Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 496 | Pulau dengan kekuatan spiritual berlimpah


__ADS_3

Lelaki tua itu kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati pintu samping rumah itu.


“Ikutlah denganku nak!” ajak lelaki tua itu.


Shen Long turut bangkit dari kursinya dan berjalan mengikuti FeiHung di sampingnya. FeiHung mengajak Shen Long menuju ke tempat tertinggi di pulau itu yang bisa memandang pulau itu secara utuh sekelilingnya.


“Pulau Feixing ini tidak selalu terlihat oleh orang lain. Hanya pada saat tertentu pulau ini mengambang di langit dengan keempat rantainya tertarik oleh medan magnet dari empat gunung yang memiliki tekanan yang sangat kuat.”


“Pulau ini hanya muncul selama sepuluh hari. Dan setelah itu pulau ini akan kembali turun di tengah-tengah keempat gunung itu dan tidak terlihat lagi.”


Shen Long melihat ke arah tengah-tengah dari keempat gunung yang tampak gelap gulita. “Apa sebenarnya berada di tengah-tengah gunung yang gelap itu?” pikir Shen Long.


FeiHung tersenyum melihat wajah Shen Long yang tampak serius mendengarkannya sambil berpikir.


“Tetua, mengapa cahaya di pulau ini tetap seperti sore hari? Apa yang terjadi?” tanya Shen Long


“Waktu terhenti di pulau ini ketika dia terbang dan keempat rantai telah terpaut di keempat gunung tersebut. Dan biasanya pulau berada di posisi ini pada saat sore hari,” lanjut FeiHung.


Shen Long menganggukkan kepalanya mendengar hal itu. Dia melihat hal ini seperti keajaiban yang belum pernah dilihatnya sebelumnya di dunia manusia.


“Jika dunia manusia memiliki keajaiban seperti ini. Bagaimana dengan dunia langit?” batin Shen Long.


Kemudian Shen Long menatap ke arah langit yang tampak gelap tanpa terlihat bintang di angkasa.


“Apakah kamu bertanya-tanya soal dunia langit?” FeiHung menebak pikiran Shen Long.


“Benar. Aku memikirkan keajaiban apa yang ada di dunia langit dan dunia bawah di loka ini,” sahut Shen Long.


“Hahaha... dunia langit di loka ini sudah tidak ada, demikian juga dengan dunia bawah,” sahut FeiHung sambil tertawa.


Mendengar hal itu membuat Shen Long terkejut, dia tidak menyangka bahwa di dunia manusia yang terlihat penuh keajaiban dan kemewahan ini tidak terdapat dunia langit dan dunia bawah.

__ADS_1


“Apa yang telah terjadi tetua?” tanya Shen Long.


“Aku mendengarkan cerita guruku. Bahwa pada jaman dulu telah terjadi peperangan ketiga dunia ini dan mengakibatkan dunia bawah telah hancur demikian juga dengan dunia langit. Manusia memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari bangsa langit dan penghuni dunia bawah,” jelas FeiHung.


“Keempat gunung itu muncul karena kehancuran dunia bawah, dan pulau ini adalah satu-satunya reruntuhan langit yang masih tersisa,” lanjut FeiHung.


Shen Long tertegun mendengar penjelasan FeiHung. Dia tidak menyangka manusia di dunia manusia loka ini memiliki kekuatan yang bahkan menghancurkan dunia langit dan dunia bawah.


“Apakah tetua adalah seseorang dari bangsa dewa dunia langit?” tanya Shen Long.


“Hahaha... jika di loka lain, mungkin kalian menyebutnya demikian. Tapi di loka ini, tidak ada manusia yang percaya dengan adanya dewa bahkan mahluk penghuni dunia bawah. Hanya manusia tertentu yang memiliki spiritual tinggi yang mempercayai hal itu,” sahut FeiHung sambil tertawa.


Mendengar kata-kata FeiHung membuat Shen Long menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka di loka yang terlihat maju dan mewah ini tidak mengenal lagi sebutan dewa, apalagi bangsa siluman, asura, iblis dan lain sebagainya.


“Apa yang terjadi dengan dewa cahaya dan dewa kegelapan di loka ini?” pikir Shen Long.


Hal itu membuat Shen Long semakin penasaran untuk menemui dewa kegelapan dan dewa cahaya di loka ini.


“Sejujurnya, aku sendiri tidak mengetahui tentang hal itu. Meskipun aku berasal dari keturunan bangsa dewa, tetapi aku belum pernah sekalipun bertemu dengan mereka,” sahut FeiHung dengan wajah sedih.


Shen Long menghela nafasnya mendengar hal itu. Rasa penasarannya menjadi semakin besar untuk mengetahui apa yang telah terjadi di loka ini.


Pulau Feixing merupakan bagian yang tersisa dari daratan dunia langit, sehingga pulau itu selalu melayang terbang di langit. Namun rantai yang terjuntai membuatnya tertambat di gunung yang muncul dari kehancuran dunia bawah dan menahannya untuk terbang tinggi.


“Setelah sepuluh hari di langit, apa yang terjadi selanjutnya pada pulau ini dan tetua?” tanya Shen Long.


“Ketika hari kesembilan, guru sejak dulu telah mengajakku pergi dari pulau ini sebelum pulau ini turun kembali ke tengah-tengah lubang hitam itu,” sahut FeiHung.


“Jadi tetua tidak tahu apa yang terjadi dengan pulau ini setelah sepuluh hari?” tanya Shen Long.


Tetua FeiHung menganggukkan kepalanya dan kini mulai berpikir penasaran. Dia mengingat sejak dulu gurunya hanya menyuruhnya pergi dari kediaman itu dan menunggu pulau ini muncul kembali.

__ADS_1


“Ah iya, guru pernah sekali bercerita padaku. Pulau ini ditarik oleh kekuatan kegelapan untuk menutup lubang kegelapan yang akan segera muncul setelah hari ke sepuluh,” lanjutnya.


“Kekuatan kegelapan?”


Shen Long mengkerutkan dahinya mendengar hal itu. Dia memikirkan apa sebenarnya yang terjadi di dalam lubang gelap itu.


“Apakah hal ini ada hubungannya dengan dewa kegelapan?” gumamnya dalam hati.


“Setelah pulau ini menghilang, aku kembali ke kediamanku di pinggiran kota untuk menetap seperti orang lainnya,” sahut FeiHung.


“Apa yang membuatmu datang ke pulau ini setiap dia muncul kembali?” tanya Shen Long.


“Pertama karena kenangan ingatan masa lalu bersama guru. Kedua, karena hawa spiritual di pulau ini sangat berlimpah, sehingga aku menyukai berada di tempat ini,” sahut FeiHung.


Shen Long sejak awal sudah mengetahui bahwa pulau ini memiliki kekuatan spiritual yang besar. Dan dia pun ingin untuk berlatih di pulau ini agar bisa meningkatkan kekuatannya.


“Tetua, bolehkah aku turut berlatih di pulau ini?” tanya Shen Long pada FeiHung.


“Hahaha... tentu saja boleh. Ini baru pertama kalinya aku mengajak manusia tinggal dan berlatih di pulau ini,” sahut tetua FeiHung.


Shen Long merasa senang setelah mendapatkan ijin dari tetua FeiHung untuk berlatih di pulau melayang Feixing itu. Diapun membungkukkan badannya memberi hormat pada FeiHung. “Terima kasih tetua,” sahutnya.


“Sudahlah. Jangan terlalu sungkan. Mari kita manfaatkan sisa waktu sembilan hari ini untuk berlatih,” kata tetua FeiHung kemudian.


Menurut penjelasan tetua FeiHung, waktu di pulau itu terhenti dalam keadaan sore hari. Hal ini membuat Shen Long merasa khawatir dengan waktu di luar pulau tersebut.


“Tetua, jika waktu di pulau ini terhenti. Apa yang terjadi di luar pulau ini?” tanya Shen Long.


“Ah, kamu akan kembali pada saat kamu masuk ke pulau ini. Kamu tidak kehilangan satu detikpun sejak kamu menginjakkan kaki di pulau ini,” sahut FeiHung.


Mendengar hal itu Shen Long merasa senang karena tidak akan mengalami kesulitan untuk mengikuti seleksi yang akan segera di mulai.

__ADS_1


__ADS_2