Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 50 | Jangan memanggilku kakek


__ADS_3

Shen Long tidak senang dengan sikap dan kata-kata Xie Mo lalu menantangnya.


“Bagaimana jika kita bertaruh, apakah kamu berani?” tanya Shen Long pada Xie Mo.


“Hahaha.. apa yang akan kamu pertaruhkan?” tanya Xie Mo.


“Jika aku kalah, aku akan bersedia untuk dihukum apapun olehmu. Kepala kota Chen berada disini sebagai saksinya” kata Shen Long.


Kepala kota Chen menganggukan kepalanya dan menunggu jawaban dari Xie Mo.


Xie Mo menggertakkan giginya menimbang taruhan ini, namun karena ditantang secara langsung dia merasa harga dirinya dipertaruhkan juga.


“Baiklah, aku menyetujuinya.” sahut Xie Mo.


“Lalu apa yang akan kamu lakukan jika aku menang dan bisa menyembuhkan nona Chen?” tanya Shen Long kemudian.


“Aku akan berlutut dan memanggilmu kakek. Jika kamu bisa menyembuhkannya” kata Xie Mo.


“Kamu cukup berlutut saja. Aku tidak mau memiliki cucu sepertimu” sahut Shen Long yang membuat mata Xie Mo berkedut.


Mendengar hal ini secara tidak sadar Chen Shen tersenyum dan membuat Xie Mo semakin marah di dalam hatinya.


“Baiklah karena semua sudah menyetujui, silahkan tabib Shen untuk memeriksa anakku” kata Chen Shang selanjutnya.


Shen Long kemudian maju untuk memeriksa keadaan nona Chen, namun begitu dekat dengannya Shen Long terkejut.


“Chen Mulan?” pikirnya.


“Tuan Chen, apa yang terjadi dengan nona Chen sehingga seperti ini. Tolong ceritakan” tanya Shen Long.


“Hahaha.. kamu memeriksa sendiri saja tidak bisa malah balik bertanya” sindir Xie Mo.


“Sejak pulang dari alam rahasia, anakku mengurung dirinya untuk berlatih, beberapa hari kemudian dia mengalami pingsan hingga hari ini.” sahut Chen Shang.


“Sudah aku duga, Chen Mulan pasti menemukan sesuatu di dalam alam rahasia dan menyembunyikannya untuk mencoba berlatih menggunakan benda tersebut mengakibatkan benturan energi di dalam tubuhnya” pikir Shen Long.

__ADS_1


“Kepala kota Chen, percayalah aku bisa menyembuhkan nona Chen, tapi aku memerlukan sedikit privasi. Mohon kiranya kalian untuk meninggalkan kamar ini.” kata Shen Long.


Chen Shen lalu mempersilahkan Xie Mo dan tabib Zu untuk keluar dari kamar adiknya bersama ayahnya Chen Shang. Mereka menunggu diluar kamar dengan cemas termasuk Wu Chen yang menjaga agar tidak mengganggu Shen Long dalam mengobati pasiennya.


“Kamu jangan macam-macam mencuri kesempatan pada pasien” teriak Xie Mo


Setelah semua orang keluar, Shen Long membalikkan tubuh Chen Mulan lalu melepaskan pakaian bagian atasnya dan memperlihatkan punggungnya yang putih mulus namun tampak pucat kusam.


Shen Long mengeluarkan jarum peraknya kembali. “Kali ini sedikit lebih berat, aku harap kalian bisa membantuku” gumam Shen Long seolah-olah mengajak jarum itu berbicara.


Kemudian Shen Long menusuk beberapa titik untuk memblokir kebocoran energi yang berbenturan di dalam tubuh Chen Mulan. Kemudian dia bermeditasi menggunakan jurus pemurnian serap jiwa kembali untuk menarik energi lain yang membentur energi dalam tubuh Chen Mulan.


Energi pengganggu yang berada di dalam tubuh Chen Mulan sudah sangat besar sehingga mempengaruhi organ dalamnya. Jadi Shen Long benar-bernar memerlukan konsentrasi dan hati-hati agar tidak memperparah luka pada organ dalam tersebut.


Setelah berlangsung tiga puluh menit, Shen Long telah berhasil mengeluarkan seluruh energi penganggu di dalam tubuh Chen Mulan. Kondisi tubuh Chen Mulan sudah membaik dengan kembalinya warna kulitnya yang putih segar dan cerah.


Kemudian Shen Long tinggal memperbaiki organ dalam yang telah rusak dengan kekuatan energinya. Dia membalikkan badan Chen Mulan lalu mengalirkan energinya ke dalam tubuhnya. Energi alam dewa Shen Long mengalir kedalam tubuh Chen Mulan dan mulai menyembuhkan organ dalamnya.


Perlahan Chen Mulan membuka matanya, samar-samar dia melihat seseorang pria memegang dadanya. Lalu setelah menyemburkan darah dari mulutnya, dia dengan reflek menampar wajah Shen Long.


Shen Long terkejut dengan tamparan itu dan melihat Chen Mulan telah mulai sadar. Untung saja seluruh organnya telah selesai disembuhkan olehnya. Setelah pandangan Chen Mulan agak membaik dia melihat dengan jelas wajah Shen Long.


“Kakak Shen, apa yang telah kamu lakukan?” teriaknya terkejut tidak percaya dengan wajah merona merah dan mulai menutup pakaiannya kembali.


Mendengar teriakan Chen Mulan, Kepala kota Chen Shang ayahnya dan Chen Shen kakaknya segera buru-buru masuk ke dalam kamar.


“Ayah, kakak apa yang terjadi?” tanya Chen Mulan.


Chen Shang lalu menceritakan secara singkat tentang keadaan Chen Mulan dan disembuhkan oleh tabib dewa Shen.


“Tabib dewa Shen?” pikirnya sambil tersipu malu pada Shen Long.


Shen Long hanya tersenyum kecut melihat wajah Chen Mulan yang mencurigai sesuatu padanya.


Sementara itu tabib Zu dan Xie Mo perlahan hendak pergi meninggalkan mereka setelah melihat Shen Long berhasil menyembuhkan Chen Mulan.

__ADS_1


“Tuan muda Xie, bagaimana dengan taruhan kita?” teriak Shen Long mengingatkannya.


“Benar tuan muda Xie, berani bertaruh harus berani mempertanggungjawabkan kekalahan kita” sahut Chen Shen dengan sikap tegas dan adil


Melihat semua mata memandang ke arah Xie Mo, mau tak mau dia harus mengakui kekalahan hari ini. Lalu perlahan dia menurunkan lututnya dan berlutut memanggil “kakek Shen” teriaknya.


“Sudah aku bilang kamu berlutut saja. Tidak perlu memanggilku kakek. Aku tidak mau mempunyai cucu memalukan sepertimu” sahut Shen Long.


“Sialan kamu tabib Shen, aku akan membalasmu nanti berkali-kali lipat” pikir Xie Mo.


Chen Mulan tersenyum geli dengan sikap Shen Long.”Kakak Shen benar-benar sudah berubah” pikirnya yang membuat wajahnya merona merah.


Setelah itu, Xie Mo dan tabib Zu segera kabur pergi meninggalkan mereka.


“Ayah, Kakak, bisakah aku berbicara berdua dengan kakak Shen?” tanya Chen Mulan


“Kakak Shen?” teriak ayah dan kakaknya hampir bersamaan.


“Jadi kalian sebenarnya sudah saling mengenal?” tanya ayah Chen Mulan.


“Iya. Aku dan kakak Shen bertemu di alam rahasia dan bersama-sama berpetualang disana. Kakak Shen telah berkali-kali menyelamatkanku” sahut Chen Mulan


“Oh jadi seperti itu. Baiklah kalau begitu ayah dan kakakmu tidak akan mengganggu kalian. Silahkan berbicara” sahut Chen Shang sambil menyeret Chen Shen yang masih belum tahu menjawab apa.


Lalu di depan pintu kamar, diam-diam ayahnya Chen Shang dan Chen Shen mendekatkan telinganya ke pintu kamar Chen Mulan.


“Ayah, aku tahu kamu dan kakak belum pergi” teriak Chen Mulan.


“Oh baiklah, kalau begitu ayah akan menunggu kalian di ruang keluarga” sahut Chen Shang yang kemudian menyeret Chen Shen lagi.


Setelah mereka berdua pergi bersama Wu Chen, Shen Long menatap ke arah Chen Mulan.


“Kakak Shen, duduklah dulu” kata Chen Mulan mempersilahkan Shen Long untuk duduk di kursi dekat ranjang.


“Ceritakan padaku apa yang telah terjadi” tanya Shen Long tidak sabaran untuk mendengar sebab terjadinya insiden dalam tubuh Chen Mulan.

__ADS_1


__ADS_2