
Sementara itu, Shen Long tengah bersantap bersama istrinya yang membuat banyak masakan lezat untuknya. Yun Mei menanyakan apa saja yang telah dilalui oleh Shen Long selama pergi dari keluarga Yun.
Shen Long dengan polos bercerita lengkap pada Yun Mei tentang perjalanannya selama ini.
“Jadi selama ini kamu juga telah bersenang-senang bersama wanita lain bahkan berendam bersama di kolam air panas” sinis Yun Mei cemberut mendengar cerita Shen Long.
Mata Shen Long berkedut mendengar sindiran istrinya, dia tidak memahami perasaan wanita, dia tidak menyangka membuat istrinya cemberut karena telah menceritakan terlalu detail perjalanannya.
“Maafkan aku istriku, aku tidak bermaksud seperti itu” sahutnya gugup.
“Lalu kenapa kamu gugup?” lanjut istrinya yang masih cemberut
“Ah, aku tidak mengerti perasaan wanita” pikir Shen Long.
“Maaf Shen, meskipun aku raja dewa iblis tapi aku juga tidak memahami perasaan wanita” bisik Yan Luo yang tidak banyak membantunya dalam hal wanita.
Shen Long ingat dirinya telah membelikan hadiah untuk istrinya, lalu dia mengeluarkan giok yang indah kemudian memberikan pada istrinya.
Melihat giok yang cantik itu hati Yun Mei menjadi luluh, dia pun memeluk suaminya dengan manja. Kemudian mendekatkan bibirnya yang mungil merekah ke telinga Shen Long.
“Awas lain kali berani bermain-main dengan wanita lain” bisiknya sambil melayangkan cubitan di lengan Shen Long.
“Ah!” sakit di lengan Shen Long tidak seberapa bagi seorang tingkat alam dewa, tetapi kata bisikan itu menusuk hati membuat matanya berkedut tidak percaya.
Mereka pun bercengkrama setelah sekian lama tidak bertemu. Yun Mei mendekatkan wajah sambil memejamkan matanya, bibirnya yang mungil merekah harum di depannya dengan detak jantung yang berdebar-debar. Shen Long bingung tidak mengerti harus berbuat apa, jantungnya pun turut berdetak kencang wajahnya memerah.
“Apa yang harus aku lakukan” pikir Shen Long takut melakukan kesalahan lagi.
“Maaf aku tidak bisa membantumu Shen” bisik Yan Luo kembali
Dengan gemetar dan perlahan Shen Long mengusap lembut pipi Yun Mei yang telah merona merah. Namun tiba-tiba Yun Mei membuka mata dan melihatnya dengan pandangan yang sengit tidak percaya.
“Astaga, apakah aku salah lagi?” pikir Shen Long melihat pandangan mata Yun Mei yang galak padanya.
Shen Long tak habis berpikir, dia yang tidak pernah takut menghadapi mahluk gaib yang ganas akan menjadi tak berdaya dihadapan istrinya yang galak ini.
__ADS_1
Kali ini Yun Mei tidak lagi menunggu, dia melancarkan serangannya mencium bibir Shen Long dan membuat Shen Long terpaku dengan hati yang tak menentu, jantungnya berdetak lebih kencang.
“Serangan ini lebih ganas dari mahluk gaib itu” pikirnya menjadi kacau karenanya.
Shen Long hanya bisa pasrah menerima serangan dari istrinya tanpa melakukan perlawanan.
Malam hari ini terasa lebih hening di kediaman keluarga Yun dari sebelumnya.
“Ah, pelan-pelan Shen.”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi harinya, Shen terbangun dengan semangat yang baru, namun tubuhnya masih terasa sedikit letih. Saat membuka mata dan melihat ke sisinya, dia tidak melihat istrinya Yun Mei disampingnya. Dia pun melompat dari kamar dan mengenakan pakaiannya.
Brak!
Pintu kamar terbuka, tampak Yun Mei dengan wajah berseri-seri membawakan sarapan dan ramuan penyegar badan untuk Shen Long. Dia menoleh ke arah Shen Long yang menatapnya dan tersipu karenanya.
“Kamu sarapan dulu sebelum melakukan sesuatu” kata istrinya dengan lembut lalu menuju ranjang dan membersihkannya.
Shen Long tidak menyangka melihat perubahan sikap istrinya pagi ini. Dia berusaha mengingat kejadian semalam dan membuat wajahnya menjadi merah.
“Sial, aku merasa diintip semalam olehmu” pikir Shen menjawab bisikan Yan Luo.
Setelah membersihkan ranjang, Yun Mei lalu duduk disamping Shen Long menatapnya menikmati sarapan yang dia buat untuknya.
“Bagaimana? Apakah enak?” tanya Yun Mei.
“Ini enak sekali. Aku menyukainya” sahut Shen Long membuat Yun Mei senang.
“Oh ya Mei, ceritakan bagaimana kejadian menghilangnya ayah dan tetua Yun?” tanya Shen Long mulai serius.
“Sebulan yang lalu, ayah mendengar kabar bahwa kakek telah menghilang di ibukota kerajaan Liu. Sebagai tabib kerajaan, raja Liu memerintahkan seluruh pasukannya untuk mencari keberadaan kakek namun tidak menemukannya”
Yun Mei kemudian menuangkan teh untuk Shen Long sebelum melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
“Seminggu yang lalu ayah bersama beberapa orang berangkat ke ibukota kerajaan Liu untuk menyelidiki dan mencari petunjuk menghilangnya kakek, namun empat hari yang lalu ayah sendiri menghilang di ibukota Liu” ucap Yun Mei bersedih.
“Tenanglah, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menemukan mereka” sahut Shen Long dengan mengusap rambut istrinya Yun Mei.
“Shen, tolong bantu temukan dan selamatkan mereka” isak tangis Yun Mei keluar dalam pelukan Shen Long.
“Aku berjanji untuk menemukan mereka” sahut Shen Long membuat istrinya sedikit terhibur dan tenang.
“Petunjuk apa yang telah didapatkan?” tanya Shen Long kembali.
“Belakangan ini banyak para tabib di berbagai kota yang juga menghilang. Sepertinya hal ini berhubungan dengan menghilangnya ayah dan kakek” sahut Yun Mei.
“Dua tahun yang lalu tuan tabib yang merawatku juga menghilang, kini makin banyak tabib yang ikut menghilang” pikir Shen Long
“Sepertinya hanya ada satu jalan untuk menemukan mereka” sahut Shen Long kemudian.
“Apa rencanamu Shen?” tanya Yun Mei.
“Aku akan pergi ke ibukota kerajaan Liu dan menyamar sebagai tabib?” sahut Shen Long.
“Apakah tidak berbahaya?” tanya Yun Mei khawatir.
“Aku pikir mereka hanya menculik para tabib dan mengurungnya di suatu tempat. Untuk bisa memasuki tempat itu, menyamar sebagai tabib adalah satu-satunya cara agar aku diculik oleh mereka” sahut Shen Long kembali
“Aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi Shen” kata Yun Mei lembut memeluk Shen Long.
“Sebelum pergi, aku akan membuat pil obat dan membantu paman Ji berlatih untuk meningkatkan kultivasinya agar dia bisa menjagamu selama kepergianku” kata Shen Long.
“Ohya dimana adikmu Yun Jiang?” tanya Shen Long.
“Dia biasa berlatih bersama paman Ji. Kenapa menanyakannya?” tanya Yun Mei
“Aku akan mengajarkannya meracik obat untuk bisa membantu paman Ji selanjutnya” sahut Shen Long.
“Aku bangga padamu Shen, kamu perhatian padaku” sahut Yun Mei dengan lembut mendekatkan bibirnya pada Shen Long.
__ADS_1
Shen Long tidak bodoh, dia orang yang berbakat dan dengan cepat menganalisa keadaan. Kali ini Shen Long yang sudah mempelajari jurus semalam, tanpa kesalahan Shen Long melakukan serangan balik dari pertempuran semalam.
“Ah, pelan-pelan Shen.”