
Fang Ma duduk bersama Fang Zen di depan tabib Chen. “Ada perlu apa datang kemari menemuiku?” tanya tabib Chen pada mereka.
“Tabib Chen, temanku ini Fang Zen mengalami hilang ingatan. Apakah tabib Chen bisa mengobatinya?” tanya Fang Ma secara langsung.
Tabib Chen menyipitkan matanya menatap pada Fang Zen, lalu dia mengelus jenggot panjangnya dengan tangan kanannya kemudian menaruh buku yang dia pegang ditangan kirinya ke meja. “Berikan aku tanganmu untuk diperiksa” sahutnya pelan
Fang Zen mengulurkan tangannya, lalu tabib Chen memeriksa nadi ditangan Fang Zen. Tabib Chen lalu mengerahkan kekuatan penyembuhannya yang hangat untuk memeriksa keadaan Fang Zen, terutama bagian kepalanya.
Tabib Chen tertegun merasakan kekuatan dari Fang Zen dan juga tentang ingatannya itu. “Nak, ingatanmu telah tersegel oleh kekuatan yang sangat kuat,” sahut tabib Chen menghentikan dirinya untuk memeriksa.
“Tabib Chen, apakah ingatannya bisa disembuhkan?” tanya Fang Ma.
“Segel ini bisa dilepas oleh kekuatan yang lebih besar dari kekuatan yang menyegelnya, sayangnya kekuatanku tidak cukup untuk itu,” sahut tabib Chen.
Fang Zen dan Fang Ma tertegun mendengar kata-kata tabib Chen. Mereka mempercayainya tertutama Fang Zen. Karena dia telah berulangkali menggunakan kekuatannya untuk mengingat tentang masa lalunya, namun dia sama sekali tidak mampu karena ingatan masa lalunya seperti dilindungi oleh sesuatu.
“Tabib, apakah ada saran darimu untuk hal ini?” tanya Fang Ma.
“Saat ini, aku mendengar ada dua kekuatan yang sangat besar berada di wilayah kerajaan barat dan di kekaisaran tengah. Mereka disebut dengan dewa kuno. Mungkin kalian bisa bertemu dan meminta bantuan dari mereka. Sungguh sayang kekuatanku tidak cukup untuk menyembuhkan ingatan yang tersegel itu.”
Tabib Chen menundukkan kepalanya dengan wajah sedih.
“Terima kasih atas bantuan dan informasinya tabib Chen” sahut Fang Ma yang kemudian memberi hormat dan pergi dari tempat itu bersama Fang Zen.
“Nona Fang, sepertinya ingatanku ini sengaja tersegel oleh seseorang untuk menutupi sesuatu.” kata Fang Zen dengan wajah murung.
Fang Ma memandang wajah Fang Zen itu, dia merasa iba melihatnya. “Kakak Fang, sebaiknya kita mencoba untuk bertemu dengan dewa kuno itu.” sahut Fang Ma kemudian.
“Lalu, kemana menurutmu kita pergi?” tanya Fang Zen kemudian
__ADS_1
“Kita akan kesulitan untuk bertemu dengan kekaisaran, jadi sebaiknya kita mencoba menemui dewa kuno di kerajaan barat.” sahut Fang Ma setelah memikirkan beberapa kemungkinan.
Fang Ma kemudian mengajak Fang Zen menyeberang menuju ke wilayah kerajaan barat.
*****
Sementara Shen Long yang telah tiba di ibukota kekaisaran melihat wajah Yun Mei terlihat kelelahan. Kemudian Yun Mei mengajak Shen Long dan yang lainnya untuk beristirahat di sebuah kedai yang ada di dekat pintu gerbang kekaisaran.
“Kakak Shen, benarkah yang dimakamkan di kediaman sekte Pedang Harapan itu adalah istri-istrimu?” tanya Yun Mei dengan wajah merah.
Shen Long tersenyum padanya. “Benar, mereka berempat adalah istri-istriku, termasuk dirimu.” Shen Long melihat wajah Yun Mei menjadi merah dan tersipu oleh kata-katanya itu.
“Shan Lang, He Ti, Che Ti, ceritakanlah tentang Kekaisaran Naga saat ini,” tanya Shen Long.
“Tuan, setelah kepergianmu. Kekaisaran Naga dilanjutkan oleh Permaisuri Qin yang kemudian dilanjutkan pada anaknya Shen Qin, setelah itu Shen Qin mewariskan pada anaknya Shen Jing. Shen Jing menjabat sebagai Kaisar tercepat karena jatuh sakit kemudian digantikan oleh sepupunya yang berasal dari keturunan jendral Liu yang namanya Liu Kai. Liu Kai kemudian meneruskannya pada anaknya yang bernama Liu Shang hingga saat ini.”
“Benar, Liu Shang saat ini memerintah dibantu oleh dewa kuno Liang Ti sebagai penasehat kekaisaran. Tetapi aku tidak tahu apa rencana dan tujuan mereka berada di kekaisaran ini” imbuh He Ti kemudian.
“Ah, kita tidak mungkin langsung pergi ke istana kekaisaran lalu menuduh penasehat kekaisaran dan membunuhnya kan?” kata Shen Long
Shan Lang mengernyitkan dahinya mendengar rencana Shen Long, meskipun mereka memiliki kekuatan untuk menghancurkan sebuah kekaisaran, namun dia harus bertindak hati-hati sebagai pemimpin agar tidak merugikan rakyat banyak oleh peperangan mereka ini.
“He Ti, kirimkan surat pada penasehat kekaisaran untuk bertemu dengannya di luar kota Kekaisaran itu. Katakan padanya dalam surat itu bahwa aku tahu rencananya.” kata Shen Long pada dewa He Ti.
“Baik Yang Mulia,” sahut He Ti lalu pergi meninggalkan tempat itu
“Shan Lang, aku mengutusmu untuk bertemu dengan para klan dunia bawah yang masih berada dalam pelarian di dunia manusia ini. Ajaklah mereka pergi ke kekaisaran ini”
“Baik Yang Mulia,” sahut Shan Lang dengan wajah bersemangat.
__ADS_1
*****
Sementara itu di dunia langit, Pendeta Agung Shang Yu sedang bertemu dengan Putri Shui. “Putri, aku mendengar bahwa sekte Pedang Harapan telah berhasil diselamatkan dan kembali seperti sebelumnya,” kata Pendeta Agung padanya.
“Apa yang terjadi dengan dewa kuno Bai Ti?” tanya Putri Shui
“Dewa kuno Bai Ti telah terbunuh. Hal ini mirip dengan dewa kuno Jia Ti yang juga terbunuh oleh seseorang,” kata Pendeta Agung.
Putri Shui merenung mendengar perkataan dari Pendeta Agung. “Siapapun yang bisa mengalahkan mereka, tentu memiliki kekuatan yang sangat tinggi. Tetap suruh para dewa untuk mengintai dewa kuno lainnya di dunia manusia,” perintah Putri Shui.
“Baik Putri,” sahut Pendeta Agung
“Ohya, dimana anakku Shen Shui?” tanya Putri Shui pada Pendeta Agung.
“Shen Shui sedang bermain ke tempat kakeknya Putri,” sahut Pendeta Agung sambil tersenyum.
Putri Shui sejak kepergian Shen Long menetap di dunia langit bersama anaknya. Dia tidak pernah lagi turun ke dunia manusia namun masih memantau kejadian di dunia manusia sebagai tugas para dewa dunia langit.
Anaknya Shen Shui saat itu berusia 13 tahun di dunia langit atau sekitar 130 tahun dunia manusia. Shen Shui juga dibesarkan oleh kakek dan nenek yang merupakan ayah dan ibu angkat dari Shen Long di dunia langit, Zhong Quan dan Yuan Wei.
Mereka para dewa dunia langit sangat menyayangi Shen Shui. Karena bakatnya, Shen Shui juga telah menembus tahap alam berlian dunia langit di usianya yang ke 13 tahun. Bakatnya melebihi dari bakat ayahnya Shen Long.
“Ibu!” Teriak Shen Shui saat Putri Shui datang menemuinya di kediaman dewa Zhong Quan bersama istrinya.
Putri Shui langsung memeluk anak semata wayangnya itu. Melihat anaknya Shen Shui, membuat rasa rindunya pada Shen Long menjadi terobati.
“Ayah, Ibu, salam dari Putri,” sapa Putri Shui pada kedua dewa orang tua angkat Shen Long itu.
Zhong Quan dan istrinya Yuan Wei tersenyum pada Putri Shui. “Putri, apakah retakan di langit sudah diselesaikan?” tanya Zhong Quan padanya.
__ADS_1
Putri Shui duduk di depan kedua dewa tersebut sambil menuangkan teh untuk mereka. “Ayah, retakan itu sudah diperbaiki namun para dewa kuno itu sudah datang di dunia manusia” sahut Putri Shui.
“Ah, entah apa yang mereka rencanakan pada dunia manusia ini” gumam Yuan Wei