
Ketua sekte Pembalas Xuanshan melihat seluruh bawahannya yang tidak berguna di kalahkan oleh teman-teman Libao yang berasal dari ras dewa dunia langit. Xuanshan merasa kesal dengan hal itu.
Dalam hidupnya, tingkatan dewa dunia langit selalu diagungkan oleh para manusia. Namun Xuanshan tidak demikian, dia merasa bahwa ras manusia pun bisa lebih kuat dari mereka. Sehingga Xuanshan selalu melatih diri untuk meningkatkan kekuatannya, dia yakin suatu saat dia bisa membuktikan bahwa ras manusia juga bisa melebihi ras dewa dunia langit.
Tetapi apa yang ditemuinya selama ini, kekuatan dewa dunia langit selalu berada di atas mereka. Xuanshan pun merasa frustasi dengan hal itu.
“Dasar sampah! Kalian tidak pernah belajar meningkatkan diri kalian dengan sungguh-sungguh.” geram Xuanshan pada bawahannya dengan tatapan kesal.
“Xuanshan, demi persahabatan kita di masa lalu. Sebaiknya kamu menyerah,” Libao membujuknya.
“Menyerah? Tidak ada kata menyerah dalam hidupku. Kami manusia pun bisa melebihi para dewa dunia langit,” sahut Xuanshan.
Mendengar kata-kata Xuanshan, Shen Long dalam hatinya memuji prinsip Xuanshan. Dia pun merasakan hal yang sama dengan Xuanshan di Loka asalnya.
“Xuanshan, aku memahami perasaanmu. Aku juga seorang ras manusia sepertimu,” sahut Shen Long.
Xuanshan menatap ke arah Shen Long dengan wajah jijik. “Cih, jangan samakan aku denganmu yang menjadi pelayan para dewa. Aku bukan pelayan mereka. Aku bisa lebih tinggi dari mereka,” ujarnya.
Mata Shen Long berkedut mendengar perkataan Xuanshan. Dia salah mengartikan persahabatan Shen Long dengan para dewa. Xuanshan tidak mengetahui di Loka asalnya Shen Long justru satu-satunya manusia yang berhasil mengalahkan Kaisar Langit dan menjadi kaisar dunia langit, bahkan kaisar dari ketiga dunia.
“Xuanshan, kamu berpikiran sempit menilai seseorang. Shen Long bukan pelayan kami, dia adalah tamu kehormatan kami. Di Loka asalnya dia adalah Kaisar Tiga Dunia. Dia bahkan mengalahkan Dewa Penghancur dari Loka lain,” Libao menjelaskan tentang Shen Long pada Xuanshan.
Mendengar hal itu Xuanshan menyipitkan matanya ke arah Shen Long. “Dia? Huh, ternyata klasifikasi kelayakan di Lokamu terlalu rendah. Jika kamu bisa menjadi Kaisar Tiga Dunia, aku pasti bisa menjadi Dewa Tertinggi disana. Hahaha...”
Xuanshan tertawa dengan sombongnya yang menganggap dirinya lebih kuat dari Shen Long. Libao yang melihat kesombongan Xuanshan hanya bisa menghela nafasnya. Sedangkan Shen Long hanya tersenyum acuh tak acuh. Dia tidak peduli dengan keagungan dan ketenaran, selama dia menjabat tidak pernah dia menikmatinya, hingga saat ini pun dia masih bertualang meningkatkan kekuatannya. Baginya jabatan dan keagungan hanya sebatas nama, kekuatan yang dimilikinya bukan untuk keagungan tetapi untuk menolong semua mahluk.
Hal itu berbeda dengan Xuanshan yang berpikir kekuatan adalah untuk keagungan, dia tidak peduli dengan keadaan dunia ini. Baginya hanya mengejar kekuatan untuk membuktikan dan pengakuan bahwa ras manusia bisa melebihi para dewa dunia langit.
__ADS_1
“Xuanshan, maaf aku tidak sepertimu yang mendewakan keagungan. Aku meningkatkan kekuatan untuk membantu mahluk yang dalam kesulitan.” sahut Shen Long singkat tapi membuat wajah Xuanshan menjadi gelap.
“Jangan banyak bicara. Ayo kita lanjutkan pertarungan ini,” geram Xuanshan.
Xuanshan kembali mengerahkan goloknya ke arah Libao, namun Libao telah bersiap menahan dengan tombaknya.
Golok dan tombak kembali beradu satu sama lainnya. Kekuatan Libao dan Xuanshan masih seimbang. Sebelumnya Xuanshan menggunakan racun untuk menyerang Libao, tetapi kali ini itu tidak berhasil kembali. Libao telah waspada terhadap serangan Xuanshan.
Shen Long mengamati pertempuran kedua orang itu dengan seksama, dia merasa Libao akan sanggup menahan serangan Xuanshan.
Jurus tombak Libao berubah menjadi bayangan seribu tombak yang menyerang Xuanshan. Namun Xuanshan memutar goloknya membentuk perisai yang besar menahan serangan seribu tombak Libao.
Trang! Trang! Trang!
Benturan antara tombak dan golok terjadi berkali-kali untuk yang ke sekian kalinya. Belum terlihat siapa yang lebih unggul dalam pertarungan ini. Xuanshan dan Libao terlihat sama-sama mundur untuk mengambil nafas.
Rupanya Xuanshan sudah mengirimkan bawahannya untuk meminta bantuan. Dia hanya mengulur waktu beberapa saat sebelum bantuannya datang.
Shen Long memperhatikan perubahan sikap dan wajah Xuanshan yang sesekali melihat ke arah pintu masuk. Dia menduga Xuanshan tentu menunggu bantuan yang akan datang dari arah pintu masuk.
Brakk!
Tiba-tiba pintu masuk kediaman sekte Cahaya di tendang dari luar. Pintu itu hancur berkeping-keping membuat mata Libao berkedut melihat kedatangan bantuan Xuanshan.
“Akhirnya datang juga...” Senyuman tampak tersungging di mulut Xuanshan.
Orang-orang dari sekte Cahaya terkejut melihat kedatangan orang itu. Wangbo bawahan Xuanshan tampak memimpin orang itu memasuki kediaman sekte Cahaya.
__ADS_1
“Rupanya kalian bersembunyi disini selama ini.”
Sosok yang tampak dikenali oleh Shen Long berjalan memasuki tempat itu dengan angkuh dan pandangan meremehkan.
“ShanMu!” teriak orang-orang sekte Cahaya.
Shen Long mengenali ketua sekte Pembunuh Cahaya itu. ShanMu datang bersama ShiMei dan dua orang bawahan lainnya yang sepertinya berkemampuan tinggi. ShiMei melihat ke sekeliling dan tertegun saat melihat Shen Long berada di tempat itu.
ShanMu pun terkejut tidak menyangka bertemu dengan Shen Long di tempat itu. Wajahnya tampak gelap saat melihat Shen Long lalu menatap tajam ke arah ShiMei. “Kamu tidak becus!” geramnya pada ShiMei yang menundukkan wajahnya.
“Ketua, senang bertemu denganmu,” Xuanshan memberi hormat kepada ketua sekte Pembunuh Cahaya.
Sikapnya itu menghilangkan rasa hormat yang sebelumnya dirasakan oleh Shen Long. Apa yang dilakukan oleh Xuanshan ternyata bukan demi membuktikan kekuatan ras manusia, tetapi lebih kepada keuntungan pribadi.
“Bagus. Kamu telah menemukan markas mereka dan melaporkan padaku. Tidak seperti seseorang yang tidak menuruti kehendakku,” ketua sekte ShanMu berbicara dengan nada sindiran pada Shen Long.
Shen Long mengerti dirinya yang dimaksud oleh ShanMu, namun dia tetap acuh tak acuh mendengarnya.
“Xuanshan, kamu sungguh terlalu. Aku pikir kamu berjuang demi keagungan ras manua. Tetapi kamu menjual dirimu demi keuntungan semata.” teriak Libao padanya.
“Hahaha... aku dan ketua ShanMu telah bekerja sama sejak lama. Kami saling membantu dan saling menguntungkan, apakah hal itu salah?” sahut Xuanshan.
Mendengar hal itu, Shen Long menggertakkan giginya. Dia benar-benar tidak menyangka dengan hal itu.
“Tangkap mereka!” teriak ShanMu pada dua orang bawahannya dan ShiMei. Mereka pun langsung menyerang ke arah Libao dan teman-teman dewanya. Para mogull segera melompat dan menyerang. Libao mengerahkan senjatanya untuk menghentikan serangan itu.
Melihat serangan dari sekte Pembunuh Cahaya, Shen Long lalu bergabung bersama Libao untuk melawan mereka.
__ADS_1
Xuanshan melompat ke arah Shen Long sambil menyeringai. “Aku akan membunuhmu!” teriaknya. Xuanshan sejak awal meremehkan Shen Long yang dianggapnya lebih lemah darinya.