Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 140 | Tiga orang jendral wanita


__ADS_3

Sementara itu Shen Long yang telah tiba di kota Batu Hijau segera mencari informasi tentang keberadaan Serigala Gunung Shan Lang sesuai saran Raja Shui.


Kota Batu Hijau adalah salah satu kota milik klan binatang, dan di kota itu terdapat ras serigala gunung yang meskipun mereka tidak memiliki pemimpin alam raja, tetapi mereka memiliki banyak ras yang berkemampuan setingkat alam jendral.


Shan Lang adalah salah satu dari banyaknya jendral ras serigala gunung. Tidak sulit mencari keberadaan Shan Lang, karena serigala gunung memiliki kebiasaan hidup secara berkelompok.


Akhirnya Shen Long mendapatkan informasi bahwa Shan Lang dan teman-temannya biasa datang di sebuah warung makan di sudut kota Batu Hijau.


“Jendral Shan, ada orang yang mencarimu” teriak pelayan warung tersebut yang biasa dikunjungi oleh Shan Lang.


Shan Lang berjalan perlahan sedikit mabuk mendekati Shen Long yang berdiri di depan warung dengan tersenyum padanya.


“Siapa kamu? Ada apa mencariku?” tanya Shan Lang pada Shen Long.


“Aku Shen Long, ingin meminta bantuan padamu Jendral Shan” sahut Shen Long


“Mengapa aku harus membantumu?” tanya Shan Lang dingin


Shen Long segera menyerahkan giok merah pemberian Raja Shui Ni pada Shan Lang. Shan Lang mengambil giok tersebut, lalu matanya terbelalak.


“Ikuti aku, kita bicara di tempat lain” ajak Shan Lang menuju sebuah tempat di belakang warung yang jauh dari orang-orang yang berlalu lalang.


Jendral Shan Lang segera mencuci mukanya di sebuah sumber air di tempat tersebut, lalu duduk di sebuah batu.


“Katakan padaku, apa hubunganmu dengan Raja Shui Ni? Bagaimana kamu bisa mendapatkan giok miliknya ini?” tanya Jendral Shan Lang


“Aku berteman dengannya. Dia sendiri yang memberikannya padaku dan mengatakan bahwa kamu pasti akan membantuku setelah melihat giok ini” sahut Shen Long sejujurnya.


“Apakah dia masih hidup?” tanya Jendral Shan Lang.


“Iya. Dia masih hidup dan penuh semangat” sahut Shen Long


“Hahaha... benar, orang itu selalu bersemangat seperti dulu” tawa Jendral Shan mengingat masa lalunya berteman dengan Raja Shui Ni


“Sepertinya antara Jendral Shan dan Raja Shui Ni memiliki hubungan yang istimewa sejak lama” gumam Shen Long dalam hatinya.


“Baiklah. Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?” tanya Jendral Shan Lang yang kemudian berdiri mendekati Shen Long

__ADS_1


“Aku ingin meminta bantuan Jendral Shan untuk menemukan seseorang” sahut Shen Long.


“Siapa orang yang ingin kamu temukan itu?” tanya jendral Shan Lang


“Seorang teman wanita yang berasal dari dunia langit bernama Putri Shui” sahut Shen Long


“Orang dari dunia langit?” Jendral Shan mengkerutkan keningnya mendengar hal itu.


“Baiklah, aku akan membantumu mencarinya. Temui aku di tempat tadi dalam dua hari kedepan” lanjut Jendral Shan sambil berlalu pergi meninggalkan Shen Long.


Setelah melihat kepergian Jendral Shan Lang, Shen Long kemudian mencari tempat beristirahat di kota Batu Hijau.


Ketika malam tiba, Shen Long merasakan ada dua hawa siluman berada di sekitar kamarnya. Dia kemudian berjalan ke luar kamarnya untuk mencari keberadaan siluman tersebut.


Shen Long lalu berhenti di sebuah tempat sepi di luar kota Batu Hijau, dia merasakan hawa siluman begitu kuat disana.


“Keluarlah” teriak Shen Long


“Ternyata kamu memang cukup istimewa, pantesan Raja Gui Ni bersikeras memerintahkan kami untuk menangkapmu” kata seorang siluman yang muncul di depan Shen Long bersama seorang temannya.


“Hahaha... benar. Apakah kamu takut sekarang?” tanya siluman tersebut.


“Takut? Heh, kamu suruh Gui Ni itu untuk datang menemuiku sendiri. Tidak perlu mengirimkan beberapa sampah padaku” kata Shen Long hendak pergi meninggalkan kedua siluman itu.


“Kurang ajar! kamu meremehkan kami” teriak siluman tersebut lalu menyerang bersama-sama ke arah Shen Long


“Kalian hanya dua orang jendral sampah di mataku” sahut Shen Long yang kemudian mengerahkan energi pada telapak tangannya lalu memukul salah satu kepala siluman itu hingga hancur.


Jendral siluman satunya berhenti melakukan serangan, matanya terbelalak melihat Shen Long yang dengan mudah membunuh temannya. Dia pun menggigil ketakutan melihat tatapan Shen Long.


Segera dia berbalik hendak pergi meninggalkan tempat itu, namun Shen Long telah menghadang di depannya.


“Apa aku menyuruhmu pergi?” kata Shen Long dingin membuat jantung siluman itu seperti berhenti berdetak.


“A..Apa yang akan kamu lakukan?” tanya jendral siluman itu


“Membersihkan sampah” sahut Shen Long dengan santai memukul kepala siluman itu hingga hancur.

__ADS_1


Kedua siluman utusan Raja Siluman Tengkorak mati mengenaskan di tangan Shen Long.


“Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti Raja Gui Ni. Kamu beruntung aku belum menagihnya saat ini” gumam Shen Long dalam hatinya


Kemudian Shen Long kembali ke penginapannya, namun tidak langsung menuju kamarnya. Tetapi dia pergi ke warung makan di dalam penginapan tersebut dan memesan makanan.


Tak lama setelah makanan Shen Long datang, tiba-tiba muncul tiga orang menggunakan kerudung datang memesan makanan dan kamar di penginapan tersebut.


Ketiga orang itu waspada melihat ke sekeliling warung tersebut, lalu matanya melihat ke arah Shen Long yang sedang asik menikmati makanannya.


Wajah ketiga orang itu tertutup kerudung yang hanya memperlihatkan kedua mata mereka. Salah seorang diantara mereka mendatangi Shen Long yang masih asik menikmati makanannya.


“Hei kamu, Apakah kamu tahu dimana letak kota Batu Mulia?” tanya orang tersebut


Shen Long menoleh ke arah orang itu lalu menggelengkan kepalanya, kemudian meneruskan menikmati makanannya.


Orang itu merasa tidak puas dengan cara Shen Long menjawab pertanyaannya, lalu dia menggebrak meja makan Shen Long.


“Apa kamu bisu? Mengapa tidak berbicara?” teriak orang itu membuat Shen Long menghentikan makannya.


“Aku sedang makan. Tidak sopan berbicara dengan mulutku yang penuh makanan” sahut Shen Long santai


“Kamu benar-benar tidak tahu dimana kota Batu Mulia?” tanya orang itu kembali.


“Aku sama sepertimu baru datang ke tempat ini. Sebaiknya kamu bertanya pada pemilik warung makan ini” sahut Shen Long mengabaikan orang itu kembali


Orang itu pun pergi meninggalkan Shen Long dengan tidak puas, lalu menuju ke pemilik warung dan bertanya hal yang sama.


Setelah itu dia kembali ke meja teman-temannya dan menceritakan hal tadi. Ketiga orang itu kemudian melihat ke arah Shen Long bersamaan lalu berbisik-bisik.


“Ah, hanya tiga orang jendral wanita. Aku tidak perlu memikirkannya” gumam Shen Long dalam hatinya.


Setelah menyelesaikan makanannya, Shen Long pun pergi ke kamarnya. Dan ternyata ketiga orang itu pun mengikutinya menuju kamar di sebelah kamar Shen Long.


Ketika Shen Long berada di dalam kamar, ada rasa penasaran dalam dirinya untuk mencari tahu tentang ketiga wanita tersebut. Kemudian dia menggunakan formasi dewa untuk mendengarkan percakapan ketiga orang itu dari kamarnya.


“Ah... Ah..” Wajah Shen Long menjadi merah mendengar suara aneh dari kamar sebelahnya dimana ketiga wanita itu berada.

__ADS_1


__ADS_2