
Alat yang mendeteksi Shen Long sepertinya mengalami kesalahan ketika memeriksa tubuh Shen Long. Dengan adanya roh Naga Penghancur di dalam tubuhnya, kekuatan Shen Long seharusnya berada di alam Kesadaran Semesta Menengah. Tapi Shen Long tidak mempedulikan hal itu.
Seleksi tetap akan dilaksanakan meskipun dia berada di kamar urutan nomor 1. Jadi bagi Shen Long meningkatkan kekuatannya jauh lebih penting daripada memikirkan tentang urutan kekuatan.
Dalam meditasinya, Shen Long merasa tubuhnya mengembang lebih besar dari sebelumnya. Demikian juga dia merasakan rohnya juga mengembang lebih besar seiring dengan perkembangan tubuhnya itu.
Perputaran sumber energi di dalam tubuhnya semakin kencang. Energi kegelapan dan energi cahaya yang menjadi pusat dari sumber kekuatannya semakin lama semakin menghasilkan energi semesta yang semakin besar.
Kemudian Shen Long mensirkulasikan energi semesta itu ke sekujur tubuhnya melalui nadi spirit dan menempatkannya di titik-titik energi yang berada di dalam tubuhnya.
Shen Long merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan dan nyaman setelah dia mengisi titik-titik energi itu dengan energi semesta yang dihasilkan oleh tubuhnya. Wajah Shen Long berubah menjadi lebih bersinar, demikian juga dengan tubuhnya yang juga memancarkan sinar lembut ke sekitarnya.
Di seberang gedung tempat Shen Long bermeditasi tampak bagian samping hotel Praud tempat Shen Long menginap. Dari balik jendela kamar nomor 3 di lantai 30 terdapat dua pasang mata menatap ke arah Shen Long yang duduk bermeditasi di atas gedung.
“Tuan Jirin, bagaimana menurutmu kekuatan orang bernama Shen Long itu?” tanya Nilong
“Aku merasa kekuatan orang itu tidak sederhana. Aku sendiri tidak yakin bisa mengalahkannya saat mengundang dirinya datang ke loka kita,” sahut orang setengah baya yang bernama Jirin itu.
Wajah Nilong tertegun mendengarnya. Dia mengetahui kekuatan Jirin yang jauh berada di atas dirinya yang hanya menduduki peringkat 55. Namun dia terkejut mendengar bahkan Jirin pun merasa tidak yakin bisa mengalahkan Shen Long dalam pertarungan.
Sebagai tuan rumah dan penyelenggara seleksi alam semesta ini, loka 666 bisa mengikutkan tiga orang peserta tingkat tinggi dalam seleksi ini. Dan pesertanya adalah Jirin dan Nilong yang telah pernah ditemui oleh Shen Long.
__ADS_1
Satu lagi adalah seorang yang berada di lantai 30 kamar nomor 1 yaitu Raja dari Loka 666 ini, Shango. Dia adalah orang terkuat di loka 666 ini sedangkan Jirin berada di peringkat 2 dan Nilong berada di peringkat 3. Dan mereka bertiga mewakili Loka 666 untuk mengikuti seleksi alam semesta ini.
Seleksi alam semesta ini diikuti oleh 980 Loka dari ribuan loka yang ada di alam semesta B1. Loka lain yang tidak menerima undangan untuk petarung mereka dikarenakan loka mereka telah musnah seperti halnya loka 4.
Di alam semesta B1 ini, beberapa ratus loka telah musnah sebelumnya. Hal ini menyebabkan peserta seleksi pada saat ini jauh menurun dari peserta pada 255 tahun sebelumnya.
“Tuan, aku akan kembali ke kamarku untuk berlatih jika tidak ada lagi yang ingin kamu sampaikan,” kata Nilong yang menjadi bersemangat setelah melihat Shen Long yang melatih dirinya.
“Pergilah! Aku hanya mengundangmu datang untuk melihat orang itu berlatih agar kamu tidak tertinggal olehnya. Kamu masih jauh lebih muda dari tuan Shango dan aku. Kamu masih memiliki masa depan yang panjang dan suatu saat nanti aku yakin kamu akan berhasil melampaui kekuatan kami,” kata Jirin.
Mendengar kata-kata Jirin membuat semangat di dalam tubuh Nilong semakin berkobar. Dia menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Jirin.
Di luar kamar, Nilong memandang ke arah kamar nomor 2 yang berada di seberang kamar Jirin. Dia tidak bisa merasakan aura apapun dari dalam kamar nomor 2 itu.
“Siapa yang berada di urutan kedua hasil pembacaan kekuatan ini?” gumam Nilong dalam hatinya yang penasaran.
Meskipun rasa penasarannya, Nilong tidak berani untuk mencari tahunya. Hotel ini memiliki aturan menjaga kerahasiaan identitas dari penghuni kamar masing-masing. Selain pihak panitia penyelenggara dan hotel, peserta tidak diperkenankan untuk mengetahui identitas masing-masing, kecuali mereka yang berasal dari loka yang sama seperti Shango, Jirin dan Nilong.
Nilong kemudian pergi kembali ke dalam kamarnya untuk berlatih setelah melihat ketekunan Shen Long melatih dirinya. Nilong memikirkan Shen Long dengan tatapan tajam penuh semangat.
“Aku tidak akan kalah dari orang itu,” batinnya.
__ADS_1
Nilong kemudian mulai melakukan meditasi untuk meningkatkan kekuatannya. Sebenarnya kekuatan Nilong tidaklah rendah. Dia baru saja berhasil menerobos ke tahapan Kesadaran semesta tahap awal. Namun kekuatannya itu berada di peringkat 55, jadi bisa dipastikan peringkat di atas dirinya tentu memiliki kekuatan yang berada lebih tinggi dari dirinya.
Sementara itu pihak panitia penyelenggara tengah mempersiapkan arena pertarungan yang terletak di sebuah bangunan yang berbentuk lingkaran di tengah-tengah kota.
Bangunan berbentuk lingkaran itu memiliki bagian penonton yang mengelilingi lingkaran bagian luar bangunan tersebut. Sementara itu ditengah-tengah bangunan lingkaran itu tampak para panitia tengah mempersiapkan arena pertarungan yang dibuat dengan lantai yang sangat kuat agar tidak mudah hancur oleh kekuatan tekanan dari para petarung.
Pihak panitia hampir menyelesaikan tempat pertarungan itu. Diperkirakan tempat pertarungan itu akan selesai pada keesokan harinya dan pertarungan akan diselenggarakan pada hari berikutnya.
Para petarung dari loka lain yang berdatangan ke loka 666 ini sama seperti Shen Long yang mengagumi keramaian dan keunikan kota di loka 666 ini. Mereka berjalan keliling kota untuk menikmati situasi kota melalui jalur darat.
Sementara itu beberapa petarung memilih untuk melihat situasi kota dari jalur udara dengan terbang mengelilingi kota ini.
Shen Long yang masih bermeditasi di bagian atas gedung tertinggi di kota itu yang berbentuk jamur tidak mempedulikan keadaan sekitarnya. Dia merasa kekuatannya masih jauh dari para petarung lainnya. Itulah sebabnya dia tidak membuang waktunya untuk berlatih meningkatkan kekuatan spiritual agar bisa menjadi petarung nomor satu di alam semesta B1.
Setelah matahari terbenam, Shen Long mulai membuka matanya dari meditasi, setelah mengatur nafasnya sebelum berdiri di atas atap gedung itu.
Shen Long kemudian berdiri di atap gedung dan melihat sekelilingnya. Pada saat itu, Shen Long menyadari bahwa ada beberapa pasang mata melihat ke arah dirinya dari gedung hotel tempatnya menginap.
“Ah, sepertinya apa yang aku lakukan ini menarik perhatian orang-orang,” batin Shen Long.
Meskipun demikian, Shen Long tidak mempedulikan perhatian orang-orang itu pada dirinya. Dia lalu melihat ke arah gunung yang berada di kejauhan sebelum alam menjadi gelap karena matahari mulai tenggelam.
__ADS_1