
Qin Liu terlambat menyadari kekuatan Shen Long yang sebenarnya. Seharusnya dengan pengerahan kekuatan Shen Long sebelumnya dia sudah bisa memastikan hal ini. Tapi dia masih menanggap dirinya lebih kuat dari Shen Long dan menyerangnya.
“Kenapa? Apakah sekarang kamu merasa takut dan ingin lari?” Shen Long menatap tajam mata Qin Liu.
Mata Qin Liu melihat sekelilingnya yang dipenuhi oleh murid-murid sekte yang dibawanya tergeletak mengerang kesakitan. Bahkan dua tetua sekte sedang bermeditasi untuk memulihkan aliran energi mereka.
Kesombongan Qin Liu telah hilang berganti ketakutan dalam dirinya. “Mungkin hanya Shu Zan yang bisa menandinginya,” gumam Qin Liu.
Shu Zan adalah murid berbakat yang dimiliki sekte Matahari Suci. Di usia muda dia telah berhasil menembus alam keheningan semesta dan setara dengan kekuatan Qin Liu. Kini dia sedang berlatih untuk meningkatkan kekuatannya menuju alam Kesadaran Semesta.
Qin Liu yang merasa tidak bisa menandingi kekuatan Shen Long pun berlutut memohon pengampunan Shen Long. “Ampuni aku yang tidak menyadari tingginya langit. Anggap saja yang aku katakan tadi seperti kentut dan biarkan berlalu,” kata Qin Liu yang merangkak menuju Shen Long.
Semua orang yang masih tersadar di tempat itu terbelalak melihat ketua sekte mereka, Qin Liu yang juga pemimpin kota Qinji berlutut pada Shen Long. Seorang pemimpin kadang kala harus bisa menunduk untuk berkembang.
Hal itu jika pemimpin tersebut masih muda dan akan berkembang, tapi di usia yang sudah setengah baya seperti Qin Liu hal itu benar-benar memalukan. Apalagi sebagai pejabat pemerintah di kota Qinji yang membawahi ribuan prajurit kota. Ini benar-benar tidak bisa diterima oleh logika orang awam.
“Kamu benar-benar memalukan!” kata Shen Long kemudian.
Bagi Qin Liu, hal memalukan itu hanyalah wajah tetapi nyawa jauh lebih penting. Dia bahkan bisa mengorbankan apa saja untuk menjaga nyawanya agar tetap hidup. Dengan hidup, dia masih bisa melakukan apa saja bahkan membalas hal memalukan itu.
“Aku mohon nyawa anjingku ini bisa kamu ampuni tuan. Aku akan memberikan apapun padamu,” sahut Qin Liu kemudian.
“Apapun?”
Shen Long tertegun mendengarnya, ternyata ayah dan anak benar-benar kental memiliki sifat yang sama.
“Baiklah, aku hanya meminta biaya atas pelajaran yang aku berikan hari ini. Dan itu benar-benar menguras banyak tenagaku,” sahut Shen Long.
__ADS_1
Qin Liu memahami apa maksud Shen Long, dia kemudian menyerahkan dua cincin penyimpanan miliknya kepada Shen Long.
Shen Long yang menerima dan memeriksa kedua cincin itu kemudian menggelengkan kepalanya. “Ini tidak cukup. Dua hari lagi aku akan datang ke kota Qinji untuk menagih sisanya,” lanjut Shen Long.
Mata Qin Liu berkedut mendengar kata-kata Shen Long, namun di dalam hatinya merasa gembira dengan hal itu. “Kamu bermaksud untuk mati datang ke sarang harimau,” pikirnya.
“Ba-Baiklah. Aku akan memberikan sisanya nanti. Aku benar-benar tidak membawa banyak harta saat keluar,” sahut Qin Liu berpura-pura gugup. Dia memikirkan bagaimana untuk menjebak Shen Long saat datang ke kota Qinji nantinya.
Shen Long bukan orang bodoh, dia juga bukannya tidak tahu akan hal itu. Tapi dia tetap tersenyum melihat sikap Qin Liu yang berubah. “Aku akan menantikan jebakan apa yang akan kamu persiapkan untukku. Sekte Matahari Suci harus musnah sebelum aku pergi dari Loka 999 ini,” pikir Shen Long.
Awalnya Shen Long tidak bermaksud untuk mengejar sekte Matahari Suci, tetapi melihat ayah dan anak yang bersifat sama seperti ini, membuat Shen Long menjadi muak dengan mereka.
Kejadian orang-orang sekte Matahari Suci yang mengejar seorang wanita di warung makan masih teringat jelas dalam ingatan Shen Long. Dan dia telah banyak mendengar tindakan semena-mena sekte Matahari Suci ini saat pergi mencari segel warna ke beberapa tempat.
“Pergilah! Aku akan kembali untuk menyantap hidangan yang telah disiapkan oleh istriku,” usir Shen Long.
“Bersihkan tempat ini sebelum kalian pergi!” perintah Shen Long pada mereka.
“Baik!”
Setelah menguburkan orang-orang yang telah mati di tempat itu. Mereka pun pergi dengan membawa yang masih terluka untuk kembali ke kota Qinji.
Qin Liu dipenuhi dendam dalam hatinya. Bersama anak, dua tetua dan orang-orang sekte Matahari Suci yang masih hidup, mereka pergi meninggalkan tempat itu.
“Kekalahanku hari ini akan aku tagih dua hari lagi saat kedatanganmu ke kota Qinji,” geram Qin Liu dalam hatinya .
Sementara itu WeiTuo dan dua adik seperguruannya yang terluka tidak tahu harus berbuat apa. Mereka mengambil jasad gurunya dan pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah sedih karena tidak mampu membalaskan dendam guru mereka.
__ADS_1
Melihat semua orang telah pergi dan tempat itu kembali bersih, Shen Long kemudian kembali ke kediaman sekte Wushan menemui NingYue yang telah menyiapkan makanan untuk mereka.
“Ah, kenapa agak lama tuan Shen. Makanan ini hampir dingin,” kata NingYue ketika melihat kedatangan Shen Long.
“NingYue, jangan panggil aku tuan lagi. Panggil saja namaku,” sahut Shen Long
“Baik, kakak Shen,” kata NingYue kemudian.
Mereka pun menyantap makanan yang telah disiapkan oleh NingYue. Hari ini mereka tidak jadi berjalan-jalan.
“Sebentar lagi kita pergi ke ibukota Liam, kemudian hari berikutnya kita bisa pergi ke kota Qinji,” kata Shen Long kemudian untuk membuat NingYue merasa senang agar tidak bosan selama di loka ini.
“Baiklah.”
Wajah NingYue terlihat senang setelah mendengar kata-kata Shen Long. Kemudian Shen Long juga memberikannya satu cincin penyimpanan dari Qin Liu yang berisi banyak uang dan emas di dalamnya.
“Cincin ini untukmu. Aku mendapatkannya dari biaya pelajaran hari ini,” lanjut Shen Long.
NingYue gembira ketika melihat isi cincin penyimpanan itu yang penuh oleh uang dan emas. Dia tersenyum membayangkan seandainya itu cincin pernikahan yang diberikan oleh Shen Long untuknya.
“Sudah berapa hari sejak kedatangan kita ke Loka ini?” tanya Shen Long pada NingYue.
“Hingga hari ini sudah 16 hari, tapi kita bisa saja kembali sebelum waktu sebulan itu berakhir jika memang diperlukan,” sahut NingYue.
“Kita nikmati dulu liburan di Loka ini. Lagipula Loka 888 dalam kondisi stabil dan damai sementara ini,” kata Shen Long.
“Baik. Aku mengikutimu saja kak Shen,” sahut NingYue lagi.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makan, mereka pun berencana untuk langsung pergi malam ini ke ibukota kerajaan Liam.