Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 73 | Shen Long Vs Zhang Yun


__ADS_3

Shen Long merasa sedikit lega mendengar kata-kata Dewi Suci yang telah merelakan Lotus Merah untuknya, meskipun dia belum tahu apa yang akan diinginkannya sebagai gantinya nanti.


Tiba-tiba penonton riuh menyambut Raja Liu yang telah datang ditemani permaisurinya, pendeta kerajaan dari sekte Gunung Abadi, Jendral Liu beserta para menteri lainnya.


Setelah upacara seremonial yang singkat maka pertandingan pun di mulai. Ada sekitar puluhan peserta yang mengikuti pertandingan penyisihan kali ini.


Pada babak pernyisihan awal, seperti kata ketua Mu Kai beberapa petarung yang diunggulkan menang dengan mudah seperti Jendral Liu, Xu Huang, Qian Wu, Dewi Suci begitu pula Xu Meng dari sekte Pedang Suci.


Giliran Shen Long untuk maju ke atas panggung bertemu lawan wakil dari perguruan Wudang Zhang Yun. Tampak para penonton mengelu-elukan wakil dari perguruan Wudang daripada perguruan kecil Wuming yang tidak terlalu terkenal.


“Zhang Yun pasti menang dengan mudah melawan perguruan kecil Wuming ini” kata seorang penonton


“Benar, Zhang Yun yang berada di alam dewa tingkat dewa langit pasti menang dengan mudah” sahut orang disampingnya


Zhang Yun terbang melayang lalu mendarat di tengah panggung, membuat penonton bersorak dengan aksinya. Sementara Shen Long berjalan menaiki panggung dengan santainya.


“Kalian perguruan kecil bukan lawan perguruan Wudang, menyerahlah”


“Benar, tidak perlu melawan daripada terluka”


Kata-kata dari penonton riuh mengomentari setiap pertandingan, dan tentu saja mereka mereka mendukung para unggulan masing-masing.


Tribun bawah tempat para tetua dan ketua aliran yang menonton juga riuh mengomentari pertandingan ini.


“Hahaha... penonton hanya menilai dari nama yang terkenal, tidak mengetahui tingginya gunung” kata ketua sekte Pedang Suci yang mengunggulkan Shen Long.


Ketua Mu Kai memandang hormat pada ketua sekte Pedang Suci “Ketua sekte Pedang Suci sangat berpengalaman pasti sudah mengetahui hasil pertandingan ini”.


Di tribun atas, Raja Liu bertanya pada Pendeta Kerajaan dan Jendral Liu mengomentari pendapat penonton.


“Yang Mulia, meskipun Zhan Yun terkenal dan berilmu tinggi, tetapi lawannya tidak sederhana” kata Pendeta Kerajaan.


“Aku sependapat denganmu Pendeta. Anak ini bisa tetap tenang dibawah tekanan seperti itu.” sahut Jendral Liu.


“Tapi aku yakin mereka berdua tetap berada dibawah Xu Huang dan Jendral Liu pastinya” sahut Permaisuri Qin menimpali mereka dengan tersenyum.


“Mari kita saksikan pertandingan ini. Apakah benar seperti perkiraan Pendeta” kata Raja Liu


“Ayah, itu orang yang mengacaukan perkawinanku” bisik Liu Jang pada ayahnya Liu Fan yang duduk di samping Jendral Liu.

__ADS_1


Liu Fan memandang rendah ke arah Shen Long dan menyahutinya “Kita bicarakan nanti”


Pertandingan di mulai, Zhang Yun sudah melompat melancarkan serangan ganasnya ke arah Shen Long. Pukulan dan tinju Zhang Yun yang berkekuatan alam Dewa mengarah ke setiap gerakan Shen Long namun bisa dihindari olehnya.


Shen Long masih menghindar mempelajari jurus dari Zhang Yun membuat penonton mencemoohnya.


“Rupanya hanya jago menghindari saja”


“Ayo balas menyerang, tidak seru hanya menghindar terus”


Penonton tidak sabar menanti akhir pertandingan, sementara Shen Long masih ingin bermain-main sedikit sambil mempelajari jurus-jurus lawannya.


“Cih, kamu hanya pintar menghindar” cibir Zhang Yun pada Shen Long


Zhang Yun kemudian meningkatkan kekuatannya ke puncak dewa langit untuk segera mengakhiri pertandingan yang dianggapnya terlalu membuang-buang waktunya melawan musuh lemah.


Baginya, tidak baik terlalu menguras banyak tenaga melawan musuh lemah sementara masih banyak yang lebih kuat menunggunya, seolah-olah dia sudah memenangkan pertandingan ini.


Shen Long sudah merasa cukup mempelajari gerakan jurus lawan. Kali ini dia bersiap untuk membalas serangan Zhang Yun.


Penonton kemudian bersorak ketika Shen Long mulai berbalik melakukan serangannya.


“Ayo, walau aliran kecil jangan mau kalah”


Teriakan penonton membuat wajah Zhang Yun menjadi merah karena serangan Shen Long membuatnya terdesak. Segera dia mengeluarkan jurus utamanya, pukulan Tapak Sakti dikeluarkan dengan kekuatan penuh Dewa Langit.


Shen Long juga tidak mau kalah, kali ini dia menggunakan Roh Sembilang Naga Langit untuk menghadangnya.


Bum!


Kedua kekuatan beradu, energi benturannya memancar ke segala arah membuat para penonton tercengang.


“Luar biasa, Shen Long ini bisa mengimbangi kekuatan Zhang Yun” kata Raja Liu mengomentari pertandingan di arena.


Dewi Suci sedikit mengernyit melihat pertandingan ini, begitu pula Xu Huang dan Qian Wu. Mereka tidak menyangka serunya pertandingan yang seimbang ini.


“Huh, kamu memang suka mencari perhatian” gumam Xu Meng kesal melihat penampilan Shen Long.


Bum!

__ADS_1


Bentrokan kedua terjadi, kali ini Shen Long membuat Zhang Yun mundur oleh kekuatan benturan itu namun Shen Long masih tetap berdiri disana.


“Sialan, anak ini mempermainkanku. Dia sengaja menahan kekuatannya melawanku” pikir Zhang Yun


“Aku akan membunuhmu” pikirnya sambil menelan darah di mulutnya


Kali ini Zhang Yun mengeluarkan pedangnya, dia sudah tidak sabar untuk menyelesaikan pertandingan. Lalu bersiap mengeluarkan jurus puncak pedang Dewa Langit untuk mengalahkan Shen Long.


Shen Long merasakan niat membunuh dari Zhang Yun segera meningkatkan kekuatannya tingkat Dewa Kahyangan. Dia belum berniat menggunakan pedangnya, tetapi menggunakan jurus Roh pedang Pembelah Langit untuk melawan jurus pedang Zhang Yun.


“Jangan salahkan aku membunuhmu jika kamu tidak mengeluarkan pedangmu” teriak Zhang Yun yang bersiap melancarkan jurusnya.


“Hanya senjata level dewa, belum perlu menggunakan pedang dominator” bisik Yan Luo


Melihat Shen Long tidak menggunakan pedang, banyak yang mencemoohnya gegabah. Wajah para penonton semuanya tegang menyaksikan serangan akhir yang akan terjadi ini.


Raut wajah Dong Fang Yin dan Shi Lang cemas menyaksikan pertandingan ini, tetapi berbeda dengan ketua sekte Pedang Suci yang masih tenang.


Dewi Suci yang melihat dari tempat peserta sedikit khawatir melihat tindakan Shen Long.


“Apa kamu tidak terlalu gegabah melawan pedang dengan tangan kosong?” pikirnya


“Orang ini terlalu sombong melawan pedang dengan tangan kosong” kata Permaisuri disamping Raja Liu.


“Ini berarti dia percaya diri bisa melawannya Yang Mulia” sahut Pendeta Kerajaan.


“Tapi yang dilawannya itu bukan senjata sembarangan, itu senjata level Dewa” kata Permaisuri kembali


“Sudahlah, kita saksikan saja pertandingannya” kata Raja Liu yang juga tegang melihat pertandingan ini


“Baiklah, kamu punya nyali melawan pedangku dengan tangan kosong” cibir Zhang Yun yang sudah mengerahkan Jurus puncak Pedang Dewa Langitnya.


Energi pedang yang tajam menyerang ke arah Shen Long, para penonton yang berada di dekat panggung merasakan kulit mereka meringis seakan-akan teriris oleh energi pedang yang memancar dari pedang Zhang Yun.


Sementara Shen Long sudah mengeluarkan Roh Pedang Pembelah Langitnya, bayangan sebuah pedang yang sangat besar berdiri di atas kepala Shen Long lalu meluncur ke arah Zhang Yun.


“Gila, kekuatan ini sangat besar” teriak penonton


“Mundur, hati-hati kena imbasnya”

__ADS_1


Penonton riuh menunggu hasil pertandingan ini, yang berada di dekat panggung sedikit mundur untuk menghindari imbas benturan energi pedang.


__ADS_2