namun dia dengan jelas merasakan adanya dua aura manusia di rumah tersebut.
“Apa sebenarnya ini? Aku merasakan aura manusia di dalam rumah ini tetapi rumah ini kosong. Namun barang-barang di dalamnya terlihat seperti ada yang tinggal di sini.” batin Shen Long.
Dia merasa heran dengan keadaan rumah tersebut, aura manusia yang sebelumnya dia rasakan di sana kini menghilang. Shen Long berjalan mengelilingi ruangan dalam rumah tersebut dan memeriksa setiap sudut di dalamnya.
“Benar-benar kosong, tetapi rumah ini seperti ada penghuninya.”
Qiongqi menciumi bau yang ada di sekitar rumah itu namun dia tidak menemukan bau manusia di sana. “Tuan, ini benar-benar aneh. Sebaiknya kita coba rumah yang lainnya.”
Mereka pun pergi meninggalkan rumah itu. Tetapi ketika mereka berada di luar rumah, Shen Long kembali merasakan aura manusia di dalam rumah tersebut. Shen Long menghentikan langkahnya dan tertegun. “Ah, apakah mereka berada di dimensi lain di sekitar rumah ini?” gumamnya.
Shen Long kemudian memeriksa rumah lainnya yang memiliki cahaya yang seperti rumah sebelumnya. Namun rumah-rumah itu sama persis kondisinya. Shen Long merasakan adanya aura manusia saat berada di luar rumah, namun aura itu menghilang saat dia memasuki rumah tersebut.
“Apa sebenarnya kota Longhan ini?” gumam Shen Long dalam hatinya.
Ketika mereka sedang dalam kebingungan, terlihat seorang nenek tua sedang berjalan menuju ke arah mereka dan berjalan dengan menggunakan tongkatnya sambil membawa lampu penerangan untuk menerangi jalannya.
“Tuan, apakah kalian baru pertama kali ke kota ini?” Nenek itu berjalan perlahan mendekati Shen Long dan Qiongqi.
Shen Long memberikan hormat kepada nenek tersebut. “Benar nenek, kami baru pertama kali datang ke kota ini.”
“Baik, mari ikuti aku!” Nenek itu tersenyum pada Shen Long kemudian mengajaknya ke sebuah rumah yang ada di paling ujung kota Longhan. “Silahkan masuk ke rumahku.”
Neneh itu membukakan pintu rumahnya dan mengajak Shen Long dan Qiongqi memasukinya.
“Terima kasih nek.” Sahut Shen Long yang kemudian memasuki rumah nenek tersebut bersama Qiongqi.
Tiba-tiba terjadi hal yang aneh ketika mereka memasuki rumah nenek tersebut. Setelah melewati pintu rumah, Shen Long merasa seperti menuju keluar rumah di alam yang berbeda.
__ADS_1
Shen Long tertegun melihat keadaan sekitarnya yang tidak gelap lagi, namun terang benderang seperti layaknya kota pada siang hari.
“Inilah kota Longhan.” Nenek itu kemudian menaruh lampu ditangannya dan menunjuk ke arah kota yang kini tampak ramai dipadati oleh penduduk kota Longhan.
Kota Longhan tampak persis sama seperti yang dilihat oleh Shen Long pada sisi yang berbeda sebelumnya. “Ini, seperti sisi yang berbeda dari kota sebelumnya.”
Para penduduk kota Longhan mendadak terkejut dan menoleh sejenak ke arah Shen Long dan Qiongqi. Namun setelah itu mereka kembali beraktifitas seperti biasa.
Kota Longhan sendiri seperti sebuah koin yang memiliki dua sisi yang berlainan. Dan penduduk yang dirasakan auranya oleh Shen Long berasal dari sisi ini. “Tuan, aku tetap tidak mencium bau manusia dari tubuh mereka.” bisik Qiongqi pada Shen Long.
Hal ini membuat Shen Long terkejut setelah mendengar perkataan Qiongqi. Nenek tua itu tersenyum, sepertinya dia juga mendengar kata-kata Qiongqi itu.
“Kami adalah bangsa Hsien adalah penduduk asli kota Longhan,” kata nenek tersebut.
“Mari ikuti aku menemui kepala suku kami,” ajak nenek itu sambil berjalan mendahului Shen Long. Nenek itu tidak lagi menggunakan tongkatnya untuk berjalan dan dia berjalan dengan kecepatan yang membuat Shen Long sedikit mengernyit setelah melihatnya.
Shen Long dan Qiongqi berusaha untuk mengikuti nenek tersebut. Dan mereka akhirnya tiba di sebuah rumah yang paling besar di kota tersebut yang di depannya berdiri dua orang pengawal berwajah garang dengan bersenjatakan tombak menatap ke arah Shen Long dan Qiongqi.
“Mereka adalah tamu kota Longhan.” kata nenek tersebut pada para pengawal.
Kemudian pengawal itu tersenyum dan mempersilahkan nenek itu untuk memasuki rumah tersebut bersama Shen Long dan Qiongqi.
“Nenek ini juga sepertinya memiliki pengaruh yang cukup tinggi.” gumam Shen Long dalam hatinya setelah melihat kedua pengawal tidak lagi terlihat garang ketika nenek itu mengucapkan kata-katanya.
Nenek itu berjalan memasuki rumah kepala suku mengantarkan Shen Long dan Qiongqi. Kemudian dia meminta Shen Long dan Qiongqi menunggu di sebuah ruang tamu dan nenek itu masuk ke dalam rumah itu untuk memanggil kepala suku mereka.
Shen Long melihat sekeliling ruangan itu yang tampak sederhana namun dipenuhi oleh hiasan gambar dan kaligrafi pada dindingnya. “Mengapa aku merasa ruangan ini seperti sebuah formasi?” batin Shen Long.
“Selamat datang di kota Longhan!” Tiba-tiba seorang lelaki setengah baya berjalan didampingi oleh dua orang wanita dan nenek tadi memasuki ruang tamu tersebut.
__ADS_1
“Terima kasih tuan Kepala Suku. Maafkan kami yang tersesat ke dalam kota kalian.” sahut Shen Long
“Ah, panggil saja aku dengan KoKhian.” kata lelaki setengah baya itu.
Shen Long memberikan hormat kepadanya. “Namaku Shen Long.” sahutnya.
Mereka kemudian mempersilahkan Shen Long untuk duduk di tempat yang tersedia di ruang tamu itu.
“Perkenalkan ini kedua anak-anakku. NiKhian dan AnKhian. Kalian juga telah bertemu dengan pengurus rumah kami nenek Khian.” Kepala Suku KoKhian memperkenalkan mereka.
“Sejujurnya telah lama tidak ada yang datang bertamu ke kota kami ini dalam beberapa tahun terakhir. Jadi maafkan jika kota kami terkejut melihat kedatangan kalian.” kata KoKhian yang tersenyum pada Shen Long.
“Kami kebetulan berjalan menuju ke arah utara. Kami bermaksud untuk pergi ke Lembah Darah, tetapi kami tidak tahu arah ke tempat tersebut.” kata Shen Long
“Lembah Darah?”
Kepala suku dan orang-orang di tempat itu terlihat kebingungan dengan hal itu. Kemudian mereka tersenyum, “Maafkan kami tuan Shen. Kami tidak pernah pergi keluar dari kota Longhan. Jadi kami benar-benar tidak tahu tempat yang tuan maksud.”
Mereka semua menganggukkan kepalanya melihat ke arah Shen Long dengan senyuman.
Shen Long menghela nafasnya menyadari bahwa penduduk kota Longhan yang merupakan bangsa Hsien memang suku bangsa yang tertutup. Dan mereka tidak pernah pergi keluar dari kota Longhan ini.
“Tuan Shen, tinggallah sementara di kota kami. Kalian bisa melihat-lihat keliling kota ini. Biarkan salah satu anakku akan mengantarkan kalian.” kata KoKhian kemudian.
“Terima kasih tuan KoKhian atas bantuannya.” sahut Shen Long
“Ah tidak masalah, NiKhian akan mengantarkan kalian berkeliling.” lanjut KoKhian kemudian.
NiKhian lalu mengajak Shen Long dan Qiongqi pergi dari rumah itu dan mengantarkannya untuk berkeliling kota Longhan.
__ADS_1