Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 306 | Tombak Gaib Cahaya Nirwana


__ADS_3

Tanpa mempedulikan wajahnya yang bengkak, ketua sekte Bao Jin menyerang ke arah Zen Luo karena harga dirinya merasa diinjak-injak oleh Zen Luo. Dia meraung menyerang Zen Luo dengan kekuatan maksimal miliknya. Jurus yang dikeluarkan oleh Bao Jin terlihat ganas. Namun serangannya tidak bisa mengenai secuil pun dari tubuh Zen Luo.


Zen Luo hanya bergerak menghindari serangan ketua sekte Bao Jin dengan gerakan yang sederhana namun terlihat sangat ringan. Wajah ketua sekte Bao Jin semakin gelap melihat serangannya hanya mengenai tempat kosong.


Ketua sekte Bao Jin kemudian mengeluarkan goloknya untuk menyerang Zen Luo. Serangan ketua sekte Bao Jin sangat ganas, namun itu tidak berarti apa-apa bagi Zen Luo.


Setelah merasa cukup bermain-main, Zen Luo lalu menjepit golok ditangan ketua sekte Bao Jin dengan dua jari tangan kanannya. Kemudian dia memutar tangannya dan....


PRANNGG...


Golok di tangan ketua sekte Bao Jin patah menjadi dua bagian. Mata ketua sekte Bao Jin melotot karenanya. “I-ini golok pusaka. Hanya dipatahkan dengan jari olehnya.” batin Bao Jin terkejut bukan kepalang.


Dia melempar golok yang sudah tidak berguna itu lalu dengan geram menyerang Zen Luo kembali. “Ayo pemandu Yin dan Yang, kita keroyok dia!,” teriak ketua sekte Bao Jin.


Mendengar perintah dari pimpinannya, pemandu makam Yin dan Yang tidak bisa berdiam diri. Mereka lalu turut menyerang Zen Luo bersama-sama. Zen Luo tidak terlihat terkejut sedikitpun oleh serangan mereka.


BUGH... BUGH... BUGH...


Zen Luo kemudian bergerak cepat dan memukul mereka bertiga bersamaan dalam hitungan detik. Ketiga ketua sekte Bao Jin bersama pemandu makam Yin dan Yang terlempar oleh pukulan Zen Luo. Mereka memuntahkan darah segar sambil memegang dada mereka.


“Sudahlah. Aku bisa saja membunuh kalian semua, tetapi aku memerlukan kalian. Aku mengambil alih ketua sekte Penjaga Makam ini. Apa ada yang ingin membantah?” kata Zen Luo melihat sekelilingnya.


Tidak ada yang berani membantah kata-kata Zen Luo. Ketua sekte Bao Jin menyadari perbedaan kekuatannya sangat jauh dengan Zen Luo. Dia kemudian menundukkan tubuh dan kepalanya. “Terima kasih atas pengampunan ketua sekte,” sahutnya.


“Kami telah melihat ketua sekte yang baru,” teriak semua orang di tempat itu hampir bersamaan.

__ADS_1


“Bagus. Mari kita pergi ke aula sekte untuk berbicara bisnis.” ajak Zen Luo sambil menyeringai.


Zen Luo kemudian pergi menuju aula sekte Penjaga Makam diikuti oleh Fang Ma dan seluruh anggota sekte. Fang Ma tidak mengerti maksud Zen Luo yang ingin menjadi ketua sekte Penjaga Makam. Namun dia mengetahui sifat Zen Luo, jadi dia hanya berdiam dan mengikutinya.


*****


Sementara Zen Luo yang telah menjadi ketua sekte Penjaga Makam, di Alam Neraka Dewa Penghancur menikmati kedatangannya di Alam Neraka Loka ini. Dia mengatur ulang para bawahan di Alam Neraka lalu menikmati duduk di singgasana Kaisar Dewa Iblis dengan santai.


Kemudian tampak pelayan setianya Lang Chu yang datang menghadap padanya. “Yang Mulia, hamba tidak menemukan sama sekali jejak dari Kaisar Dewa Iblis dari Loka ini. Keberadaannya seperti telah menghilang di Loka ini.” lapor pelayan Lang Chu.


“Hah... bagaimana bisa? Apakah dia telah dikalahkan oleh seseorang? Lalu bagaimana dengan manusia yang kita temui di alam neraka ini?” tanya Dewa Penghancur kembali.


“Hamba telah mencari informasi tentang manusia itu. Dia bernama Shen Long, dia merupakan mantan ketua dari sekte Pedang Harapan. Dia tinggal di puncak Gunung Abadi, tempat kediaman sekte Pedang Harapan pusat.” sahut pelayang Lang Chu kembali.


“Hmm... hanya seorang manusia yang pernah menjadi ketua sekte. Bagaimana dia bisa menerobos ke Alam Neraka ini? Huh... sepertinya penjaga gerbang Alam Neraka ini harus dihukum karena tidak becus dalam pekerjaannya,” geram Dewa Penghancur.


Dewa Penghancur lalu memerintahkan pelayan Lang Chu untuk mendisiplinkan para penjaga gerbang Alam Neraka dan menggantinya dengan yang lebih cakap dan kuat dalam pekerjaannya.


“Aku tidak ingin ada manusia lagi yang berhasil menerobos ke Alam Neraka ini. Ini bukan tempat mereka bermain-main,” gumam Dewa Penghancur dalam hati.


Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang dianggapnya tidak sesuai, Dewa Penghancur mengubah Alam Neraka sesuai kehendaknya. Dia membuat beberapa tempat yang lebih kejam untuk penyiksaan roh. Lalu membuat beberapa tempat untuknya bersantai menikmati penyiksaan di Alam Neraka itu.


“Sebaiknya aku pergi melihat dunia luar selain Alam Neraka ini. Apakah layak untuk dihuni atau harus aku hancurkan juga,” batin Dewa Penghancur setelah dia selesai mengatur di Alam Neraka.


Berbeda dengan Alam Neraka yang sibuk dibenahi oleh Dewa Penghancur, Shen Long tidak terlalu memikirkan sekte Pedang Harapannya. Pikirannya tertuju pada konsentrasi pelatihan tubuhnya serta segel kekuatan yang masih tersisa yang belum terbuka.

__ADS_1


Segel kekuatan yang masih tersisa saat ini adalah 62 segel di tubuhnya, Shen Long tetap bersabar hingga Kaisar Dewa Iblis bisa menyelesaikan semua segel di tubuhnya lalu segera memurnikan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya. Setelah itu dia akan pergi menuju dunia langit untuk pergi ke alam maya menemui Kaisar Dewa Cahaya.


“Aku harus bersiap untuk segala kemungkinan yang bisa terjadi. Aku tidak bisa mengandalkan bantuan dari Kaisar Dewa Cahaya jika seandainya dia tidak mau membantu.” Shen Long membatin.


Sebenarnya kekuatan tubuh Shen Long sudah mencapai puncaknya, dia merasa tubuhnya masih kekurangan tenaga. Dia kemudian kembali untuk berbincang lagi dengan Raja Yama di taman belakang kediaman sekte Pedang Harapan.


“Kediamanmu ini sungguh luar biasa Shen, aku lihat perkembangan murid-murid sekte dalam pelatihannya juga bagus,” kata Raja Yama.


“Raja Yama, selain peningkatan kultivasi, apakah masih ada sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk melawan Dewa Penghancur? Seperti senjata atau suatu ilmu lainnya.” tanya Shen Long.


Raja Yama berpikir sejenak mendengar pertanyaan dari Shen Long.


“Hmm... pada masa purba lalu terdapat 2 senjata yang aku dengar paling kuat di seluruh Loka ini. Konon senjata itu adalah buatan dari para dewa alam maya yang lebih kuat dari Kaisar Dewa Cahaya dan Kaisar Dewa Iblis.” sahut Raja Yama.


“Yang pertama adalah Cermin Yin dan Yang, yang kemudian dihancurkan oleh Kaisar Dewa Cahaya dan Kaisar Dewa Iblis menjadi dua bagian. Dan senjata yang kedua adalah sebuah Tombak Gaib Cahaya Nirwana” lanjut Raja Yama


“Tombak Gaib Cahaya Nirwana?” Shen Long mengulanginya sambil termenung


“Benar. Konon tombak itu merupakan penyangga di setiap Loka di seluruh semesta ini. Masing-masing tombak menjadi penyangga di tiap Loka, termasuk di Loka kita ini. Kita tidak bisa mengambil tombak penyangga tersebut, namun kekuatannya dapat diambil untuk dipergunakan sebagai senjata. Itulah makanya disebut dengan Tombak Gaib.” sahut Raja Yama.


Shen Long termangu mendengar penjelasan dari Raja Yama. “Dimana kita bisa mendapatkan kekuatan itu?” tanya Shen Long.


“Dari beberapa informasi yang pernah menggunakan tombak itu adalah manusia pertama. Dia berhasil membangkitkan kekuatan tombak gaib itu dengan menggunakan 3 benda mistis, yaitu Tungku Delapan Cahaya, Buah Karma dan Permata Cahaya Ungu,” sahut Raja Yama.


“Aku pernah mendapatkan Tungku Delapan Cahaya dan memberikannya pada tetua Xie dari sekte Pelepas Arwah. Namun aku tidak tahu dua hal lainnya itu,” kata Shen Long selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2