
Setelah kembali ke dunia manusia tempat asalnya, Shen Long yang berada kembali di kediaman sekte Penjaga Makam tampak tenang karena telah sepi ditinggalkan oleh para penghuninya.
Shen Long melihat sekelilingnya, dia hanya merasakan kehadiran dari pelayan Lang Chu yang menunggu tuannya Dewa Penghancur di tempat itu.
Melihat wajah pelayan Lang Chu yang terkejut tidak percaya dengan kehadiran Shen Long, dia terlihat bergidik ketakutan oleh tatapan Shen Long padanya. “Kemarilah!” Shen Long memanggil pelayan Lang Chu dengan lambaian tangannya.
Pelayang Lang Chu tertegun tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Namun pikirannya mengatakan bahwa Dewa Penghancur telah dikalahkan oleh Shen Long. Itulah sebabnya hanya dia sendiri yang datang dengan tenang kembali ke dunia ini.
“Jangan membuatku menunggu dan menarikmu untuk bertemu dengan tuanmu sebelumnya,” kata Shen Long kemudian.
Mendengar kata-kata Shen Long itu, pelayan Lang Chu menjadi mengerti bahwa tuannya Dewa Penghancur telah ditarik dengan jurus kegelapan oleh Shen Long. Diapun tidak berani melawan perintah Shen Long setelah mengetahui hal itu.
Pelayan Lang Chu langsung bergerak cepat dan muncul di depan Shen Long sambil berlutut. “Mohon ampunmu Yang Mulia. Aku akan mengabdi menjadi pelayanmu,” sahut pelayan Lang Chu kemudian sambil menundukkan kepala memberi hormat pada Shen Long.
“Baiklah. Aku ingin kamu kembali terlebih dahulu ke Alam Neraka dan mengatur segala suatunya disana. Aku akan menyelesaikan beberapa hal dulu sebelum kembali kesana,” kata Shen Long kemudian.
“Aku mengerti. Aku akan menunggu Yang Mulia di Alam Neraka,” sahut pelayan Lang Chu memberi hormat sebelum pergi ke Alam Neraka.
Kemudian pelayan Lang Chu menghilang dan pergi ke Alam Neraka untuk mengatur segala suatunya di tempat itu sambil menunggu kedatangan Shen Long untuk mengambil alih sebagai Penguasa Alam Neraka.
Setelah melihat kepergian Lang Chu, Shen Long kemudian melihat ke arah langit dan tersenyum. “Putri Shui, kamu jagalah dulu anak kita. Aku akan menemui Yun Mei dan akan mengajaknya ke dunia langit untuk tinggal bersama kalian disana,” gumam Shen Long.
Shen Long lalu pergi ke arah Gunung Abadi untuk menemui Yun Mei dan Raja Yama yang masih berada di tempat itu.
__ADS_1
Di Dunia Langit, Putri Shui merasa gembira setelah merasakan kemenangan yang didapatkan oleh Shen Long. Hatinya menjadi tenang kembali sambil memeluk anaknya.
Pendeta Agung tersenyum gembira setelah dia kembali bisa melihat masa depan dunia yang indah. Dia merasa merasa bersyukur atas kemenangan Shen Long sang Kaisar Langit dalam pertempuran itu.
“Yang Mulia, kami menunggumu kembali ke dunia langit.” batin Pendeta Agung
Sementara itu, Zen Luo yang telah pergi bersama Fang Ma ke arah utara menetap di sekitar pegunungan utara yang merupakan perbatasan antara daerah barat misterius dengan wilayah kerajaan utara.
Zen Luo merasa dia harus berlatih lebih keras untuk bisa menandingi kekuatan Shen Long yang telah meningkat pesat. Sementara Fang Ma dengan setia menemaninya berlatih dan hidup bersama di sebuah tempat di pegunungan utara.
Dalam pikiran Zen Luo, dirinya adalah seorang bangsa dewa meskipun Shen Long saat ini kuat, namun dia tetap manusia. Dia yakin suatu saat dia bisa melampaui kekuatan Shen Long.
\=====
Tampak beberapa daerah telah hancur berantakan oleh gempa bumi dan gunung meletus akibat pertempuran Shen Long dengan Dewa Penghancur sebelum berpindah ke alam dimensi lain.
Shen Long yang terbang melayang di langit merasa sedih karena pertarungannya menyebabkan kehancuran di setiap tempat yang dilintasinya. Dia memikirkan perkataan Dewa Penghancur sebelumnya tentang kehidupan damai ketiga dunia ini.
Sampai kapan dia bisa menjaga kedamaian itu. Manusia memiliki batasan umur yang berbeda dengan para dewa dan penghuni dunia bawah.
Ketika matahari telah terbenam dalam peraduannya, dunia tampak gelap gulita di sejauh mata memandang. Namun satu persatu tampak cahaya menyala di sela-sela kegelapan itu.
“Akan selalu ada cahaya di dalam kegelapan,” batin Shen Long dengan tersenyum.
__ADS_1
Dalam 2 jam akhirnya Shen Long tiba kembali di kediaman sekte Pedang Harapan di atas Gunung Abadi. Dia pun disambut gembira oleh Yun Mei, Raja Yama dan juga kedua dewa kembar kuno He Ti dan Che Ti.
Mereka pun sudah menyiapkan hidangan untuk perjamuan kemenangan itu. Shen Long tersenyum melihat kebahagiaan dan kegembiraan di hati semua orang di tempat itu. Para murid sekte Pedang Harapan memandang leluhur sekte mereka Shen Long dengan wajah kagum dan hormat.
Dalam hidup mereka tidak pernah bermimpi akan bisa bertemu langsung dengan leluhur pendiri sekte. Mereka merasa itu adalah anugrah dalam kehidupan mereka.
Setelah perjamuan usai Shen Long bertemu dengan Raja Yama untuk berbicara. “Apakah kamu masih ingin terus berlibur?” tanya Shen Long pada Raja Yama.
Raja Yama tertegun mendengar pertanyaan Shen Long. Dia merasa senang berlibur dari tugasnya sementara waktu ini. Namun ada sebagian hatinya yang terasa hilang dari rutinitasnya sebagai Raja Alam Reinkarnasi.
“Sebenarnya aku ingin kembali, tetapi aku tidak tahu bagaimana caranya kembali,” sahut Raja Yama dengan wajah malu.
“Ah...” Shen Long terkejut mendengar perkataan Raja Yama. Dia tidak menyangka Raja Yama tinggal di dunia ini karena tidak bisa kembali ke Alam Reinkarnasi. Kemudian tanpa sadar Shen Long tertawa lepas karena tidak bisa menahan rasa geli karena merasa lucu dengan jawaban Raja Yama itu.
Mata Raja Yama berkedut mendengar tawa Shen Long itu. Dia merasa malu karena kekuatannya yang juga terbatas tidak bisa pergi ke Alam Reinkarnasi. “Kamu tahu Alam Neraka, Alam Reinkarnasi dan Alam Maya tidak semudah itu untuk memasukinya,” sahut Raja Yama dengan wajah kesal namun sedikit malu.
“Iya aku tahu. Tapi kamu tidak bertanya padaku. Apakah kamu lupa bagaimana caraku pergi ke Alam Reinkarnasi untuk bertemu denganmu?” kata Shen Long selanjutnya.
Raja Yama menyipitkan matanya melihat ke arah Shen Long. Dia benar-benar melupakan hal itu. Dia pun tersenyum melihat jalan untuknya kembali ke Alam Reinkarnasi.
Selain kematian, untuk masuk ke Alam Reinkarnasi bisa dilakukan dengan mengendarai seekor Naga Langit. Shen Long lalu memanggil Naga YingLong dari alam yang berada di cincin penyimpanannya.
Raja Yama terkejut saat melihat seekor Naga Langit muncul di atas mereka. Namun dia tersenyum. “Rupanya kamu mengendarainya ke tempatku saat itu,” kata Raja Yama gembira.
__ADS_1