Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 218 | Kembali ke Kerajaan Liu


__ADS_3

Shen Long merenungkan pilihan yang diberikan oleh Pendeta Agung sebagai penasehatnya.


“Yang Mulia, hukuman dari Kaisar Dewa Cahaya adalah menyegel kekuatan Dewamu dan mencabut status Kaisar Langitmu sementara menjalankan hukuman tersebut. Yang Mulia mungkin tidak bisa kembali ke dunia langit sementara menjalani hukuman ini. Tapi aku siap membantu saat Yang Mulia membutuhkanku” kata Pendeta Agung.


“Pendeta, apakah ada segel yang bisa menyegel hati dan kesadaranku?” tanya Shen Long pada Pendeta Agung.


Pendeta Agung berusaha menghitung peruntungan dari Shen Long dengan jurus ramalan miliknya. Kemudian dia menghela nafasnya.


“Yang Mulia, meskipun sekarang menjadi manusia. Takdir langit tidak hilang darimu. Yang Mulia masih memilikinya. Jadi aku tidak bisa meramalkan masa depan Yang Mulia. Untuk segel hati dan kesadaran, aku memiliki salah satu metode yang mungkin berguna bagi Yang Mulia” sahut Pendeta Agung


“Berikan padaku Pendeta” sahut Shen Long


Kemudian Pendeta Agung merapalkan mantra dan jari telunjuknya menyala lalu meletakkannya di dahi Shen Long. Petunjuk segel hati dan kesadarannya sudah ada dalam pikirannya.


“Terima kasih Pendeta. Aku akan melatihnya” sahut Shen Long


“Apa rencana Yang Mulia?” tanya Pendeta Agung.


“Aku akan memberikan tubuhku untuk digunakan oleh Kaisar Dewa Iblis” sahut Shen Long


Pendeta Agung tertegun mendengar jawaban Shen Long, dia menatap mata Shen Long yang bersungguh-sungguh akan melakukan hal itu.


“Ah, meskipun itu sangat berbahaya. Tetapi aku yakin Yang Mulia memiliki alasan sendiri untuk melakukannya” kata Pendeta Agung kembali


“Baiklah Pendeta, Dimana saat ini aku berada?” tanya Shen Long melihat sekelilingnya dan tidak dikenali olehnya.


“Yang Mulia telah berada di wilayah Kekaisaran Tengah. Di sebelah selatan ini adalah wilayah kerajaan Liu, Yang Mulia sudah mengetahuinya. Di utara adalah Ibukota Kekaisaran Tengah namun jaraknya cukup jauh dengan kerajaan Liu.” sahut Pendeta Agung


Shen Long berpikir untuk menentukan langkah selanjutnya. Dia kemudian memutuskan untuk pergi ke kerajaan Liu menemui teman-temannya terlebih dahulu.


“Satu hal lagi Pendeta, tolong beritahukan pada Putri Shui untuk menungguku. Aku akan segera kembali menemuinya di dunia langit” sahut Shen Long


“Baik Yang Mulia” sahut Pendeta Agung.


Kemudian setelah Pendeta Agung kembali ke dunia langit. Shen Long pun pergi menuju kerajaan Liu untuk berkumpul bersama teman-teman sekte Pedang Harapannya.

__ADS_1


Namun sebelumnya dia akan singgah ke Istana Kerajaan Liu terlebih dahulu untuk meminta bantuan dari Permaisuri Qin.


Permaisuri Qin yang kini telah berusia 38 tahun tampak semakin matang dan berwibawa dalam memimpin kerajaan Liu. Sore itu dia tengah mengadakan pertemuan dengan para pejabat kerajaan untuk menangani permasalahan yang sedang terjadi di kerajaan Liu.


Tiba-tiba Shen Long muncul di dalam aula pertemuan. Mata semua orang terkejut melihat kedatangannya yang secara tiba-tiba. Jendral Liu melihatnya dengan sedikit aneh, karena merasakan kultivasi Shen Long yang turun drastis.


Wajah Permaisuri menjadi gembira melihat kedatangan Shen Long, dia pun langsung mempersingkat pertemuan dan membubarkannya.


Hanya Permaisuri Qin dan Jendral Liu yang kini berada di dalam aula Istana Kerajaan Liu.


“Shen Long, aku senang bisa melihatmu lagi” kata Permaisuri Qin yang kini tanpa malu-malu berlari ke arahnya dan memeluknya.


“Aku pikir tidak akan bisa melihatmu lagi” gumamnya lirih dengan hati gembira.


“Permaisuri Qin, dan Jendral Liu, aku membutuhkan bantuan kalian” sahut Shen Long


Mereka tertegun mendengar perkataan Shen Long yang kini tiba-tiba meminta bantuan dari mereka. Tentu saja sebagai teman, mereka akan membantu Shen Long sepenuh hati.


Shen Long lalu menceritakan kejadian yang telah dilaluinya dari Kekaisaran Utara hingga dirinya dihukum penyegelan pada kekuatan Dewanya.


“Aku dengar kamu berteman dengan Qian Wu dari sekte Tengkorak Putih.” kata Shen Long


“Orang yang pernah kamu kalahkan dulu saat pertandingan bela diri kerajaan kan?” tanya Jendral Liu


“Benar. Namun aku hanya ingin pergi ke kediaman sekte Tengkorak Putih untuk berlatih disana. Aku mendengar mereka memiliki Kolam Pemurnian Roh” lanjut Shen Long.


Jendral Liu merenung sejenak mengingat tentang Kolam Pemurnian Roh yang berada di kediaman sekte Tengkorak Putih.


“Iya. Aku mengingatnya. Baiklah. Aku akan mengantarmu ke kediaman sekte Tengkorak Putih untuk meminta ijin berlatih disana” sahut Jendral Liu


“Tapi aku terlebih dahulu harus ke sekte Pedang Harapan terlebih dahulu menemui Dewi Suci untuk meminta pil lotus merah” kata Shen Long.


Permaisuri lalu memegang tangan Shen Long dan berkata


“Shen, beristirahatlah dulu di Istana ini. Kamu pasti kelelahan. Kami akan menyiapkan makanan yang enak untuk menjamu kedatanganmu” kata Permaisuri Qin

__ADS_1


“Benar. Aku juga akan mencari informasi terlebih dahulu pada Qian Wu tentang kolam tersebut. Kamu tinggal dulu di Istana kerajaan ini sebelum pergi ke sekte Pedang Harapan” kata Jendral Liu


“Baiklah. Terima kasih atas kebaikan kalian semua” sahut Shen Long


“Hei, kamu jangan sungkan seperti itu. Tanpa bantuanmu, kami tidak akan ada seperti ini sekarang ini” sahut Jendral Liu kemudian.


“Benar Shen. Ayo ikuti aku” kata permaisuri Qin yang kemudian menarik tangan Shen Long menuju kamarnya.


Pelayan sudah menyediakan beraneka macam makanan di dalam kamar Permaisuri Qin untuk melayani Shen Long.


“Mari kita makan Shen, kamu pasti sudah kelaparan” kata Permaisuri Qin selanjutnya.


Mereka pun akhirnya makan bersama malam itu. Kemudian Permaisuri Qin meminta Shen Long untuk bermalam bersamanya.


“Qin’er, apakah yang aku lakukan itu salah? Sehingga Langit menghukumku dengan menyegel kekuatanku ini” kata Shen Long dalam pelukan permaisuri Qin


“Shen, kita berbeda dengan mereka para dewa dari dunia langit. Mereka sejak lahir sudah ditanamkan Aturan Langit yang keras dan tidak boleh dilanggar, apalagi sebagai Kaisar Langit” sahut permaisuri Qin.


“Kita adalah manusia yang memiliki kehendak bebas untuk menentukan apa yang kita lakukan sesuai hati nurani kita” lanjut permaisuri Qin kembali


Wajah Shen Long yang semula tegang kini menjadi sedikit tenang setelah mendengar kata-kata permaisuri Qin.


“Menurutku, pilihanmu memilih melepaskan jabatan Kaisar Langit adalah yang terbaik karena hati nuranimu tidak bisa hanya berdiam diri melihat kekacauan di dunia ini” sahut permaisuri Qin kembali menghiburnya.


Hati Shen Long menjadi lega setelah mendapatkan dukungan dari permaisuri Qin setelah dia memutuskan untuk meninggalkan jabatan Kaisar Langitnya.


“Shen, dalam hatiku kamu adalah Kaisarku. Aku selalu mencintaimu selamanya.” sahut permaisuri Qin


“Qin’er, maafkan aku selama ini tidak bisa selalu berada di dekatmu” sahut Shen Long


“Aku mengerti Shen. Kamu juga memiliki banyak wanita di dekatmu” goda permaisuri Qin dan membuat wajah Shen Long menjadi merah.


“Tapi aku mohon padamu. Berikanlah aku seorang anak agar aku bisa mewariskan kerajaan Liu pada anak kita” bisik permaisuri Qin dengan wajah tersipu sambil mencium pipi Shen Long dengan lembut.


“Oh, Qin’er...” sahut Shen Long yang kemudian membalas ciuman dari permaisuri Qin

__ADS_1


__ADS_2