
Mata Qin Yuan berkedut mendengar hal itu. Hanya dia seorang yang mengetahui maksud dari kata-kata Shen Long.
“Menyerahlah dan serahkan segel warna pada kami!” Teriak ketua sekte Matahari Suci Qin Liu begitu melihat Shen Long muncul bersama NingYue di kaki bukit.
Shen Long tersenyum melihat pada NingYue. “Sepertinya kita harus menjadwalkan lagi acara jalan-jalan kita. Sebaiknya hari ini kita makan di rumah saja,” kata Shen Long tidak mempedulikan orang-orang yang berada di hadapannya.
“Baiklah. Kalau begitu aku akan memasakkan makanan untuk kita. Kamu mau masakan apa?” NingYue juga tidak mempedulikan orang-orang yang datang karena dia yakin Shen Long bisa menghadapi mereka.
“Apapun asalkan kamu yang memasaknya untukku,” sahut Shen Long.
NingYue tersenyum dan menganggukkan kepalanya hendak berlalu kembali ke kediaman sekte Wushan. “Jangan lama-lama ya! Nanti makanannya dingin!”
Melihat Shen Long dan NingYue tidak mempedulikan mereka, wajah semua orang menjadi gelap. Mereka juga menjadi marah karena kedua pasangan itu memperlihatkan kemesraan mereka di depan semua orang yang datang.
“Kurang ajar. Kamu masih membicarakan makan hari ini. Aku pastikan kamu tidak bisa makan sebentar lagi,” kata ketua sekte Matahari Suci, Qin Liu dengan geram.
Shen Long menoleh ke arahnya, lalu dia menoleh ke arah tetua DongYan dan ketiga muridnya.
“Ah, aku sudah memberikan kalian kesempatan untuk hidup damai, tetapi kalian tidak mengindahkan apa yang aku berikan,” kata Shen Long dengan tatapan tajam pada tetua DongYan.
Tetua DongYan tanpa sadar memegang wajahnya yang sebelumnya pernah ditampar oleh Shen Long. “Hahaha… kali ini aku akan meminta bunga berkali lipat atas penghinaanmu padaku.” DongYan tertawa karena merasa kali ini dia bisa membalaskan dendam kejadian kemarin ketika dipermalukan oleh Shen Long.
“Benarkah?”
Wajah DongYan terkejut dan matanya melotot ketika melihat tiba-tiba Shen Long telah berada di depannya dalam sekejap. “Ka-Kamu…aa…aaa…”
Tangan kanan Shen Long telah terlebih dulu mencengkeram leher tetua DongYan dan mengangkat tubuhnya. “Apa katamu? Aku tidak mendengarnya dengan jelas.”
Semua orang di tempat itu tidak menyangka Shen Long dengan berani menyerang langsung tetua DongYan dan bergerak secepat kilat membawa tetua DongYan kembali ke tempatnya berdiri semula.
__ADS_1
“Lepaskan guruku!” teriak LeiNan dengan tubuh gemetar karena marah.
“Lepaskan tetua DongYan. Jangan berbuat hal yang akan membuatmu menyesal!” ancam ketua sekte Matahari Suci Qin Liu.
Shen Long tidak mempedulikan kata-kata mereka. “DongYan, kali ini aku tidak lagi menghargaimu sebagai orang lebih tua. Kamu adalah pecundang!” kata Shen Long.
Kemudian Shen Long mencengkeram tangannya dan mematahkan leher tetua DongYan lalu melemparnya ke tengah kerumunan orang-orang yang datang.
“Guru…” LeiNan berteriak sambil berlari menuju ke tempat gurunya yang jatuh menimpa orang-orang dari sekte Matahari Suci.
Mata Leinan terkejut ketika melihat wajah gurunya yang telah mati mengenaskan dengan mata terbelalak dan leher terjulur keluar. “Ka-Kau… telah membunuh guruku!” Teriak LeiNan dengan amarah meluap.
LeiNan kemudian menghunus pedangnya dan menyerang Shen Long dengan ganasnya.
“Adik!...” WeiTuo berteriak hendak menghentikannya. Meskipun dia merasa marah dan sedih atas kematian gurunya, tapi pikirannya masih berpikir dengan baik. Menurutnya, melawan Shen Long sama saja dengan mengantarkan kematian.
Tapi LeiNan tidak mendengarkan teriakan kakak seperguruannya. Dia telah menyerang ke arah Shen Long dengan ujung pedangnya mengarah ke leher Shen Long.
Tapi dorongan itu membuat LeiNan terpental ke belakang dan menabrak orang-orang sekte Matahari Suci. LeiNan kemudian menyemburkan darah segar dari mulutnya karena terluka dalam.
Melihat keadaan yang menjadi kacau, ketua sekte Matahari Suci segera berteriak memberikan perintah pasukannya untuk menangkap atau membunuh Shen Long secara langsung.
Orang-orang sekte Matahari Suci bergerak semua menyerang Shen Long dengan wajah garang.
Menghadapi banyak orang yang datang, Shen Long mengerahkan kekuatannya di alam keheningan semesta dan menyebarkan hawa membunuh disertai tekanan ke sekitarnya.
Semua orang yang menyerang dirinya terjatuh ke tanah karena merasakan tekanan yang berat dari Shen Long. Mereka yang berkekuatan tinggi langsung muntah darah dan pingsan. Sementara yang berkekuatan rendah langsung roboh tidak bisa bergerak dan mati di tempat.
Sementara itu orang-orang yang tidak menyerang juga terhempas ke belakang dengan keras dan mengalami hal yang sama dengan para penyerangnya.
__ADS_1
Ketua sekte Matahari Suci mengerahkan kekuatannya di alam keheningan semesta untuk menahan kekuatan Shen Long. Sementara tetua sekte yang kekuatannya lebih rendah terdorong mundur dua langkah dan terhuyung-huyung jatuh terduduk.
Qin Yuan dan ketiga murid sekte Teratai Putih lebih mengenaskan, mereka terlempar ke belakang dengan tubuh luka dalam.
“Aku sudah memperingatkan kalian. Kalian sama sekali tidak mendengarkan kata-kataku.” Shen Long menatap ke arah ketiga murid sekte Teratai Putih dan juga Qin Yuan.
Ketua sekte Matahari Suci, Qin Liu tidak menyangka kekuatan Shen Long setara dengan dirinya di alam keheningan semesta. Kini hanya dia yang masih berdiri di tempat itu bersama Shen Long.
“Kamu ternyata memiliki kemampuan. Pantas saja kamu menjadi sombong,” kata ketua sekte Qin Liu.
“Kamu hanya mengandalkan orang-orangmu saja atau kamu akan menyerangku? Aku tidak ingin makananku menjadi dingin karena kamu membuang waktuku,” sahut Shen Long dengan wajah dingin menatap Qin Liu.
Mata Qin Liu berkedut mendengar kata-kata Shen Long. “Aku akan membunuhmu!”
Qin Liu menerjang dengan kekuatan maksimal di alam keheningan semesta ke arah Shen Long. Dia mengeluarkan jurus tinju Mataharinya untuk menghajar Shen Long.
Shen Long mencibir melihat kekuatan jurus Qin Liu. Dia sengaja menyembunyikan kekuatan maksimalnya melawan orang-orang itu.
Kemudian Shen Long bergerak menyambut serangan Qin Liu dengan telapak tangannya. Shen Long kini tidak lagi menggunakan jurus yang dipelajarinya. Dia membiarkan tubuhnya bergerak sendiri mengikuti irama dari serangan lawannya.
Serangan Qin Liu yang semakin lama semakin mengganas, namun dia tidak bisa menyentuh seujung rambut Shen Long. Shen Long tidak ingin membuang waktu lebih lama bermain bersama mereka. Dia bermaksud untuk mengadu pukulan dengan Qin Liu.
Bagh! Bigh! Bugh!
Bummm!
Telapak tangan Shen Long beradu dengan tinju dari Qin Liu dan membuat Qin Liu terdorong mundur dua langkah. Namun Shen Long masih berdiri di tempatnya semula.
Wajah Qin Liu kini tampak pucat setelah beradu kekuatan dengan Shen Long. Keringat dingin mengalir deras di punggungnya.
__ADS_1
“A-Anak ini menyembunyikan kekuatannya sebenarnya.”
Kali ini Qin Liu menyadari bahwa kekuatan Shen Long berada jauh di atas dirinya setelah mengadu beberapa pukulan tadi.