Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 323 | Peleburan Tombak Gaib Cahaya Nirwana


__ADS_3

Shen Long dan Zen Luo melihat ke arah datangnya suara dari langit itu. Tampak pelayan Lang Chu melayang di udara melihat ke arah kediaman sekte Penjaga Makam. Dia datang bersama beberapa jendral iblis dari Alam Neraka.


“Siapa kamu?” Shen Long bertanya kepada pelayan Lang Chu.


Pelayan Lang Chu turun dari langit mendekati kediaman sekte Penjaga Makam dan berdiri tak jauh dari Shen Long dan Zen Luo. “Aku seorang pelayan dari Dewa Penghancur.” sahutnya dengan nada angkuh.


“Cih, hanya seorang pelayan saja sudah sombong,” geram Zen Luo sambil mencibir.


Pelayan Lang Chu tidak mempedulikan kata-kata Zen Luo, matanya lebih menatap tajam kepada Shen Long. Dia bisa merasakan kekuatan Zen Luo yang berada satu tingkat dibawahnya tetapi dia tidak bisa merasakan kekuatan Shen Long. Hal ini membuatnya sedikit mengernyit menatap Shen Long.


Hal itu dikarenakan Shen Long menyembunyikan kekuatannya dari pelayan Lang Chu, agar seolah-olah dia tidak memiliki basis kultivasi. Namun pelayan Lang Chu bukan orang yang bodoh. Seorang yang bisa menjadi Kaisar Langit tidak mungkin tanpa kekuatan. Untuk itu pelayan Lang Chu mengerahkan kekuatannya dengan maksud memberi tekanan kepada Shen Long untuk menguji kekuatannya.


Pelayan Lang Chu perlahan memberikan tekanan kekuatan Alam Bintang tingkat 1 untuk menguji kekuatan Shen Long. Namun Shen Long terlihat tidak terpengaruh olehnya. Hal ini membuat alis pelayan Lang Chu berkedut memikirkan hal itu. “Apakah kekuatannya seimbang dengan diriku yang berada di tingkat 2?” batin pelayan Lang Chu.


Kemudian dia meningkatkan kekuatannya ke tingkat maksimal miliknya di Alam Bintang tingkat 2 untuk menekan Shen Long. Namun yang terjadi adalah Shen Long berjalan mendekatinya perlahan dan membuat tubuh pelayan Lang Chu menggigil ketakutan.


“Ke-kekuatan manusia ini berada di atas kekuatanku,” tubuh pelayan Lang Chu bergetar saat Shen Long memegang pundaknya. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya akibat tekanan balik dari kekuatan Shen Long yang lebih kuat darinya.


“Katakan pada tuanmu, kembalilah ke Loka asal kalian. Jangan membuat gaduh di Loka kami. Maka dia akan masih tetap bernafas,” pesan Shen Long pada pelayan Lang Chu sambil menepuk-nepuk pundaknya.


Setelah itu Shen Long melepaskan tekanan kekuatannya hingga membuat pelayan Lang Chu terhuyung-huyung dan hampir terjatuh. Wajahnya menjadi hitam karena merasa malu dan juga geram oleh kekuatan Shen Long yang lebih tinggi darinya.

__ADS_1


“Kamu berani mengancam Yang Mulia Dewa Penghancur? Apa kamu masih ingin kepalamu berada di tempatnya?” ancam pelayan Lang Chu kembali.


Shen Long menatap tajam ke arah pelayan Lang Chu. “Kamu masih belum pergi. Apa kamu ingin dikuburkan disini?” Wajah Shen Long berubah menjadi kesal karena kata-kata pelayan Lang Chu.


Mendengar hal itu,pelayan Lang Chu tanpa sadar mundur dan segera lenyap dari pandangan Shen Long. Dia segera terbang kembali menuju ke Alam Neraka untuk menyampaikan pesan kepada Dewa Penghancur.


Setelah kepergian pelayan Lang Chu, Shen Long segera memerintahkan pada anggota sekte Penjaga Makam dan keluarga mereka untuk pergi mengungsi karena kemungkinan besar Dewa Penghancur akan segera tiba di tempat itu begitu menerima laporan dari pelayannya itu.


Anggota sekte Penjaga Makam tidak lagi menunggu perintah berikutnya, mereka segera pergi melarikan diri bersama keluarga mereka meninggalkan kediaman sekte Penjaga Makam.


Kali ini sekte Penjaga Makam benar-benar sepi kembali. Hanya Shen Long yang masih berada disana bersama Zen Luo dan Fang Ma. Zen Luo telah memerintahkan Fang Ma untuk pergi namun dia tidak mendengarkannya.


Fang Ma ingin tinggal bersama Zen Luo menghadapi apapun yang akan terjadi bersamanya. Zen Luo tidak bisa berkata-kata apa lagi setelah mendengar jawaban Fang Ma yang keras kepala.


“Ya. Aku akan menunggumu meningkatkan kekuatan untuk melawanku,” sahut Shen Long sambil melihat Zen Luo yang pergi bersama Fang Ma.


Setelah semua orang pergi, Shen Long segera mengeluarkan ketiga benda mistis dari cincin penyimpanannya. Lalu dia mengerahkan puncak kekuatannya di Alam Bintang tingkat akhir yaitu tingkat ke 9.


Tubuh Shen Long kembali memancarkan cahaya dan asap hitam menyelimuti tubuhnya. Shen Long kemudian menggunakan kekuatannya untuk melebur ketiga, Permata Cahaya Ungu, Buah Karama dan Tungku Delapan Cahaya.


Sekitar 30 menit ketiga benda itu menyatu lalu membentuk sebuah tombak bercahaya warna biru muda. Shen Long memegang Tombak Gaib Cahaya Nirwana itu lalu mencoba menggunakannya. Wujud tombak gaib itu bukan berupa benda padat, namun hanya berbentuk energi cahaya tombak. Itulah sebabnya senjata itu disebut dengan senjata gaib.

__ADS_1


Setelah itu Shen Long mencoba untuk menggunakan senjata tombak gaib tersebut. Karena berupa bentuk energi yang bercahaya, Tombak Gaib Cahaya Nirwana bisa digerakkan dengan pikiran Shen Long.


Shen Long bergerak secepat kilat untuk menyesuaikan kekuatan dan pikirannya untuk mengendalikan senjata pusaka gaib itu. Setelah 20 menit berlatih menggunakan senjata tombak gaib itu, Shen Long kemudian menancapkan tombaknya di tanah.


Senjata Tombak Gaib Cahaya Nirwana dikendalikan dengan menggunakan kekuatan pikiran penggunanya. Semakin kuat kekuatan pikiran pengguna, maka daya hancur tombak gaib itu akan semakin besar.


Shen Long menatap ke arah barat tepatnya ke arah Gerbang Neraka dan menunggu kedatangan Dewa Penghancur. “Apakah dia akan segera datang?” gumam Shen Long.


*****


Di Alam Neraka, wajah Dewa Penghancur tampak gelap mendengar laporan dari pelayan Lang Chu mengenai kata-kata Shen Long yang mengusirnya untuk pergi dari Loka ini. Dewa Penghancur menjadi marah besar oleh laporan tersebut.


“Manusia ini terlalu sombong sehingga berani menginjak kepalaku seperti itu. Aku akan memberinya pelajaran.” Dewa Penghancur menggertakkan giginya. Dia segera bangkit dan memerintahkan pelayan Lang Chu untuk mengantarnya ke lokasi tempat Shen Long berada.


“Yang Mulia, kekuatan manusia itu tidak sederhana. Sebaiknya Yang Mulia berhati-hati,” pelayan Lang Chu memperingati Dewa Penghancur.


Mata Dewa Penghancur yang merah menatap tajam ke arah pelayan Lang Chu sambil mendengus. “Dia hanya seorang manusia, mana mungkin melebihi kekuatan dewa utama sepertiku?” cibir Dewa Penghancur dengan angkuh.


Pelayan Lang Chu menundukkan kepalanya memberi hormat pada Dewa Penghancur. Memang selama dia mengabdi padanya, tidak ada dewa di Loka asal mereka yang mampu melawan kekuatan Dewa Penghancur, apalagi seorang manusia.


Dewa Penghancur lalu segera pergi meninggalkan Alam Neraka dan pergi ke kediaman sekte Penjaga Makam dengan diantarkan oleh pelayan Lang Chu. Perjalanan dari Gerbang Neraka menuju kediaman sekte Penjaga Makam tidaklah terlalu jauh. Kedua tempat itu masih berada di dalam wilayah daerah barat yang misterius.

__ADS_1


Dalam 30 menit mereka telah melihat kediaman sekte Penjaga Makam dari kejauhan.


__ADS_2