
Setelah mendengarkan banyak pemahaman dan petunjuk dari PangYu, Shen Long merasa beruntung mendapatkan banyak pelajaran berharga datang ke alam penciptaan.
“Kamu bisa berlatih sendiri di tempat ini. Aku akan pergi sementara waktu meninggalkanmu untuk berlatih,” kata PangYu yang kemudian menghilang dari hadapan Shen Long.
Kini tinggal Shen Long yang masih duduk di tempat itu. Dia menatap ke sekitarnya yang merupakan sebuah taman yang unik namun indah. Kemudian dia duduk bersila di atas batu yang ditinggalkan oleh PangYu dan mulai melakukan meditasi.
Dengan petunjuk yang diberikan oleh PangYu dalam pikiran Shen Long, membuatnya lebih cepat memahami setiap petunjuk dan melatihnya.
Tapi memahami dan melatih adalah dua hal yang berbeda. Memahami dengan cepat belum tentu bisa melatihnya dengan cepat juga. Karena pelatihan memerlukan ketekunan dan kesabaran untuk mendapatkan hasil yang baik.
Shen Long melakukan meditasi di alam penciptaan untuk mengisi waktunya sementara menunggu agar bisa menggunakan token pintu alam untuk kembali ke Loka 888.
Keesokan harinya, Shen Long merasa tubuhnya lebih bugar dan bersemangat dari sebelumnya.
“Energi di tempat ini sungguh berlimpah. Tapi aku tidak diperkenankan untuk tinggal berlama-lama di alam ini. Jadi sebaiknya aku kembali dulu,” batin Shen Long
Untuk tinggal di alam penciptaan, manusia biasa hanya diperbolehkan maksimal selama sehari. Jika lebih dari itu maka tubuhnya akan hancur dan hanya rohnya kembali ke alam reinkarnasi.
Sedangkan PangYu adalah wujud manusia pertama yang telah diperkenankan untuk tinggal di alam penciptaan sejak dulu karena kekuatannya yang telah mencapai kesadaran sejati. Tubuh PangYu sendiri telah lama hancur di masa lalu dan kini hanya rohnya saja yang tinggal di alam penciptaan.
Setelah mengaktifkan token pintu alam, Shen Long kemudian pergi menuju Loka 888. Dan seperti biasa kedatangannya selalu disambut dengan gembira oleh teman-temannya di Loka 888.
“Apakah kamu mendapatkannya?” tanya Libao dengan wajah bersemangat.
“Iya. Aku berhasil mendapatkannya,” sahut Shen Long.
“Bagaimana keadaan di alam penciptaan?”
Wajah Putri LingMei terlihat penasaran, demikian juga dengan NingYue dan teman-teman lainnya. Mereka tidak sabar menunggu Shen Long untuk menceritakan tentang keadaan di alam penciptaan.
__ADS_1
Kemudian dengan tersenyum Shen Long menceritakan tentang keadaan di alam penciptaan pada mereka semua.
Semua orang yang mendengarkan tertegun ketika Shen Long menceritakan dirinya yang langsung tak sadarkan diri dalam tiga tamparan oleh Sang Pencipta. Mereka menganggap Shen Long sebagai yang terkuat di alam semesta namun di hadapan Sang Pencipta tidak ada apa-apanya.
“Lalu bisakah kami melihat benih alam atau telur naga itu?” tanya Xuanshan.
Shen Long lalu mengeluarkan telur naga dari cincin penyimpanannya yang sebesar kepala manusia.
Hal itu membuat takjub semua orang yang berada di tempat itu. Mereka baru pertama kali melihat telur naga yang juga nantinya disebut Benih Alam itu.
“Baiklah. Aku rasa kini saatnya aku untuk memurnikan telur naga ini untuk menjadi Benih Alam,” kata Shen Long yang kemudian berdiri dan bersiap untuk pergi menuju ke dunia bawah.
“Aku akan pergi ke dunia bawah menuju Lembah Cakar Naga untuk memurnikan telur naga ini.”
Lalu Shen Long memanggil naga YingLong untuk mengantarnya pergi menuju ke dunia bawah. Shen Long tidak ingin membuang waktu terlalu lama karena saat ini dia memiliki pelatihan untuk meningkatkan kekuatannya ke lebih tinggi lagi.
Shen Long memandang ke arah NingYue yang tampak memaksakan senyum padanya. Dalam hati NingYue merasa rindu dengan Shen Long, namun saat ini Shen Long tengah fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya menciptakan Alam Neraka baru untuk pasukan Dewa Kegelapan di Loka 888.
Para penghuni dunia bawah yang tiba-tiba melihat munculnya naga tampak gempar dan melaporkan hal itu kepada pemimpin dunia bawah saat ini, MongShui.
Ketika menerima laporan tentang munculnya seekor naga itu pikiran MongShui langsung tertuju kepada Shen Long, karena dia pernah melihat Shen Long mengendarai naga YingLong.
MongShui langsung pergi menuju ke Lembah Cakar Naga untuk melihat sendiri kedatangan Shen Long. Dalam hati MongShui dan penghuni dunia bawah, Shen Long adalah pahlawan mereka.
Setelah tiba di Lembah Cakar Naga, MongShui melihat ke atas batu cakar dan melihat cahaya warna-warni kemilauan di atas batu cakar itu.
Shen Long yang berada di puncak batu cakar sedang memurnikan telur naga dengan menggunakan kekuatan puncak miliknya. Kekuatan kesadaran semesta dialirkan ke telur naga untuk mengubahnya menjadi Benih Alam.
Dalam satu jam, tenaga Shen Long telah terkuras sebanyak lima puluh persen sejak mengalirkannya ke telur naga. Perubahan terjadi pada telur naga dalam lima belas menit berikutnya. Telur naga yang tadinya berwarna hijau, kini berubah menjadi merah darah dan bercahaya.
__ADS_1
Saat itu kekuatan Shen Long hanya tersisa 30 persen, dan telur naga telah berubah menjadi Benih Alam yang berwarna merah darah.
Shen Long lalu menelan pil obat untuk pemulihan energi di tubuhnya dan dia segera mengatur nafasnya untuk mempercepat proses pemulihan energi tubuhnya. Benih Alam telah di simpan dalam cincin penyimpanannya untuk selanjutnya akan dikembangkan menjadi Alam Neraka sesuai janji Shen Long.
Ketika kekuatan Shen Long telah pulih delapan puluh persen, dia pun turun dari batu cakar dan melihat MongShui dan penghuni dunia bawah telah menunggu dirinya di sana.
“Tuanku!” Teriak MongShui bersama para penghuni dunia bawah yang mengenal Shen Long.
Mereka langsung berlutut begitu Shen Long turun dari batu cakar. “Apa kabarmu MongShui?” tanya Shen Long dengan tersenyum padanya.
“Kabar baik tuanku. Dewa Kegelapan dan pasukannya tidak lagi mempersulit kami. Kami hidup berdampingan dengan baik sementara ini berkatmu, tuanku,” sahut MongShui dengan wajah terharu.
“Baguslah. Berdiri dan bawa aku pergi menemui Dewa Kegelapan,” kata Shen Long.
Mendengar perkataan Shen Long, MongShui pun berdiri dan hendak mengantarkan Shen Long ke tempat Dewa Kegelapan.
“Tidak perlu! Aku sudah datang menemuimu.”
Tiba-tiba Dewa Kegelapan sudah muncul di depan Shen Long dan menatapnya dengan tajam.
“Aku sudah mendapatkannya kawan. Aku akan membantumu membentuk Alam Neraka yang baru,” kata Shen Long kemudian.
Dewa Kegelapan menatap tidak percaya dengan kata-kata Shen Long. Meskipun dalam hatinya dia ingin perkataan itu benar, tetapi dia selama ini tidak pernah berharap untuk berhasil menciptakan Alam Neraka yang baru.
Kini Dewa Kegelapan dan pasukannya berusaha untuk menikmati dan hidup bersama penghuni dunia bawah secara baik.
“Apakah benar katamu itu Shen?” tanya Dewa Kegelapan.
Shen Long kemudian mengeluarkan Benih Alam yang berwarna merah dan memperlihatkannya pada Dewa Kegelapan.
__ADS_1
“Mari kita lakukan!” sahut Shen Long.
Mereka pun pergi ke bekas keberadaan alam neraka melalui pintu gerbang yang telah dibuka di Lembah Cakar Naga itu.