
“Wu Chen, pergilah mencari tempat untuk beristirahat” kata Shen Long pada Wu Chen sambil menyerahkan uang padanya.
“Apa kamu tidak mau tinggal disini?” tanya Mu Rong
“Ada sesuatu yang harus aku lakukan, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada perguruan Wuming” sahut Shen Long.
Shen Long ingin memancing kedatangan orang yang akan menculiknya, jadi tentu lebih mudah baginya untuk tinggal diluar perguruan Wuming agar penculik tersebut segera muncul.
“Kamu tidak akan menceritakannya padaku kan?” kata Mu Rong sinis.
“Maaf, ini demi kebaikan perguruan Wuming. Aku sangat menghargai perhatian nona Mu padaku” sahut Shen Long.
Setelah itu Shen Long berpamitan pada Mu Rong dan kakaknya Mu Kai untuk pergi ke penginapan yang telah dipesankan oleh Wu Chen.
Meskipun Shen Long telah memesan kamar, dia lebih sering berkeliaran di luar untuk memancing orang yang ingin menculiknya namun belum juga muncul. Dia sengaja berjalan-jalan menyusuri kota sendirian lalu duduk di sebuah warung makan yang sepi dan memesan makanan dan minuman.
Shen Long mencoba untuk pura-pura mabuk dengan minum yang banyak namun dia telah menyegel saraf kesadarannya agar tidak mudah mabuk. Disaat dia pura-pura mabuk dan tertidur, tiba-tiba sosok cantik muncul dan duduk didepannya.
“Jadi kamu menghindariku hanya untuk minum sendirian?” gumam Mu Rong.
“Astaga, kenapa wanita ini lagi yang muncul” pikir Shen Long dalam kepura-puraan mabuknya.
Lalu Mu Rong meraih Shen Long untuk mengantarnya pulang ke penginapannya.
“Eh, Nona Mu. Wajahmu cantik sekali malam ini.” kata Shen Long pura-pura mabuk lalu meraih dagu Mu Rong dengan lemas.
“Memalukan. Jika kamu bukan orang yang aku sukai, aku tidak akan melakukan hal ini” pikir Mu Rong dalam hatinya ketus.
Shen Long merasa dirinya sudah berpura-pura mabuk dengan baik sehingga Mu Rong sendiri tidak menyadarinya.
“Ayo nona Mu, kita nikmati malam ini bersama sambil minum. Temani aku minum lagi” kata Shen Long sambil berpura-pura lemas dan jalan melangkah gontai.
“Sudahlah, jangan minum lagi” sahut Mu Rong dengan wajahnya yang merah
“Kamu memang berbakat bermain drama juga Shen” bisik Yan Luo
__ADS_1
Ketika mereka berdua berada di jalanan yang sepi, tiba-tiba muncul dua orang yang menghadang di depan dan empat lainnya menghalangi di belakang mereka.
“Akhirnya kalian muncul juga” pikir Shen Long sambil tersenyum
“Siapa kalian?” teriak Mu Rong.
“Serahkan orang itu pada kami jika kamu ingin selamat. Lalu pergilah” kata orang di depan mereka.
“Tidak akan. Aku tidak akan menyerahkannya pada kalian. Aku dari perguruan Wuming. Kalian jangan macam-macam” teriak Mu Rong kembali.
“Cih, hanya gerombolan kecoak dari Wuming. Perguruan kalian ada apa-apanya dibanding kami” kata orang di depan lagi.
“Mu Rong, jangan melawan mereka. Aku sengaja memancing mereka” bisik Shen Long dengan pelan pada Mu Rong tiba-tiba dan membuatnya sadar bahwa Shen Long hanya berpura-pura mabuk.
“Jangan banyak omong kosong lagi ayo ringkus mereka” teriak orang satunya didepan.
Keempat orang di belakang segera menyerang ke arah Shen Long dan Mu Rong. Kemudian Mu Rong mengikuti petunjuk Shen Long dengan berpura-pura lambat bergerak dan menyerah pada mereka.
Lalu mereka berdua dibuat pingsan dan dibawa pergi.
“Shen, orang itu memasukkan racun pelemas otot padamu untuk melemahkan kultivasimu” bisik Yan Luo.
“Tetapi tenang saja, racun apapun tidak mempan padaku. Aku akan mengeluarkannya untukmu. Namun ini butuh waktu beberapa menit.” lanjut Yan Luo kembali
Shen Long lalu memeriksa tubuh Mu Rong dan merasakan hal yang sama padanya. Setelah berhasil mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya, dia lalu berusaha mengeluarkan racun tersebut dari dalam tubuh Mu Rong.
Saat Mu Rong sadar, dia melihat Shen Long sedang menyentuh dadanya membuat wajahnya menjadi merah.
“A..Apa yang kamu lakukan Shen?” teriak Mu Rong lemah.
“Tenanglah, aku sedang mengeluarkan racun dari dalam tubuhmu. Ini racun pelemah otot” sahut Shen Long yang terus berusaha mengeluarkan racun dari tubuh Mu Rong.
Wajah Mu Rong menjadi merah dan malu, lalu dia merasakan hawa panas hendak keluar dari dalam tubuhnya. “Ah” teriaknya lemah lalu menyemburkan darah dari mulutnya.
“Racunmu telah aku keluarkan, segera pulihkan dirimu. Nanti jika mereka datang, berpura-puralah seakan-akan kamu masih teracuni.” bisik Shen Long.
__ADS_1
“Kamu paling pintar berpura-pura ya” bisik Mu Rong menyindirnya.
Mata Shen Long berkedut mendengarnya, lalu dia berusaha melihat sekelilingnya. Tampak beberapa kurungan besi di sekitar mereka dan di dalamnya ada orang-orang yang jumlahnya tidak sedikit.
Shen Long tidak bisa melihat jelas wajah-wajah mereka. Tapi dia bisa menebak bahwa mereka semua adalah para tabib yang telah diculik oleh komplotan ini.
Perlahan Shen Long mendekati jaraknya untuk melihat orang-orang itu lebih jelas melalui kurungan tersebut. Di sebelahnya ada tiga orang yang sedang dikurung dengan rambut terurai, wajah kotor dan terluka lemah.
“Tetua Yun” teriak Shen Long tiba-tiba.
Benar, orang di sebelah yang dipanggil tetua Yun tiba-tiba mengangkat kepalanya melihat pada Shen Long.
“Siapa yang memanggilku?” sahutnya lemah.
Shen Long merasa gembira telah menemukan kakek Yun Mei. Lalu dia mendekati kurungannya.
“Tetua Yun, ini aku Shen Long. Dimana ketua Yun?” tanya nya
“Shen Long? Ini aku” tiba-tiba orang yang berbaring disebelah tetua Yun itu duduk lalu merayap mendekati kurungan ke arah Shen Long.
“Benar, kamu Shen Long. Lama tidak bertemu. Kenapa kamu bisa berada disini?” tanya ketua Yun.
“Panjang ceritanya. Aku akan mengeluarkan kalian semua dari sini” sahut Shen Long.
“Lupakan nak. Kamu tidak memiliki kekuatan apa-apa. Mereka juga telah menggunakan racun pelemah otot pada kami semua. Jadi sebaiknya simpan saja energimu” kata ketua Yun pasrah.
Apa yang diucapkan oleh ketua Yun adalah rasa pesimis yang dirasakan oleh mereka semua yang ada di dalam kurungan itu. Mereka berada disana lebih dari sebulan bahkan tahunan, sehingga mereka merasa tidak memiliki harapan lagi untuk bisa kabur dari tempat itu.
“Tenanglah ketua Yun, aku akan mengeluarkan kalian” kata Shen Long yang terdengar menghibur bagi mereka yang ada disana.
Shen Long lalu mengeluarkan belati sukma dari cincin penyimpanannya lalu dengan sedikit energi alam dewa dia menggunakannya untuk memotong kurungannya tanpa menimbulkan suara yang keras.
Orang-orang di dalam kurungan itu semua terkejut melihat hal itu. Dengan melihat Shen Long berhasil keluar dari kurungannya, mata mereka seolah-olah mendapat sedotan kehidupan dan harapan untuk bisa pergi dari tempat itu.
Kemudian, Shen Long membuka semua kurungan ditempat itu dengan cepat hingga semua orang bisa keluar. Shen Long menyuruh Mu Rong menjaga pintu sementara dia membagikan pil pemulih kondisi pada mereka semua. Lalu dia mengeluarkan racun pelemah otot dari tubuh mereka satu persatu.
__ADS_1