
Setelah memberi hormat pada tabib Qian, Yun Mei dan Naga Kecil lalu pergi meninggalkan rumahnya dan berangkat menuju gunung Lou untuk menemui tabib Huang, kakak seperguruan dari tabib Qian.
Setelah keluar dari desa terpencil tempat mereka selama ini, Yun Mei lalu mengajak Naga kecil menyusuri jalan darat melewati sebuah hutan yang cukup lebat. Di tengah hutan itu, mereka beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali.
Yun Mei membuka bekal yang telah dibuatnya lalu memberikannya pada Naga Kecil untuk menikmati bersama. Naga Kecil tersenyum melihat Yun Mei yang begitu baik padanya.
“Kenapa kamu tersenyum?” tanya Yun Mei dengan wajah merah melihat Naga Kecil memandangnya.
“Kamu sungguh baik nona Yun” sahut Naga Kecil.
“Sudah sewajarnya aku membantumu. Lagipula kami sebagai tabib wajib untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan” kata Yun Mei sambil memakan bekalnya.
Ketika sedang menikmati makan mereka, tampak rombongan berkuda datang melintasi hutan tersebut dan berhenti tepat di depan mereka. Di belakang rombongan itu tampak sebuah kereta kuda yang mengikuti mereka.
“Nona, apakah ini jalan menuju kota Lung?” tanya seorang yang memimpin rombongan berkuda tersebut.
“Benar, jika terus ke arah utara ini, kalian akan tiba di kota Lung dalam waktu kurang dari setengah hari jika berkuda” sahut Yun Mei pada mereka.
“Terima kasih nona” ucap pemimpin rombongan itu lagi.
Mereka pun segera berangkat menuju kota Lung meninggalkan Yun Mei dan Naga Kecil. Dari balik tirai kereta kuda itu tampak wajah cantik seorang wanita melihat ke arah mereka berdua dan tersenyum kepada mereka.
“Sepertinya mereka adalah rombongan dari keluarga pejabat” gumam Yun Mei
Setelah rombongan itu pergi, Yun Mei pun melanjutkan perjalanan mereka bersama Naga Kecil.
“Kita juga harus tiba di kota Lung sebelum malam, agar kita tidak kemalaman di dalam hutan ini” kata Yun Mei.
Mereka pun mempercepat langkah untuk segera bisa sampai di kota Lung sebelum malam tiba. Namun berjalan tidaklah sama dengan berkuda, meskipun mereka sudah mempercepat langkah, mereka tetap saja kemalaman di tengah hutan itu.
“Ah, seandainya aku bisa terbang tentu akan lebih cepat tiba di kota Lung” pikir Yun Mei.
__ADS_1
Naga Kecil Shen Long sebenarnya bisa terbang, namun karena lupa ingatan. Dia sama sekali tidak mengingat akan kemampuannya itu.
Akhirnya mereka pun terpaksa menginap di tengah hutan itu. Yun Mei tidur dibawah pohon sementara Naga Kecil bermeditasi untuk menjaganya di samping api unggun yang mereka buat untuk menghangatkan tubuh mereka.
Ketika malam telah larut, tampak beberapa pasang mata sedang mengamati mereka yang sedang tertidur. Lalu beberapa ekor serigala datang mendekati mereka dengan wajah yang kelaparan.
Naga Kecil terbangun dari meditasinya, dia melihat gerombolan serigala itu yang kelaparan hendak menyerang dirinya dan Yun Mei.
GRRRRR....GRRRRR...
Serigala itu mulai berjalan perlahan mendekati Naga Kecil. Naga Kecil tidak bergerak, dia hanya memandang ke arah pemimpin serigala itu. Lalu dia memancarkan niat membunuh yang membuat pemimpin serigala itu menghentikan langkahnya.
Naga Kecil tetap tidak bergerak, matanya memandang serigala yang mendekatinya satu persatu. Semua serigala itu menghentikan langkah mereka setelah melihat mata Naga Kecil dan merasakan niat membunuh terpancar darinya.
Gerombolan serigala itu menggigil ketakutan karena merasakan tubuh Naga Kecil membesar dengan aura membunuh yang sangat kental. Gerombolan serigala itu pun membalik badan mereka dan pergi meninggalkan Naga Kecil dengan ketakutan.
Menjelang pagi, kembali mereka didatangi oleh tamu tidak diundang. Naga Kecil melihat seekor harimau yang sangat besar kini datang menghampiri dirinya. “Ah, hutan ini sunggu penuh dengan binatang buas.” gumam Naga Kecil
GGRRROOOAAARRRR....
Harimau itu berjalan perlahan dengan angkuhnya mendekati Naga Kecil seakan-akan memeriksa mangsanya untuk memastikan dia bisa menerkamnya.
“Naga Kecil, kita harus lari secepatnya agar tidak dimangsa oleh harimau ini” bisik Yun Mei yang sudah gemetaran di belakang Naga Kecil.
“None Yun, kamu tenang saja. Dia tidak akan bisa memangsa kita” sahut Naga Kecil dengan tenang.
Yun Mei tidak sadar mendekat dan memeluk lengan Naga Kecil di belakangnya. Naga Kecil merasakan tubuh Yun Mei yang bergetar karena ketakutan di belakangnya. Naga Kecil melihat ke arah harimau itu. Dia pun kembali mengerahkan aura membunuh yang sangat kental pada harimau tersebut.
Harimau itu bukannya tidak merasakan aura membunuh Naga Kecil, namun dia terlalu sombong untuk mengabaikannya. Meskipun dia melihat tubuh Naga Kecil yang sepertinya membesar, tetapi dia adalah raja hutan. Dia merasa dirinya paling kuat dari hewan buas lainnya.
Harimau itu segera bersiap untuk menerkam ke arah Naga Kecil, dia lalu melompat untuk menerkam Naga Kecil dan menggigitnya dengan giginya yang tajam.
__ADS_1
GGRRROOOARR...
“Aargghh... Mati kita” gumam Yun Mei sambil menutup matanya karena ketakutan.
BUGH!
Naga Kecil hanya meninju kepala harimau itu dengan sedikit tenaganya. Harimau itu terpental dan menabrak pohon di belakangnya. Harimau itu terjatuh ke tanah, tubuhnya gemetar setelah menerima tinju dari Naga Kecil.
Meskipun Naga Kecil menggunakan sedikit kekuatan, namun efek yang dirasakan oleh harimau itu tidaklah kecil. Harimau itu bahkan gemetar saat mau berdiri, dia merasa tubuhnya seperti menghantam pelat besi dan tenaganya menjadi lemas.
Yun Mei membuka matanya dan melihat dirinya masih hidup. Dia terkejut saat melihat harimau itu terkapar di tanah dengan gemetaran.
ggrroaarrr...
Auman harimau itu mengecil tidak seperti sebelumnya yang terlihat sombong di depan Naga Kecil. Kali ini Naga Kecil yang berjalan mendekatinya. “Jangan mendekatinya Naga Kecil” gumam Yun Mei pelan padanya.
“Tenang saja nona Yun. Aku bisa mengatasinya” sahut Naga Kecil
Setelah cukup dekat, harimau itu tampak menundukkan kepalanya tidak berani melihat langsung pada Naga Kecil.
“Pergilah, aku tidak akan membunuhmu” kata Naga Kecil pada harimau itu dengan tatapan tajamnya.
Harimau itu dengan susah payah berdiri lalu membalikkan tubuhnya pergi meninggalkan Naga Kecil dan Yun Mei.
Setelah kejadian itu, Yun Mei sudah tidak ingin melanjutkan istirahatnya. Dia pun mengajak Naga Kecil melanjutkan perjalanan mereka, karena hari akan segera pagi.
Saat matahari terbit, Yun Mei dan Naga Kecil telah tiba di gerbang kota Lung. Mereka lalu berjalan masuk ke dalam kota Lung untuk mencari tempat untuk beristirahat sarapan.
Mereka pun tiba di sebuah warung makan yang masih baru buka di pagi hari itu. Kemudian mereka memesan masakan untuk sarapan pagi hari.
Ketika mereka sedang menikmati sarapannya, tampak rombongan berkuda yang kemarin mereka lihat datang mendekati warung makan tersebut dan memesan makanan.
__ADS_1
Ada tiga orang wanita yang turut serta dalam rombongan tersebut. “Nona, kita sarapan dulu di warung makan ini sebelum pergi ke kediaman sekte Angin Badai.” saran yang memimpin rombongan tersebut. Mereka pun memesan makanan di warung tersebut.
Ketika mata pemimpin itu melihat sekeliling, dia tertegun sejenak melihat ke arah Yun Mei lalu menyapa, “Nona, kita bertemu lagi” teriaknya sambil tersenyum