
Malam harinya, Dong Fang Yin mengundang Shen Long untuk bertemu dan makan bersamanya. Shen Long sangat menghormati sekte Pedang Suci, dia tidak mungkin menolaknya.
Di restoran mewah, Dong Fang Yin duduk bersama Shen Long di depan hidangan yang telah disiapkan.
“Bagaimana keadaan Xu Meng?” tanya Shen Long memulai pembicaraan.
“Ayah sangat kecewa padanya. Bukan karena kalah darimu, tetapi karena melanggar peraturan sekte menggunakan obat terlarang” sahut Dong Fang Yin
“Ayah sebagai ketua sekte menjatuhi hukuman sekte mencabut ilmu dari sekte Pedang Suci dan mengusirnya keluar sekte” lanjutnya
“Sungguh sangat disayangkan, Xu Meng memiliki bakat bisa mencapai alam Dewa, namun kebenciannya padaku membuat dia gelap mata hingga menggunakan obat terlarang. Aku sungguh menyesalinya” kata Shen Long menyesali bakat Xu Meng.
“Dia membencimu karena ayah lebih mengagumimu daripadanya” sahut Dong Fang Yin.
“Disamping itu, dia tidak senang dengan hubungan kita yang dekat” lanjutnya kembali dengan wajah yang tersipu.
“Kenapa? Kita kan hanya berteman, dia tidak perlu sejauh itu. Aku sudah menganggapnya sebagai teman sama sepertimu” sahut Shen Long membuat Dong Fang Yin tertegun masam.
“Aku rasa bukan itu yang membuatnya sangat membencimu” kata Dong Fang Yin menundukkan kepalanya.
“Lalu karena apa lagi?” tanya Shen Long tidak mengerti.
“Karena dia mendengar ayah ingin menikahkanku denganmu” sahut Dong Fang Yin dengan wajah yang memerah.
“Ah, saat itu aku sudah mengatakan langsung pada ketua Sekte, bahwa aku telah menikah.” kata Shen Long mengingatkan.
Wajah Dong Fang Yin berubah, dia dan Xu Meng juga mengetahui tentang hal itu. Meskipun demikian sikapnya pada Xu Meng berubah sejak mengenal Shen Long. Dong Fang Yin tidak mau mengatakan hal ini pada Shen Long, bahwa dirinya merindukan untuk dekat bersama Shen Long meskipun dia telah menikah.
Dong Fang Yin hanya menunduk diam sambil menikmati makanannya.
Saat itu tiba-tiba masuk beberapa orang wanita, Dewi Suci bersama para pengawalnya yang hendak makan malam di restoran itu. Mereka pun duduk di seberang meja tanpa memperhatikan ke arahnya.
“Dewi, sepertinya orang itu duduk diseberang kita bersama seorang wanita” bisik seorang pengawalnya pada Dewi Suci.
“Apakah kita akan menyerangnya?” tanya pengawal tersebut kembali.
Hati Dewi Suci menjadi marah mendengar kata pengawalnya, kemudian dia berdiri.
__ADS_1
“Kalian tunggu disini, lanjutkan makan kalian tidak perlu mengikutiku” kata Dewi Suci pelan sambil berjalan mendekati meja Shen Long.
“Shen Long, ada hal penting yang ingin aku bicarakan tentang kesepakatan kita” kata Dewi Suci dingin tanpa mempedulikan Dong Fang Yin
“Dewi Suci?” Dong Fang Yin terkejut melihat wajah cantik yang angkuh telah berdiri disampingnya.
“Hal apa yang ingin Dewi katakan padaku” tanya Shen Long santai
Dewi Suci lalu menoleh ke arah Dong Fang Yin “Hal ini bersifat rahasia, aku tidak bisa mengatakan di depan orang lain” sahutnya
Hati Dong Fang Yin kesal karena Dewi Suci yang mengganggu waktunya bersama Shen Long, tetapi dia tidak berani membantahnya. Kekuatan Dewi Suci berada jauh diatasnya, bahkan mungkin sebanding dengan ayahnya.
“Pergilah Shen” kata Dong Fang Yin dengan wajah masam.
“Baiklah, aku akan mengikutimu” sahut Shen Long yang kemudian mengikuti Dewi Suci meninggalkan restoran itu.
Dewi Suci mengajak Shen Long ke sebuah taman yang indah oleh cahaya malam di pinggir sungai di sudut ibukota.
“Dewi, apa yang ingin kamu bicarakan padaku” tanya Shen Long secara langsung
Di depan sungai, Dewi Suci berhenti lalu menoleh Shen Long dengan tatapan dingin “Aku ingin kamu jangan terlalu dekat dengan Dong Fang Yin” sahutnya.
“Aku tidak mau menyebutkan alasannya, kamu harus berjanji padaku. Atau aku akan menagih Lotus Merahku kembali?” Dewi Suci ketus
“Baiklah. Aku berjanji” sahut Shen Long menghela nafasnya tak berdaya.
“Kedua, suatu saat aku ingin kamu mambantuku berkultivasi. Aku mendengar kamu juga seorang tabib dewa tentu bisa membantu menembus kultivasiku” kata Dewi Suci selanjutnya.
“Baiklah. Apa kamu mengalami masalah dalam berkultivasi?” tanya Shen Long
“Maukah kamu mengeceknya untukku?” Dewi Suci balik bertanya.
“Baik. Tapi maaf, aku harus memegang tanganmu” tanya Shen Long selanjutnya
Wajah Dewi Suci cemberut dan merah “Bukankah kamu sudah pernah memegang tubuhku. Kenapa harus bertanya lagi. Huh” pikirnya, tetapi kata yang keluar dari bibirnya yang mungil itu berbeda.
“Silahkan” sahut Dewi Suci sambil menyerahkan tangannya pada Shen Long.
__ADS_1
Kemudian Shen Long memegang nadi spirit dari tangan Dewi Suci dan merasakan tingkat kultivasinya yang telah berada pada level Pendeta Suci namun seperti gurunya kesulitan untuk menembus ke tingkat yang lebih tinggi dari itu.
“Sepertinya ada masalah dalam metode kultivasi sekte Lembah Suci” kata Shen Long selanjutnya.
“Benar, Guru Suci pernah juga mengatakan hal itu padaku. Menurut Guru, kami kehilangan beberapa kitab tentang meditasi abadi. Apakah kamu pernah mendengar tentang kitab tersebut?” tanya Dewi Suci masih dengan wajah merah tersipu karena Shen Long belum melepaskan tangannya.
“Tidak. Aku belum pernah mendengar kitab tersebut” sahut Shen Long yang tanpa sadar masih memegang tangan Dewi Suci.
“Tetapi aku pernah mendapatkan petunjuk bahwa kamu bisa menggunakan roh pedang untuk membantu meditasi alam pendeta”
“Roh Pedang?” Dewi Suci termenung.
“Dewi Suci, sungguh senang bisa bertemu denganmu disini” tiba-tiba sebuah suara memecahkan percakapan mereka.
Mendengar ada yang datang, Shen Long kemudian sadar dan melepaskan pegangan tangannya pada Dewi Suci.
“Jendral Liu” salam Shen Long memberinya hormat
“Ah, Saudara Shen rupanya yang bersama Dewi Suci disini” sahut Jendral Liu
“Ada apa mencariku?” tanya Dewi Suci ketus setelah melihat kedatangan Jendral Liu.
“Aku ingin mengundang Dewi Suci dan saudara Shen untuk makan dan minum bersama malam ini” kata Jendral Liu
“Terima kasih Jendral Liu, tapi aku sudah makan. Hari ini aku agak sedikit lelah, aku harus beristirahat agar besok bisa menghadapi pertandingan dengan kalian” kata Dewi Suci dengan sikapnya yang dingin.
“Baiklah jika begitu, mungkin waktu lain bisa mengundang Dewi untuk itu” sahut Jendral Liu yang ramah.
“Baik. Saudara Shen, bisakah kamu mengantarku kembali ke penginapanku?” tanya Dewi Suci kemudian.
Shen Long sedikit gugup karena keadaan ini tak tahu harus menjawab apa, dalam pikirannya “Dewi Suci tentu bisa kembali sendiri ke penginapannya, mengapa harus meminta aku mengantarnya?”
Karena Shen Long belum menjawab, Dewi Suci memandangnya dengan tatapan yang bengis membuat Shen Long tiba-tiba menggigil.
“Hahaha... Saudara Shen, tolong antar Dewi ke penginapannya” justru Jendral Liu yang memintanya mengantar Dewi Suci.
“Baiklah” sahut Shen Long lalu mengikuti langkah Dewi Suci.
__ADS_1
“Huh, kamu berani mendekati wanitaku” gumam Jendral Liu dalam hatinya melihat kepergian Dewi Suci berdua dengan Shen Long.